{"id":9923,"date":"2017-08-29T09:00:13","date_gmt":"2017-08-29T02:00:13","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=9923"},"modified":"2017-08-29T00:41:44","modified_gmt":"2017-08-28T17:41:44","slug":"kegagalan-penalti-romelu-lukaku","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/29\/kegagalan-penalti-romelu-lukaku\/","title":{"rendered":"Kegagalan Penalti Romelu Lukaku yang (Mungkin) Berefek Panjang"},"content":{"rendered":"<p>Alih-alih membuat banyak orang bersorak, terutama para manajer tim Fantasy Premier League (FPL), yang menggunakan Romelu Lukaku sebagai penyerang andalan sekaligus kapten tim, penyerang asal Belgia tersebut nyatanya membuat semua kecewa. Eksekusi penaltinya kala Manchester United berhadapan dengan Leicester City di pekan ketiga Liga Primer Inggris, berhasil dimentahkan oleh Kasper Schmeichel.<\/p>\n<p>Beruntung bagi para penggemar United karena mereka berhasil menyelesaikan pertandingan dengan kemenangan. Setelah kesulitan membongkar pertahanan lawan hampir sepanjang pertandingan, Marcus Rashford akhirnya berhasil membobol gawang Leicester pada menit ke-70, disusul oleh gol dari Marouanne Fellaini 12 menit kemudian.<\/p>\n<p>Kalau dilihat kembali, eksekusi penalti Lukaku memang agak \u201cpolos\u201d, yakni sebuah eksekusi ke arah kiri melalui kaki kirinya. Ini adalah teknik penalti paling sederhana, menendang ke pojok yang sama dengan kaki terkuat menendang. Eksekusi penalti yang tidak berhasil tersebut adalah yang kelima kalinya sepanjang karier Lukaku.<\/p>\n<p>Terakhir kali eksekusi penaltinya dimentahkan terjadi di semifinal Piala FA tahun 2016 lalu saat masih berseragam Everton. Kala itu sepakan Lukaku berhasil diamankan oleh rekan setimnya saat ini, David de Gea.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/romelu-lukaku-of-manchester-united-prepares-to-take-a-penalty-during-picture-id839581188?k=6&amp;m=839581188&amp;s=594x594&amp;w=0&amp;h=NYVuZdJQZG-EFQdgGlBiQUSuDLkGbtFLtL69LMnsrcc=\" width=\"594\" height=\"396\" \/><\/p>\n<h3><strong>Apakah kasus Wayne Rooney kembali terjadi pada Lukaku?<\/strong><\/h3>\n<p>Gagal mengeksekusi penalti menjadi gol di kompetisi Liga bisa jadi terdengar sepele. Gagal mencetak gol di satu pertandingan, bisa mencetak gol di pertandingan-pertandingan selanjutnya. Tetapi kegagalan Lukaku menjebol gawang melalui eksekusi penalti akhir pekan lalu bisa jadi berdampak panjang. Setidaknya kejadian yang dialami oleh penyerang pendahulunya, Wayne Rooney, di musim 2011\/2012 adalah contoh besar.<\/p>\n<p>United berhadapan dengan Chelsea di pekan kelima Liga Primer Inggris musim tersebut. Skor akhir pertandingan adalah 3-1. Pertandingan ini juga dikenang sebagai momen di mana Fernando Torres melewatkan sebuah peluang emas di muka gawang yang kosong setelah ia berhasil melewati David de Gea. United sudah unggul 3-0 kemudian mereka mendapatkan penalti pada menit ke 56.<\/p>\n<p>Wayne Rooney maju sebagai eksekutor. Semua mata di Strentford End sudah siap bersorak, tetapi nyatanya Rooney terpeleset dan sepakannya melambung.<\/p>\n<p>Setelah kegagalan tersebut, rekening gol Rooney kemudian surut. Ia tidak mencetak gol selama sembilan pekan di Liga Primer Inggris. Rooney akhirnya bisa kembali mencetak gol saat United berhadapan dengan Wolverhampton Wanderers di Old Trafford jelang Natal pada tahun tersebut. Atau dalam perhitungan lain, hampir tiga bulan penyerang Inggris tersebut tidak berhasil menyarangkan gol ke gawang lawan. Apakah fenomena serupa akan juga dialami oleh Lukaku di musim ini?<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/romelu-lukaku-of-manchester-united-in-action-during-the-premier-picture-id839777560?k=6&amp;m=839777560&amp;s=594x594&amp;w=0&amp;h=bwzilixqp3je_cI7NLtKdZL5l5rT4iGyBAG2Aa5R_9o=\" width=\"594\" height=\"378\" \/><\/p>\n<h3><strong>Efek buruk yang (mungkin) mengancam performa Lukaku<\/strong><\/h3>\n<p>Situasi Lukaku di musim ini hampir serupa dengan Rooney pada musim itu. Mereka sama-sama produktif di ajang pramusim dan terus mencetak gol di pertandingan-pertandingan awal. Rooney terus mencetak gol sejak pekan pertama melawan West Bromwich Albion. Ia bahkan mencetak <em>hattrick<\/em> dalam kemenangan besar United atas Arsenal dengan skor 8-2. Bahkan di pertandingan melawan Chelsea, ketika ia gagal mengeksekusi penalti, Rooney masih menceploskan satu gol dari tiga gol keunggulan United di babak pertama.<\/p>\n<p>Kembalinya Zlatan Ibrahimovic pun belum tentu menjadi jaminan bahwa lini serang United tidak akan bermasalah seandainya Lukaku terkena sindrom yang dialami oleh Rooney enam tahun lalu tersebut. Selain karena legenda Swedia itu belum bisa langsung dimainkan akibat masih dalam tahap pemulihan cederanya. Zlatan juga belum tentu langsung mencetak gol.<\/p>\n<p>Sebagai perbandingan, di musim ketika Rooney gagal mengeksekusi penalti lalu puasa mencetak gol. Saat itu United juga masih memiliki Javier Hernandez. Namun, penyerang asal Meksiko tersebut tidak terlalu maksimal menggantikan peran Rooney sebagai juru gedor tim ketika yang bersangkutan sedang kesulitan mencetak gol.<\/p>\n<p>Kegagalan mengeksekusi penalti memang akan memengaruhi mental seorang pemain, apalagi seorang penyerang. Bahkan efek jangka pendeknya sudah begitu terasa setelah gagal mengeksekusi penalti, Lukaku seakan terlihat kebingungan di lapangan. Pergerakan dan penyelesaian akhirnya pun tidak begitu bagus.<\/p>\n<p>Sederas-derasnya hujan pasti ada berhentinya juga. Terutama para penggemar United, mereka pastinya berharap bahwa kegagalan ini tidak akan berpengaruh besar terhadap Lukaku. Tentunya penyerang asal Belgia ini bisa kembali mencetak gol di pertandingan-pertandingan selanjutnya dan tidak mengalami sindrom puasa mencetak gol seperti yang dialami Rooney enam musim yang lalu.<\/p>\n<p>Sebagai pengingat saja bagi para penggemar United, selain karena beberapa faktor lain, kegagalan Rooney mencetak gol di sembilan pertandingan adalah salah satu penyebab lepasnya gelar juara ke tangan Manchester City di musim tersebut. Tentunya Anda para penggemar United tidak berharap kejadian serupa kembali terulang di musim ini, bukan?<\/p>\n<p><strong>Author: <\/strong><em><strong>Aun Rahman (<a class=\"ProfileHeaderCard-screennameLink u-linkComplex js-nav\" href=\"https:\/\/twitter.com\/aunrrahman\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span class=\"username u-dir\" dir=\"ltr\">@<b class=\"u-linkComplex-target\">aunrrahman<\/b><\/span><\/a>)<\/strong><br \/>\n<\/em><em>Penikmat sepak bola dalam negeri yang (masih) percaya Indonesia mampu tampil di Piala Dunia<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Alih-alih membuat banyak orang bersorak, terutama para manajer tim Fantasy Premier League (FPL), yang menggunakan Romelu Lukaku sebagai penyerang andalan sekaligus kapten tim, penyerang asal Belgia tersebut nyatanya membuat semua kecewa. Eksekusi penaltinya kala Manchester United berhadapan dengan Leicester City di pekan ketiga Liga Primer Inggris, berhasil dimentahkan oleh Kasper Schmeichel. Beruntung bagi para penggemar United karena mereka berhasil menyelesaikan pertandingan dengan kemenangan. Setelah kesulitan membongkar pertahanan lawan hampir sepanjang pertandingan, Marcus Rashford akhirnya berhasil membobol gawang Leicester pada menit ke-70, disusul oleh gol dari Marouanne Fellaini 12 menit kemudian. Kalau dilihat kembali, eksekusi penalti Lukaku memang agak \u201cpolos\u201d, yakni sebuah eksekusi ke arah kiri melalui kaki kirinya. Ini adalah &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/29\/kegagalan-penalti-romelu-lukaku\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Kegagalan Penalti Romelu Lukaku yang (Mungkin) Berefek Panjang&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":9924,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[69,74],"tags":[286,129,151,592],"class_list":["post-9923","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-eropa","category-inggris","tag-english-premier-league","tag-featured","tag-manchester-united","tag-romelu-lukaku"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Kegagalan Penalti Romelu Lukaku yang (Mungkin) Berefek Panjang | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Eksekusi penalti yang tidak berhasil tersebut adalah yang kelima kalinya sepanjang karier Romelu Lukaku dalam lapangan hijau.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/29\/kegagalan-penalti-romelu-lukaku\/\" \/>\n<link rel=\"next\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/29\/kegagalan-penalti-romelu-lukaku\/2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kegagalan Penalti Romelu Lukaku yang (Mungkin) Berefek Panjang | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Eksekusi penalti yang tidak berhasil tersebut adalah yang kelima kalinya sepanjang karier Romelu Lukaku dalam lapangan hijau.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/29\/kegagalan-penalti-romelu-lukaku\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-08-29T02:00:13+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/Romelu-Lukaku-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"594\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"416\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/08\\\/29\\\/kegagalan-penalti-romelu-lukaku\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/08\\\/29\\\/kegagalan-penalti-romelu-lukaku\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"tribeindonesia\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"headline\":\"Kegagalan Penalti Romelu Lukaku yang (Mungkin) Berefek Panjang\",\"datePublished\":\"2017-08-29T02:00:13+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/08\\\/29\\\/kegagalan-penalti-romelu-lukaku\\\/\"},\"wordCount\":698,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/08\\\/29\\\/kegagalan-penalti-romelu-lukaku\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/08\\\/Romelu-Lukaku-1.jpg\",\"keywords\":[\"English Premier League\",\"Featured\",\"Manchester United\",\"Romelu Lukaku\"],\"articleSection\":[\"Eropa\",\"Inggris\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/08\\\/29\\\/kegagalan-penalti-romelu-lukaku\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/08\\\/29\\\/kegagalan-penalti-romelu-lukaku\\\/\",\"name\":\"Kegagalan Penalti Romelu Lukaku yang (Mungkin) Berefek Panjang | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/08\\\/29\\\/kegagalan-penalti-romelu-lukaku\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/08\\\/29\\\/kegagalan-penalti-romelu-lukaku\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/08\\\/Romelu-Lukaku-1.jpg\",\"datePublished\":\"2017-08-29T02:00:13+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Eksekusi penalti yang tidak berhasil tersebut adalah yang kelima kalinya sepanjang karier Romelu Lukaku dalam lapangan hijau.\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/08\\\/29\\\/kegagalan-penalti-romelu-lukaku\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/08\\\/29\\\/kegagalan-penalti-romelu-lukaku\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/08\\\/Romelu-Lukaku-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/08\\\/Romelu-Lukaku-1.jpg\",\"width\":594,\"height\":416,\"caption\":\"Romelu Lukaku\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/author\\\/tribeindonesia\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kegagalan Penalti Romelu Lukaku yang (Mungkin) Berefek Panjang | Football Tribe Indonesia","description":"Eksekusi penalti yang tidak berhasil tersebut adalah yang kelima kalinya sepanjang karier Romelu Lukaku dalam lapangan hijau.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/29\/kegagalan-penalti-romelu-lukaku\/","next":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/29\/kegagalan-penalti-romelu-lukaku\/2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Kegagalan Penalti Romelu Lukaku yang (Mungkin) Berefek Panjang | Football Tribe Indonesia","og_description":"Eksekusi penalti yang tidak berhasil tersebut adalah yang kelima kalinya sepanjang karier Romelu Lukaku dalam lapangan hijau.","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/29\/kegagalan-penalti-romelu-lukaku\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2017-08-29T02:00:13+00:00","og_image":[{"width":594,"height":416,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/Romelu-Lukaku-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/29\/kegagalan-penalti-romelu-lukaku\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/29\/kegagalan-penalti-romelu-lukaku\/"},"author":{"name":"tribeindonesia","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"headline":"Kegagalan Penalti Romelu Lukaku yang (Mungkin) Berefek Panjang","datePublished":"2017-08-29T02:00:13+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/29\/kegagalan-penalti-romelu-lukaku\/"},"wordCount":698,"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/29\/kegagalan-penalti-romelu-lukaku\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/Romelu-Lukaku-1.jpg","keywords":["English Premier League","Featured","Manchester United","Romelu Lukaku"],"articleSection":["Eropa","Inggris"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/29\/kegagalan-penalti-romelu-lukaku\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/29\/kegagalan-penalti-romelu-lukaku\/","name":"Kegagalan Penalti Romelu Lukaku yang (Mungkin) Berefek Panjang | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/29\/kegagalan-penalti-romelu-lukaku\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/29\/kegagalan-penalti-romelu-lukaku\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/Romelu-Lukaku-1.jpg","datePublished":"2017-08-29T02:00:13+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Eksekusi penalti yang tidak berhasil tersebut adalah yang kelima kalinya sepanjang karier Romelu Lukaku dalam lapangan hijau.","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/29\/kegagalan-penalti-romelu-lukaku\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/29\/kegagalan-penalti-romelu-lukaku\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/Romelu-Lukaku-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/Romelu-Lukaku-1.jpg","width":594,"height":416,"caption":"Romelu Lukaku"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9923","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9923"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9923\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9924"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9923"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9923"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9923"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}