{"id":9887,"date":"2017-08-28T12:00:40","date_gmt":"2017-08-28T05:00:40","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=9887"},"modified":"2017-08-28T10:26:40","modified_gmt":"2017-08-28T03:26:40","slug":"perihal-ketajaman-sylvano-comvalius","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/28\/perihal-ketajaman-sylvano-comvalius\/","title":{"rendered":"Perihal Ketajaman Sylvano Comvalius: Tiga Alasan"},"content":{"rendered":"<p>Awal musim 2017\/2018 Go-Jek Traveloka Liga 1, nama Sylvano Comvalius terdengar seperti pemain asing \u201clainnya\u201d di Indonesia. Seperti pemain asing lainnya, yang tinggi besar, terlihat menyeramkan, namun kesulitan untuk beradaptasi. Pada awalnya, pemain asli Belanda ini diperkirakan akan gagal bersama Bali United.<\/p>\n<p>Namun saat ini, di pengujung bulan Agustus, kita semua tahu bahwa Comvalius tengah memuncaki daftar pencetak gol terbanyak. Penyerang berusia 30 tahun tersebut sudah mengemas 23 gol dari 21 pertandingan. Sebuah catatan yang luar biasa, yang di dalamnya tercium aroma kebangkitan.<\/p>\n<p>Memang, proses adaptasi selalu membutuhkan waktu. Terkadang pendek, terkadang seorang pemain membutuhkan waktu yang lebih lama. Terutama mereka yang bermain di sebuah liga dengan kultur sepak bola yang masih asing. Meskipun ia sosok pemain berkualitas, proses adaptasi memang sangat krusial.<\/p>\n<p>Untuk kemilau Comvalius, dari catatan gol kita bisa menerjemahkan banyak hal. Pertama, tentu keberhasilan adaptasi penyerang dengan brewok yang lebat itu. Kedua adalah determinasi Comvalius untuk menghilangkan demam panggung. Ia sempat sangat kikuk di awal musim, seperti yang dituliskan Aun Rahman dalam tulisannya yang berjudul <em><a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/14\/menunggu-rekor-sylvano-comvalius\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">\u201cAkankah Sylvano Comvalius Mencatatkan Rekor di Sepak Bola Indonesia\u201d<\/a>.<\/em><\/p>\n<p>Keberhasilannya melewati proses adaptasi dan sekaligus menghapus demam panggung menunjukkan nilai diri seorang Comvalius. Bukan tidak mungkin, menjawab pertanyaan Aun Rahman, bahwa Comvalius akan memecahkan rekor pencetak gol terbanyak kompetisi tertinggi sepak bola Indonesia yang berasal dari benua Eropa.<\/p>\n<p>Terakhir kali kompetisi Indonesia mendapatkan top skor asal Eropa yaitu Dejan Gluscevic yang tampil bersama Bandung Raya di Liga Indonesia 1995\/1996. Dejan mencetak total 30 gol pada musim tersebut. Dengan 23 gol hingga saat ini, Comvalius akan dengan mudah memecahkan rekor tersebut. Tentu, jika ia bisa konsisten sampai akhir musim.<\/p>\n<p>Lantas, dari mana ketajaman Comvalius berasal? Bagaimana caranya menceploskan banyak gol dengan mudah? Setidaknya ada tiga alasan yang menjadi dasar.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-7563 size-large\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/15-juli-Comvalius-1200x674-1024x575.jpg\" alt=\"Sylvano Comvalius\" width=\"1024\" height=\"575\" \/><\/p>\n<h3><strong>Determinasi<\/strong><\/h3>\n<p>Seperti yang sudah disinggung di atas, determinasi Comvalius berperan besar dalam proses adaptasinya. Sudah sejak muda, Comvalius menunjukkan determinasi tinggi, terutama caranya merespons kesulitan.<\/p>\n<p>Pernah di suatu masa, Comvalius tak punya uang untuk pergi berlatih. Ia bukan anak muda yang pasrah dengan keadaan. Comvalius rela bekerja sebagai buruh pencuci mobil dan menjadi penjaga toko. Hasil dari kerja sampingan ia sisihkan, dan terutama sebagai ongkos untuk pergi berlatih. Fokus Comvalius adalah sepak bola.<\/p>\n<p>Determinasi untuk tidak kalah dengan situasi menunjukkan ambisi besarnya. Ia tak mau kalah dengan segala sesuatu. Dan hal ini sangat terlihat di atas lapangan. Beberapa gol yang ia cetak tak dilalui dengan proses yang cantik. Beberapa gol berasal dari kemauan kerasnya untuk selalu menang, bahkan ketika situasi tak menguntungkan. Simak video di bawah ini:<\/p>\n<p><iframe loading=\"lazy\" title=\"Bali United vs Mitra Kukar: 6-1 All Goals &amp; Highlights\" width=\"500\" height=\"281\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/fn33ybFSi_E?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe><\/p>\n<p>Perhatikan gol pertama Comvalius ke gawang Joice Sorongan. Dari sisi kanan, Irfan Bachdim berusaha mengirim umpan silang ke dalam kotak penalti. Namun, Bachdim tak menendang bola dengan sempurna. Bola justru melambung tinggi, meskipun memang masuk ke kotak penalti. Bola lambung seperti itu merupakan makanan empuk untuk kiper.<\/p>\n<p>Perhatikan bagaimana Comvalius terus mengarahkan matanya menyasar kepada bola. Untuk situasi tersebut, boleh dikata, 90 persen bola akan menjadi milik kiper. Namun Comvalius tak setuju dengan pendapat tersebut. Berbekal lari jarak pendek, Comvalius melompat, mendekatkan kepalanya ke kepalan tangan kiper. Dan hebatnya, dengan determinasi tinggi, Comvalius memenangi duel itu.<\/p>\n<p>Determinasi seperti ini yang justru sangat dibutuhkan seorang penyerang di Liga Indonesia. Beberapa kali, sebuah tim akan bermain di stadion dengan rumput lebih menyerupai lapangan upacara. Di tengah situasi itu, seorang penyerang tak melulu mendapatkan suplai bola yang \u201cmemanjakan\u201d. Duel dengan situasi harus bisa dimenangkan seorang penyerang.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<figure id=\"attachment_6057\" aria-describedby=\"caption-attachment-6057\" style=\"width: 1024px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-6057 size-large\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/DBjcY7XVwAAdvMg-1024x682.jpg\" alt=\"Liga 1\" width=\"1024\" height=\"682\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-6057\" class=\"wp-caption-text\">Sylvano Comvalius, mesin gol Bali United di Liga 1. Kredit: Bali United<\/figcaption><\/figure>\n<h3><strong>Teknik menendang<\/strong><\/h3>\n<p>Determinasi tinggi harus dibarengi dengan teknik menendang bola. Sebagai seorang penyerang, Comvalius punya dasar membidik gawang dengan baik. Satu gol ke gawang Mitra Kukar dan satu lagi ke gawang Semen Padang menjadi contohnya. Gol kedua Comvalius ke gawang Mitra Kukar bisa Anda simak lewat video di atas.<\/p>\n<p>Perhatikan bagaimana Comvalius memastikan arah jatuhnya bola dengan sangat tepat. Pun ia melakukannya sembari berlari dengan kecepatan tinggi. Tepat ketika bola mendarat di jalur lari, Comvalius sudah membuat kuda-kuda hendak langsung menendang. Keputusan yang hanya nampak sekilas tersebut membuat Comvalius bisa langsung menendang bola dengan laju yang cepat itu.<\/p>\n<p>Hebatnya, ia mengarahkan bola ke tiang jauh. Hebat karena ia harus \u201cmembuang\u201d badan ke kanan, supaya daya dorong kaki di permukaan bola menjadi maksimal, dan akurasi ke tiang jauh terjaga. Dibutuhkan teknik tingkat tinggi untuk melakukannya. Jika salah perhitungan, bola justru melayang, bukannya menukik sehingga sulit diantisipasi kiper lawan.<\/p>\n<p>Teknik menendang yang juga sama sulitnya Comvalius tunjukkan ketika mencetak gol ke gawang Semen Padang. Simak video ini:<\/p>\n<p><iframe loading=\"lazy\" title=\"Semen Padang FC Vs Bali United: 1-3 All Goals &amp; Highligts\" width=\"500\" height=\"281\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/oNxWF-ET3DI?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe><\/p>\n<p>Perhatikan, umpan terobosan dari tengah bukan bola datar, melainkan sedikit melayang dan jatuhnya tepat di arah lari Comvalius. Celakanya, mantan pemain akademi Ajax Amsterdam itu menerima bola dengan badan menyerong, dengan gawang berada di sebelah kanan.<\/p>\n<p>Setelah bola mendarat, dan dikontrol dengan baik, masalah selanjutnya yang dihadapi Comvalius adalah menemukan cara paling mudah untuk membidik gawang. Jika ingin lebih nyaman menendang, Comvalius harus \u201cmenata\u201d bola satu kali lagi sehingga benar-benar bisa ditendang dengan kaki kiri.<\/p>\n<p>Namun, Comvalius punya cara sendiri. Ia langsung menendang bola itu, tanpa kontrol kedua. Kembali, ia menaruh bola di tiang jauh, mengecoh kiper lawan. Posisi seperti itu, biasanya, akan membuat penyerang tak mementingkan arah bidikan, namun sekeras mungkin menembak bola ke gawang. Biasanya lagi, jika harus memuntir badan, bola akan diarahkan ke tiang dekat.<\/p>\n<p>Yang dilakukan Comvalius adalah sesuatu yang istimewa. Menjadi contoh tingginya teknik menendang bola pemain dengan tinggi badan 189 sentimeter tersebut.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<figure id=\"attachment_7555\" aria-describedby=\"caption-attachment-7555\" style=\"width: 1024px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-7555 size-large\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/syl-1024x680.jpg\" alt=\"Sylvano Comvalius\" width=\"1024\" height=\"680\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-7555\" class=\"wp-caption-text\">Sylvano Comvalius. Kredit: Bali United<\/figcaption><\/figure>\n<h3><strong>Membuat jarak<\/strong><\/h3>\n<p>Penyerang yang baik, apabila ia punya kelebihan dalam hal kecepatan, harus bisa menciptakan jarak dengan bek lawan. Tak harus menang adu lari. Namun yang paling penting adalah membebaskan diri dalam sekejap, membuat jarak paling tidak satu atau dua meter.<\/p>\n<p>Kembali, dua gol Comvalius, baik gol pertama gawang Semen Padang, maupun gol keduanya ke gawang Mitra Kukar menjadi contoh kejelian Comvalius membuat jarak dengan bek lawan. Jarak yang tercipta mengizinkan Comvalius menyiapkan kuda-kuda untuk menendang. Pun itu disokong kecepatan lari jarak pendek yang bagus, Comvalius menjadi lebih mudah menciptakan jarak.<\/p>\n<p>Bek-bek lawan harus sangat waspada, lantaran tak bisa benar-benar memperkirakan apakah Comvalius akan menerjang atau mengambil jarak. Dua meter saja jarak tercipta, bek lawan akan semakin kerepotan.<\/p>\n<p>Tiga alasan, tiga kelebihan Comvalius. Nampaknya, Serdadu Tridatu sudah menemukan penyerang yang sangat berbahaya, yang levelnya mungkin tak jauh dari Cristian Gonzalez di punjak masa jayanya.<\/p>\n<p><strong>Author: <\/strong><em><strong>Yamadipati Seno (<a class=\"ProfileCard-screennameLink u-linkComplex js-nav\" href=\"https:\/\/twitter.com\/arsenalskitchen\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span class=\"username u-dir\" dir=\"ltr\">@<b class=\"u-linkComplex-target\">arsenalskitchen<\/b><\/span><\/a>)<\/strong><br \/>\n<\/em><em>Koki Arsenal&#8217;s Kitchen<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Awal musim 2017\/2018 Go-Jek Traveloka Liga 1, nama Sylvano Comvalius terdengar seperti pemain asing \u201clainnya\u201d di Indonesia. Seperti pemain asing lainnya, yang tinggi besar, terlihat menyeramkan, namun kesulitan untuk beradaptasi. Pada awalnya, pemain asli Belanda ini diperkirakan akan gagal bersama Bali United. Namun saat ini, di pengujung bulan Agustus, kita semua tahu bahwa Comvalius tengah memuncaki daftar pencetak gol terbanyak. Penyerang berusia 30 tahun tersebut sudah mengemas 23 gol dari 21 pertandingan. Sebuah catatan yang luar biasa, yang di dalamnya tercium aroma kebangkitan. Memang, proses adaptasi selalu membutuhkan waktu. Terkadang pendek, terkadang seorang pemain membutuhkan waktu yang lebih lama. Terutama mereka yang bermain di sebuah liga dengan kultur sepak bola &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/28\/perihal-ketajaman-sylvano-comvalius\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Perihal Ketajaman Sylvano Comvalius: Tiga Alasan&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":9888,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[88,86],"tags":[215,129,185,794,122,1382],"class_list":["post-9887","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bola","category-nasional","tag-bali-united","tag-featured","tag-liga-1","tag-semarak-liga","tag-slider","tag-sylvano-comvalius"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Perihal Ketajaman Sylvano Comvalius: Tiga Alasan | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Keberhasilannya melewati proses adaptasi dan sekaligus menghapus demam panggung menunjukkan nilai diri seorang Sylvano Comvalius.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/28\/perihal-ketajaman-sylvano-comvalius\/\" \/>\n<link rel=\"next\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/28\/perihal-ketajaman-sylvano-comvalius\/2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Perihal Ketajaman Sylvano Comvalius: Tiga Alasan | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Keberhasilannya melewati proses adaptasi dan sekaligus menghapus demam panggung menunjukkan nilai diri seorang Sylvano Comvalius.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/28\/perihal-ketajaman-sylvano-comvalius\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-08-28T05:00:40+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/Sylvano-Comvalius.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1131\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"754\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/08\\\/28\\\/perihal-ketajaman-sylvano-comvalius\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/08\\\/28\\\/perihal-ketajaman-sylvano-comvalius\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"tribeindonesia\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"headline\":\"Perihal Ketajaman Sylvano Comvalius: Tiga Alasan\",\"datePublished\":\"2017-08-28T05:00:40+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/08\\\/28\\\/perihal-ketajaman-sylvano-comvalius\\\/\"},\"wordCount\":1068,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/08\\\/28\\\/perihal-ketajaman-sylvano-comvalius\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/08\\\/Sylvano-Comvalius.jpg\",\"keywords\":[\"Bali United\",\"Featured\",\"Liga 1\",\"Semarak Liga\",\"Slider\",\"Sylvano Comvalius\"],\"articleSection\":[\"Bola\",\"Nasional\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/08\\\/28\\\/perihal-ketajaman-sylvano-comvalius\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/08\\\/28\\\/perihal-ketajaman-sylvano-comvalius\\\/\",\"name\":\"Perihal Ketajaman Sylvano Comvalius: Tiga Alasan | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/08\\\/28\\\/perihal-ketajaman-sylvano-comvalius\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/08\\\/28\\\/perihal-ketajaman-sylvano-comvalius\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/08\\\/Sylvano-Comvalius.jpg\",\"datePublished\":\"2017-08-28T05:00:40+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Keberhasilannya melewati proses adaptasi dan sekaligus menghapus demam panggung menunjukkan nilai diri seorang Sylvano Comvalius.\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/08\\\/28\\\/perihal-ketajaman-sylvano-comvalius\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/08\\\/28\\\/perihal-ketajaman-sylvano-comvalius\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/08\\\/Sylvano-Comvalius.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/08\\\/Sylvano-Comvalius.jpg\",\"width\":1131,\"height\":754,\"caption\":\"Kredit: Bali United\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/author\\\/tribeindonesia\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Perihal Ketajaman Sylvano Comvalius: Tiga Alasan | Football Tribe Indonesia","description":"Keberhasilannya melewati proses adaptasi dan sekaligus menghapus demam panggung menunjukkan nilai diri seorang Sylvano Comvalius.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/28\/perihal-ketajaman-sylvano-comvalius\/","next":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/28\/perihal-ketajaman-sylvano-comvalius\/2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Perihal Ketajaman Sylvano Comvalius: Tiga Alasan | Football Tribe Indonesia","og_description":"Keberhasilannya melewati proses adaptasi dan sekaligus menghapus demam panggung menunjukkan nilai diri seorang Sylvano Comvalius.","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/28\/perihal-ketajaman-sylvano-comvalius\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2017-08-28T05:00:40+00:00","og_image":[{"width":1131,"height":754,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/Sylvano-Comvalius.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/28\/perihal-ketajaman-sylvano-comvalius\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/28\/perihal-ketajaman-sylvano-comvalius\/"},"author":{"name":"tribeindonesia","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"headline":"Perihal Ketajaman Sylvano Comvalius: Tiga Alasan","datePublished":"2017-08-28T05:00:40+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/28\/perihal-ketajaman-sylvano-comvalius\/"},"wordCount":1068,"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/28\/perihal-ketajaman-sylvano-comvalius\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/Sylvano-Comvalius.jpg","keywords":["Bali United","Featured","Liga 1","Semarak Liga","Slider","Sylvano Comvalius"],"articleSection":["Bola","Nasional"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/28\/perihal-ketajaman-sylvano-comvalius\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/28\/perihal-ketajaman-sylvano-comvalius\/","name":"Perihal Ketajaman Sylvano Comvalius: Tiga Alasan | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/28\/perihal-ketajaman-sylvano-comvalius\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/28\/perihal-ketajaman-sylvano-comvalius\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/Sylvano-Comvalius.jpg","datePublished":"2017-08-28T05:00:40+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Keberhasilannya melewati proses adaptasi dan sekaligus menghapus demam panggung menunjukkan nilai diri seorang Sylvano Comvalius.","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/28\/perihal-ketajaman-sylvano-comvalius\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/28\/perihal-ketajaman-sylvano-comvalius\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/Sylvano-Comvalius.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/Sylvano-Comvalius.jpg","width":1131,"height":754,"caption":"Kredit: Bali United"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9887","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9887"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9887\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9888"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9887"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9887"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9887"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}