{"id":9119,"date":"2017-08-14T15:00:22","date_gmt":"2017-08-14T08:00:22","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=9119"},"modified":"2017-08-14T14:17:00","modified_gmt":"2017-08-14T07:17:00","slug":"perkembangan-sepak-bola-asia-tenggara","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/14\/perkembangan-sepak-bola-asia-tenggara\/","title":{"rendered":"Sepak Bola Asia Tenggara: Sejauh Mana Perkembangannya?"},"content":{"rendered":"<p>Berbicara tentang sepak bola dunia, tentu orang akan mengacu pada Amerika Latin dan Eropa. Wajar saja, karena kita sudah tahu pemain-pemain kelas dunia berasal dari negara-negara Latin dan Benua Biru. Jika Argentina dan Brasil selama ini selalu menjadi kekuatan sepak bola dunia dari Amerika Selatan, saat ini kebangkitan Uruguay, Cile, Meksiko, dan Kolombia juga tidak bisa diremehkan.<\/p>\n<p>Di Eropa sendiri, tentu kita sudah tahu popularitas Liga Primer Inggris, Bundesliga, Serie A, La Liga hingga yang terkecil, Ligue 1 Prancis. Di level timnas, kita sudah mengetahui reputasi tim nasional Spanyol, Italia, Perancis hingga Jerman. Kebangkitan Belgia dengan kehadiran pemain-pemain sekelas <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/09\/romelu-lukaku-berawal-dari-saling-tunggu\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Romelu Lukaku<\/a>, <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/13\/bila-marouane-fellaini-ke-barcelona\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Marouane Fellaini<\/a>, Radja Nainggolan, Jan Vertonghen, Kevin De Bruyne dan kolega juga menambah semarak perkembangan sepak bola dunia.<\/p>\n<p>Perkembangan sepak bola Afrika juga cukup menggembirakan. Beberapa negara seperti Pantai Gading dan Kamerun termasuk menjadi langganan tampil Piala Dunia. Pemain-pemain seperti Didier Drogba, Emmanuel Adebayor, Samuel Eto\u2019o, Toure bersaudara dan Mohamad Salah, menjadi bintang sepak bola yang dikagumi dunia.<\/p>\n<p>Tetapi, beberapa negara Asia juga mulai bangkit sepak bolanya. Jepang dan Korea Selatan, misalnya. Mereka juga mengalami kemajuan yang cukup signifikan. Korea Selatan sudah mampu berbicara dengan meraih medali perunggu di cabang sepak bola pada Olimpiade 2012 di London. Di Piala Dunia, Jepang dan Korea Selatan mampu melaju ke babak kedua di luar negaranya saat Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan.<\/p>\n<p>Nah, pertanyaannya: bagaimana perkembangan sepak bola Asia Tenggara? Apakah wilayah ini hanya dikenal sebagai pasar potensial saja karena animo penontonnya yang besar saja? Lalu, kenapa prestasi negara-negara ASEAN di level dunia terkesan jalan di tempat?<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/cambodia-and-malaysia-teams-enter-the-field-prior-to-kick-off-during-picture-id624612548?k=6&amp;m=624612548&amp;s=594x594&amp;w=0&amp;h=C-tSkBL7gkRKdPLXHkj4aCpWpGL7m2iPBbjWY_Si_n4=\" width=\"594\" height=\"396\" \/><\/p>\n<h3><strong>Faktor-faktor penyebab sepak bola ASEAN masih tertinggal<\/strong><\/h3>\n<p>Titik terendah sepak bola Asia Tenggara adalah saat Piala Asia 2011. Di tahun tersebut, tidak ada satu wakil pun dari ASEAN yang berkompetisi di ajang bergengsi seluruh Asia itu. Lalu, apa saja ya yang membuat sepak bola ASEAN belum seperti negara-negara Asia lain?<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Pengembangan pemain usia muda<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p>Jelas ini menjadi faktor penting yang tidak bisa dianggap remeh. Di negara-negara yang sepak bolanya sudah maju, tiap klub mempunyai akademi usia muda tempat para pemain memulai karier dan belajar banyak hal. Bila di Thailand hal ini mulai diterapkan, lain halnya dengan Indonesia, misalnya.<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Kompetisi yang berkualitas dan berjenjang<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p>Masih ada hubungannya dengan pengembangan sepak bola usia dini. Kompetisi untuk segala jenjang usia jelas penting untuk perkembangan karier si pemain muda. Jika kompetisi usia muda terhambat, lalu bagaimana nasib masa depan si pemain nantinya?<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Infrastruktur <\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p>Tidak semua negara ASEAN memiliki infrastruktur sepak bola yang baik. Di Indonesia saja, misalnya. Tidak semua lapangan bola itu memenuhi standar. Bahkan, kondisi rumputnya banyak juga yang sudah buruk. Kurangnya lahan kosong yang bisa dikembangkan menjadi fasilitas olahraga (karena efek pembangunan) menghambat para bakat muda untuk terus bermain dan mengeksplorasi bakat mereka.<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Kurangnya uji coba melawan tim-tim tangguh<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p>Ini juga diakui oleh Pelatih BEC Tero Sasana, Peter Butler. Tim-tim Asia Tenggara perlu melakukan uji coba melawan lawan-lawan yang lebih tangguh dari Asia Timur, Asia Barat, Afrika, atau Amerika Latin dan Eropa. Tidak hanya sekedar uji coba menjelang turnamen akbar saja.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/thailands-siroch-chatthong-celebrates-with-his-teammates-after-a-picture-id630182970?k=6&amp;m=630182970&amp;s=594x594&amp;w=0&amp;h=9YgODK2R0s2GrFyYfy_jlo6urUNsNh7AGOrdnSR8w14=\" width=\"594\" height=\"395\" \/><\/p>\n<h3><strong>Belajar dari kemajuan sepak bola Thailand<\/strong><\/h3>\n<p>Sepak bola Thailand mulai mendapat perhatian saat lolos ke babak kualifikasi akhir zona Asia Piala Dunia 2002. Waktu itu, mereka dilatih mantan pemain Aston Villa, Peter Withe. Namun, setelah itu sepak bola Thailand sempat mengalami kemunduran prestasi karena satu dan lain hal.<\/p>\n<p>Kehadiran mantan pemain legendaris, Kiatisuk Senamuang, membuat harapan kemajuan sepak bola negeri Gajah Putih ini bangkit lagi. Pemain yang dijuluki Zico ini berhasil membawa timnas Thailand U-23 menjuarai SEA Games 2013 di Myanmar dan menduduki posisi empat besar ASIAN Games setahun kemudian dan Piala AFF 2014.<\/p>\n<p>Pengelolaan liga secara profesional juga diterapkan. Sekalipun sempat mengalami masalah karena Presiden Federasi Sepak Bola Thailand <a href=\"http:\/\/fandom.id\/analisis\/finansial\/2015\/09\/kunci-sukses-perkembangan-sepak-bola-thailand\/\">(FAT), Worawi Makudi<\/a>, dipenjara akibat pemalsuan aset pada 2013, tetapi klub-klub tetap disiplin dalam mengelola aset mereka dan terus membangun pencitraan yang menarik.<\/p>\n<p>Selain itu, giatnya mereka membangun <em>branding<\/em> yang berkiblat pada sepak bola Eropa diikuti pula oleh prestasi klub Thailand di ajang Liga Champions Asia. Muangthong United berhasil melaju ke babak 16 besar Liga Champions Asia tahun ini. Sekalipun kalah dari wakil Jepang Kawasaki Frontale, setidaknya ada kebanggaan bahwa wakil ASEAN bisa berbicara di kompetisi antarklub bergengsi Asia ini.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/francelina-cabral-of-the-democratic-republic-of-timorleste-carries-picture-id586319938?k=6&amp;m=586319938&amp;s=594x594&amp;w=0&amp;h=AN9phUGSlDpcbweT96MvKQcHGVFKrtQp7L6xNdNnc7c=\" width=\"594\" height=\"378\" \/><\/p>\n<h3><strong>Bangkitnya Timor Leste<\/strong><\/h3>\n<p>Bicara soal sepak bola, \u201csaudara muda\u201d Indonesia ini memang masih belum apa-apa dibanding Thailand atau Malaysia. Namun, keberhasilan menjadi semifinalis di ajang AFF U-19 2016 membuat negara ini menjadi sorotan.<\/p>\n<p>Menjadi negara dengan salah satu bahasa resminya adalah bahasa Portugis, memberikan keuntungan tersendiri bagi sepak bola. Ya, Timor Leste memanfaatkan kedekatan dengan Portugal dan Brasil untuk mengirim bakat-bakat mudanya di klub-klub negeri Samba ini.<\/p>\n<p>Bahkan, tim nasional senior Timor Leste berhasil mengejutkan dengan menahan Malaysia di kualifikasi Piala Dunia grup Asia 1-1. Dan lebih hebat lagi, ini terjadi di stadion kebanggaan Malaysia yaitu Stadion Bukit Jalil!<\/p>\n<p>Liga Timor Leste juga tengah berkembang. Bahkan saat sepak bola Indonesia mengalami kemandekan akibat sanksi FIFA, banyak bintang negeri ini yang merantau ke bekas provinsi Indonesia tersebut. Padahal liga yang bernama Liga Futebol Amadora baru resmi bergulir awal tahun lalu!<\/p>\n<p>Nah, tentunya kita berharap Indonesia juga terus membenahi sepak bolanya dengan mengadakan kompetisi usia dini secara rutin serta pengelolaan kompetisi yang lebih profesional dan menarik. Tentu kita bisa mewujudkan itu selagi mempunyai keinginan dan niat yang kuat. Jika negara lain bisa, tentu kita juga bisa, bukan?<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Author: <em>Yasmeen Rasidi (<a class=\"ProfileHeaderCard-screennameLink u-linkComplex js-nav\" href=\"https:\/\/twitter.com\/melatee2512\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span class=\"username u-dir\" dir=\"ltr\">@<b class=\"u-linkComplex-target\">melatee2512<\/b><\/span><\/a>)<\/em><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Berbicara tentang sepak bola dunia, tentu orang akan mengacu pada Amerika Latin dan Eropa. Wajar saja, karena kita sudah tahu pemain-pemain kelas dunia berasal dari negara-negara Latin dan Benua Biru. Jika Argentina dan Brasil selama ini selalu menjadi kekuatan sepak bola dunia dari Amerika Selatan, saat ini kebangkitan Uruguay, Cile, Meksiko, dan Kolombia juga tidak bisa diremehkan. Di Eropa sendiri, tentu kita sudah tahu popularitas Liga Primer Inggris, Bundesliga, Serie A, La Liga hingga yang terkecil, Ligue 1 Prancis. Di level timnas, kita sudah mengetahui reputasi tim nasional Spanyol, Italia, Perancis hingga Jerman. Kebangkitan Belgia dengan kehadiran pemain-pemain sekelas Romelu Lukaku, Marouane Fellaini, Radja Nainggolan, Jan Vertonghen, Kevin De Bruyne &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/14\/perkembangan-sepak-bola-asia-tenggara\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Sepak Bola Asia Tenggara: Sejauh Mana Perkembangannya?&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":9120,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[82,79],"tags":[171,129,424],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Sepak Bola Asia Tenggara: Sejauh Mana Perkembangannya? | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Apakah sepak bola wilayah Asia Tenggara hanya dikenal sebagai pasar potensial saja karena animo penontonnya yang besar saja?\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/14\/perkembangan-sepak-bola-asia-tenggara\/\" \/>\n<link rel=\"next\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/14\/perkembangan-sepak-bola-asia-tenggara\/2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Sepak Bola Asia Tenggara: Sejauh Mana Perkembangannya? | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Apakah sepak bola wilayah Asia Tenggara hanya dikenal sebagai pasar potensial saja karena animo penontonnya yang besar saja?\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/14\/perkembangan-sepak-bola-asia-tenggara\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-08-14T08:00:22+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2017-08-14T07:17:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/630182962.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"594\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"395\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/14\/perkembangan-sepak-bola-asia-tenggara\/\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/14\/perkembangan-sepak-bola-asia-tenggara\/\",\"name\":\"Sepak Bola Asia Tenggara: Sejauh Mana Perkembangannya? | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/14\/perkembangan-sepak-bola-asia-tenggara\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/14\/perkembangan-sepak-bola-asia-tenggara\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/630182962.jpg\",\"datePublished\":\"2017-08-14T08:00:22+00:00\",\"dateModified\":\"2017-08-14T07:17:00+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Apakah sepak bola wilayah Asia Tenggara hanya dikenal sebagai pasar potensial saja karena animo penontonnya yang besar saja?\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/14\/perkembangan-sepak-bola-asia-tenggara\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/14\/perkembangan-sepak-bola-asia-tenggara\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/630182962.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/630182962.jpg\",\"width\":594,\"height\":395,\"caption\":\"Sepak Bola\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Sepak Bola Asia Tenggara: Sejauh Mana Perkembangannya? | Football Tribe Indonesia","description":"Apakah sepak bola wilayah Asia Tenggara hanya dikenal sebagai pasar potensial saja karena animo penontonnya yang besar saja?","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/14\/perkembangan-sepak-bola-asia-tenggara\/","next":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/14\/perkembangan-sepak-bola-asia-tenggara\/2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Sepak Bola Asia Tenggara: Sejauh Mana Perkembangannya? | Football Tribe Indonesia","og_description":"Apakah sepak bola wilayah Asia Tenggara hanya dikenal sebagai pasar potensial saja karena animo penontonnya yang besar saja?","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/14\/perkembangan-sepak-bola-asia-tenggara\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2017-08-14T08:00:22+00:00","article_modified_time":"2017-08-14T07:17:00+00:00","og_image":[{"width":594,"height":395,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/630182962.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/14\/perkembangan-sepak-bola-asia-tenggara\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/14\/perkembangan-sepak-bola-asia-tenggara\/","name":"Sepak Bola Asia Tenggara: Sejauh Mana Perkembangannya? | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/14\/perkembangan-sepak-bola-asia-tenggara\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/14\/perkembangan-sepak-bola-asia-tenggara\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/630182962.jpg","datePublished":"2017-08-14T08:00:22+00:00","dateModified":"2017-08-14T07:17:00+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Apakah sepak bola wilayah Asia Tenggara hanya dikenal sebagai pasar potensial saja karena animo penontonnya yang besar saja?","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/14\/perkembangan-sepak-bola-asia-tenggara\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/14\/perkembangan-sepak-bola-asia-tenggara\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/630182962.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/630182962.jpg","width":594,"height":395,"caption":"Sepak Bola"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9119"}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9119"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9119\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9120"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9119"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9119"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9119"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}