

Bagaimana dengan yang terjadi di sepak bola Indonesia?
Soal klub yang kesulitan membayar gaji pemainnya sepertinya sudah menjadi hal yang biasa terjadi di sepak bola Indonesia. Tidak tanggung-tanggung, bukan sudah tidak dibayarkan selama satu atau dua bulan, klub di negeri ini bahkan pernah tidak membayarkan gaji para pemainnya selama semusim penuh!
Soal klub yang sudah kesulitan dan gulung tikar, pekan ini kita dikejutkan (bisa jadi tidak terkejut juga) dengan kabar bahwa klub Pro Duta mundur dari kompetisi Liga 2 karena kesulitan keuangan. Klub yang terakhir kali bermarkas di Sumatera Utara tersebut sudah lama tidak menggaji pemain mereka dan juga kesulitan untuk mencari dana operasional terutama untuk melakukan laga tandang.
Di masa lalu, Indonesia juga mengenal Pardedetex, Arseto Solo dan Petrokimia terkait kasus tim yang sempat melakukan pembelian pemain besar-besaran namun kemudian gulung tikar. Semestinya, apa yang dialami oleh tim-tim tersebut menjadi pembelajaran bagi tim yang hingga saat ini masih bisa bertahan. Mesti ada perencanaan keuangan yang baik meskipun Anda merasa di belakang Anda ada segunung uang.
Tak ada yang abadi.
Meskipun di negeri ini segala sesuatunya bisa dibuat mudah dan enteng, tim yang gulung tikar kemudian “menjual” lisensi mereka kepada pihak lain. Dan bak sulap dalam satu malam, tiba-tiba muncul tim baru dengan nama baru di kompetisi level tertinggi. Begitulah sedikit gambaran dari wajah sepak bola negeri ini.
Author: Aun Rahman (@aunrrahman)
Penikmat sepak bola dalam negeri yang (masih) percaya Indonesia mampu tampil di Piala Dunia