
Rolf-Christel Guie-Mien (Eintracht Frankfurt – 1999)
Bukti kecintaan seorang pria terhadap pasangannya mungkin bisa dilihat dari apa yang dilakukan Rolf-Christel Guie-Mien jelang transfernya ke Eintracht Frankfurt tahun 1999 silam. Pemain berkebangsaan Kongo itu hanya mau meneken kontrak jika pihak klub bersedia memfasilitasi kursus memasak untuk istrinya.
Mungkin, mengingat istrinya punya kegiatan lain di luar rumah, performa Guie-Mien juga diharapkan menanjak jika sang istri piawai memasak. Namun, turun kastanya Frankfurt turut menentukan nasibnya dan hanya bertahan tiga musim sebelum hijrah ke SC Freiburg. Mantap soul, Guie-Mien!
Dennis Bergkamp (Arsenal – 1995)
Masalah pada mesin yang sempat menyebabkan terganggunya penerbangan timnas Belanda di Piala Dunia 1994 akhirnya mengubah kebiasaan seorang Dennis Bergkamp. Sejak saat itu, dia mengalami aviophobia atau fobia terbang dengan pesawat. Ini pula yang jadi salah satu klausulnya saat pindah ke Arsenal tahun 1995.
Manajer The Gunners kala itu, Bruce Rioch, mengabulkan permintaan uniknya dan seperti yang kita tahu, Bergkamp kerap melakukan perjalanan jauh lewat darat atau laut hanya untuk melakoni laga tandang timnya. Ini pula yang jadi salah satu alasan dibalik julukannya, The Non-Flying Dutchman.