{"id":9936,"date":"2017-08-29T12:30:44","date_gmt":"2017-08-29T05:30:44","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=9936"},"modified":"2017-08-29T11:51:15","modified_gmt":"2017-08-29T04:51:15","slug":"dampak-var-bagi-sepak-bola","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/29\/dampak-var-bagi-sepak-bola\/","title":{"rendered":"Ketika VAR Membuat Sepak Bola Menjadi Seperti Polo Air"},"content":{"rendered":"<p>Kompetisi liga-liga elite Eropa sudah memasuki minggu ketiga. Tentu kita menyaksikan keseruan di masing-masing liga. Dari ketatnya laga Real Madrid melawan Valencia yang berakhir 2-2, Chelsea yang mulai stabil penampilannya sejak kekalahan di pekan perdana, hingga kemenangan Internazionale Milano di markas AS Roma.<\/p>\n<p>Nah, ada yang berbeda dari kompetisi musim 2017\/18 ini. Apa? Yakni mulai digunakannya <em>video assistant referee<\/em> (VAR) atau video <em>replay<\/em>. Serie A Italia dan Bundesliga sudah mulai menerapkan penggunaan sistem ini untuk meminimalisir salah ambil keputusan di lapangan.<\/p>\n<p>Seperti kita ketahui, kejadian di lapangan terjadi begitu cepat. Wasit dan hakim garis pun juga manusia biasa yang tidak mungkin bisa memerhatikan semua insiden setiap menitnya. Makanya, VAR mulai digunakan dengan tujuan agar bisa meringankan kerja sang pengadil lapangan hijau.<\/p>\n<p>Namun, tidak semua para pelaku sepak bola juga <em>sreg<\/em> dengan sistem ini. Kiper legendaris Italia, Gianluigi Buffon, misalnya. Palang pintu Juventus ini justru merasa penggunaan VAR ini mengganggu jalannya pertandingan. VAR, menurut penjaga gawang veteran ini, membuat laga sepak bola seperti pertandingan polo air. Karena baru berjalan sekian menit, sudah harus berhenti dan wasit melihat video sebelum mengambil keputusan.<\/p>\n<p>Wah, apa benar seperti itu? Benarkan VAR merusak keindahan dan keseruan sepak bola?<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/luca-banti-consulting-var-during-the-serie-a-match-between-genoa-cfc-picture-id840124028\" width=\"1024\" height=\"683\" \/><\/p>\n<h3><strong>Debut VAR di Serie A berbuah penalti dan gol yang dianulir<\/strong><\/h3>\n<p>Kompetisi Serie A mulai pada 19 Agustus 2017 lalu. Dan keputusan berkat penggunaan VAR terjadi saat Juventus melakoni laga pembuka melawan Cagliari. Tim Italia Selatan ini mendapat penalti setelah wasit melihat rekaman video, namun ketangguhan Buffon menggagalkan penalti Diego Farias. Si Nyonya Tua akhirnya menang meyakinkan 3-0.<\/p>\n<p>Pelatih Juventus Massimiliano Allegri tidak banyak berkomentar mengenai VAR ini. Hanya mengatakan bahwa mereka bersyukur masih punya kiper sekelas Buffon di bawah mistar.<\/p>\n<p>Awal-awal, Buffon sempat mengatakan bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan dari penggunaan VAR. Teknologi berkembang pesat di segala aspek kehidupan dan kita hidup di era teknologi. Jadi, tidak perlu heboh.<\/p>\n<p>Namun, di laga kedua melawan Genoa, Buffon merasa penggunaan VAR sudah terlalu berlebihan. Bianconeri tertinggal dua gol lebih dulu sebelum bisa unggul dramatis 4-2. Dan kebanyakan gol terjadi lewat titik putih.<\/p>\n<p>Kedua tim mendapat penalti setelah wasit melihat tayangan ulang video. Dan Buffon sudah merasa bahwa VAR membuat kita tidak menghargai betapa berharganya kinerja seorang wasit.<\/p>\n<p>Menurut mantan kiper Parma ini, sangat tidak masuk akal memberi penalti setiap ada kontak fisik antara pemain. Membosankan bukan jika tiap tiga menit, wasit meniup peluit untuk menyaksikan rekaman video sebelum memberi penalti atau tendangan bebas? Akibatnya, pertandingan jadi lebih lama dan penggunaan VAR hanya menghabiskan waktu saja.<\/p>\n<p>Di laga lainnya di Serie A juga sempat terjadi protes gara-gara VAR. Laga Bologna melawan Torino yang berakhir 1-1 memicu protes dari manajer klub Turin, Sinisa Mihajlovic. Pria yang malang-melintang menjadi pemain dan pelatih di berbagai klub Serie A ini merasa bahwa gol Andrea Belotti itu sah, tak perlu dianulir. <em>Toh<\/em>, para pemain lawan juga tidak ada yang protes bahwa gol tersebut berbau <em>offside.<\/em><\/p>\n<p>Nah, kalau seperti ini, yang salah siapa? Wasit? Atau VAR?<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/the-stadium-monitors-show-the-var-allert-during-the-serie-a-match-picture-id835544412\" width=\"1024\" height=\"683\" \/><\/p>\n<h3><strong>VAR: Dibutuhkan sekaligus dihujat<\/strong><\/h3>\n<p>Sejak tahun lalu, FIGC (PSSI-nya Italia) memang sudah menyatakan bahwa musim 2017\/2018 ini, VAR akan diterapkan secara resmi untuk seluruh laga Serie A. Sebelumnya, VAR digunakan dalam taraf uji coba saja.<\/p>\n<p>Amerika Serikat, negara yang bola basket lebih populer, juga sudah menggunakan VAR di kompetisi sepak bola mereka, Major League Soccer. Bundesliga juga musim lalu menggunakan VAR dalam taraf uji coba.<\/p>\n<p>Di kompetisi internasional sendiri, VAR mulai digunakan saat Piala Dunia Antarklub tahun lalu. Kemudian Piala Dunia U-20 dan Piala Konfederasi tahun ini sudah menggunakan VAR.<\/p>\n<p>Kira-kira mengganggu tidak penggunaan VAR di sepak bola? Sekali lagi, tergantung dari sudut pandang mana kita melihatnya. Saat Piala Konfederasi 2017, sempat ada lelucon bahwa bintang sesungguhnya bukanlah pemain sekelas Cristiano Ronaldo atau Alexis Sanchez melainkan VAR.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/19\/teknologi-juga-butuh-waktu\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>Baca juga:\u00a0Seperti Cinta, Teknologi VAR Juga Butuh Waktu<\/strong><\/a><\/p>\n<p>Ya, di laga awal, sistem ini membuat wasit beberapa kali menganulir gol. Tetapi, kalau tidak ada VAR, ada pemain yang salah di kasih kartu. Ingat saat wasit salah memberi kartu merah ke salah satu pemain Kamerun? Berkat melihat tayangan video, wasit lebih jelas melihat pemain mana yang melakukan pelanggaran.<\/p>\n<p>Sekali lagi, teknologi, apapun itu, pasti mempunyai tujuan yang baik. Itu jika digunakan dengan bijak. Dalam sepak bola, masalah VAR mau digunakan atau tidak itu tergantung dari masing-masing pihak penyelenggara. Namun, jangan sampai penggunaan VAR jadi merusak keseruan sepak bola itu sendiri.<\/p>\n<p><strong>Author: <em>Yasmeen Rasidi (<a class=\"ProfileHeaderCard-screennameLink u-linkComplex js-nav\" href=\"https:\/\/twitter.com\/melatee2512\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span class=\"username u-dir\" dir=\"ltr\">@<b class=\"u-linkComplex-target\">melatee2512<\/b><\/span><\/a>)<\/em><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kompetisi liga-liga elite Eropa sudah memasuki minggu ketiga. Tentu kita menyaksikan keseruan di masing-masing liga. Dari ketatnya laga Real Madrid melawan Valencia yang berakhir 2-2, Chelsea yang mulai stabil penampilannya sejak kekalahan di pekan perdana, hingga kemenangan Internazionale Milano di markas AS Roma. Nah, ada yang berbeda dari kompetisi musim 2017\/18 ini. Apa? Yakni mulai digunakannya video assistant referee (VAR) atau video replay. Serie A Italia dan Bundesliga sudah mulai menerapkan penggunaan sistem ini untuk meminimalisir salah ambil keputusan di lapangan. Seperti kita ketahui, kejadian di lapangan terjadi begitu cepat. Wasit dan hakim garis pun juga manusia biasa yang tidak mungkin bisa memerhatikan semua insiden setiap menitnya. Makanya, VAR mulai &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/29\/dampak-var-bagi-sepak-bola\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Ketika VAR Membuat Sepak Bola Menjadi Seperti Polo Air&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":9937,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[93,90],"tags":[129,776],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Ketika VAR Membuat Sepak Bola Menjadi Seperti Polo Air | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Kompetisi sepak bola Serie A Italia dan Bundesliga sudah mulai menerapkan penggunaan sistem VAR untuk meminimalisir salah ambil keputusan di lapangan.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/29\/dampak-var-bagi-sepak-bola\/\" \/>\n<link rel=\"next\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/29\/dampak-var-bagi-sepak-bola\/2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Ketika VAR Membuat Sepak Bola Menjadi Seperti Polo Air | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kompetisi sepak bola Serie A Italia dan Bundesliga sudah mulai menerapkan penggunaan sistem VAR untuk meminimalisir salah ambil keputusan di lapangan.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/29\/dampak-var-bagi-sepak-bola\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-08-29T05:30:44+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2017-08-29T04:51:15+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/835544370.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1024\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"682\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/29\/dampak-var-bagi-sepak-bola\/\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/29\/dampak-var-bagi-sepak-bola\/\",\"name\":\"Ketika VAR Membuat Sepak Bola Menjadi Seperti Polo Air | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/29\/dampak-var-bagi-sepak-bola\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/29\/dampak-var-bagi-sepak-bola\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/835544370.jpg\",\"datePublished\":\"2017-08-29T05:30:44+00:00\",\"dateModified\":\"2017-08-29T04:51:15+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Kompetisi sepak bola Serie A Italia dan Bundesliga sudah mulai menerapkan penggunaan sistem VAR untuk meminimalisir salah ambil keputusan di lapangan.\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/29\/dampak-var-bagi-sepak-bola\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/29\/dampak-var-bagi-sepak-bola\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/835544370.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/835544370.jpg\",\"width\":1024,\"height\":682,\"caption\":\"VAR Sepak Bola\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Ketika VAR Membuat Sepak Bola Menjadi Seperti Polo Air | Football Tribe Indonesia","description":"Kompetisi sepak bola Serie A Italia dan Bundesliga sudah mulai menerapkan penggunaan sistem VAR untuk meminimalisir salah ambil keputusan di lapangan.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/29\/dampak-var-bagi-sepak-bola\/","next":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/29\/dampak-var-bagi-sepak-bola\/2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Ketika VAR Membuat Sepak Bola Menjadi Seperti Polo Air | Football Tribe Indonesia","og_description":"Kompetisi sepak bola Serie A Italia dan Bundesliga sudah mulai menerapkan penggunaan sistem VAR untuk meminimalisir salah ambil keputusan di lapangan.","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/29\/dampak-var-bagi-sepak-bola\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2017-08-29T05:30:44+00:00","article_modified_time":"2017-08-29T04:51:15+00:00","og_image":[{"width":1024,"height":682,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/835544370.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/29\/dampak-var-bagi-sepak-bola\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/29\/dampak-var-bagi-sepak-bola\/","name":"Ketika VAR Membuat Sepak Bola Menjadi Seperti Polo Air | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/29\/dampak-var-bagi-sepak-bola\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/29\/dampak-var-bagi-sepak-bola\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/835544370.jpg","datePublished":"2017-08-29T05:30:44+00:00","dateModified":"2017-08-29T04:51:15+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Kompetisi sepak bola Serie A Italia dan Bundesliga sudah mulai menerapkan penggunaan sistem VAR untuk meminimalisir salah ambil keputusan di lapangan.","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/29\/dampak-var-bagi-sepak-bola\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/29\/dampak-var-bagi-sepak-bola\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/835544370.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/835544370.jpg","width":1024,"height":682,"caption":"VAR Sepak Bola"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9936"}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9936"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9936\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9937"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9936"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9936"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9936"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}