Tim muda yang sudah lebih matang
Sudah lima tahun sejak mereka bermain di kompetisi tertinggi sepak bola Indonesia. Mitra Kukar tidak lagi mengacu pada proyek Galacticos dan justru lebih banyak memaksimalkan para pemain muda. Apalagi kini mereka ditangani oleh Jafri Sastra yang memang tersohor bisa memoles para pemain berusia muda. Dan kesuksesan tim muda yang diusung Jafri ketika menjuarai Piala Jenderal Sudirman pada tahun 2016 akan dicoba diulang kembali.
Para pemain muda yang berkontribusi terhadap kesuksesan tim di Piala Jenderal Sudirman lalu sudah semakin matang. Yogi Rahadian, Hendra Bayauw, dan Septian David Maulana sudah sanggup bertarung di kompetisi papan atas sepak bola Indonesia.
Terlebih banyak darah segar masuk seperti Wiganda Pradika, Syaiful Ramadhan, dan Aldino Herdianto dari PS TNI, lalu ada Andre Agustiar yang diangkut dari Persik Kediri. Ditambah beberapa pemain dari Mitra U-21 seperti Dhika Pratama dan Rizky Ramadhan.
Kehilangan kapten tim, Bayu Pradana, di pekan-pekan awal karena masih dalam masa pemulihan cedera yang ia alami, tidak akan terlalu berpengaruh besar. M. Bachtiar dan gelandang muda Dhika Pratama bisa saja memainkan peran poros gelandang selama Bayu belum bisa bermain.
Pun dengan hengkangnya Dinan Yahdian Javier ke Bhayangkara FC. Jafri masih memiliki banyak nama lain yang bisa bermain untuk menyisir pertahanan lawan. Mulai dari Zulham Zamrun, Anindito Wahyu, Yogi Rahadian, Hendra Bayauw, dan tentunya pemain muda yang tengah melejit, Andre Agustiar.
Permasalahan yang mesti segera diatasi Mitra Kukar adalah mencari juru gedor utama tim menggantikan Marlon da Silva yang hijrah ke Persiba. Penyerang muda Aldino Herdianto memang menjanjikan, akan tetapi ia masih butuh banyak pengalaman lagi sampai mampu memerankan posisi goal getter untuk sebuah tim sekelas Mitra Kukar.