Eropa Spanyol

Deretan Pemuda U-23 Pilihan dari La Liga versi Football Tribe Indonesia

Pemain depan

 

Iñaki Williams

Gencarnya klub-klub Liga Inggris dalam mengamati pemain ini adalah bukti kualitasnya. Meski baru berusia 22 tahun, Iñaki Williams adalah fenomena. Bukan hanya terkenal sebagai pemain kulit hitam yang menggebrak kolotnya tradisi Athletic Bilbao, ia juga lihai bermain sebagai penyerang sayap sekaligus ujung tombak. Catatan lima gol dan enam asis dari 31 penampilan di musim 2016/2017 sekilas memang tak terlihat spesial. Namun, terpilih ke tim nasional Spanyol pada bulan Juni 2017 adalah bukti kehebatan pemain kelahiran 15 Juni 1994 ini.

Pione Sisto

Pione siapa? Ya, Pione Sisto Ifolo Emirmija memang sama sekali tak terkenal ketika Celta Vigo mendatangkannya dari klub Denmark, FC Midtylland pada awal musim 2016/2017. Menghabiskan hidupnya sejak bayi di Denmark, Sisto berhak membela Tim Dinamit meskipun orang tuanya berasal dari Uganda. Sisto tampil hebat bersama Celta di La Liga dan Liga Europa, serta menjadi tandem setia Iago Aspas dalam mendulang gol. Total delapan gol dicetaknya di semua kompetisi musim 2016/2017.

Sandro Ramírez

Apa yang kurang dari seorang Sandro? Pemain kelahiran 9 Juli 1995 ini merupakan jebolan akademi La Masia dan cukup produktif ketika membela Barcelona B. Namun, di awal musim 2016/2017, ia menjadi tumbal ambisi Barca mendatangkan Paco Alcacer, sehingga harus membangun ulang reputasinya di Malaga. Siapa yang menduga ia tampil menggila di klub medioker asal Andalusia tersebut? 14 gol dari 30 penampilan adalah balasan telak terhadap kritik orang-orang yang meragukannya.

Author: Mahir Pradana (@maheeeR)
Mahir Pradana adalah pencinta sepak bola yang sedang bermukim di Spanyol. Penulis buku ‘Home & Away’.