{"id":9678,"date":"2017-08-24T09:30:21","date_gmt":"2017-08-24T02:30:21","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=9678"},"modified":"2017-08-24T01:26:59","modified_gmt":"2017-08-23T18:26:59","slug":"angin-segar-dalam-perkembangan-sepak-bola-asia-tenggara-dan-sedikit-noda-di-dalamnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/24\/angin-segar-dalam-perkembangan-sepak-bola-asia-tenggara-dan-sedikit-noda-di-dalamnya\/","title":{"rendered":"Angin Segar dalam Perkembangan Sepak Bola Asia Tenggara dan Sedikit Noda di Dalamnya"},"content":{"rendered":"<p>Sejak sepak bola digaungkan pertama kali, Asia Tenggara tak pernah menjadi aktor utama di sepak bola dan hanya menjadi konsumen semata. Klub-klub tenar Eropa berulang kali singgah ke sini, namun sangat jarang ada pemain Asia Tenggara yang mampu berkarier di Benua Biru.<\/p>\n<p>Ajang sepak bola akbar seperti Piala Dunia selalu rutin mengisi layar kaca televisi masyarakat Asia Tenggara, namun tak ada satupun negara <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/10\/sepak-bola-bukan-hanya-penguasa\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">ASEAN <\/a>yang pernah berpartisipasi di sana. Indonesia memang pernah bermain di ajang itu, tetapi dengan nama Hindia Timur, bukan Indonesia yang sebenarnya.<\/p>\n<p>Selama bertahun-tahun hingga berabad-abad lamanya, Asia Tenggara selalu menjadi pasar bagi para raksasa sepak bola untuk mengeruk keuntungan. Akan tetapi, label \u201cpenikmat setia\u201d yang melekat di tubuh para figur sepak bola Asia Tenggara tampaknya akan segera berganti menuju \u201cprodusen ternama\u201d, cepat atau lambat.<\/p>\n<p><span style=\"font-size: 14pt\"><strong>Dimulai dari Thailand<\/strong><\/span><\/p>\n<p>Tak dimungkiri lagi, Negeri Gajah Putih ini merupakan salah satu kekuatan sepak bola terbesar di Asia Tenggara. Menjuarai Piala AFF lima kali dan pemilik sembilan medali emas SEA Games adalah bukti sahih mengenai kehebatan Thailand.<\/p>\n<p>Klub-klub Liga Thailand juga menjadi kandidat juara di Piala AFC maupun Liga Champions Asia seperti Chonburi FC, <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/28\/muangthong-united-di-kancah-asia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Muangthong United<\/a>, dan Buriram United. Tim nasional mereka bahkan \u201chanya\u201d kalah 1-3 dari Belanda pada 2007 lalu, dan salah seorang pemain mereka, <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/07\/karier-singkat-teerasil-dangda-di-eropa\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Teerasil Dangda<\/a>, pernah merumput di Liga Spanyol bersama UD Almeria dengan status pinjaman.<\/p>\n<p>Peningkatan pesat yang dialami Thailand ini adalah berkat pengembangan pemain muda mereka yang dilakukan secara berjenjang dengan tertib. Pada April 2017 lalu, federasi sepak bola Thailand menjalin kerja sama dengan Ekkono Method Soccer Services yang berbasis di Barcelona untuk merancang perkembangan timnas U-14, U-16, U-19, dan U-21, serta memberikan penyuluhan bagi para pleatih untuk mendapatkan lisensi AFC B, AFC A, dan AFC Pro.<\/p>\n<p>Dengan program ini, mereka berencana untuk lolos ke Piala Dunia 2026. Bukan sebagai tuan rumah, tapi melalui kualifikasi. Ini merupakan sebuah keberanian besar yang layak diacungi dua jempol. Ketika negara-negara Asia Tenggara lain masih disibukkan dengan mimpi merajai Piala AFF dan tampil di Piala Asia, Thailand sudah bersiap menyongsong Piala Dunia.<\/p>\n<p><span style=\"font-size: 14pt\"><strong>Diikuti oleh Vietnam, Myanmar, dan Kamboja <\/strong><\/span><\/p>\n<p>Langkah sukses Thailand kemudian diikuti oleh Vietnam. Negara yang selalu dijadikan pesakitan di seri film Rambo ini juga memusatkan perkembangan sepak bolanya di akademi pemain muda, dan klub Hoang Anh Gia Lai (HAGL) adalah yang terbaik untuk urusan yang satu ini.<\/p>\n<p>Bekerja sama dengan Arsenal sejak 2007 lalu, HAGL telah memproduksi banyak sekali pemain muda potensial yang tersebar di seluruh penjuru Vietnam, bahkan beberapa negara Asia Tenggara. Di Piala AFF 2016 lalu, lima pemain muda di skuat The Golden Stars adalah produksi dari akademi HAGL.<\/p>\n<p>V\u0169 V\u0103n Thanh, Nguy\u1ec5n V\u0103n To\u00e0n, Nguy\u1ec5n Tu\u1ea5n Anh, L\u01b0\u01a1ng Xu\u00e2n Tr\u01b0\u1eddng, dan Nguy\u1ec5n C\u00f4ng Ph\u01b0\u1ee3ng saat ini merupakan bagian dari timnas SEA Games yang juga ikut bermain di Piala AFF 2016 lalu. Ketika generasi L\u00ea C\u00f4ng Vinh belum habis, Vietnam sudah memiliki penerusnya dan ini adalah situasi yang sangat baik untuk perkembangan sepak bola mereka.<\/p>\n<p>Myanmar bahkan lebih hebat lagi. Mulai membangun sepak bola nasional dari nol sejak 2001 lalu, perkembangan mereka terhitung sangat pesat. Ivan Kolev yang pernah membesut tim nasional Myanmar bahkan mengatakan bahwa negara yang dulunya bernama Burma itu sangat mengerti bagaimana cara membangun kekuatan sepak bola, yaitu dari akarnya, pemain muda.<\/p>\n<p>Kerja keras mereka mulai membuahkan hasil dalam dua tahun terakhir. Di Piala AFF 2016, Aung Thu dan kawan-kawan sukses menembus semifinal, dan di <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/tag\/sea-games-2017\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">SEA Games 2017<\/a> ini, mereka berhasil lolos dari penyisihan grup.<\/p>\n<p>Kamboja sendiri juga sedang melakukan proyek besar. Saat ini sedang dibangun akademi sepak bola di setiap provinsi yang rencananya akan kelar tahun depan. Nantinya, akan ada 25 akademi yang ditujukan untuk mencetak bibit pemain andal agar dapat diturunkan di SEA Games 2023. Target yang tidak muluk memang, namun tetap tergolong bagus, karena selama ini Kamboja selalu menjadi bulan-bulanan di ajang se-Asia Tenggara.<\/p>\n<p>Salah satu hasil dari pembinaan ini mulai tampak, yakni kemunculan penyerang bernama Chan Vathanaka yang saat ini bermain di J3 League, kasta ketiga Liga Jepang, bersama Fujieda MYFC. Kamboja juga mulai berani memasang target tinggi yatu meraih medali emas di SEA Games 2023, walau prosesnya tentu akan sangat panjang dan terjal.<!--nextpage--><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 14pt\"><strong>Kendala para <em>underdog<\/em><\/strong><\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_9362\" aria-describedby=\"caption-attachment-9362\" style=\"width: 1000px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-9362 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/Saddil.jpg\" alt=\"Saddil Ramdani (Kredit: PSSI)\" width=\"1000\" height=\"716\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/Saddil.jpg 1000w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/Saddil-768x550.jpg 768w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/Saddil-800x573.jpg 800w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/Saddil-314x225.jpg 314w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/Saddil-531x380.jpg 531w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/Saddil-560x401.jpg 560w\" sizes=\"auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-9362\" class=\"wp-caption-text\">Saddil Ramdani dalam laga Indonesia vs Filipina (Kredit: PSSI)<\/figcaption><\/figure>\n<p>Untuk Filipina, Singapura, dan Brunei Darussalam, mereka juga memulai dengan hal serupa, meski kemajuannya lambat karena sepak bola bukan merupakan olahraga populer di sana. Hanya Laos dan Timor Leste yang memiliki fanatisme sepak bola tinggi, namun karena timnas mereka terus menerus mendapat hasil negatif, itu berakibat pada mental bertanding pemain mereka yang tak kunjung meningkat.<\/p>\n<p>Di sisi lain, Filipina justru terkendala dengan biaya latihan yang tinggi dan waktu sekolah yang baru selesai pada pukul 16.30, padahal latihan sepak bola untuk usia junior idealnya dimulai pukul 16.00. Akibatnya, banyak di antara pemain muda Filipina yang berpindah-pindah tempat latihan dan berganti pelatih. Ini dapat berdampak pada perkembangan sang pemain karena ia harus selalu menyesuaikan diri dengan pola latihan yang berbeda-beda dari tiap pelatih.<\/p>\n<p>Oleh karena itu, di Filipina muncul wacana untuk memberi <em>youth contract <\/em>per tahun pada para pemain junior. Dengan langkah ini, diharapkan sang pemain dapat fokus mengembangkan kemampuannya karena ia mendapat menu latihan yang tetap.<\/p>\n<p>Kendala besar juga membayangi Singapura, yaitu intensitas peminat sepak bola yang terus menurun dalam dua tahun terakhir dan lambatnya regenerasi.<\/p>\n<p>Untuk poin pertama, beberapa pemain senior, pelatih, staf, dan suporter menyuarakan untuk memperbanyak klub dan akademi untuk menjaring lebih banyak pemain muda potensial. Dengan langkah itu, diharapkan animo sepak bola di Singapura dapat kembali hidup, karena mereka sempat menjadi kekuatan besar di Asia Tenggara walau saat itu terbantu oleh pemain naturalisasi.<\/p>\n<p>Singapura sebenarnya juga sempat mengatasi poin kedua dengan membentuk klub Lions XII yang berisi pemain-pemain U-23 untuk berkompetisi di Liga Malaysia, namun klub tersebut bubar pada 2015 lalu. Padahal, klub ini pernah melahirkan nama-nama hebat seperti Shahril Ishak dan Baihakki Khaizan.<\/p>\n<p>Kemudian untuk Brunei, kesunyian prestasi dan minimnya antusiasme yang mereka alami di sepak bola terbantu dengan prestasi dua klub mereka, Duli Pengiran Muda Mahkota (DPMM) FC dan Indera SC yang menjadi produsen terpercaya dalam mengorbitkan pemain muda.<strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 14pt\"><strong>Bagaimana dengan Indonesia?<\/strong><\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-9348 size-large\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/FUT_0605-1024x683.jpg\" alt=\"\" width=\"1024\" height=\"683\" \/><\/p>\n<p>Negara kita tercinta ini juga terus berbenah demi kemajuan olahraga terpopuler di seantero negeri ini. Salah satu kebijakan PSSI yang sudah membuahkan hasil adalah regulasi kuota pemain U-23 di <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/tag\/go-jek-traveloka-liga-1\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Go-Jek Traveloka Liga 1<\/a>.<\/p>\n<p>Dari empat bulan penyelenggaraannya sebelum SEA Games dimulai, banyak nama-nama baru yang terjaring seperti Marinus Wanewar, <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/16\/tari-yospan-osvaldo-haay\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Osvaldo Haay<\/a>, Febri Hariyadi, dan Rezaldi Hehanusa. Mereka melengkapi para <em>youngster <\/em>yang kian matang seperti Kurniawan Kartika Ajie, Ricky Fajrin, <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/19\/tangis-hansamu-yama-pranata-dan-sosok-pemimpin-yang-lama-kita-rindukan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Hansamu Yama Pranata<\/a>, Saddil Ramdani, Septian David Maulana, dan Gavin Kwan Adsit, karena musim ini menjadi langganan <em>starter <\/em>di klubnya masing-masing.<\/p>\n<p>Dari segi infrastruktur, stadion-stadion di <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/tag\/indonesia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Indonesia<\/a> juga sudah menunjukkan kemajuan pesat dalam satu dekade terakhir. Jika dapat terus dirawat dengan baik, stadion seperti Patriot Chandrabhaga, Gelora Ratu Pamelingan, Aji Imbut, Gelora Bandung Lautan Api, Gelora Sriwijaya Jakabaring, dan Gelora Bung Tomo, dapat menjadi alternatif menggelar pertandingan internasional selain Gelora Bung Karno, Pakansari, dan Maguwoharjo.<\/p>\n<p><span style=\"font-size: 14pt\"><strong>Setitik noda<\/strong><\/span><\/p>\n<p>Meski menyimpan potensi besar, namun ada satu kekurangan yang harus segera dihilangkan agar sepak bola Asia Tenggara dapat mengalami kemajuan dengan sempurna.<\/p>\n<p>Seperti yang pernah ditulis oleh <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/24\/mentalitas-mudah-jatuh-di-sepak-bola\/\">Najmul Ula di artikelnya<\/a>, kebiasaan mudah jatuh dan pura-pura sakit harus dihilangkan oleh pemain-pemain di Asia Tenggara agar hal itu tidak terbawa saat mereka bermain di ajang internasional.<\/p>\n<p>Kondisi ini juga pernah dikeluhkan oleh Simon McMenemy yang mengatakan bahwa kebiasaan ini telah berubah menjadi penyakit yang banyak menjangkiti klub-klub di Asia Tenggara, tidak hanya di Indonesia. Tak hanya pemain, namun tim medis dan pelatih pun seperti membiarkan kebiasaan ini berlanjut demi menggapai kemenangan di tiap pertandingan.<\/p>\n<p><span style=\"font-size: 14pt\"><strong>Kesimpulan<\/strong><\/span><\/p>\n<p>Presiden FIFA, Gianni Infantino, rencananya akan menggelar <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/06\/ambisi-negara-asean-di-piala-dunia-2034\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Piala Dunia 2034 di Asia Tenggara<\/a>. Sejauh ini, keputusan tersebut belum final dan belum diketahui negara mana saja yang layak menjadi tuan rumah. Akan tetapi, adanya rencana tersebut sudah menunjukkan bahwa Asia Tenggara juga memiliki potensi untuk mentas di tingkat dunia.<\/p>\n<p>Penduduk Asia Tenggara mayoritas menyukai sepak bola, negara-negara di Asia Tenggara sebagian besar memiliki <em>fans club <\/em>resmi dari klub-klub raksasa Eropa, klub-klub di Asia Tenggara juga mulai menunjukkan tajinya di Liga Champions Asia seperti Johor Darul Ta\u2019zim yang menjadi juara Piala AFC 2015, dan pemain Asia Tenggara mulai memasuki liga elite Asia seperti Chanathip Songkrasin yang bermain di Liga Jepang.<\/p>\n<p>Sebelas negara yang tergabung di konfederasi AFF ini mulai memetik hasil dari pembenahan yang terus dilakukan secara bertahap tiap tahun. Apabila momentum ini dapat terus dilanjutkan sembari menyingkirkan noda-noda kecil yang merusak pemandangan, bukan tak mungkin sepak bola Asia Tenggara akan dibicarakan penduduk dunia karena prestasinya, bukan hanya karena fanatismenya.<\/p>\n<p><strong>Author:\u00a0<\/strong><em><strong>Aditya Jaya Iswara (<a class=\"ProfileHeaderCard-screennameLink u-linkComplex js-nav\" href=\"https:\/\/twitter.com\/joyoisworo\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span class=\"username u-dir\" dir=\"ltr\">@<b class=\"u-linkComplex-target\">joyoisworo<\/b><\/span><\/a>)<\/strong><br \/>\n<\/em><em>Milanisti paruh waktu yang berharap Andriy Shevchenko kembali muda dan membawa AC Milan juara Liga Champions Eropa lagi.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sejak sepak bola digaungkan pertama kali, Asia Tenggara tak pernah menjadi aktor utama di sepak bola dan hanya menjadi konsumen semata. Klub-klub tenar Eropa berulang kali singgah ke sini, namun sangat jarang ada pemain Asia Tenggara yang mampu berkarier di Benua Biru. Ajang sepak bola akbar seperti Piala Dunia selalu rutin mengisi layar kaca televisi masyarakat Asia Tenggara, namun tak ada satupun negara ASEAN yang pernah berpartisipasi di sana. Indonesia memang pernah bermain di ajang itu, tetapi dengan nama Hindia Timur, bukan Indonesia yang sebenarnya. Selama bertahun-tahun hingga berabad-abad lamanya, Asia Tenggara selalu menjadi pasar bagi para raksasa sepak bola untuk mengeruk keuntungan. Akan tetapi, label \u201cpenikmat setia\u201d yang melekat &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/24\/angin-segar-dalam-perkembangan-sepak-bola-asia-tenggara-dan-sedikit-noda-di-dalamnya\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Angin Segar dalam Perkembangan Sepak Bola Asia Tenggara dan Sedikit Noda di Dalamnya&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":4636,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[82,79],"tags":[791,129,105,122],"class_list":["post-9678","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-asia","category-dunia","tag-asia-tenggara","tag-featured","tag-indonesia","tag-slider"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Angin Segar dalam Perkembangan Sepak Bola Asia Tenggara dan Sedikit Noda di Dalamnya | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Sepak bola Asia Tenggara memiliki banyak potensi untuk terus tumbuh berkembang. Namun ada noda-noda kecil yang harus dibersihkan terlebih dahulu.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/24\/angin-segar-dalam-perkembangan-sepak-bola-asia-tenggara-dan-sedikit-noda-di-dalamnya\/\" \/>\n<link rel=\"next\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/24\/angin-segar-dalam-perkembangan-sepak-bola-asia-tenggara-dan-sedikit-noda-di-dalamnya\/2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Angin Segar dalam Perkembangan Sepak Bola Asia Tenggara dan Sedikit Noda di Dalamnya | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Sepak bola Asia Tenggara memiliki banyak potensi untuk terus tumbuh berkembang. Namun ada noda-noda kecil yang harus dibersihkan terlebih dahulu.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/24\/angin-segar-dalam-perkembangan-sepak-bola-asia-tenggara-dan-sedikit-noda-di-dalamnya\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-08-24T02:30:21+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/630182924.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"594\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"395\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/08\\\/24\\\/angin-segar-dalam-perkembangan-sepak-bola-asia-tenggara-dan-sedikit-noda-di-dalamnya\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/08\\\/24\\\/angin-segar-dalam-perkembangan-sepak-bola-asia-tenggara-dan-sedikit-noda-di-dalamnya\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"tribeindonesia\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"headline\":\"Angin Segar dalam Perkembangan Sepak Bola Asia Tenggara dan Sedikit Noda di Dalamnya\",\"datePublished\":\"2017-08-24T02:30:21+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/08\\\/24\\\/angin-segar-dalam-perkembangan-sepak-bola-asia-tenggara-dan-sedikit-noda-di-dalamnya\\\/\"},\"wordCount\":1441,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/08\\\/24\\\/angin-segar-dalam-perkembangan-sepak-bola-asia-tenggara-dan-sedikit-noda-di-dalamnya\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/05\\\/630182924.jpg\",\"keywords\":[\"Asia Tenggara\",\"Featured\",\"Indonesia\",\"Slider\"],\"articleSection\":[\"Asia\",\"Dunia\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/08\\\/24\\\/angin-segar-dalam-perkembangan-sepak-bola-asia-tenggara-dan-sedikit-noda-di-dalamnya\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/08\\\/24\\\/angin-segar-dalam-perkembangan-sepak-bola-asia-tenggara-dan-sedikit-noda-di-dalamnya\\\/\",\"name\":\"Angin Segar dalam Perkembangan Sepak Bola Asia Tenggara dan Sedikit Noda di Dalamnya | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/08\\\/24\\\/angin-segar-dalam-perkembangan-sepak-bola-asia-tenggara-dan-sedikit-noda-di-dalamnya\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/08\\\/24\\\/angin-segar-dalam-perkembangan-sepak-bola-asia-tenggara-dan-sedikit-noda-di-dalamnya\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/05\\\/630182924.jpg\",\"datePublished\":\"2017-08-24T02:30:21+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Sepak bola Asia Tenggara memiliki banyak potensi untuk terus tumbuh berkembang. Namun ada noda-noda kecil yang harus dibersihkan terlebih dahulu.\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/08\\\/24\\\/angin-segar-dalam-perkembangan-sepak-bola-asia-tenggara-dan-sedikit-noda-di-dalamnya\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/08\\\/24\\\/angin-segar-dalam-perkembangan-sepak-bola-asia-tenggara-dan-sedikit-noda-di-dalamnya\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/05\\\/630182924.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/05\\\/630182924.jpg\",\"width\":594,\"height\":395,\"caption\":\"Thailand, salah satu kontestan ASEAN yang paling serius dalam membangun budaya sepak bola.\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/author\\\/tribeindonesia\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Angin Segar dalam Perkembangan Sepak Bola Asia Tenggara dan Sedikit Noda di Dalamnya | Football Tribe Indonesia","description":"Sepak bola Asia Tenggara memiliki banyak potensi untuk terus tumbuh berkembang. Namun ada noda-noda kecil yang harus dibersihkan terlebih dahulu.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/24\/angin-segar-dalam-perkembangan-sepak-bola-asia-tenggara-dan-sedikit-noda-di-dalamnya\/","next":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/24\/angin-segar-dalam-perkembangan-sepak-bola-asia-tenggara-dan-sedikit-noda-di-dalamnya\/2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Angin Segar dalam Perkembangan Sepak Bola Asia Tenggara dan Sedikit Noda di Dalamnya | Football Tribe Indonesia","og_description":"Sepak bola Asia Tenggara memiliki banyak potensi untuk terus tumbuh berkembang. Namun ada noda-noda kecil yang harus dibersihkan terlebih dahulu.","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/24\/angin-segar-dalam-perkembangan-sepak-bola-asia-tenggara-dan-sedikit-noda-di-dalamnya\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2017-08-24T02:30:21+00:00","og_image":[{"width":594,"height":395,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/630182924.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"7 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/24\/angin-segar-dalam-perkembangan-sepak-bola-asia-tenggara-dan-sedikit-noda-di-dalamnya\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/24\/angin-segar-dalam-perkembangan-sepak-bola-asia-tenggara-dan-sedikit-noda-di-dalamnya\/"},"author":{"name":"tribeindonesia","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"headline":"Angin Segar dalam Perkembangan Sepak Bola Asia Tenggara dan Sedikit Noda di Dalamnya","datePublished":"2017-08-24T02:30:21+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/24\/angin-segar-dalam-perkembangan-sepak-bola-asia-tenggara-dan-sedikit-noda-di-dalamnya\/"},"wordCount":1441,"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/24\/angin-segar-dalam-perkembangan-sepak-bola-asia-tenggara-dan-sedikit-noda-di-dalamnya\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/630182924.jpg","keywords":["Asia Tenggara","Featured","Indonesia","Slider"],"articleSection":["Asia","Dunia"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/24\/angin-segar-dalam-perkembangan-sepak-bola-asia-tenggara-dan-sedikit-noda-di-dalamnya\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/24\/angin-segar-dalam-perkembangan-sepak-bola-asia-tenggara-dan-sedikit-noda-di-dalamnya\/","name":"Angin Segar dalam Perkembangan Sepak Bola Asia Tenggara dan Sedikit Noda di Dalamnya | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/24\/angin-segar-dalam-perkembangan-sepak-bola-asia-tenggara-dan-sedikit-noda-di-dalamnya\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/24\/angin-segar-dalam-perkembangan-sepak-bola-asia-tenggara-dan-sedikit-noda-di-dalamnya\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/630182924.jpg","datePublished":"2017-08-24T02:30:21+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Sepak bola Asia Tenggara memiliki banyak potensi untuk terus tumbuh berkembang. Namun ada noda-noda kecil yang harus dibersihkan terlebih dahulu.","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/24\/angin-segar-dalam-perkembangan-sepak-bola-asia-tenggara-dan-sedikit-noda-di-dalamnya\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/24\/angin-segar-dalam-perkembangan-sepak-bola-asia-tenggara-dan-sedikit-noda-di-dalamnya\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/630182924.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/630182924.jpg","width":594,"height":395,"caption":"Thailand, salah satu kontestan ASEAN yang paling serius dalam membangun budaya sepak bola."},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9678","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9678"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9678\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4636"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9678"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9678"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9678"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}