
Yoewanto Setya Beny
Mungkin menjadi kejutan karena Yoewanto Setya Beny adalah pilihan ketiga di tim SAD Indonesia generasi pertama. Ia merupakan pelapis Tri Windu Hanggono dan Dimas Galih di pos kiper inti. Melihat kariernya hingga saat ini yang berjalan cukup baik tentu saja menjadi sesuatu yang tidak diperkirakan sebelumnya.
Beny memiliki sesuatu yang tidak dimiliki dua kompatriotnya sesama kiper SAD Indonesia, yaitu ia relatif tidak banyak berhubungan dengan cedera atau sakit seperti Tri Windu atau Dimas Galih.
Beny memiliki kelas tersendiri karena ia memang merupakan alumnus akademi salah satu tim terbaik di Indonesia, Arema. Selepas dari SAD Indonesia, ia kembali ke Arema dan beberapa kali memperkuat tim muda kesebelasan asal Malang tersebut.
Ia kemudian hijrah ke Perseru Serui dan membawa tim tersebut promosi ke level kompetisi tertinggi pada tahun 2014. Beny kemudian hijrah ke Persiba Balikpapan pada TSC A 2016. Well, kariernya memang lebih banyak dihabiskan sebagai kiper pelapis tapi setidaknya ia terus bertahan di kompetisi level tertinggi hingga saat ini.
Author: Aun Rahman (@aunrrahman)
Penikmat sepak bola dalam negeri yang (masih) percaya Indonesia mampu tampil di Piala Dunia