
Carl Jenkinson
Kisah bek kanan yang memiliki darah Finlandia ketika ia bergabung di Arsenal adalah kisah yang romantis. Lahir sebagai suporter Arsenal, Jenko, sapaan akrabnya, mendapatkan impiannya ketika di tahun 2011, Arsenal meminangnya dari Charlton. Kini, keberadaan Jenkinson di Arsenal hanya romantisme belaka.
Sejak awal, kualitas Jenkinson memang tidak bagus-bagus amat. Levelnya bukanlah level Arsenal. Jenkinson memang sempat bermain bagus, satu yang paling berkesan ketika melawan Bayern München di Liga Champions. Namun, masa depan Jenko di Arsenal sepertinya sudah usai. Dengan skema 3-4-2-1, Jenkinson tentunya sulit untuk mengisi posisi wingback kanan, yang diperebutkan oleh Chamberlain dan Hector Bellerin.
Untuk skema empat bek, posisi bek kanan kini menjadi hak tetap Bellerin dan masih ada Ainsley Maitland-Niles yang lebih menjanjikan. Permainan Jenkinson yang juga kurang cerdas, serta kurangnya kecepatan yang ia miliki tidak membantunya berkembang bagi Arsenal. Jenkinson gagal memenuhi ekspektasi sebagai british core dan kini dirinya harus rela berada di daftar jual Arsenal.