{"id":9468,"date":"2017-08-21T09:00:34","date_gmt":"2017-08-21T02:00:34","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=9468"},"modified":"2017-08-21T02:06:39","modified_gmt":"2017-08-20T19:06:39","slug":"kekalahan-arsenal-karena-sepak-bola-adalah-soal-momentum","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/21\/kekalahan-arsenal-karena-sepak-bola-adalah-soal-momentum\/","title":{"rendered":"Kekalahan Arsenal: Karena Sepak Bola adalah Soal Momentum"},"content":{"rendered":"<p>Butuh satu hari untuk mendamaikan diri dari kekalahan <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/tag\/arsenal\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Arsenal<\/a> hari Minggu dini hari (20\/8) kemarin. Anda tahu apa alasannya? Karena terkadang, kekalahan sebuah klub tak hanya disebabkan oleh hal-hal selama pertandingan berlangsung. Karena sepak bola, untuk kekalahan Arsenal dari <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/20\/stoke-city-yang-menjadi-magnet\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Stoke City<\/a>, adalah tentang momentum.<\/p>\n<p>Laga 90 menit di bet365 Stadium menggambarkan dengan telak semua kelemahan Arsenal, mulai dari pendekatan cara bermain, pemilihan pemain, taktik pergantian pemain, hingga persiapan yang sudah dilakukan sebelum musim 2017\/2018 berjalan. Mau tak mau, meski sudah agak basi, <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/tag\/arsene-wenger\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Arsene Wenger<\/a> dan manajemen kembali sangat naif.<\/p>\n<p>Kita telusuri satu per satu.<\/p>\n<p><span style=\"font-size: 14pt\"><strong>Pemilihan pemain<\/strong><\/span><\/p>\n<p>Beberapa hari menjelang lawatan ke kandang Stoke City, Per Mertesacker sudah dinyatakan fit dan bisa bermain. Namun, Wenger tetap menurunkan <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/17\/sead-kolasinac-dan-arsenal\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Sead Kolasinac<\/a> dan Nacho Monreal sebagai bek tengah. Memang, keduanya bisa bermain sebagai bek tengah. Masalahnya terletak kepada keputusan Sang Profesor untuk menempatkan Hector Bellerin sebagai bek sayap kiri.<\/p>\n<p>Bek asal Spanyol ini sudah tidak berada dalam performa terbaik sejak paruh akhir musim lalu. Sayang, buruknya performa tersebut ia bawa ke musim baru. Melawan Leicester City di laga pembuka musim, Bellerin bermain di bawah standar, sebagai bek sayap kanan. Sebailiknya, <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/15\/skenario-karier-alex-oxlade-chamberlain\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Alex Oxlade-Chamberlain<\/a> bermain stabil, baik sebagai bek sayap kiri atau kanan.<\/p>\n<p>Banyak yang menyuarakan pentingnya Wenger memberi \u201csedikit hukuman\u201d kepada Bellerin. Caranya adalah dengan membangkucadangkan mantan pemain akademi Arsenal tersebut. Wenger memang mengembalikan Chamberlain ke sisi kanan. Namun, beliau menempatkan Bellerin di kiri, alih-alih di bangku cadangan.<\/p>\n<p>Akan jauh lebih efektif apabila menempatkan Kolasinac sebagai bek sayap kiri, yang memang menjadi posisi idealnya. Pun, ketika bermain sebagai bek tengah di kandang Stoke, mantan pemain Schalke tersebut tak bermain maksimal.<\/p>\n<p>Bellerin banyak membuang momentum, terutama ketika ia masuk ke kotak penalti. Ia tidak jeli melihat posisi penyerang yang meminta bola. Salah satu momentum yang terbuang adalah ketika ia mendapat ruang cukup bebas dan melepaskan tembakan ke arah gawang. Tembakan yang sangat akurat. Sangat akurat ke pelukan Jack Bultand, kiper Stoke.<\/p>\n<p>Jika lebih jeli dan sabar, Bellerin akan mendapati <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/30\/arsenal-butuh-alexandre-lacazette\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Alexandre Lacazette<\/a> yang bebas. Juru gedor asal Prancis tersebut berhasil menjauh dari bek Stoke yang menempel dirinya. Ia berdiri hampir sejajar dengan tiang dekat, sehingga, jika mendapatkan bola <em>cut back<\/em>, Lacazette akan dengan mudah memilih sasaran, bisa ke tiang dekat atau ke tiang jauh.<\/p>\n<p>Kesalahan memilih pemain, terbukti menjadi sebab terbuangnya momentum, yang bisa saja, mengubah jalannya laga.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 14pt\"><strong>Pergantian pemain<\/strong><\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_1099\" aria-describedby=\"caption-attachment-1099\" style=\"width: 678px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-1099 size-mh-magazine-content\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/02\/Granit-Xhaka-678x381.jpg\" alt=\"Sumbu pendek yang dimiliki Xhaka justru sering meledak dan merugikan timnya sendiri.\" width=\"678\" height=\"381\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-1099\" class=\"wp-caption-text\">Granit Xhaka bermain kurang baik<\/figcaption><\/figure>\n<p>Granit Xhaka memang tak bermain baik, jauh di bawah standar. Ia sering kehilangan bola, salah mengumpan, hingga kurang jeli mengambil keputusan. Bahkan, salah satu kesalahan mengambik keputusan berakhir dengan gol satu-satunya malam itu. Setelah salah mengumpan, Xhaka berusaha \u201cbertanggung jawab\u201d dengan meninggalkan areanya dan menekan pemain Stoke yang memegang bola.<\/p>\n<p>Keputusan yang keliru, lantaran pemain-pemain Stoke bisa memanfaatkan area yang sangat sangat sangat luas di depan kotak penalti.<\/p>\n<p>Namun, meski tak bermain baik, keberadaan Xhaka sebagai penyeimbang sangat penting. Ia memberikan akses umpan vertikal langsung ke depan kotak penalti. Di babak pertama, lewat permainan kombinasi di depan kotak penalti, The Gunners bisa masuk ke kotak penalti Stoke. Bahkan, beberapa kali langsung berhadapan dengan kiper lawan.<\/p>\n<p>Proses untuk melakukan pemainan kombinasi tersebut dihasilkan dari umpan vertikal dari Xhaka. Mesut \u00d6zil, jadi tak harus turun jauh ke bawah untuk menginisiasi umpan vertikal. Ia bisa terlibat dalam permainan kombinasi tersebut.<\/p>\n<p>Ketika Xhaka ditarik ke luar, maka keseimbangan tersebut hilang. Alasan Wenger untuk mengganti Xhaka sebenarnya masuk akal. Ia ingin menambah jumlah penyerang. Namun, kesalahan yang beliau lakukan adalah bukan memasukkan Lucas Perez. Ia justru memainkan Theo Walcott, yang tak efektif dalam situasi pertandingan tersebut.<\/p>\n<p>Taktik pergantian pemain Wenger dipertanyakan setelah ia membiarkan Danny Welbeck bermain selama 90 menit penuh. Sungguh lelucon, ketika Welbeck membuang banyak peluang, Wenger justru menarik keluar Lacazette yang lebih efektif dalam permainan kombinasi Arsenal.<\/p>\n<p>Keberadaan Welbeck dan Olivier Giroud, tanpa penyerang yang bisa melebar membuat Arsenal menjadi sangat monoton. Variasi serangan Arsenal berkurang dan di sini, keberadaan Walcott tak memberi dampak yang diharapkan. Walcott diharapkan bisa memberi opsi lebar lapangan dan menarik bek-bek Stoke yang menumpuk di kotak penalti.<\/p>\n<p>Wenger punya momentum menggantikan Welbeck sejak awal babak kedua, ketika ia belum membuang peluang lagi. Sayang, kebiasannya mengganti pemain di atas menit 65 membuat Arsenal kehilangan momentum.<br \/>\n<!--nextpage--><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 14pt\"><strong>Persiapan yang lambat<\/strong><\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_3673\" aria-describedby=\"caption-attachment-3673\" style=\"width: 678px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-3673 size-mh-magazine-content\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/lemar-678x381.jpg\" alt=\"Kekalahan Arsenal butuh Thomas Lemar\" width=\"678\" height=\"381\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-3673\" class=\"wp-caption-text\">Akankah Thomas Lemar berlabuh di Arsenal?<\/figcaption><\/figure>\n<p>Persiapan yang saya maksud adalah persiapan di jendela transfer. Saat ini, Arsenal tak punya gelandang yang bisa menggantikan Xhaka. Mereka yang bisa, Santi Cazorla dan Jack Wilshere, tengah absen karena masalah cedera dan kebugaran. Pun Wenger mestinya paham bahwa Aaron Ramsey bukan seorang penyeimbang lapangan tengah.<\/p>\n<p>Lambat membeli gelandang dengan spesifikasi seperti Xhaka membuat Wenger harus mengubah taktik, yang mana sungguh tak efektif ketika melawan Stoke. Cara yang sama mungkin manjur ketika melawan Leicester. Namun perlu diingat, melawan Leicester, Xhaka masih ada di lapangan dan membuat asis bagi gol Ramsey.<\/p>\n<p>Kelambanan di jendela transfer juga membuat Wenger tak bisa memainkan Thomas Lemar. Jika Lemar sudah bergabung sejak jauh-jauh hari, Wenger tak perlu memainkan Walcott yang performanya tengah kabur entah ke mana. Opsi dan variasi, juga sangat bergantung kepada momentum mendapatkan pemain yang tepat.<\/p>\n<p>Kehilangan momentum memboyong pemain yang tepat, membuat Wenger kehabisan opsi ketika situasi tak berpihak kepadanya.<\/p>\n<p>Ada baiknya Wenger tak membuang momentum lagi. Kekalahan ini pun juga momentum. Sebuah waktu untuk mempelajari segala kekurangan dan segera memperbaikinya. Mumpung liga masih panjang, dan masih banyak poin untuk diperbutkan.<\/p>\n<p>Jangan sampai meleset lagi, Prof!<\/p>\n<p><strong>Author:\u00a0<em>Yamadipati Seno (<a href=\"https:\/\/twitter.com\/arsenalskitchen\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">@arsenalskitchen<\/a>)<br \/>\n<\/em><\/strong><em>Koki Arsenal\u2019s Kitchen<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Butuh satu hari untuk mendamaikan diri dari kekalahan Arsenal hari Minggu dini hari (20\/8) kemarin. Anda tahu apa alasannya? Karena terkadang, kekalahan sebuah klub tak hanya disebabkan oleh hal-hal selama pertandingan berlangsung. Karena sepak bola, untuk kekalahan Arsenal dari Stoke City, adalah tentang momentum. Laga 90 menit di bet365 Stadium menggambarkan dengan telak semua kelemahan Arsenal, mulai dari pendekatan cara bermain, pemilihan pemain, taktik pergantian pemain, hingga persiapan yang sudah dilakukan sebelum musim 2017\/2018 berjalan. Mau tak mau, meski sudah agak basi, Arsene Wenger dan manajemen kembali sangat naif. Kita telusuri satu per satu. Pemilihan pemain Beberapa hari menjelang lawatan ke kandang Stoke City, Per Mertesacker sudah dinyatakan fit dan &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/21\/kekalahan-arsenal-karena-sepak-bola-adalah-soal-momentum\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Kekalahan Arsenal: Karena Sepak Bola adalah Soal Momentum&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":9469,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[89],"tags":[120,381,286,129,122],"class_list":["post-9468","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kolom","tag-arsenal","tag-arsene-wenger","tag-english-premier-league","tag-featured","tag-slider"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Kekalahan Arsenal: Karena Sepak Bola adalah Soal Momentum | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/21\/kekalahan-arsenal-karena-sepak-bola-adalah-soal-momentum\/\" \/>\n<link rel=\"next\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/21\/kekalahan-arsenal-karena-sepak-bola-adalah-soal-momentum\/2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kekalahan Arsenal: Karena Sepak Bola adalah Soal Momentum | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Butuh satu hari untuk mendamaikan diri dari kekalahan Arsenal hari Minggu dini hari (20\/8) kemarin. Anda tahu apa alasannya? Karena terkadang, kekalahan sebuah klub tak hanya disebabkan oleh hal-hal selama pertandingan berlangsung. Karena sepak bola, untuk kekalahan Arsenal dari Stoke City, adalah tentang momentum. Laga 90 menit di bet365 Stadium menggambarkan dengan telak semua kelemahan Arsenal, mulai dari pendekatan cara bermain, pemilihan pemain, taktik pergantian pemain, hingga persiapan yang sudah dilakukan sebelum musim 2017\/2018 berjalan. Mau tak mau, meski sudah agak basi, Arsene Wenger dan manajemen kembali sangat naif. Kita telusuri satu per satu. Pemilihan pemain Beberapa hari menjelang lawatan ke kandang Stoke City, Per Mertesacker sudah dinyatakan fit dan &hellip; Continue reading &quot;Kekalahan Arsenal: Karena Sepak Bola adalah Soal Momentum&quot;\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/21\/kekalahan-arsenal-karena-sepak-bola-adalah-soal-momentum\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-08-21T02:00:34+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/835622630.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"594\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"395\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/08\\\/21\\\/kekalahan-arsenal-karena-sepak-bola-adalah-soal-momentum\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/08\\\/21\\\/kekalahan-arsenal-karena-sepak-bola-adalah-soal-momentum\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"tribeindonesia\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"headline\":\"Kekalahan Arsenal: Karena Sepak Bola adalah Soal Momentum\",\"datePublished\":\"2017-08-21T02:00:34+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/08\\\/21\\\/kekalahan-arsenal-karena-sepak-bola-adalah-soal-momentum\\\/\"},\"wordCount\":903,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/08\\\/21\\\/kekalahan-arsenal-karena-sepak-bola-adalah-soal-momentum\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/08\\\/835622630.jpg\",\"keywords\":[\"Arsenal\",\"Arsene Wenger\",\"English Premier League\",\"Featured\",\"Slider\"],\"articleSection\":[\"Kolom\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/08\\\/21\\\/kekalahan-arsenal-karena-sepak-bola-adalah-soal-momentum\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/08\\\/21\\\/kekalahan-arsenal-karena-sepak-bola-adalah-soal-momentum\\\/\",\"name\":\"Kekalahan Arsenal: Karena Sepak Bola adalah Soal Momentum | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/08\\\/21\\\/kekalahan-arsenal-karena-sepak-bola-adalah-soal-momentum\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/08\\\/21\\\/kekalahan-arsenal-karena-sepak-bola-adalah-soal-momentum\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/08\\\/835622630.jpg\",\"datePublished\":\"2017-08-21T02:00:34+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/08\\\/21\\\/kekalahan-arsenal-karena-sepak-bola-adalah-soal-momentum\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/08\\\/21\\\/kekalahan-arsenal-karena-sepak-bola-adalah-soal-momentum\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/08\\\/835622630.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/08\\\/835622630.jpg\",\"width\":594,\"height\":395,\"caption\":\"Aksi Jese Rodriguez yang mencetak gol kemenangan Stoke\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/author\\\/tribeindonesia\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kekalahan Arsenal: Karena Sepak Bola adalah Soal Momentum | Football Tribe Indonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/21\/kekalahan-arsenal-karena-sepak-bola-adalah-soal-momentum\/","next":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/21\/kekalahan-arsenal-karena-sepak-bola-adalah-soal-momentum\/2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Kekalahan Arsenal: Karena Sepak Bola adalah Soal Momentum | Football Tribe Indonesia","og_description":"Butuh satu hari untuk mendamaikan diri dari kekalahan Arsenal hari Minggu dini hari (20\/8) kemarin. Anda tahu apa alasannya? Karena terkadang, kekalahan sebuah klub tak hanya disebabkan oleh hal-hal selama pertandingan berlangsung. Karena sepak bola, untuk kekalahan Arsenal dari Stoke City, adalah tentang momentum. Laga 90 menit di bet365 Stadium menggambarkan dengan telak semua kelemahan Arsenal, mulai dari pendekatan cara bermain, pemilihan pemain, taktik pergantian pemain, hingga persiapan yang sudah dilakukan sebelum musim 2017\/2018 berjalan. Mau tak mau, meski sudah agak basi, Arsene Wenger dan manajemen kembali sangat naif. Kita telusuri satu per satu. Pemilihan pemain Beberapa hari menjelang lawatan ke kandang Stoke City, Per Mertesacker sudah dinyatakan fit dan &hellip; Continue reading \"Kekalahan Arsenal: Karena Sepak Bola adalah Soal Momentum\"","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/21\/kekalahan-arsenal-karena-sepak-bola-adalah-soal-momentum\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2017-08-21T02:00:34+00:00","og_image":[{"width":594,"height":395,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/835622630.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/21\/kekalahan-arsenal-karena-sepak-bola-adalah-soal-momentum\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/21\/kekalahan-arsenal-karena-sepak-bola-adalah-soal-momentum\/"},"author":{"name":"tribeindonesia","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"headline":"Kekalahan Arsenal: Karena Sepak Bola adalah Soal Momentum","datePublished":"2017-08-21T02:00:34+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/21\/kekalahan-arsenal-karena-sepak-bola-adalah-soal-momentum\/"},"wordCount":903,"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/21\/kekalahan-arsenal-karena-sepak-bola-adalah-soal-momentum\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/835622630.jpg","keywords":["Arsenal","Arsene Wenger","English Premier League","Featured","Slider"],"articleSection":["Kolom"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/21\/kekalahan-arsenal-karena-sepak-bola-adalah-soal-momentum\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/21\/kekalahan-arsenal-karena-sepak-bola-adalah-soal-momentum\/","name":"Kekalahan Arsenal: Karena Sepak Bola adalah Soal Momentum | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/21\/kekalahan-arsenal-karena-sepak-bola-adalah-soal-momentum\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/21\/kekalahan-arsenal-karena-sepak-bola-adalah-soal-momentum\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/835622630.jpg","datePublished":"2017-08-21T02:00:34+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/21\/kekalahan-arsenal-karena-sepak-bola-adalah-soal-momentum\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/21\/kekalahan-arsenal-karena-sepak-bola-adalah-soal-momentum\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/835622630.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/835622630.jpg","width":594,"height":395,"caption":"Aksi Jese Rodriguez yang mencetak gol kemenangan Stoke"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9468","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9468"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9468\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9469"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9468"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9468"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9468"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}