Serba-Serbi 50.000 Gol Bundesliga

Bagaimana cara seorang pemain bola mencatatkan namanya di buku rekor? Ada beberapa cara. Misalnya dengan sering menjuarai berbagai kompetisi. Atau menjadi pemenang Ballon d’Or. Bisa juga dengan meraih gelar pencetak gol terbanyak sepanjang masa. Selain dengan cara-cara lazim seperti itu, pemain bisa masuk catatan sejarah dengan berada pada waktu dan tempat yang tepat.

Seperti yang dilakukan oleh pemain Bayer Leverkusen, Karim Bellarabi. Dalam laga versus Augsburg (18/2/2017), pada menit ke-23, Bellarabi dengan cermat meneruskan crossing datar Kai Havertz dan sontekannya tidak mampu dibendung Marwin Hitz. Gol tersebut menjadi istimewa karena merupakan gol nomor 50.000 di sepanjang sejarah Bundesliga.

Dan seperti juga perjalanan lainnya, gol-gol di Bundesliga pun memiliki sebuah awal. Adalah Timo Konietzka yang membuka keran gol Bundesliga pada tanggal 24 Agustus 1963. Ia mencetak gol bagi klubnya Borussia Dortmund dalam laga pembuka Bundesliga melawan tuan rumah SV Werder Bremen.

Konietzka hanya butuh 58 detik untuk membuat gol tersebut. Total, Konietzka mencetak 72 gol dalam 100 pertandingan Bundesliga untuk kedua tim yang sempat dibelanya, Dortmund dan TSV 1860 Munich.

Selain kedua gol yang menjadi tonggak sejarah tersebut, terdapat sejumlah catatan menarik yang terjadi di Bundesliga hingga sejauh ini. Mari kita mulai dengan raja pencetak gol Bundesliga. Dia adalah Gerd Müller.

Penyerang Bayern München ini mengemas 365 gol di sepanjang kariernya di Bundesliga. Di bawahnya ada Klaus Fischer yang “hanya” bisa mencetak 268 gol. Sedangkan untuk pemain yang masih aktif saat ini, Claudio Pizarro dan Robert Lewandowski menjadi pencetak gol terbanyak dengan raihan 190 dan 136 gol. Meski demikian, sulit rasanya bagi keduanya untuk mampu mengejar rekor gol Müller.

Tapi, setidaknya ada satu pencapaian Robert Lewandowski yang lebih baik daripada Gerd Müller, yaitu dalam hal membukukan hat-trick tercepat yang dibuatnya pada tahun 2015.

Masuk sebagai pemain pengganti di babak kedua, Lewandowski menciptakan trigol hanya dalam selang waktu 4 menit (menit ke-51 sampai 55). Tidak berhenti sampai disitu. Ia berhasil membobol gawang Wolfsburg lima kali malam itu.

Jika Müller adalah striker tersubur, maka di antara para kiper, Hans-Jörg Butt menjadi kiper yang paling sering menceploskan bola ke gawang lawan. Tercatat, 26 kali dirinya berhasil mengeksekusi tendangan pinalti bagi Hamburger SV dan Bayer Leverkusen. Sebuah rekor yang tidak bisa ditandingi seorang Manuel Neuer sekalipun.

Namun, Butt bukanlah pemain dengan jumlah gol dari titik putih terbanyak di Bundesliga. Legenda Hamburg, Manfred Kaltz mampu mencatatkan 53 gol lewat tendangan pinalti. Yang menarik, bukan hanya itu rekor yang dipegang Kaltz. Bersama Nikolce Noveski (Mainz), ia juga tercatat paling sering mencetak gol ke gawang sendiri yaitu sebanyak enam gol.

Sedangkan pemain termuda yang berhasil menorehkan gol di Bundesliga adalah pemain Dortmund, Nuri Sahin. Ia membuat gol kala timnya menang atas Nürnberg. Usianya ketika itu masih 17 tahun, 2 bulan dan 21 hari. Sementara pemain tertua yang mencetak gol di Bundesliga adalah Mirko Votava. Ia berusia 40 tahun ketika mencetak gol bagi timnya Bremen sewaktu menghadapi Stuttgart pada tahun 1996.

Dalam hal gol yang dihasilkan dengan jarak paling jauh dari gawang, rekornya masih dipegang oleh pemain SC Paderborn, Moritz Stoppelkamp. Ia membuat gol ke gawang Hannover dari jarak 83 meter. Ketika pertandingan tinggal tersisa beberapa detik, Stoppelkamp menendang bola melambung melewati seorang bek yang tersisa di daerah pertahanan Hannover. Bola tersebut masuk di sisi kiri gawang yang sudah melompong. Kiper Hannover sendiri saat itu masih berada di kotak pinalti Paderborn, turut membantu serangan terakhir yang dimiliki Hannover lewat tendangan penjuru.

Sementara itu, untuk urusan gol tercepat masih dipegang oleh dua pemain yaitu Karim Bellarabi (Leverkusen vs Dortmund, musim 2014/15) dan Kevin Volland (Hoffenheim vs Bayern, musim 2015/16). Keduanya berhasil mengecoh kiper lawan pada detik ke-9.

Namun dari semua gol yang pernah tercipta, gol Patrik Andersson bisa jadi adalah yang paling dramatis. Golnya melawan tuan rumah Hamburg pada 19 Mei 2001 tercipta di menit ke-93. Gol pada detik-detik terakhir itu berawal dari sebuah umpan Effenberg kepada Paulo Sergio. Namun sebelum through pass diterima Sergio, pemain Hamburg Thomas Ujfalusi berhasil memotongnya dan mengirimnya kepada kiper Schober. Schober lalu menangkap bola dan melihat hal itu wasit Markus Merk menyatakan telah terjadi pelanggaran.

Ia memberikan tendangan bebas bagi Bayern di dalam kotak pinalti. Andersson tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Ia mencetak gol dan membuat skor sama kuat 1-1.

Sementara itu rival terdekat Bayern, Schalke butuh kemenangan pada pekan terakhir untuk menjaga asa menjadi juara. Pada akhirnya mereka berhasil mendapatkannya dengan skor 5-3 atas Unterhaching. Kemenangan itu sendiri tidak didapat dengan mudah. Schalke sempat tertinggal dari tim tamu dan baru bisa menyamakan kedudukan pada menit ke-73 melalui tendangan bebas Jörg Böhme.

Böhme juga yang kemudian membawa Schalke memimpin dan akhirnya kemenangan 5-3 dituntaskan melalui gol Ebbe Sand di menit 89. Pada saat peluit ditiup di Gelsenkirchen (kandang Schalke), Hamburg masih unggul atas Bayern 1-0 melalui gol yang tercipta di menit ke-90. Dengan hasil sementara ini cukup untuk membuat Schalke menjadi Deutscher Meister.

Mereka unggul selisih gol atas Bayern. Pendukung Schalke pun bersorak-sorai merayakan “gelar juara Bundesliga” sementara mereka. Mereka terlihat begitu yakin Hamburg akan mengakhiri pertandingan dengan kemenangan. Namun, semuanya sirna ketika tendangan Andersson menghujam gawang Hamburg. Bayern menjadi juara sesungguhnya. Sementara Schalke hanya bisa merasakan juara selama kurang lebih empat menit saja.

Begitulah sekelumit kisah tentang beberapa gol bersejarah di perhelatan Bundesliga. Dan perjalanan masih akan terus berlanjut. Jadi, mari terus nikmati gol demi gol yang akan terjadi sambil bersorak: Tor!

Author: Bram Sitompul (@brammykidz)
Pemain sayap kiri. Penikmat Bundesliga. Penulis buku “Bayern, Kami Adalah Kami”