Maaf dari Shanghai Shenhua untuk Penggemar

Shanghai Shenhua
Skuat Shanghai Shenhua saat menjamu Brisbane Roar.

Mengakui kekalahan selalu merupakan hal yang sulit. Beberapa bahkan memilih bungkam dan tidak terlalu banyak membahas kekalahan mereka. Di dunia sepak bola yang acapkali rapuh, nilai kekalahan sebuah tim terkadang tidak ditanggapi secara serius. Klub dan pemain sering melenggang biasa saja seperti tidak terjadi apa-apa.

Padahal sebenarnya kemenangan bukan hanya sesuatu  yang krusial bagi kesebelasan tersebut saja. Kemenangan menjadi sangat penting terutama bagi para penggemar. Kemenangan menjadi sebuah balasan bagi para penggemar yang dengan segala kesulitan yang dimiliki sudah menyempatkan waktu untuk mendukung tim kesayangan. Bahkan, dalam tahap yang ekstrem kadang sampai ada nyawa yang melayang. Maka, semestinya kekalahan yang dialami sebuah tim bisa ditanggapi lebih baik lagi.

Di era sepak bola modern, mengakui kekalahan bahkan sampai memberikan permintaan maaf kepada penggemar merupakan sesuatu yang sangat jarang. Namun kejadian luar biasa terjadi ketika klub peserta Liga Super Tiongkok, Shanghai Shenhua, membuat permintaan maaf terbuka kepada para penggemar setelah mereka tersingkir dari ajang Liga Champions Asia.

Klub berjuluk The Flower of Shanghai tersebut terlempar setelah mereka dikalahkan perwakilan Australia, Brisbane Roar dengan skor 0-2 pada babak play-off. Sehingga bisa dipastikan bahwa pemilik tiga gelar juara Liga Super Tiongkok ini tidak akan berlaga di fase grup Liga Champions Asia musim 2016/2017.

Klub yang kini ditangani oleh Gustavo Poyet tersebut membuat pernyataan permintaan maaf kepada para penggemar karena kegagalan mereka kali ini. Terasa semakin berat karena klub sudah melakukan banyak belanja pada bursa transfer. Termasuk mendaratkan Carlos Tevez yang kemudian menjadi pemain dengan gaji termahal di dunia.

“Atas hasil yang memalukan pada pertandingan kali ini. Kami menawarkan permintaan maaf kepada seluruh penggemar yang sudah dengan sangat berani menantang dingin, dan datang ke stadion untuk memberikan dukungan penuhnya kepada Shenhua,” begitu pernyataan tersebut dimulai dengan permintaan maaf terutama kepada para penggemar yang sudah datang ke Hongkou Football Stadium untuk mendukung tim. Padahal cuaca di Shanghai di bulan Februari ini sangatlah dingin. Rataan cuaca per harinya saja mencapai 2 derajat Celsius.

Pernyataan berlanjut dengan menyebutkan bahwa para pemain sudah melakukan yang terbaik. Shenhua juga menyatakan bahwa fokus mereka saat ini adalah di musim baru Liga Super Tiongkok yang akan dimulai pada 5 Maret nanti.

“Para pemain sudah melakukan yang terbaik. Dan kami sangat menginginkan kemenangan sama besarnya dengan apa yang Anda semua inginkan. Tapi terkadang dunia sepak bola bisa menjadi begitu kejam. Ketika Anda membuang-buang peluang, maka kemenangan akan menjauhi Anda. Itu hal yang sangat berat untuk diterima dan kami tidak memiliki pilihan lain. Tetapi satu yang pasti, kami tidak akan pernah menyerah.”

“Semangat dari Shanghai Shenhua tidak akan hilang begitu saja hanya karena satu pertandingan. Kami akan melakukan banyak sekali peninjauan secara seksama terkait apa saja yang sudah kami lakukan. Dan kami akan membuat pengalaman pada kesempatan kali ini sebagai peringatan bagi waktu yang akan datang. Kami akan terus berjuang dan kini fokus kami adalah mempersiapkan yang terbaik untuk musim baru yang sebentar lagi akan tiba.

Apa yang dilakukan oleh Shenhua tentu merupakan gesture yang sangat baik. Mengingat di sepak bola modern saat ini, banyak klub nampaknya lebih berfokus untuk mengeruk keuntungan sebanyak-banyaknya ketimbang memberikan prestasi.

Maka permintaan maaf terbuka kepada para penggemar seperti yang dilakukan oleh Shenhua ini tentu merupakan sesuatu yang patut diapresiasi. Karena seringnya klub melimpahkan tanggung jawab soal kekalahan tersebut kepada pelatih atau pemain.

Author: Aun Rahman (@aunrrahman)
Penikmat sepak bola dalam negeri yang (masih) percaya Indonesia mampu tampil di Piala Dunia