Eropa Inggris

Rapor Pemain Arsenal yang Pulang dari Sekolah

Calum Chambers

Calum Chambers

Salah satu alasan peminjaman Chambers adalah kedatangan Shkodran Mustafi dan memberi ruang lebih luas kepada Gabriel Paulista. Dan keputusan Wenger ini terbilang cukup sukses.

Meski klubnya terdegradasi, Chambers berkembang pesat. Ia hampir selalu menjadi pilihan pertama Middlesbrough. Musim 2016/2017, Chambers bermain di 25 laga. Sebuah catatan yang bagus untuk pemain pinjaman. Artinya, ia sudah merasakan sepak bola level tertinggi dengan intensitas yang diharapkan.

Rata-rata, setiap pertandingan, Chambers membuat 11 aksi bertahan. Mantan pemain Southampton tersebut memenangi 54 persen duel udara. Tak buruk untuk seorang Chambers yang performanya menurun drastis sebelum dipinjamkan. Untuk catatannya ini, Chambers berhak mendapat nilai delapan.

Jika melihat ke dalam skuat musim depan, Arsenal mungkin masih akan kesulitan menyediakan menit bermain secara rutin untuk Chambers. Rob Holding yang berkembang pesat dan sangat memuaskan ketika diberi tanggung jawab tentu akan menjadi pilihan pertama Wenger untuk menemani Laurent Koscielny dan Mustafi dalam skema tiga bek.

Di cadangan, Wenger masih punya Per Mertesacker (jika tak memutuskan pensiun musim depan), Gabriel dan Nacho Monreal. Ya, Monreal! Bek kiri asal Spanyol tersebut bermain sangat baik ketika dikonversikan menjadi bek tengah sebelah kiri. Ia konsisten dan cerdas.

Oleh sebab itu, tak heran apabila Arsenal menetapkan banderol untuk Chambers di angkat 16 juta paun. Artinya, Arsenal tidak akan keberatan melepas bek berusia 22 tahun tersebut. Mungkin, akan lebih baik bila Chambers kembali dipinjamkan demi menit bermain. Atau jika ia ingin kepastian, mau tak mau, Chambers harus dilepas. Demi kelanjutan karier Chambers.