Kolom Nasional

Persegres Gresik: Bersiap Menghapus Citra Medioker

Perkiraan formasi dan skema menantang ala Hanafi

Melepas Liestiadi yang membawa Persegres karam di TSC musim lalu, kini tim Kebo Giras mengontrak Hanafi sebagai pelatih kepala mereka. Hanafi punya rekam jejak yang unik, ia merupakan pelatih tim basket Petrokimia hingga kemudian berubah haluan menuju ke sepak bola. Kariernya merangkak dari kitman sampai kemudian menjadi asisten pelatih pada tahun 2000.

Sejak menangani PS Puma, lalu berlanjut ke Persis Solo, Persipur Purwodadi, Persibo Bojonegoro, dan Madiun Putra, ada sebuah kebiasaan Hanafi yang menjadi ciri khas pelatih asal Malang tersebut. Ia selalu bisa menyulap tim pas-pasan untuk tampil luar biasa dalam setiap pertandingannya. Contoh terbaru tentu di TSC kemarin saat ia menangani Perseru Serui. Bisa dibilang Hanafi adalah Sam Allardyce-nya sepak bola Indonesia.

Hanafi juga tipe pelatih yang memiliki skema menantang untuk ukuran juru taktik yang menangani tim medioker. Ia tidak membuat anak asuhnya bermain bertahan seperti laiknya tim yang posisi di klasemennya sulit. Di Perseru ia menggunakan skema 4-4-2 berlian. Padahal seperti yang kita tahu, skema ini adalah sasaran empuk kebanyakan tim besar di Indonesia yang rata-rata bermain menggunakan sayap.

Di Persegres pun Hanafi bisa dibilang memasang skema yang cukup berani. Ia memainkan formasi baku 4-3-3. Meskipun demikian, skema ini bisa dibilang lebih aman ketimbang yang sebelumnya ia terapkan di Perseru. Dengan tiga gelandang, memungkinkan Persegres bermain rapat dan membuat pertahanan berlapis.

Untuk perkiraan formasi, di posisi kiper Hanafi tidak perlu khawatir meskipun Satria Tama mesti sering absen karena mengikuti seleksi Timnas U-22 untuk persiapan SEA Games 2017 nanti. Ia masih memiliki Aji Saka yang cukup berpengalaman di sepak bola Indonesia. Ia sudah sempat memperkuat Arema, Persis Solo, dan PSS Sleman.

Untuk lini pertahanan, paket utama empat pemain bertahan yaitu Choirul Rifan, Gusti Rustiawan, Goran Ganchev, dan Jeki Arisandi kemungkinan akan menjadi pakem utama. Sementara itu Choi Hyun Yeon, dan Fitra Ridwan akan menjadi kunci permainan di lini tengah. Untuk penyerangan, Patrick da Silva yang tampil lumayan buas pada musim lalu akan ditopang dua sayap cepat yaitu Ghufroni dan Yusuf Efendi.