{"id":9324,"date":"2017-08-18T11:05:10","date_gmt":"2017-08-18T04:05:10","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=9324"},"modified":"2018-02-28T13:09:02","modified_gmt":"2018-02-28T06:09:02","slug":"review-taktik-timnas-indonesia-u-22-di-dua-laga-awal-sea-games-2017","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/18\/review-taktik-timnas-indonesia-u-22-di-dua-laga-awal-sea-games-2017\/","title":{"rendered":"Review Taktik Timnas Indonesia U-22 di Dua Laga Awal SEA Games 2017"},"content":{"rendered":"<p>Setelah imbang 1-1 menghadapi Thailand di <em>matchday <\/em>pertama, Timnas U-22 mengalami peningkatan penampilan ketika menang 3-0 atas Filipina. Apa saja sisi positif yang dapat dipetik dari dua pertandingan tersebut? Mari simak ulasan taktik timnas Indonesia berikut:<\/p>\n<p><strong><em>Matchday <\/em><\/strong><strong>1 : Hasil imbang dan penampilan jauh dari ideal<\/strong><\/p>\n<p>Pada dasarnya, kedua tim menampilkan kualitas permainan yang sama. Dalam artian, keduanya belum menunjukan penampilan maksimal sesuai yang diharapkan oleh para pendukung dari masing-masing tim.<\/p>\n<p>Perbandingan sederhana bisa kita nilai berdasarkan kualitas pertandingan-pertandingan terdahulu. Thailand, misalnya. Salah satu pertandingan terbaik Thailand adalah ketika tim Gajah Putih menang 3-0 atas Malaysia dalam Kualifikasi AFC U-23. Saat itu, Thailand mampu menampilkan <em>build-up <\/em>yang lebih baik, yang mana mereka membangun sirkulasi bola yang lebih gradual. Tidak seperti ketika menghadapi <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/tag\/indonesia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Indonesia<\/a>, di mana Thailand lebih banyak memainkan bola-bola panjang prematur menyasar sayap.<\/p>\n<p>Satu-satunya gol Thailand sendiri, bagi pendukung Indonesia adalah gol <em>capek deh. <\/em>Gol ini lahir dikarenakan oleh kesalahan antisipasi kiper yang didahului oleh keberuntungan lain karena ada satu pemain Indonesia yang \u2018tertinggal\u2019 di kiri belakang. Ini menyebabkan dua pemain Thailand terdekat ke bola dan Kurniawan Kartika Ajie, berada dalam posisi <em>on-side<\/em>.<\/p>\n<p>Bagaimana dengan Indonesia? Walaupun unggul dalam penguasaan bola dan beberapa statistik lain, Indonesia dapat dikatakan masih jauh dari kualitas permainan ideal.<\/p>\n<p>Sama seperti Thailand, terutama di babak pertama, Indonesia terlihat banyak melepaskan umpan-umpan panjang menyasar sayap yang berakhir dengan hilangnya penguasaan bola. Tetapi, kalau dicermati lebih dekat, ada sisi positif yang bisa disempurnakan dan dimanfaatkan ke depannya. Apa itu? Jawabnya adalah Marinus Manewar. Beberapa kali, penyerang timnas kita ini mampu mengontrol dan menahan bola hasil umpan-umpan jauh dari <em>build-up<\/em>.<\/p>\n<p>Sayangnya, struktur posisional yang ada kurang mampu memberikan dukungan maksimal bagi Marinus serta kaitannya dengan progresi bola ke dalam kotak penalti Thailand. Di sinilah area di mana Luis Milla dapat menyempurnakan dan memanfaatkannya di pertandingan-pertandingan berikut.<\/p>\n<p>Bagaimana Milla memperbaiki dukungan (pergerakan tanpa bola) dari gelandang serang (yang biasanya diisi oleh Septian David Maulana) dan kedua sayap serang timnas akan mempertajam taktik penetrasi ke kotak penalti lawan.<\/p>\n<p>Sedikit mundur ke area bawah, di dalam <em>build-up <\/em>pun, tidak terlihat bangunan koneksi antarlini yang dapat menjembatani progresi bola dari area bawah \u00a0ke atas. Jarak besar antara David dan kedua sayap dikarenakan posisi kedua sayap yang terlalu terpaku di area sayap menjadi salah satu penyebab.<\/p>\n<p>Selain itu, di pos gelandang bertahan, posisi Evan dan Hargianto sering kali terlalu dekat dan sejajar secara horizontal. Hasilnya, <em>pressing <\/em>blok menengah Thailand dengan nyaman memblokir area tengah dan <em>half space<\/em>.<\/p>\n<blockquote class=\"twitter-tweet\">\n<p dir=\"ltr\" lang=\"in\">Setiap kali ED coba bantu build up, sejajar dg Hargianto, koneksi utk ke depan di dlm blok Thailand cm diakomodasi oleh Septian David<\/p>\n<p>\u2014 Qo&#8217;id Naufal A.A (@NovalAziz) <a href=\"https:\/\/twitter.com\/NovalAziz\/status\/897381232023003136\">August 15, 2017<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-size: 10pt;\">@NovalAziz mendeskripsikan situasi build-up Timnas<\/span><\/p>\n<p>Di babak kedua, penyesuaian posisi oleh Septian David dan sayap-sayap serang timnas membuat pemanfaatan ruang membaik. Walaupun belum terlalu memuaskan, tetapi timnas sukses menciptakan lebih banyak akses ke dalam kotak penalti lawan. Hasilnya, gol balasan tercipta yang diawali oleh pelanggaran pemain Thailand kepada Osvaldo Haay di dalam kotak penalti.<\/p>\n<p>Isu lain timnas, yang sebenarnya juga menjadi isu jamak di semua tim ASEAN, adalah <em>pressing <\/em>ke arah belakang. Contoh, ketika lawan berakselerasi ke sepertiga akhir, pemain-pemain gelandang sering kehilangan intensitas <em>pressing <\/em>untuk mengejarnya. Akibatnya, beban kerja lini belakang meningkat, karena selain harus mengawasi pemain lawan terdekat, para bek juga harus mengawasi serangan frontal dari pemain-pemain lawan yang masuk ke area gelandang bertahan.<\/p>\n<p>Pada akhirnya, kedua tim harus puas dengan hasil 1-1. Positifnya, di babak kedua, timnas Indonesia tampak lebih mendominasi jumlah penguasaan bola di area lawan dan menciptakan beberapa situasi yang menjanjikan. Dari kondisi ini, walaupun timnas gagal menambah gol, tetapi paling tidak bisa menambah kepercayaan diri dalam menghadapi Filipina di <em>matchday <\/em>kedua dua hari berselang.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><strong><em>Matchday <\/em><\/strong><strong>2: Menang dan disertai peningkatan performa<\/strong><\/p>\n<p>Luis Milla melakukan perubahan. Saddil Ramdani dan Yabes Roni diturunkan sejak awal sementara <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/03\/18\/mengenal-ezra-walian\/\"><strong>Ezra Walian<\/strong> menggantikan posisi Marinus sebagai penyerang tengah<\/a>. Di sektor belakang, Putu Gede Juni Antara menggantikan Gavin Kwan Adsit sebagai bek kanan.<\/p>\n<p>Sejak awal pertandingan berlangsung, Hansamu Yama dan kawan-kawan sudah menunjukan gejala-gejala perbaikan penampilan. Beberapa sisi positif taktik terlihat dan memberikan impak positif terhadap pola progresi bola.<\/p>\n<p>Pertama, Septian David Maulana mampu menemukan ruang yang pas di <em>halfspace <\/em>\u00a0di sekitar lini gelandang Filipina. Ini sering dilakukannya dalam fase <em>build-up<\/em>. Akibat positifnya, Evan Dimas (dan juga Hargianto) mampu mengakses David untuk kemudian timnas melakukan penetrasi ke sepertiga akhir Filipina.<\/p>\n<blockquote class=\"twitter-tweet\">\n<p dir=\"ltr\" lang=\"en\">Septian David has been good so far. Drop deep to connect with the 2nd line. Provides support for wide dynamic. Gets into the box in the<\/p>\n<p>\u2014 Ryan Tank (@ryantank100) <a href=\"https:\/\/twitter.com\/ryantank100\/status\/898170439540719617\">August 17, 2017<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-size: 10pt;\">Keterlibatan David dalam build-up<\/span><\/p>\n<p>David turun sedikit untuk menjadi jembatan progresi dari Evan Dimas ke pemain-pemain di area depan. Dengan pengambilan posisinya, David mampu menciptakan koneksi kuat dengan kedua gelandang sayap timnas di kiri dan kanan. Koneksi ini, terkadang, didukung pula oleh pergerakan ke atas oleh bek sayap. Kombinasi-kombinasi inilah yang membuat kedinamisan struktur Indonesia di sayap dan <em>halfspace <\/em>sisi bola terasa lebih kuat ketimbang di laga perdana.<\/p>\n<p>Selain itu, David juga memperlihatkan pemilihan waktu yang pas untuk masuk ke kotak penalti demi terlibat dalam fase eksekusi peluang. Gol pertama merupakan contoh efek maksimal pergerakan David ke dalam kotak penalti lawan.<\/p>\n<p>Perbaikan kedua adalah membaiknya pengambilan posisi ketiga gelandang tengah. Ketika menghadapi Thailand, seringnya Evan dan Hargianto berada dalam posisi sejajar dan berdekatan membuat progresi terhambat. Melawan Filipina, walaupun formasi serupa masih teridentifikasi, tetapi dalam beberapa kesempatan, ketiganya mampu menempatakn diri dengan lebih ideal dan menciptakan bentuk segitiga.<\/p>\n<p>Contoh, Evan menjemput bola di pos gelandang bertahan sementara Hargianto dan David berada di depannya dan <a href=\"http:\/\/fandom.id\/analisis\/taktik\/2016\/07\/membaca-analisis-taktik-untuk-pemula\/\">mengisi <strong>pos nomor 8<\/strong><\/a>. Evan menarik perhatian gelandang serang Filipina sementara David dan Hargianto mengikat masing-masing pemain sayap dan gelandang tengah lawan terdekat. Walaupun tidak menimbulkan banyak dampak positif, tetapi (sedikit) sisi positif ini tentu bisa dieksplorasi lebih jauh oleh Milla demi perbaikan taktik progresi.<\/p>\n<p>Perbaikan ketiga adalah pengambilan posisi gelandang sayap yang tidak selalu berdiri terlalu jauh dari posisi di mana David berada. Saddil, contohnya. Ada beberapa kesempatan Saddil ikut berperan sebagai gelandang serang bahkan gelandang tengah sekunder dengan cara masuk ke <em>hal space<\/em> dan menjadikan dirinya sebagai konektor serangan ke area atas.<\/p>\n<p>Sedikit atau banyak, kedinamisan struktur yang ditunjukan oleh pemain sayap dan gelandang serang timnas sudah barang tentu menambah keruwetan dalam sistem pertahanan lawan. Apalagi, di level ASEAN, <em>man to man marking <\/em>sering sekali diterapkan berlebihan dan menyebabkan banyak \u2018lubang\u2019 tercipta bagi lawan.<\/p>\n<p>Menghadapi Timor Leste yang banyak kedapatan kehilangan perlindungan di pos gelandang bertahan, kombinasi pergerakan tanpa bola David dengan kedua sayap atau penyerang tengah, berpotensi <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/13\/analisis-kompetitor-indonesia\/3\/\"><strong>mengeksploitasi area gelandang bertahan Timor Leste<\/strong><\/a>.<\/p>\n<p><strong>Bagaimana dengan isu taktik untuk <em>matchday <\/em>3?<\/strong><\/p>\n<p>Perhatikan tiga potongan video di bawah:<\/p>\n<blockquote class=\"twitter-tweet\">\n<p dir=\"ltr\" lang=\"en\"><a href=\"https:\/\/t.co\/k73ktkeoOU\">https:\/\/t.co\/k73ktkeoOU<\/a> Rep. Korea tried to exploit Timor Leste 6 post.<\/p>\n<p>\u2014 Ryan Tank (@ryantank100) <a href=\"https:\/\/twitter.com\/ryantank100\/status\/898258681388646400\">August 17, 2017<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-size: 10pt;\">Republik Korea menunjukan cara mengeksploitasi pos gelandang bertahan Timor Leste<\/span><\/p>\n<p>Di video pertama, perhatikan pemain bernomor punggung 5, Jorge Sabas Victor, yang merupakan gelandang bertahan Timor Leste. Di menit ke 46:24, karena <em>pressing<\/em> Jorge ke nomor 19 Korea Selatan, area di depan bek Timor Leste menjadi kosong. Akibatnya, ketika bek tengah Korea melepaskan umpan ke pos gelandang bertahan Timor Leste, Jorge sudah telanjur keluar dari posisinya menyebabkan bek tengah yang harus bergerak naik melindungi area tersebut.<\/p>\n<p>Di video kedua, lagi-lagi Jorge melakukan <em>press <\/em>ke depan ketika ia tidak harus melakukannya. Akibatnya, lagi-lagi, pemain Korea mendapatkan ruang dan waktu (<em>spatio-temporal gain<\/em>) di pos gelandang bertahan Timor Leste.<\/p>\n<p>Dalam banyak situasi, Timor Leste Timor bertahan dengan pola 4-1-4-1-0 atau 4-5-1-0 dan menggunakan Henrique Cruz, si penyerang tengah, untuk masuk ke pos gelandang serang guna memblokir akses umpan ke depan atau <em>dribble <\/em>yang mungkin dilakukan oleh gelandang lawan. Blokade Henrique secara tidak langsung menutup akses lawan ke pos gelandang bertahan Timor.<\/p>\n<p>Sehingga, ketika Henrique keluar dari posnya, saat itu kemudian lawan mendapatkan kesempatan mengakses pos gelandang bertahan Timor. Hal ini dapat Anda lihat di klip ketiga. Serangan balik Timor digagalkan (menit 50:44), Henrique telanjur bergerak jauh ke depan dan menyebabkan ruang di depan lini gelandang Timor terbuka. Pemain Korea segera memanfaatkan kondisi ini dengan melepaskan umpan vertikal (menit 50:49) ke area di depan bek Timor.<\/p>\n<p>Pemain-pemain Indonesia bisa mencoba mengadaptasi strategi Korea Selatan. Keunggulan teknis Evan Dimas, keberadaan David di pos gelandang serang, dan sayap-sayap yang dinamis, membuat Indonesia memiliki potensi memanfaatkan celah ini.<\/p>\n<p>Yang dapat dipelajari dari Korea Selatan adalah walaupun sukses mengidentifikasi kelemahan Timor, tetapi Korea hanya dapat mengakhiri pertandingan dengan skor 0-0. Apa sebabnya, tentu ada berbagai kemungkinan. Tetapi, salah satunya bersumber dari pemain-pemain Korea sendiri yang di dalam banyak kesempatan tidak menciptakan struktur dengan kelebaran maksimal.<\/p>\n<figure id=\"attachment_9325\" aria-describedby=\"caption-attachment-9325\" style=\"width: 678px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-9325 size-mh-magazine-content\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/ryan-tank-1-678x381.png\" alt=\"taktik timnas\" width=\"678\" height=\"381\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-9325\" class=\"wp-caption-text\">Korea tanpa kelebaran maksimal (tanpa pemain di area elips putih)<\/figcaption><\/figure>\n<p>Dengan kelebaran maksimal, tim <a href=\"http:\/\/fandom.id\/analisis\/taktik\/2015\/05\/soal-kompaksi-dan-beberapa-contoh-dari-pertandingan-akhir-pekan-lalu\/\">menyerang dapat memecah <strong><em>compactness<\/em><\/strong><\/a> (kerapatan) horizontal lawan dan memancing pemain-pemain lawan bergerak melebar. Dalam konteks ini, lawan yang bergerak melebar berpotensi membuka celah horizontal(biasanya antara bek sayap dengan bek tengah atau gelandang sayap dengan gelandang tengah) yang juga berarti mempermudah akses tim menyerang untuk masuk ke kotak penalti.<\/p>\n<p>Terkait hal di atas, adalah tugas gelandang serang atau bek sayap timnas Inonesia untuk mengisi area elips berwarna putih. Bila ini dilakukan secara konsisten, tentu saja kompleksitas tugas pertahanan Timor Leste bertambah. Dengan meningkatnya kompleksitas pertahanan, tentu membuat fokus pemain terpecah. Pada gilirannya, apakah hal ini diharapkan dapat menuntun Garuda Muda meraih tiga poin? Tentu saja!<\/p>\n<p><strong>Author:\u00a0<em>Ryan Tank (<a class=\"ProfileHeaderCard-screennameLink u-linkComplex js-nav\" href=\"https:\/\/twitter.com\/ryantank100\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span class=\"username u-dir\" dir=\"ltr\">@<b class=\"u-linkComplex-target\">ryantank100<\/b><\/span><\/a>)<\/em><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Setelah imbang 1-1 menghadapi Thailand di matchday pertama, Timnas U-22 mengalami peningkatan penampilan ketika menang 3-0 atas Filipina. Apa saja sisi positif yang dapat dipetik dari dua pertandingan tersebut? Mari simak ulasan taktik timnas Indonesia berikut: Matchday 1 : Hasil imbang dan penampilan jauh dari ideal Pada dasarnya, kedua tim menampilkan kualitas permainan yang sama. Dalam artian, keduanya belum menunjukan penampilan maksimal sesuai yang diharapkan oleh para pendukung dari masing-masing tim. Perbandingan sederhana bisa kita nilai berdasarkan kualitas pertandingan-pertandingan terdahulu. Thailand, misalnya. Salah satu pertandingan terbaik Thailand adalah ketika tim Gajah Putih menang 3-0 atas Malaysia dalam Kualifikasi AFC U-23. Saat itu, Thailand mampu menampilkan build-up yang lebih baik, yang &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/18\/review-taktik-timnas-indonesia-u-22-di-dua-laga-awal-sea-games-2017\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Review Taktik Timnas Indonesia U-22 di Dua Laga Awal SEA Games 2017&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":9197,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3018],"tags":[129,105,424,122,1688],"class_list":["post-9324","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-tribe-tank","tag-featured","tag-indonesia","tag-sea-games-2017","tag-slider","tag-taktik"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Review Taktik Timnas Indonesia U-22 di Dua Laga Awal SEA Games 2017 | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Setelah imbang 1-1 vs Thailand, Timnas U-22 mengalami peningkatan saat menang 3-0 atas Filipina. Simak review taktik timnas dalam dua laga awal!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/18\/review-taktik-timnas-indonesia-u-22-di-dua-laga-awal-sea-games-2017\/\" \/>\n<link rel=\"next\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/18\/review-taktik-timnas-indonesia-u-22-di-dua-laga-awal-sea-games-2017\/2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Review Taktik Timnas Indonesia U-22 di Dua Laga Awal SEA Games 2017 | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Setelah imbang 1-1 vs Thailand, Timnas U-22 mengalami peningkatan saat menang 3-0 atas Filipina. Simak review taktik timnas dalam dua laga awal!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/18\/review-taktik-timnas-indonesia-u-22-di-dua-laga-awal-sea-games-2017\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-08-18T04:05:10+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2018-02-28T06:09:02+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/7-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"4000\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"2666\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"8 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/08\\\/18\\\/review-taktik-timnas-indonesia-u-22-di-dua-laga-awal-sea-games-2017\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/08\\\/18\\\/review-taktik-timnas-indonesia-u-22-di-dua-laga-awal-sea-games-2017\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"tribeindonesia\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"headline\":\"Review Taktik Timnas Indonesia U-22 di Dua Laga Awal SEA Games 2017\",\"datePublished\":\"2017-08-18T04:05:10+00:00\",\"dateModified\":\"2018-02-28T06:09:02+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/08\\\/18\\\/review-taktik-timnas-indonesia-u-22-di-dua-laga-awal-sea-games-2017\\\/\"},\"wordCount\":1537,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/08\\\/18\\\/review-taktik-timnas-indonesia-u-22-di-dua-laga-awal-sea-games-2017\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/08\\\/7-1.jpg\",\"keywords\":[\"Featured\",\"Indonesia\",\"Sea Games 2017\",\"Slider\",\"Taktik\"],\"articleSection\":[\"Tribe Tank\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/08\\\/18\\\/review-taktik-timnas-indonesia-u-22-di-dua-laga-awal-sea-games-2017\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/08\\\/18\\\/review-taktik-timnas-indonesia-u-22-di-dua-laga-awal-sea-games-2017\\\/\",\"name\":\"Review Taktik Timnas Indonesia U-22 di Dua Laga Awal SEA Games 2017 | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/08\\\/18\\\/review-taktik-timnas-indonesia-u-22-di-dua-laga-awal-sea-games-2017\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/08\\\/18\\\/review-taktik-timnas-indonesia-u-22-di-dua-laga-awal-sea-games-2017\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/08\\\/7-1.jpg\",\"datePublished\":\"2017-08-18T04:05:10+00:00\",\"dateModified\":\"2018-02-28T06:09:02+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Setelah imbang 1-1 vs Thailand, Timnas U-22 mengalami peningkatan saat menang 3-0 atas Filipina. Simak review taktik timnas dalam dua laga awal!\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/08\\\/18\\\/review-taktik-timnas-indonesia-u-22-di-dua-laga-awal-sea-games-2017\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/08\\\/18\\\/review-taktik-timnas-indonesia-u-22-di-dua-laga-awal-sea-games-2017\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/08\\\/7-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/08\\\/7-1.jpg\",\"width\":4000,\"height\":2666,\"caption\":\"taktik timnas\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/author\\\/tribeindonesia\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Review Taktik Timnas Indonesia U-22 di Dua Laga Awal SEA Games 2017 | Football Tribe Indonesia","description":"Setelah imbang 1-1 vs Thailand, Timnas U-22 mengalami peningkatan saat menang 3-0 atas Filipina. Simak review taktik timnas dalam dua laga awal!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/18\/review-taktik-timnas-indonesia-u-22-di-dua-laga-awal-sea-games-2017\/","next":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/18\/review-taktik-timnas-indonesia-u-22-di-dua-laga-awal-sea-games-2017\/2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Review Taktik Timnas Indonesia U-22 di Dua Laga Awal SEA Games 2017 | Football Tribe Indonesia","og_description":"Setelah imbang 1-1 vs Thailand, Timnas U-22 mengalami peningkatan saat menang 3-0 atas Filipina. Simak review taktik timnas dalam dua laga awal!","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/18\/review-taktik-timnas-indonesia-u-22-di-dua-laga-awal-sea-games-2017\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2017-08-18T04:05:10+00:00","article_modified_time":"2018-02-28T06:09:02+00:00","og_image":[{"width":4000,"height":2666,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/7-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"8 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/18\/review-taktik-timnas-indonesia-u-22-di-dua-laga-awal-sea-games-2017\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/18\/review-taktik-timnas-indonesia-u-22-di-dua-laga-awal-sea-games-2017\/"},"author":{"name":"tribeindonesia","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"headline":"Review Taktik Timnas Indonesia U-22 di Dua Laga Awal SEA Games 2017","datePublished":"2017-08-18T04:05:10+00:00","dateModified":"2018-02-28T06:09:02+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/18\/review-taktik-timnas-indonesia-u-22-di-dua-laga-awal-sea-games-2017\/"},"wordCount":1537,"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/18\/review-taktik-timnas-indonesia-u-22-di-dua-laga-awal-sea-games-2017\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/7-1.jpg","keywords":["Featured","Indonesia","Sea Games 2017","Slider","Taktik"],"articleSection":["Tribe Tank"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/18\/review-taktik-timnas-indonesia-u-22-di-dua-laga-awal-sea-games-2017\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/18\/review-taktik-timnas-indonesia-u-22-di-dua-laga-awal-sea-games-2017\/","name":"Review Taktik Timnas Indonesia U-22 di Dua Laga Awal SEA Games 2017 | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/18\/review-taktik-timnas-indonesia-u-22-di-dua-laga-awal-sea-games-2017\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/18\/review-taktik-timnas-indonesia-u-22-di-dua-laga-awal-sea-games-2017\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/7-1.jpg","datePublished":"2017-08-18T04:05:10+00:00","dateModified":"2018-02-28T06:09:02+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Setelah imbang 1-1 vs Thailand, Timnas U-22 mengalami peningkatan saat menang 3-0 atas Filipina. Simak review taktik timnas dalam dua laga awal!","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/18\/review-taktik-timnas-indonesia-u-22-di-dua-laga-awal-sea-games-2017\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/18\/review-taktik-timnas-indonesia-u-22-di-dua-laga-awal-sea-games-2017\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/7-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/7-1.jpg","width":4000,"height":2666,"caption":"taktik timnas"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9324","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9324"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9324\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9197"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9324"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9324"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9324"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}