

Persiba Balikpapan
Saya tidak bermaksud merendahkan kualitas Jafri Sastra dengan mengaitkannya pada tim-tim papan bawah. Tetapi peluangnya untuk melanjutkan karier sebagai pelatih di musim ini menurut saya akan banyak berdatangan dari klub yang tengah berjuang menghindari degradasi, salah satunya adalah Persiba Balikpapan.
Setidaknya ada dua hal yang bisa membuat kerja sama Jafri Sastra dan Persiba Balikpapan menjadi simbiosis mutualisme.
Pertama, Persiba butuh pelatih baru. Mereka bersiap ditinggal Milomir Seslija yang (kabarnya) selangkah lebih dekat untuk diangkut Persib Bandung. Dan dengan terbatasnya stok pelatih bagus yang masih lowong saat ini, Jafri Sastra adalah pilihan terbaik menurut saya.
Seperti yang sudah saya utarakan di halaman pertama, layaknya Sriwijaya FC, sebagai tim papan bawah, Persiba haruslah mementingkan pertahanan lebih dulu sebelum memikirkan cara mencetak gol. Hal ini sebenarnya sudah dilakukan Persiba dengan baik karena mereka tidak pernah kebobolan lebih dari dua gol tiap pekannya. Ini merupakan fenomena yang jarang terjadi di tim posisi juru kunci.
Kedua, Laskar Beruang Madu memiliki materi pemain yang hampir sama dengan Mitra Kukar maupun Sriwijaya FC, tetapi ada satu kelebihan yang dimiliki Persiba, yaitu keberadaan Alfath Faathier. Gaya bermain Alfath bisa Anda baca di sini.
Jafri Sastra sangat bertumpu pada kedua sayapnya untuk melancarkan serangan balik. Dengan dukungan Alfath, semuanya bisa menjadi lebih mudah. Ia dapat ditugaskan untuk maju menggiring bola jika belum ada rekannya yang siap menerima umpan di lini depan. Kecepatan yang dimiliki Alfath juga dapat digunakan untuk menjadi sasaran umpan, karena biasanya, sebuah tim yang melakukan serangan balik akan memiliki banyak ruang kosong di sektor sayap yang dapat dieksploitasi.
Di lini depan, Persiba memiliki Marlon da Silva, penyerang yang menurut saya memiliki kemampuan yang komplet. Ia bagus dalam menahan bola, bisa menjadi ancaman di duel udara dan memiliki tendangan jarak jauh yang berkualitas. Aspek-aspek tersebut sangat dibutuhkan dalam skema serangan balik yang diusung Jafri Sastra.
Pelatih sekelas Jafri Sastra tidak sepantasnya menganggur berlama-lama, cepat atau lambat ia akan mendapat tawaran melatih. Mari kita nantikan klub mana yang akan dipoles dengan serangan balik ala pelatih kelahiran Payakumbuh ini.
Author: Aditya Jaya Iswara (@joyoisworo)
Milanisti paruh waktu yang berharap Andriy Shevchenko kembali muda dan membawa AC Milan juara Liga Champions Eropa lagi.