Mesut Ozil: Si Pemanis Kue di Skuat Arsenal

Bagi para penggemar Arsenal, Mesut Ozil adalah segalanya. Nilainya mungkin hanya kalah dari sang manajer, Arsene Wenger, sebagai sosok sentral di kesebelasan asal London tersebut. Wajar saja, karena magis yang Ozil tampilkan di setiap pertandingan selalu memukau. Puja dan puji selalu terlontar untuk pemain yang membawa Jerman menjadi juara dunia pada tahun 2014 itu.

Namun nyatanya, tidak semua gelap mata. Adapula sosok penting di Arsenal yang tidak tebang pilih. Baru-baru ini ia memberikan kritik keras kepada Ozil, yang ia anggap seperti pemanis untuk kue. Dalam artian peran Ozil hanya memperindah permainan Arsenal, tidak ada kontribusi lain yang lebih signifikan. Sosok tersebut adalah mantan bek Arsenal, Martin Keown.

Keown beranggapan bahwa Ozil memang memberikan kreativitas yang diperlukan tim. Akan tetapi hal tersebut belum cukup untuk membantu tim meraih kemenangan. Ia juga mempermasalahkan Ozil yang tidak banyak membantu ketika tim sedang diserang.

“Buat saya dia jenis pemain yang seperti pemanis untuk kue. Dan Arsenal membutuhkan lebih dari dia terutama dari sudut pandang pertahanan” ujar Keown seperti yang dilansir ESPN FC.

“Anda boleh menyebutnya punya kreativitas yang bagus. Tapi pemain seperti (Dennis) Bergkamp, (Thierry) Henry, dan (Robert) Pires, mereka juga tipe pemain yang kreatif tapi di sisi lain mereka juga menawarkan work rate yang sama baiknya.”

“Pemain modern seharusnya bisa melakukan keduanya (bertahan maupun menyerang). Saya sering melihat bahwa Arsenal tidak mendapatkan banyak hal dari Ozil ketika mereka tidak mendapatkan bola. Mungkin saya bersikap tidak adil. Mungkin memang selalu sulit untuk mengamankan bola kembali setelah direbut. Tapi, Anda bisa melihat pemain lain mampu melakukannya. Bahasa tubuhnya ketika tim sedang berusaha merebut bola kembali adalah sebuah isu yang mesti dipecahkan. Ia cukup kesulitan akhir-akhir ini terutama ketika bermain di pertandingan besar,” pungkasnya.

Komentar Keown memang jenis yang memancing percikan. Tapi sebelum meledak, Anda mesti memahami sudut pandang bek kelahiran Oxford, Inggris, 50 tahun lalu ini. Keown adalah seorang pemain bertahan. Komentar yang ia sampaikan juga, yang ia sampaikan sendiri, sesuatu yang berdasarkan sudut pandang pemain yang sepanjang kariernya bertugas agar lawan tidak menembus areanya dan tidak mencetak gol.

Apalagi Keown bermain di era ketika Liga Inggris lebih mengutamakan fisik ketimbang para pemain cepat dan cerdas seperti sekarang. Keown harus berhadapan dengan para penyerang seperti Ruud van Nistelrooy, Eidur Gudjhonsen, Alan Shearer, dan Emile Heskey misalnya. Yang tidak hanya berbahaya di depan gawang lawan, tetapi juga kuatnya minta ampun. Maka bisa jadi sikap leha-leha Ozil ketika sedang bertahan membuat Keown menjadi sedikit terganggu.

Lalu apakah tuduhan dari Keown kepada Ozil benar adanya? Apakah benar bahwa Ozil setidak berdaya itu ketika bertahan?

Sumber: Squawka.

Gambar diatas merupakan statistik Ozil untuk urusan duel dengan lawan. Aspek ini menjadi penting karena poin-poin ini sebagian besar merupakan kunci dari pertahanan. Karena inti pertahanan tentunya adalah mematahkan serangan lawan bukan?

Catatan tekel Ozil tidak begitu baik. Dari 39 kali percobaan hanya 13 diantarnya yang berhasil. Ia juga cukup sering kalah ketika duel udara. Persentase kesuksesannya hanya mencapai 53%. Namun angka-angka ini juga tidak bisa menjelaskan semuanya.

Masih dari grafis yang sama, Ozil tercatat cukup sering dilanggar oleh lawan. Total 17 kali selama musim ini ia dilanggar. Tandanya, ada upaya dari pemain bertahan tim lawan untuk sebisa mungkin menghentikan Ozil. Catatan melewati lawannya juga cukup baik. Dari 32 kali percobaan hanya 12 diantaranya yang tidak berhasil.

Toh pada akhirnya sepak bola dimainkan oleh 11 pemain. Setiap pemain memiliki tugas, fungsi, dan peran masing-masing. Ozil mungkin tidak terlalu kontributif ketika bertahan. Tapi sejauh ini ia adalah pemain dengan operan paling akurat dan yang paling banyak melepaskan operan kunci. Toh, untuk urusan bertahan sudah ada pemain lain yang memang fungsinya adalah menghentikan serangan lawan.

Bisa jadi kompleksnya masalah taktikal yang dialami oleh Arsenal sekarang, bukan sepenuhnya salah Ozil.

Tapi salah si……siapa lagi kalau bukan….sang pelatih kepala.

Author: Aun Rahman (@aunrrahman)
Penikmat sepak bola dalam negeri yang (masih) percaya Indonesia mampu tampil di Piala Dunia.