

-
Sandro Ramirez
Bersama tandemnya di tim muda Barcelona, Munir El-Haddadi, Sandro Ramirez menjadi tumbal kedatangan Paco Alcacer di tim utama Barcelona. Jika Munir hanya dipinjamkan semusim ke Valencia, nasib Sandro lebih tragis: dilepas dengan status bebas transfer ke Malaga.
Di usianya yang masih muda, 21 tahun, Sandro tak berlama-lama meratapi nasib dan berkontribusi banyak kepada Malaga. 14 gol disumbangkannya kepada klub Andalusia tersebut, termasuk satu gol balas dendam yang manis ketika menumbangkan Barcelona 2-0 di La Rosaleda.

-
Cedric Bakambu
Musim 2016/2017 adalah musim yang aneh bagi Cedric Bakambu. Penyerang berkewarganegaraan Kongo ini nyaris menghilang dari sebagian besar kiprah Villarreal di La Liga. Penyebabnya adalah meroketnya penampilan penyerang baru Nicola Sansone dan terpecahnya fokus Bakambu ke Piala Afrika 2017.
Namun, sepulang dari tugas negara di Piala Afrika tersebut, Bakambu tampil menggila. Tak berlebihan jika predikat penyerang terbaik di putaran kedua La Liga 2016/2017 disematkan kepadanya. Sejak bulan April 2017, pemain yang lahir di Prancis ini mencetak tujuh gol, dan tetap ganas di saat ketajaman penyerang-penyerang lain seperti Willian Jose dan Iago Aspas mulai mengendor.