{"id":9216,"date":"2017-08-16T08:00:05","date_gmt":"2017-08-16T01:00:05","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=9216"},"modified":"2017-08-16T07:28:30","modified_gmt":"2017-08-16T00:28:30","slug":"persaingan-skuat-garuda-dan-gajah-putih","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/16\/persaingan-skuat-garuda-dan-gajah-putih\/","title":{"rendered":"Ketika Sayap Kiri Skuat Garuda dan Gajah Putih Bersaing Sengit di Laga Pembuka"},"content":{"rendered":"<p>\u201cSerupa, tapi tak sama,\u201d begitu ujar salah satu penonton pendukung timnas Indonesia di Stadion Shah Alam ketika saya tanya tanggapannya tentang laga Indonesia melawan Thailand. Anggapan yang bisa dibantah, namun tentu tak sulit untuk menganggukkan kepala tanda setuju dengan pernyataan ini. Sore kemarin, dari segala sudut pandang, Thailand dan Indonesia bak teman sepermainan yang kembali bertemu di taman bermain mereka dengan kekuatan yang berimbang. Pemandangan yang surealis, mengingat Thailand sering sekali melesat lebih jauh dari kita.<\/p>\n<p>Sudah <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/15\/awan-mendung-dari-bangkok\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">saya tuliskan sebelum laga<\/a> bahwa baik Thailand U-22 dan Indonesia U-22 akan saling beradu tanding di pos sayap. Selain karena keduanya kerap memainkan sepak bola dengan gaya bermain yang tak berbeda jauh, materi pemain yang mereka bawa ke SEA Games 2017 kali ini pun menunjang pendekatan taktikal dengan memanfaatkan sisi sayap masing-masing.<\/p>\n<p>Bila di Indonesia ada nama Febri Haryadi, <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/25\/saddil-ramdani-pemuda-penuh-harapan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Saddil Ramdani<\/a>, Osvaldo Haay hingga Yabes Roni dan Septian David Maulana yang mampu bermain melebar, di Thailand pun, kondisinya sama. Tiga pemain bintang Negeri Gajah Putih, dua di antaranya adalah gelandang sayap, yakni Chaiyawat Buran dan Sasalak Haiprakhon. Selain beradu gelandang sayap, baik Indonesia dan Thailand pun menghiasi skuat mereka dengan bek sayap mumpuni.<\/p>\n<p>Bila Garuda Muda mengusung nama Rezaldi \u2018Bule\u2019 Hehanussa dan Gavin Kwan Adsit di posisi bek sayap, Thailand tak mau ketinggalan dengan membawa nama Kevin Deeromram, penerus terbaik bagi kehebatan seorang Teerathon Bunmathan. Dan dengan komposisi inilah yang kemudian membuat laga sore hari kemarin (15\/8) berjalan layaknya adu tangguh sisi sayap kedua tim.<\/p>\n<figure style=\"width: 2000px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium\" src=\"http:\/\/www.kualalumpur2017.com.my\/img\/media_gallery\/orgb1502811584.75224.png\" width=\"2000\" height=\"1333\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Kredit: KL2017<\/figcaption><\/figure>\n<h3><strong>Dari Kevin Deeromram ke Rezaldi Hehanussa<\/strong><\/h3>\n<p>Babak pertama adalah mutlak milik Kevin Deeromram. Bek kiri Thailand bernomor punggung 11 ini tak hanya aktif menyerang dan rajin bertahan, namun juga piawai mengambil eksekusi bola mati. Kemampuan khusus yang membuatnya semakin mirip dengan seniornya, Teerathon. Cara menggiring bolanya begitu khas dengan kaki kiri yang menarik ditonton. Dalam satu momen di tepi lapangan di pertengahan babak pertama, ia mengejar bola liar dengan santai, menahannya sebentar dengan kaki kiri, memutar badan menghadap gawang, lalu melakukan <em>nutmeg <\/em>manis kepada Gavin Kwan yang berlari menyongsongnya<\/p>\n<p>Cantik sekali. Elegan dan berkelas.<\/p>\n<p>Ia juga yang bersama dengan Chaiyawat, meneror berkali-kali lini pertahanan sebelah kanan timnas. Tak hanya karena kedua penghuni sisi kiri Thailand begitu tangguh dan kuat, namun juga karena keduanya adalah tumpuan utama serangan timnas Thailand. Di sesi latihan terakhir sebelum laga perdana, pelatih Worrawoot Srimaka beberapa kali menerapkan <em>game <\/em>yang menitikberatkan serangan di sisi kiri. Maka ketika Chaiyawat memanfaatkan kesalahan Kurniawan Kartika Aji dan berujung gol, itu bukan hal yang mengagetkan.<\/p>\n<p>Babak pertama, sayap kiri Thailand unggul satu gol atas Indonesia.<\/p>\n<p>Tapi, itu hanya 45 menit pertama. Tiga menit usai sepak mula babak kedua, sisi kiri Indonesia tampil menggebrak. Bila di babak pertama anak asuh Luis Milla fokus di sisi kanan dengan bertumpu pada Gavin yang ofensif dan Febri yang <em>tricky, <\/em>di babak kedua, jatah ofensif dan fokus serangan beralih ke sisi kiri yang dihuni Osvaldo dan Rezaldi.<\/p>\n<p>Untuk hal ini, Bule, sapaan akrab Rezaldi, langsung tancap gas. Menit ke-48, usai melakukan kombinasi umpan dengan Osvaldo di sisi kanan pertahanan Thailand, Bule menekuk bola ke kaki terlemahnya di kaki kanan, menengok sekejap ke tiang jauh di kotak penalti Thailand, lalu mengirim umpan tarik yang jatuh tepat di arah lari Febri. Sialnya, sontekan kaki kanan Febri melenceng tipis di sisi kiri gawang Nont Muangnam.<\/p>\n<p>Tapi, di menit itu kemudian sisi sayap kiri Garuda Muda menebar peringatan awal yang berdentum keras bagi timnas Thailand.<\/p>\n<p>Menit ke-61, Bule, yang sukses melakukan intersep di bagian permainan Thailand dan bergerak melakukan gerak lari ke tengah, segera menyodorkan umpan kepada Osvaldo, gelandang muda Persipura yang berada dua meter di depannya. Melewati satu pemain, Osvaldo tepat berhadapan dengan Worawut Namvech, bek tengah tangguh milik Thailand yang sepanjang laga mengawasi Marinus Manewar.<\/p>\n<p>Dengan satu gerakan sederhana, Osvaldo menjauhkan bola tepat ketika Worawut sudah memasang kaki untuk mengambil bola. Keputusan cerdas karena tepat di momen itu, kaki panjang bek Thailand bernomor punggung 4 tersebut menghentikan lari gemulai pemuda Papua ini. Kombinasi Bule dan Osvaldo yang boleh dibilang menjadi asis bagi gol penalti Septian David. Kerja kombinasi menarik yang sialnya, baru dilakukan dan efektif di babak kedua.<\/p>\n<p>Babak kedua menit ke-62, sayap kiri Indonesia berbagi skor sama dengan Thailand, 1-1. Dan skor ini yang kemudian bertahan sampai akhir laga.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<figure style=\"width: 2000px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium\" src=\"http:\/\/www.kualalumpur2017.com.my\/img\/media_gallery\/orgb1502811564.90364.png\" width=\"2000\" height=\"1334\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Kredit: KL2017<\/figcaption><\/figure>\n<h3><strong>Berbagi kelemahan di sektor bek kanan<\/strong><\/h3>\n<p>Ini yang kembali menegaskan bahwa sebenarnya, Thailand dan Indonesia begitu serupa di sepak bola kecuali prestasi, tentu saja.<\/p>\n<p>Di skuat kali ini, berdasarkan konferensi pers pelatih Thailand, Worrawoot Srimaka, ia secara terbuka mengakui bahwa timnya tak memiliki bek sayap kanan yang mumpuni. Bahkan, Srimaka menegaskan secara pasti bahwa tidak ada bek sayap kanan murni di skuatnya kali ini. Rattanakorn Maikami yang dimainkan sebagai bek kanan di pertandingan kemarin, sejatinya adalah gelandang tengah. Praktis, sejak era Tristan Do yang kini tengah menapak karier di tim senior, regenerasi bek kanan di Thailand tak berjalan mulus.<\/p>\n<p>Situasi serupa, sebenarnya dialami Indonesia. Gavin Kwan bukan bek sayap kanan murni. Ia pernah bermain sebagai penyerang pun juga sempat mencicipi karier sebagai gelandang sayap. Transformasi posisi yang kemudian membuatnya fasih bermain di bek sayap, sekilas tampak seperti upaya J\u00fcrgen Klopp kala memasang James Milner di pos bek kiri Liverpool.<\/p>\n<p>Gavin, tentu berbeda dengan Putu Gede Juni Antara yang murni seorang bek kanan. Secara defensif, Putu Gede jelas menonjol. Namun, Gavin menawarkan dimensi berbeda. Bersanding dengan gelandang sayap kanan bertipe <em>inverted <\/em>seperti Febri, Gavin menawarkan kesempatan melakukan <em>overload <\/em>di <em>halfspace <\/em>pertahanan lawan yang bisa berujung pada proses penciptaan peluang mencetak gol. Dan sisi ofensif Gavin yang kemudian dimanfaatkan beberapa kali oleh Thailand untuk menusuk dari pos tempat ia berada. Gavin bukan pemain buruk, namun, ia tentu tak selalu tepat waktu untuk turun ke belakang, bukan?<\/p>\n<p>Rattanakorn Maikami bermain sangat buruk di laga ini dan beberapa kawan media Thailand bahkan menyebut pemain bernomor punggung 17 ini sebagai kartu mati. Dari skala 1 sampai 10, beberapa dari mereka sepakat memberi angka 4 dan 5, bahkan 3, bagi sang pemain.<\/p>\n<p>Gavin, di satu sisi, tentu tak seburuk Rattanakorn. Performanya membaik di babak kedua, salah satu hal yang menyebabkan Chaiyawat Buran beralih ke posisi sentral setelah sebelumnya bergentayangan di sisi kiri sepanjang babak pertama. Tapi kalau boleh jujur, performa bek kanan masing-masing tim yang tak prima di laga ini turut memberi sumbangsih pada skor akhir yang diraih kedua kesebelasan.<\/p>\n<p>Sebuah hasil akhir yang ideal, walau tentu saja, sebuah tiga angka terasa jauh lebih melegakan dari satu angka, betul?<\/p>\n<p><strong>Author: <\/strong><em><strong>Isidorus Rio Turangga (<a class=\"ProfileHeaderCard-screennameLink u-linkComplex js-nav\" href=\"https:\/\/twitter.com\/temannyagreg\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span class=\"username u-dir\" dir=\"ltr\">@<b class=\"u-linkComplex-target\">temannyagreg<\/b><\/span><\/a>)<\/strong><br \/>\n<\/em><em>Tukang masak dan bisa sedikit baca tulis<\/em><\/p>\n<p><em>\u00a0<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u201cSerupa, tapi tak sama,\u201d begitu ujar salah satu penonton pendukung timnas Indonesia di Stadion Shah Alam ketika saya tanya tanggapannya tentang laga Indonesia melawan Thailand. Anggapan yang bisa dibantah, namun tentu tak sulit untuk menganggukkan kepala tanda setuju dengan pernyataan ini. Sore kemarin, dari segala sudut pandang, Thailand dan Indonesia bak teman sepermainan yang kembali bertemu di taman bermain mereka dengan kekuatan yang berimbang. Pemandangan yang surealis, mengingat Thailand sering sekali melesat lebih jauh dari kita. Sudah saya tuliskan sebelum laga bahwa baik Thailand U-22 dan Indonesia U-22 akan saling beradu tanding di pos sayap. Selain karena keduanya kerap memainkan sepak bola dengan gaya bermain yang tak berbeda jauh, materi &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/16\/persaingan-skuat-garuda-dan-gajah-putih\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Ketika Sayap Kiri Skuat Garuda dan Gajah Putih Bersaing Sengit di Laga Pembuka&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":9217,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[88,86],"tags":[129,424,122,299],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Ketika Sayap Kiri Skuat Garuda dan Gajah Putih Bersaing Sengit di Laga Pembuka | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Materi pemain yang mereka bawa ke SEA Games 2017 kali ini pun menunjang pendekatan taktikal dengan memanfaatkan sisi sayap masing-masing\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/16\/persaingan-skuat-garuda-dan-gajah-putih\/\" \/>\n<link rel=\"next\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/16\/persaingan-skuat-garuda-dan-gajah-putih\/2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Ketika Sayap Kiri Skuat Garuda dan Gajah Putih Bersaing Sengit di Laga Pembuka | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Materi pemain yang mereka bawa ke SEA Games 2017 kali ini pun menunjang pendekatan taktikal dengan memanfaatkan sisi sayap masing-masing\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/16\/persaingan-skuat-garuda-dan-gajah-putih\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-08-16T01:00:05+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2017-08-16T00:28:30+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/orgb1502811584.75224.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2000\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1333\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/16\/persaingan-skuat-garuda-dan-gajah-putih\/\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/16\/persaingan-skuat-garuda-dan-gajah-putih\/\",\"name\":\"Ketika Sayap Kiri Skuat Garuda dan Gajah Putih Bersaing Sengit di Laga Pembuka | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/16\/persaingan-skuat-garuda-dan-gajah-putih\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/16\/persaingan-skuat-garuda-dan-gajah-putih\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/orgb1502811584.75224.jpg\",\"datePublished\":\"2017-08-16T01:00:05+00:00\",\"dateModified\":\"2017-08-16T00:28:30+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Materi pemain yang mereka bawa ke SEA Games 2017 kali ini pun menunjang pendekatan taktikal dengan memanfaatkan sisi sayap masing-masing\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/16\/persaingan-skuat-garuda-dan-gajah-putih\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/16\/persaingan-skuat-garuda-dan-gajah-putih\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/orgb1502811584.75224.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/orgb1502811584.75224.jpg\",\"width\":2000,\"height\":1333,\"caption\":\"Kredit: KL2017\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Ketika Sayap Kiri Skuat Garuda dan Gajah Putih Bersaing Sengit di Laga Pembuka | Football Tribe Indonesia","description":"Materi pemain yang mereka bawa ke SEA Games 2017 kali ini pun menunjang pendekatan taktikal dengan memanfaatkan sisi sayap masing-masing","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/16\/persaingan-skuat-garuda-dan-gajah-putih\/","next":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/16\/persaingan-skuat-garuda-dan-gajah-putih\/2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Ketika Sayap Kiri Skuat Garuda dan Gajah Putih Bersaing Sengit di Laga Pembuka | Football Tribe Indonesia","og_description":"Materi pemain yang mereka bawa ke SEA Games 2017 kali ini pun menunjang pendekatan taktikal dengan memanfaatkan sisi sayap masing-masing","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/16\/persaingan-skuat-garuda-dan-gajah-putih\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2017-08-16T01:00:05+00:00","article_modified_time":"2017-08-16T00:28:30+00:00","og_image":[{"width":2000,"height":1333,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/orgb1502811584.75224.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/16\/persaingan-skuat-garuda-dan-gajah-putih\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/16\/persaingan-skuat-garuda-dan-gajah-putih\/","name":"Ketika Sayap Kiri Skuat Garuda dan Gajah Putih Bersaing Sengit di Laga Pembuka | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/16\/persaingan-skuat-garuda-dan-gajah-putih\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/16\/persaingan-skuat-garuda-dan-gajah-putih\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/orgb1502811584.75224.jpg","datePublished":"2017-08-16T01:00:05+00:00","dateModified":"2017-08-16T00:28:30+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Materi pemain yang mereka bawa ke SEA Games 2017 kali ini pun menunjang pendekatan taktikal dengan memanfaatkan sisi sayap masing-masing","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/16\/persaingan-skuat-garuda-dan-gajah-putih\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/16\/persaingan-skuat-garuda-dan-gajah-putih\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/orgb1502811584.75224.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/orgb1502811584.75224.jpg","width":2000,"height":1333,"caption":"Kredit: KL2017"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9216"}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9216"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9216\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9217"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9216"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9216"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9216"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}