{"id":9829,"date":"2017-08-27T08:00:29","date_gmt":"2017-08-27T01:00:29","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=9829"},"modified":"2017-08-27T10:42:54","modified_gmt":"2017-08-27T03:42:54","slug":"cinta-seorang-deco","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/27\/cinta-seorang-deco\/","title":{"rendered":"Deco: Cinta Ada Karena Terbiasa"},"content":{"rendered":"<p>Tepat ketika menginjak usia 15 tahun, ia menerima kontrak profesional bersama Corinthians. Pemain kelahiran 27 Agustus 1977 ini lahir di Sao Bernardo do Campo, Sao Paulo, menjadi anak ketiga dari enam bersaudara, dan menjadi remaja dengan berkah sepak bola di kakinya. Lahir dengan nama Anderson Luis de Souza, dunia mengenalnya dengan nama sangat sederhana: Deco.<\/p>\n<p>Sejak remaja, sejak sebelum mendapatkan kontrak profesional, Deco memang menonjol di antara teman-temannya. Sejak belia, Deco sudah menunjukkan kontrol bola yang mengagumkan. Anggun, adalah salah satu kata yang digunakan kala itu untuk menggambarkan kemampuannya mengendalikan si kulit bulat.<\/p>\n<p>Saat itu sekitar tahun 1997, Deco masuk dalam skuat Corinthians untuk kompetisi lokal di Sao Paulo. Kompetisi lokal tersebut menjadi magnet bagi para pencari bakat, baik dari dalam Brasil maupun luar negeri. Salah satu pencari bakat yang hadir bernama Toni, salah satu legenda Portugal. Ia menyaksikan seorang anak muda yang mengagumkan.<\/p>\n<p>Mengagumkan adalah kata yang ia pilih. Deco seperti mengajari anak-anak lain cara mengontrol bola yang baik. Lembut sekali ia menjinakkan bola. Keseimbangannya sangat terjaga dan Deco muda sudah menjadi pusat permainan timnya. Hanya butuh satu pertandingan bagi Toni untuk yakin bahwa Deco harus terbang ke Portugal.<\/p>\n<p>Pemain dengan mata sayu ini tiba di Portugal, tanah kelahiran kakeknya, di usia 19 tahun. Tepatnya bergabung dengan Benfica dan memang sungguh disayangkan, Deco tak berkembang. Bukan karena bakatnya menguap, namun karena pelatih Benfica saat itu, enggan membuka mata untuk kualitas Deco.<\/p>\n<p>Saat itu, Benfica dilatih Graeme Souness, dan pelatih asal Skotlandia ini lebih memilih memainkan Mark Pembridge dan Steve Harkness. Deco sendiri langsung dipinjamkan ke Alverca selama satu musim penuh. Masa peminjaman yang menjadi mimpi buruk, anjloknya performa, dan kehilangan kepercayaan dari klub yang membawanya ke Portugal.<\/p>\n<p>Maka ketika Deco dilego ke Salguieros, suporter Benfica tak ambil pusing. Ia hanyalah satu dari banyak anak muda yang gagal, yang tak perlu disesali kepergiannya.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/former-chelsea-fc-manager-jose-mourinho-now-manager-of-inter-milan-picture-id89160304?k=6&amp;m=89160304&amp;s=594x594&amp;w=0&amp;h=uYVypJ72D-4aWD392t3KZAjbAn2R2-_CGayAtwIz5PY=\" width=\"594\" height=\"426\" \/><\/p>\n<h3><strong>Romantisme bersama Jose Mourinho<\/strong><\/h3>\n<p>Masa-masa singkat bersama Salguieros pun penuh kesedihan. Rentetan cedera membuat Deco hampir absen di separuh pertandingan musim itu. Namun, meski menit bermainnya sangat tipis, manajemen FC Porto sudah cukup yakin bahwa di tangan yang tepat dan cakap, Deco akan menjadi pemain penting.<\/p>\n<p>Tahun 2002, ketika Jose Mourinho datang, para jurnalis dibuatnya tersentak. Mourinho, pelatih yang masih hijau, menegaskan bahawa FC Porto akan menjadi juara musim itu. Dengan skema 4-4-2 <em>diamond<\/em>, Deco menjadi pusat permainan. Namun sayang, pelatih muda yang angkuh itu gagal mewujudkan omong besarnya. Porto gagal juara dan hanya duduk di peringkat ketiga.<\/p>\n<p>Namun memang, musim ini, menjadi pertanda kelahiran salah satu pelatih terbaik di dunia saat ini. Ia datang dengan kalimat-kalimat yang nyaring, persis seperti saat ini. Mourinho menggunakan pendekatan sains dan perhatian kepada detail ketika melatih. Cara yang segar untuk saat itu dan membantu evolusi FC Porto.<\/p>\n<p>Musim perdana Deco bersama Mourinho berbuah gelar Piala UEFA, yang saat ini beruba nama menjadi Liga Europa. Pertandingan dramatis di partai puncak ketika mengalahkan Celtic FC menjadi pameran ketangguhan Porto, dengan Mourinho sebagai otak dan Deco memimpin orkestra di lapangan.<\/p>\n<p>Bayern M\u00fcnchen dan Barcelona langsung mengungkapkan minat untuk mendapatkan Deco. Namun, Presiden Porto kalau itu, Jorge Nuno Pinto da Costa menahan Deco. Ia ingin Deco menjadi bagian dari usaha Porto mempertahankan gelar. Dan memang, musim selanjutnya, menjadi musim terbaik bagi Porto dan Deco.<\/p>\n<p>Salah satu pertandingan yang akan selalu diingat adalah perempat-final Liga Champions, antara Manchester United menjamu FC Porto. Selain laga yang penuh intensitas, selebrasi Mourinho akan menjadi salah satu aksi paling atraktif yang akan terus dinarasikan sepanjang serajah Liga Champions. Selebrasi Mourinho adalah gambaran gairah Porto kala itu.<\/p>\n<p>Dan memang, mereka bisa menapaki laga puncak. Melawan AS Monaco, salah satu kejutan selain Porto musim 2004\/2005. Sebuah final, yang menjadi antiklimaks bagi Monaco, namun menjadi suka cita Deco dan Porto. Final itu berakhir dengan skor 3-0 untuk kemenangan Porto dan Deco mencetak satu satu gol.<\/p>\n<p>Sebuah puncak, sebuah kemenangan yang menjadi penegasan bakat sekaligus kemegahan Deco yang sempat dibuang Benfica.<br \/>\n<!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/deco-of-portugal-in-action-during-the-uefa-euro-2008-quarter-final-picture-id81636624?k=6&amp;m=81636624&amp;s=594x594&amp;w=0&amp;h=pxG5JmLcsAnRgH2fSlR8ZvbyCrCiRyj7hQ_kWE0Iyko=\" width=\"594\" height=\"396\" \/><\/p>\n<h3><strong>Antara Iberia dan Brasilia<\/strong><\/h3>\n<p>Setelah bermukim lebih dari enam tahun, Deco mendapat paspor Portugal. Ia berada di persimpangan jalan, bahkan cacian lantaran harus berpikir dua kali untuk memperkuat timnas Brasil. Namun memang, keterikatan Deco dengan Portugal sangat kuat. Lewat darah kakeknya yang orang Portugal dan lewat segala kesuksesan yang ia rasakan.<\/p>\n<p>Prasangka dan opini yang sinis mewarnai media-media di Brasil perihal kemungkinan Deco bermain untuk Portugal. Dari dalam skuat timnas Portugal sendiri, pembelaan datang secara halus. Luis Figo sempat berujar, \u201cJika kamu orang Cina, maka kamu bermain untuk timnas Cina.\u201d Deco memang orang Portugal, apabila merujuk kepada paspornya setelah mukim enam tahun.<\/p>\n<p>Luiz Felipe Scolari, pelatih timnas Portugal, bergerak cepat. Tertanggal 23 Maret 2003, Scolari memasukkan nama Deco ke dalam skuat Portugal untuk pertandingan persahabatan. Lawan Portugal kala itu adalah Brasil! Luar biasanya, di tengah laga yang panas, hingga Roberto Carlos mendapat kartu merah, Deco mencetak gol kemenangan.<\/p>\n<p>Ia mengeksekusi tendangan bebas dari sisi kiri gawang. Di tengah himpitan argumentasi, cercaan, hinaan, dan makian, dengan wajah begitu dingin, ia mengarahkan bola ke pojok bawah gawang. Mental yang luar biasa kokoh. Deco tak melakukan selebrasi, ia hanya mengangkat kedua tangannya. Entah sebagai tanda \u201cSudahi pertentangan\u201d atau menjadi pernyataan \u201cInilah aku, hormati aku!\u201d.<\/p>\n<p>Rasa cinta yang datang perlahan, menjadi ikatan yang terbukti kuat. Deco jatuh hari dengan Portugal, negara yang pernah membuangnya, negara yang pernah memujinya setinggi langit. Di tengah situasi tak menentu itu, cinta lahir. Karena terbiasa, cinta menjadi ada. Dan Deco tak berpikir dua kali untuk mengikrarkan cinta untuk <em>Selecao das Quinas<\/em>.<\/p>\n<p>Selamat ulang tahun Deco. Di tengah ketidaksempurnaan kariernya, nama Deco tetap akan diingat bersama-sama, di tengah barisan gelandang terbaik di dunia. <em>Il mago<\/em>, dengan warna <em>Selecao<\/em>.<\/p>\n<p><strong>Author: <\/strong><em><strong>Yamadipati Seno (<a class=\"ProfileHeaderCard-screennameLink u-linkComplex js-nav\" href=\"https:\/\/twitter.com\/arsenalskitchen\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span class=\"username u-dir\" dir=\"ltr\">@<b class=\"u-linkComplex-target\">arsenalskitchen<\/b><\/span><\/a>)<\/strong><br \/>\n<\/em><em>Koki Arsenal&#8217;s Kitchen <\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tepat ketika menginjak usia 15 tahun, ia menerima kontrak profesional bersama Corinthians. Pemain kelahiran 27 Agustus 1977 ini lahir di Sao Bernardo do Campo, Sao Paulo, menjadi anak ketiga dari enam bersaudara, dan menjadi remaja dengan berkah sepak bola di kakinya. Lahir dengan nama Anderson Luis de Souza, dunia mengenalnya dengan nama sangat sederhana: Deco. Sejak remaja, sejak sebelum mendapatkan kontrak profesional, Deco memang menonjol di antara teman-temannya. Sejak belia, Deco sudah menunjukkan kontrol bola yang mengagumkan. Anggun, adalah salah satu kata yang digunakan kala itu untuk menggambarkan kemampuannya mengendalikan si kulit bulat. Saat itu sekitar tahun 1997, Deco masuk dalam skuat Corinthians untuk kompetisi lokal di Sao Paulo. Kompetisi &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/27\/cinta-seorang-deco\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Deco: Cinta Ada Karena Terbiasa&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":9846,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[69,78],"tags":[1752,129,348,122],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Deco: Cinta Ada Karena Terbiasa | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Di tengah ketidaksempurnaan kariernya, nama dan cinta kepada Deco tetap akan diingat bersama-sama, di tengah barisan gelandang terbaik di dunia.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/27\/cinta-seorang-deco\/\" \/>\n<link rel=\"next\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/27\/cinta-seorang-deco\/2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Deco: Cinta Ada Karena Terbiasa | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Di tengah ketidaksempurnaan kariernya, nama dan cinta kepada Deco tetap akan diingat bersama-sama, di tengah barisan gelandang terbaik di dunia.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/27\/cinta-seorang-deco\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-08-27T01:00:29+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2017-08-27T03:42:54+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/27-deco-1200x674.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"674\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/27\/cinta-seorang-deco\/\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/27\/cinta-seorang-deco\/\",\"name\":\"Deco: Cinta Ada Karena Terbiasa | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/27\/cinta-seorang-deco\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/27\/cinta-seorang-deco\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/27-deco-1200x674.jpg\",\"datePublished\":\"2017-08-27T01:00:29+00:00\",\"dateModified\":\"2017-08-27T03:42:54+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Di tengah ketidaksempurnaan kariernya, nama dan cinta kepada Deco tetap akan diingat bersama-sama, di tengah barisan gelandang terbaik di dunia.\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/27\/cinta-seorang-deco\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/27\/cinta-seorang-deco\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/27-deco-1200x674.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/27-deco-1200x674.jpg\",\"width\":1200,\"height\":674,\"caption\":\"Cinta Deco\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Deco: Cinta Ada Karena Terbiasa | Football Tribe Indonesia","description":"Di tengah ketidaksempurnaan kariernya, nama dan cinta kepada Deco tetap akan diingat bersama-sama, di tengah barisan gelandang terbaik di dunia.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/27\/cinta-seorang-deco\/","next":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/27\/cinta-seorang-deco\/2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Deco: Cinta Ada Karena Terbiasa | Football Tribe Indonesia","og_description":"Di tengah ketidaksempurnaan kariernya, nama dan cinta kepada Deco tetap akan diingat bersama-sama, di tengah barisan gelandang terbaik di dunia.","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/27\/cinta-seorang-deco\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2017-08-27T01:00:29+00:00","article_modified_time":"2017-08-27T03:42:54+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":674,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/27-deco-1200x674.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/27\/cinta-seorang-deco\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/27\/cinta-seorang-deco\/","name":"Deco: Cinta Ada Karena Terbiasa | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/27\/cinta-seorang-deco\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/27\/cinta-seorang-deco\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/27-deco-1200x674.jpg","datePublished":"2017-08-27T01:00:29+00:00","dateModified":"2017-08-27T03:42:54+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Di tengah ketidaksempurnaan kariernya, nama dan cinta kepada Deco tetap akan diingat bersama-sama, di tengah barisan gelandang terbaik di dunia.","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/27\/cinta-seorang-deco\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/27\/cinta-seorang-deco\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/27-deco-1200x674.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/27-deco-1200x674.jpg","width":1200,"height":674,"caption":"Cinta Deco"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9829"}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9829"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9829\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9846"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9829"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9829"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9829"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}