{"id":9987,"date":"2017-08-30T13:00:44","date_gmt":"2017-08-30T06:00:44","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=9987"},"modified":"2017-08-30T10:38:36","modified_gmt":"2017-08-30T03:38:36","slug":"patrik-schick-raksasa-penari-balet","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/30\/patrik-schick-raksasa-penari-balet\/","title":{"rendered":"Patrik Schick: Raksasa Penari Balet"},"content":{"rendered":"<p>\u201cKami sudah mencapai kata sepakat. Patrik Schick kini pemain AS Roma.\u201d Begitu kira-kira kalimat Presiden Sampdoria, Massimo Ferrero, ketika ditanya wartawan perihal status pemain asal Republik Ceska tersebut. Dengan mahar yang kabarnya menembus 36 juta euro, Schick resmi menjadi pemain Roma.<\/p>\n<p>Pemain berusia 21 tahun ini pernah hampir berseragam Juventus. Namun, Schick gagal ketika menjalani tes medis. Maka, proses negosiasi yang sudah berjalan dengan lancar pun putus di tengah jalan. Setelah gagal bergabung dengan Si Nyonya Tua, nama Schick langsung menjadi buruan dua klub teras Italia.<\/p>\n<p>Internazionale Milano lebih dahulu mendekati mantan pemain Bohemian tersebut. Meski lebih dahulu melakukan pendekatan, proses negosiasi tak benar-benar terjadi. Dalam dua hari terakhir, justru Roma yang mengajukan tawaran konkret. Il Samp tak menghalangi kepergian Schick lantaran tawaran Roma memang sangat layak untuk diterima.<\/p>\n<p>Dengan dana berikut bonus hingga 36 juta euro, Roma mendapatkan salah satu pemain muda yang tampil menjanjikan musim lalu. Sepanjang musim 2016\/2017, Schick mencatatkan 11 gol dan 3 asis. Rata-rata golnya terjadi setiap 107 menit. Cukup bagus untuk penyerang yang tidak bermain untuk tim besar di Serie A Italia.<\/p>\n<p>Namun sebenarnya, kontribusi Schick bukan hanya terletak pada jumlah gol yang ia cetak untuk Sampdoria. Pemain dengan tinggi 184 sentimeter tersebut selalu terlibat aktif dalam setiap proses menyerang Sampdoria. Kemampuannya bermain di belakang penyerang dan bisa bermain melebar mendukung kelebihan ini.<\/p>\n<p>Oleh sebab itu, bagi Roma, Schick adalah wujud investasi. Saat ini, ia bisa dimainkan di sisi kanan, bukan sebagai pemain sayap, atau sebagai penyerang bayangan berdekatan dengan Edin Dzeko. Untuk beberapa musim ke depan, Schick bisa diproyeksikan untuk menjadi penerus Dzeko yang saat ini sudah berusia 31 tahun.<\/p>\n<p>Mengingat Gregorie Defrel masih dalam proses adaptasi dengan Roma, Schick akan menjadi kompetitor yang dibutuhkan. Keduanya perlu untuk saling memacu, demi lini depan Roma yang lebih baik setelah ditinggal Mohamed Salah ke Liverpool. Meski memang, keduanya bukan pengganti Salah secara langsung.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/patrik-schick-of-czech-republic-looks-on-during-the-uefa-european-picture-id802976878\" width=\"1024\" height=\"683\" \/><\/p>\n<h3><strong>Kokoh, namun luwes<\/strong><\/h3>\n<p>Schick merupakan pemain yang unik. Meski fisiknya termasuk tinggi dan besar, Schick tak kaku dengan bola. Bahkan, dengan profil fisik yang kokoh, olah bola Schick sangat luwes. Fakta ini ditunjang oleh teknik olah bola yang baik. Olah bola yang baik disokong oleh teknik mengontrol bola di atas rata-rata.<\/p>\n<p>Pemain yang lahir pada 24 Januari 1996 ini bisa menggunakan profilnya yang kokoh untuk melindungi bola. Schick menggunakan kedua tangannya dengan baik untuk mengambil jarak atau mendorong lawan ketika ia menggiring bola. Hasilnya, bek lawan akan kesulitan menjulurkan kaki untuk mengambil bola karena jarak yang diciptakan oleh tangan Schick.<\/p>\n<p>Posisi idealnya adalah penyerang tengah dan posturnya yang bagus membantu Schick menjadi penyerang tradisional yang dibutuhkan untuk momen-momen tertentu. Misalnya harus menjadi pemantul di depan kotak penalti. Ia harus bisa mendorong lawan ke belakang supaya bisa menerima bola dengan enak.<\/p>\n<p>Teknik <em>finishing<\/em> Schick juga sangat baik, yang didukung teknik menembak yang baik dan akurasi yang memuaskan. Beberapa kali, Schick mencetak gol dari luar kotak penalti. Ia bisa mengarahkan bola dengan mudah, bahkan ketika ditekan oleh pemain lawan. Kemampuannya ini akan menambah variasi cara menyerang Serigala Roma.<\/p>\n<p>Selain penyerang tradisional, Schick juga bisa bermain melebar, terutama ke sisi kanan. Ingat, meski bermain di sisi lapangan, ia bukan pemain sayap. Schick lebih seperti penyerang bayangan yang berada di sisi kotak penalti. Supaya pembaca lebih jelas, silakan simak video di bawah ini:<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=1LY8d2AkhzI\">https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=1LY8d2AkhzI<\/a><\/p>\n<p>Schick banyak mengawali proses serangan di wilayah sepertiga akhir dari sisi kanan, atau tepatnya di <em>halfspace<\/em> sebelah kanan. Dari sisi kanan tersebut, ia akan menggiring bola masuk ke kotak penalti, untuk bermain kombinasi, atau melepas umpan terobosan. Jika situasi mendukung, Schick juga bisa langsung membidik gawang.<\/p>\n<p>Ketika menggiring bola, Schick terlihat cukup luwes, bahkan gemulai. Ia bisa menggeser bola dengan mudah, yang artinya menunjukkan teknik menggiring yang baik. Perpaduan antara fisik yang kokoh dan keluwesan ketika mengolah bola, membuat Schick akan sulit dihentikan oleh satu pemain saja.<\/p>\n<p>Ya, Schick yang mengawali seragan dari sisi kanan bisa digunakan sebagai pancingan kepada lebih dari satu pemain lawan untuk mengawal. Akibatnya, pemain Roma lainnya akan diuntungkan dengan penjagaan yang lebih longgar. Inilah yang dimaksud kontribusi Schick tak hanya terbatas pada mencetak gol atau membuat asis.<\/p>\n<p>Schick menyimpan potensi yang besar. Dan yang membuat Romanisti boleh optimis adalah Eusebio Di Francisco punya catatan yang bagus ketika membuat pemain muda bisa mengeluarkan kemampuan terbaik. Ia sudah membuktikannya bersama Sassuolo. Yang dibutuhkan De Francesco dan Schick adalah sedikit waktu untuk saling menyesuaikan.<\/p>\n<p>Yang pasti, dalam diri Schick, Roma menemukan seorang raksasa yang bisa bermain balet.<\/p>\n<p><em>Benvenuto, <\/em>Schick!<\/p>\n<p><strong>Author: <\/strong><em><strong>Yamadipati Seno (<a class=\"ProfileHeaderCard-screennameLink u-linkComplex js-nav\" href=\"https:\/\/twitter.com\/arsenalskitchen\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span class=\"username u-dir\" dir=\"ltr\">@<b class=\"u-linkComplex-target\">arsenalskitchen<\/b><\/span><\/a>)<\/strong><br \/>\n<\/em><em>Koki Arsenal&#8217;s Kitchen<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u201cKami sudah mencapai kata sepakat. Patrik Schick kini pemain AS Roma.\u201d Begitu kira-kira kalimat Presiden Sampdoria, Massimo Ferrero, ketika ditanya wartawan perihal status pemain asal Republik Ceska tersebut. Dengan mahar yang kabarnya menembus 36 juta euro, Schick resmi menjadi pemain Roma. Pemain berusia 21 tahun ini pernah hampir berseragam Juventus. Namun, Schick gagal ketika menjalani tes medis. Maka, proses negosiasi yang sudah berjalan dengan lancar pun putus di tengah jalan. Setelah gagal bergabung dengan Si Nyonya Tua, nama Schick langsung menjadi buruan dua klub teras Italia. Internazionale Milano lebih dahulu mendekati mantan pemain Bohemian tersebut. Meski lebih dahulu melakukan pendekatan, proses negosiasi tak benar-benar terjadi. Dalam dua hari terakhir, justru &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/30\/patrik-schick-raksasa-penari-balet\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Patrik Schick: Raksasa Penari Balet&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":9988,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[69,75],"tags":[101,129,933,122,645],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Patrik Schick: Raksasa Penari Balet | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Dengan dana berikut bonus hingga 36 juta euro, Roma mendapatkan Patrik Schick, salah satu pemain muda yang tampil menjanjikan musim lalu.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/30\/patrik-schick-raksasa-penari-balet\/\" \/>\n<link rel=\"next\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/30\/patrik-schick-raksasa-penari-balet\/2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Patrik Schick: Raksasa Penari Balet | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Dengan dana berikut bonus hingga 36 juta euro, Roma mendapatkan Patrik Schick, salah satu pemain muda yang tampil menjanjikan musim lalu.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/30\/patrik-schick-raksasa-penari-balet\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-08-30T06:00:44+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2017-08-30T03:38:36+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/Patrik-Schick.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"640\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/30\/patrik-schick-raksasa-penari-balet\/\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/30\/patrik-schick-raksasa-penari-balet\/\",\"name\":\"Patrik Schick: Raksasa Penari Balet | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/30\/patrik-schick-raksasa-penari-balet\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/30\/patrik-schick-raksasa-penari-balet\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/Patrik-Schick.jpg\",\"datePublished\":\"2017-08-30T06:00:44+00:00\",\"dateModified\":\"2017-08-30T03:38:36+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Dengan dana berikut bonus hingga 36 juta euro, Roma mendapatkan Patrik Schick, salah satu pemain muda yang tampil menjanjikan musim lalu.\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/30\/patrik-schick-raksasa-penari-balet\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/30\/patrik-schick-raksasa-penari-balet\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/Patrik-Schick.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/Patrik-Schick.jpg\",\"width\":1200,\"height\":640,\"caption\":\"Kredit: AS Roma\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Patrik Schick: Raksasa Penari Balet | Football Tribe Indonesia","description":"Dengan dana berikut bonus hingga 36 juta euro, Roma mendapatkan Patrik Schick, salah satu pemain muda yang tampil menjanjikan musim lalu.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/30\/patrik-schick-raksasa-penari-balet\/","next":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/30\/patrik-schick-raksasa-penari-balet\/2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Patrik Schick: Raksasa Penari Balet | Football Tribe Indonesia","og_description":"Dengan dana berikut bonus hingga 36 juta euro, Roma mendapatkan Patrik Schick, salah satu pemain muda yang tampil menjanjikan musim lalu.","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/30\/patrik-schick-raksasa-penari-balet\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2017-08-30T06:00:44+00:00","article_modified_time":"2017-08-30T03:38:36+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":640,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/Patrik-Schick.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/30\/patrik-schick-raksasa-penari-balet\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/30\/patrik-schick-raksasa-penari-balet\/","name":"Patrik Schick: Raksasa Penari Balet | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/30\/patrik-schick-raksasa-penari-balet\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/30\/patrik-schick-raksasa-penari-balet\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/Patrik-Schick.jpg","datePublished":"2017-08-30T06:00:44+00:00","dateModified":"2017-08-30T03:38:36+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Dengan dana berikut bonus hingga 36 juta euro, Roma mendapatkan Patrik Schick, salah satu pemain muda yang tampil menjanjikan musim lalu.","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/30\/patrik-schick-raksasa-penari-balet\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/30\/patrik-schick-raksasa-penari-balet\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/Patrik-Schick.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/Patrik-Schick.jpg","width":1200,"height":640,"caption":"Kredit: AS Roma"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9987"}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9987"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9987\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9988"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9987"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9987"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9987"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}