{"id":9066,"date":"2017-08-14T08:00:08","date_gmt":"2017-08-14T01:00:08","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=9066"},"modified":"2017-08-13T23:38:41","modified_gmt":"2017-08-13T16:38:41","slug":"sepak-bola-indonesia-sepanjang-sea-games","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/14\/sepak-bola-indonesia-sepanjang-sea-games\/","title":{"rendered":"Kenangan Tak Terlupakan Sepak Bola Indonesia Sepanjang SEA Games"},"content":{"rendered":"<p>Hari ini, cabang sepak bola di SEA Games 2017 Malaysia akan dimulai dengan Grup A akan mementaskan laga perdananya. Dan timnas Indonesia U-22 akan melakoni laga perdananya melawan Thailand di penyisihan grup B, Selasa, 15 Agustus 2017, di Stadion Shah Alam, Kuala Lumpur.<\/p>\n<p>Indonesia berada di Grup B yang berisikan Thailand, Timor Leste, Kamboja, Vietnam, dan Filipina. Dengan jumlah laga yang lebih banyak, tentu diharapkan pasukan asuhan Luis Milla ini bisa tampil prima sepanjang laga penyisihan agar bisa lolos ke semifinal.<\/p>\n<p>Untuk menyambut laga pertama Evan Dimas dan kolega, mari kita menyimak kisah-kisah heroik tak terlupakan timnas Garuda sepanjang keikutsertaan di ajang terbesar se-Asia Tenggara ini.<\/p>\n<figure style=\"width: 640px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium\" src=\"http:\/\/cdn0-a.production.images.static6.com\/Inx1BicItpUP88RfcmzNPb4kwOs=\/640x355\/smart\/filters:quality(75):strip_icc():format(jpeg)\/liputan6-media-production\/medias\/1664655\/original\/026496400_1501534721-2017-07-31-PHOTO-00000001__1_.jpg\" width=\"640\" height=\"355\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Kredit: Liputan 6<\/figcaption><\/figure>\n<h3><strong>Medali perak di rumah sendiri (SEA G<\/strong><strong>ames<\/strong><strong> 1979, Jakarta)<\/strong><\/h3>\n<p>Timnas Indonesia saat itu dilatih oleh pelatih legendaris Belanda, Wiel Coerver. Bintang-bintang lapangan hijau pada masa itu ada Risdianto, Dede Sulaiman, dan almarhum Ronny Pattinasarany. Menurut pengakuan Dede, Wiel Coerver dalam melatih benar-benar membangun karakter tim sekaligus melatih fisik para pemainnya.\u00a0 Selain itu, tim kepelatihan Coerver rela melancong ke daerah-daerah untuk menemukan bakat-bakat terbaik negeri ini. Upaya yang agaknya sudah mulai langka saat ini.<\/p>\n<p>Indonesia mengalahkan Thailand lewat adu penalti yang dramatis di semifinal. Di partai puncak, tim Merah Putih berhadapan dengan Malaysia. Sayangnya, bermain habis-habisan di depan puluhan ribu penonton di Gelora Bung Karno, Risdianto dan kolega harus takluk 0-1 dari Harimau Malaya.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/4.bp.blogspot.com\/-jsx3mAQEYPM\/TsHRzeJj2tI\/AAAAAAAAASY\/z9efYDH9CSc\/s1600\/Timnas+Indonesia+di+SEA+Games+1987.jpg\" width=\"720\" height=\"458\" \/><\/p>\n<h3><strong>Medali emas pertama (SEA G<\/strong><strong>ames<\/strong><strong> 1987, Jakarta)<\/strong><\/h3>\n<p>Kenangan 30 tahun lalu ini tidak akan terlupakan bagi pencinta sepak bola nasional. Ya, di tahun ini Indonesia berhasil meraih medali emas sepak bola pertama di ajang SEA Games. Terlebih lagi, prestasi ini diraih di negeri sendiri.<\/p>\n<p>Kegagalan di SEA Games 1985 Thailand membuat pelatih saat itu, Bertje Matulapelwa, memutar otak untuk mengembalikan mental pemain yang sempat turun. Terlebih ada gesekan kedua liga (Galatama dan Perserikatan). Tetapi, pelatih asal Maluku ini nekat menggabungkan pemain dari liga berbeda ini.<\/p>\n<p>Hasilnya? Cukup menggembirakan. Sekalipun gagal meraih medali di ASIAN GAMES 1986 Seoul, Korea Selatan, tetapi mencapai empat besar ajang olahraga terbesar se-Asia ini adalah prestasi sepak bola Indonesia terbaik yang sulit dicapai saat ini.<\/p>\n<p>Nah, bagaimana perjalanan Ricky Yacobi dan kolega di SEA Games 1987 Jakarta? Sekalipun menghadapi beberapa permasalahan internal, Bertje berhasil meredam hal itu dan membuat semua pemain bisa fokus. Regenerasi yang dijalankan Bertje juga tidak mendapat protes apapun, seperti saat Ricky yang masih berusia 23 tahun terpilih <a href=\"http:\/\/fandom.id\/feature\/sejarah\/2015\/03\/ketika-indonesia-raya-berkumandang-di-arena-sea-games-1987\/\">menjadi kapten menggantikan Herry Kiswanto yang lebih senior.<\/a><\/p>\n<p>Indonesia berhasil lolos ke semifinal setelah menjadi <em>runner-up <\/em>grup (di bawah Thailand). Lalu, di empat besar, Robby Darwis dan kolega berhasil mengalahkan Burma (sekarang Myanmar). Dan di final, di hadapan hampir 100 ribu lebih penonton, Indonesia berhasil menang 1-0 atas Malaysia lewat gol pemain legendaris kita, Ribut Waidi.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<figure style=\"width: 641px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium\" src=\"http:\/\/media.viva.co.id\/thumbs2\/2013\/12\/21\/234007_timnas-indonesia-pada-sea-games-1991-_641_452.jpg\" width=\"641\" height=\"452\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Kredit: Viva<\/figcaption><\/figure>\n<h3><strong>Emas kedua (SEA G<\/strong><strong>ames<\/strong><strong> 1991, Manila, Filipina)<\/strong><\/h3>\n<p>Indonesia berhasil mengulang prestasi emas di cabang sepak bola SEA Games empat tahun setelah meraih emas pertamanya. Di bawah asuhan pelatih asal Rusia, Anatoli Polosin, tim yang berisikan Aji Santoso dan <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/30\/kisah-widodo-cahyono-putro\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Widodo Cahyono Putro<\/a> ini berhasil menjadi tim yang tidak hanya tangguh secara stamina, namun mempunyai kemampuan teknik yang baik<\/p>\n<p>Ini tak lepas dari metode pelatihan yang diterapkan Polosin. Metode yang dinamakan <em>shadow football<\/em> menempa para pemain untuk mempunyai insting tajam mengejar bola ke mana si kulit bundar pergi. Dan uniknya, latihan dilakukan tanpa bola sama sekali! Awalnya, beberapa pemain kebingungan akan cara latihan seperti ini, tetapi ternyata cara ini sangat efektif untuk melatih pemain menguasai bola.<\/p>\n<p>Indonesia sendiri <a href=\"https:\/\/www.fourfourtwo.com\/id\/news\/memori-final-indonesia-thailand-di-sea-games-1991\">tidak terlalu diunggulkan di SEA Games 1991<\/a>. Namun, justru ini membuat pemain bisa bermain lebih lepas tanpa beban. Di final, mereka berhadapan dengan unggulan utama, Thailand. Bermain tanpa gol dalam waktu normal dan perpanjangan waktu, terpaksa hasil pertandingan ditentukan lewat adu penalti.<\/p>\n<p>Kiper Edy Harto, salah satu pemain senior saat itu, berhasil menggagalkan tiga tendangan algojo Thailand. Sementara Sudirman menjadi penendang penentu kemenangan Indonesia. Saat bercerita di acara Bincang Taktik beberapa waktu lalu, pria berkepala plontos ini sambil berurai air mata haru bercerita saat dia memberanikan diri menjadi algojo penentu. Hal yang sangat amat beresiko tentunya. \u201cMenjelang mengambil tendangan penalti, saya merasa stadion itu sepi dan sunyi. Namun, setelah tendangan masuk, barulah saya merasa keriuhan yang luar biasa,\u201d ujarnya..<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/2.bp.blogspot.com\/-rklHt3Iz61o\/TssM1J8f52I\/AAAAAAAAAK4\/zKLGFZRaQC8\/s1600\/132760_timnas-indonesia-u-23-saat-tampil-di-sea-games.jpg\" width=\"1600\" height=\"1172\" \/><\/p>\n<h3><strong>Ketika d<\/strong><strong>uo Papua menjadi pembeda (SEA G<\/strong><strong>ames<\/strong><strong> 2011, Jakarta)<\/strong><\/h3>\n<p>Ke final lagi setelah 14 tahun! Hal ini tentu membuat para pendukung menaruh harapan tinggi bagi Andik Vermansyah dan kolega di bawah asuhan Rahmad Darmawan atau biasa disapa <em>coach<\/em> RD.<\/p>\n<p>Duo Papua, Patrich Wanggai dan Titus Bonai, menjadi bintang yang ditakuti sepanjang turnamen. Tentu kita ingat tendangan bebas Wanggai saat melawan Kamboja, bukan? Dan kedua pemain ini selalu mencetak gol spektakuler di penyisihan grup (kecuali saat kalah tipis 0-1 atas Malaysia) dan di laga semifinal melawan Vietnam.<\/p>\n<p>Sayangnya, saat kembali bertemu Malaysia di final, keduanya tidak mencetak gol. Laga yang berakhir imbang di waktu normal dan perpanjangan waktu memaksa diadakannya adu penalti. Para penonton benar-benar tegang menyaksikan babak adu penalti. Ingatan mereka kembali ke masa 14 tahun lalu saat Aji Santoso dan kolega meraih emas di Manila. Sayangnya, justru peristiwa final 1997-lah yang terulang: kalah. Dan Indonesia harus puas dengan medali perak dan merelakan emas jatuh ke tangan Malaysia.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<figure style=\"width: 640px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium\" src=\"https:\/\/m.juara.in\/media\/img\/thumbs\/?code=eyJzcmMiOiJodHRwczpcL1wvbS5qdWFyYS5pblwvbWVkaWFcL2ltZ1wvdGh1bWJcLz9xPWV5SjFjbXdpT2lKb2RIUndPbHd2WEM5d2FHOTBieTVxY0dkdExtTnZMbWxrWEM5aGNuTnBjRnd2Ym05eWJXRnNYQzh5TURFM1hDOHdNVnd2TURWY0x6YzROemhsT1RRMU0yTTRZak0yT1dJek5HWXhPVFEzWkRVM1ptWXdZbUZqTG1wd1p5SXNJbmNpT2pZME1Dd2lhQ0k2SW1GMWRHOGlMQ0pwYldkZmFHOTBiR2x1YXlJNmRISjFaWDA9IiwidyI6NjQwLCJoIjoiYXV0byJ9\" width=\"640\" height=\"405\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Kredit: Juara<\/figcaption><\/figure>\n<h3><strong>Aksi heroik Kurnia Meiga (SEA G<\/strong><strong>ames<\/strong><strong> 2013, Naypyidaw, Myanmar)<\/strong><\/h3>\n<p>Beberapa pemain yang tampil di final ini bertemu lagi saat final Piala AFF 2016 lalu. Indonesia sendiri (yang saat itu dilatih <em>coach<\/em> RD) diragukan tampil di final karena tidak terlalu menunjukkan yang terbaik di penyisihan grup. Perlahan tapi pasti, Alfin Tuassalamony dan kolega berhasil melaju ke semifinal setelah nyaris tersingkir.<\/p>\n<p>Di semifinal, Indonesia bertemu Malaysia. Pertandingan berjalan ketat sepanjang 120 menit memaksa diadakannya adu penalti. Kiper Kurnia Meiga menjadi bintang dengan penyelamatannya di adu tos-tosan ini. Indonesia kemudian berhadapan dengan Thailand yang menang tipis 1-0 atas Singapura di semifinal lainnya.<\/p>\n<p>Ironisnya, Indonesia harus mengakui keunggulan tim Gajah Putih lewat gol tunggal Sarawut Masuk.<\/p>\n<p><strong>Author: <em>Yasmeen Rasidi (<a class=\"ProfileHeaderCard-screennameLink u-linkComplex js-nav\" href=\"https:\/\/twitter.com\/melatee2512\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span class=\"username u-dir\" dir=\"ltr\">@<b class=\"u-linkComplex-target\">melatee2512<\/b><\/span><\/a>)<\/em><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Hari ini, cabang sepak bola di SEA Games 2017 Malaysia akan dimulai dengan Grup A akan mementaskan laga perdananya. Dan timnas Indonesia U-22 akan melakoni laga perdananya melawan Thailand di penyisihan grup B, Selasa, 15 Agustus 2017, di Stadion Shah Alam, Kuala Lumpur. Indonesia berada di Grup B yang berisikan Thailand, Timor Leste, Kamboja, Vietnam, dan Filipina. Dengan jumlah laga yang lebih banyak, tentu diharapkan pasukan asuhan Luis Milla ini bisa tampil prima sepanjang laga penyisihan agar bisa lolos ke semifinal. Untuk menyambut laga pertama Evan Dimas dan kolega, mari kita menyimak kisah-kisah heroik tak terlupakan timnas Garuda sepanjang keikutsertaan di ajang terbesar se-Asia Tenggara ini. Medali perak di rumah &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/14\/sepak-bola-indonesia-sepanjang-sea-games\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Kenangan Tak Terlupakan Sepak Bola Indonesia Sepanjang SEA Games&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":9067,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[88,86],"tags":[129,105,597,424,224],"class_list":["post-9066","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bola","category-nasional","tag-featured","tag-indonesia","tag-sea-games","tag-sea-games-2017","tag-sepak-bola"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Kenangan Tak Terlupakan Sepak Bola Indonesia Sepanjang SEA Games | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Mari kita menyimak kisah-kisah heroik tak terlupakan tim nasional sepak bola Indonesia sepanjang keikutsertaan di ajang SEA Games.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/14\/sepak-bola-indonesia-sepanjang-sea-games\/\" \/>\n<link rel=\"next\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/14\/sepak-bola-indonesia-sepanjang-sea-games\/2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kenangan Tak Terlupakan Sepak Bola Indonesia Sepanjang SEA Games | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Mari kita menyimak kisah-kisah heroik tak terlupakan tim nasional sepak bola Indonesia sepanjang keikutsertaan di ajang SEA Games.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/14\/sepak-bola-indonesia-sepanjang-sea-games\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-08-14T01:00:08+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/Timnas-Indonesia-di-SEA-Games-1987.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"720\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"458\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/08\\\/14\\\/sepak-bola-indonesia-sepanjang-sea-games\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/08\\\/14\\\/sepak-bola-indonesia-sepanjang-sea-games\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"tribeindonesia\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"headline\":\"Kenangan Tak Terlupakan Sepak Bola Indonesia Sepanjang SEA Games\",\"datePublished\":\"2017-08-14T01:00:08+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/08\\\/14\\\/sepak-bola-indonesia-sepanjang-sea-games\\\/\"},\"wordCount\":969,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/08\\\/14\\\/sepak-bola-indonesia-sepanjang-sea-games\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/08\\\/Timnas-Indonesia-di-SEA-Games-1987.jpg\",\"keywords\":[\"Featured\",\"Indonesia\",\"Sea Games\",\"Sea Games 2017\",\"Sepak Bola\"],\"articleSection\":[\"Bola\",\"Nasional\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/08\\\/14\\\/sepak-bola-indonesia-sepanjang-sea-games\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/08\\\/14\\\/sepak-bola-indonesia-sepanjang-sea-games\\\/\",\"name\":\"Kenangan Tak Terlupakan Sepak Bola Indonesia Sepanjang SEA Games | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/08\\\/14\\\/sepak-bola-indonesia-sepanjang-sea-games\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/08\\\/14\\\/sepak-bola-indonesia-sepanjang-sea-games\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/08\\\/Timnas-Indonesia-di-SEA-Games-1987.jpg\",\"datePublished\":\"2017-08-14T01:00:08+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Mari kita menyimak kisah-kisah heroik tak terlupakan tim nasional sepak bola Indonesia sepanjang keikutsertaan di ajang SEA Games.\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/08\\\/14\\\/sepak-bola-indonesia-sepanjang-sea-games\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/08\\\/14\\\/sepak-bola-indonesia-sepanjang-sea-games\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/08\\\/Timnas-Indonesia-di-SEA-Games-1987.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/08\\\/Timnas-Indonesia-di-SEA-Games-1987.jpg\",\"width\":720,\"height\":458,\"caption\":\"SEA Games\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/author\\\/tribeindonesia\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kenangan Tak Terlupakan Sepak Bola Indonesia Sepanjang SEA Games | Football Tribe Indonesia","description":"Mari kita menyimak kisah-kisah heroik tak terlupakan tim nasional sepak bola Indonesia sepanjang keikutsertaan di ajang SEA Games.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/14\/sepak-bola-indonesia-sepanjang-sea-games\/","next":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/14\/sepak-bola-indonesia-sepanjang-sea-games\/2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Kenangan Tak Terlupakan Sepak Bola Indonesia Sepanjang SEA Games | Football Tribe Indonesia","og_description":"Mari kita menyimak kisah-kisah heroik tak terlupakan tim nasional sepak bola Indonesia sepanjang keikutsertaan di ajang SEA Games.","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/14\/sepak-bola-indonesia-sepanjang-sea-games\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2017-08-14T01:00:08+00:00","og_image":[{"width":720,"height":458,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/Timnas-Indonesia-di-SEA-Games-1987.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/14\/sepak-bola-indonesia-sepanjang-sea-games\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/14\/sepak-bola-indonesia-sepanjang-sea-games\/"},"author":{"name":"tribeindonesia","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"headline":"Kenangan Tak Terlupakan Sepak Bola Indonesia Sepanjang SEA Games","datePublished":"2017-08-14T01:00:08+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/14\/sepak-bola-indonesia-sepanjang-sea-games\/"},"wordCount":969,"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/14\/sepak-bola-indonesia-sepanjang-sea-games\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/Timnas-Indonesia-di-SEA-Games-1987.jpg","keywords":["Featured","Indonesia","Sea Games","Sea Games 2017","Sepak Bola"],"articleSection":["Bola","Nasional"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/14\/sepak-bola-indonesia-sepanjang-sea-games\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/14\/sepak-bola-indonesia-sepanjang-sea-games\/","name":"Kenangan Tak Terlupakan Sepak Bola Indonesia Sepanjang SEA Games | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/14\/sepak-bola-indonesia-sepanjang-sea-games\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/14\/sepak-bola-indonesia-sepanjang-sea-games\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/Timnas-Indonesia-di-SEA-Games-1987.jpg","datePublished":"2017-08-14T01:00:08+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Mari kita menyimak kisah-kisah heroik tak terlupakan tim nasional sepak bola Indonesia sepanjang keikutsertaan di ajang SEA Games.","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/14\/sepak-bola-indonesia-sepanjang-sea-games\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/14\/sepak-bola-indonesia-sepanjang-sea-games\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/Timnas-Indonesia-di-SEA-Games-1987.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/Timnas-Indonesia-di-SEA-Games-1987.jpg","width":720,"height":458,"caption":"SEA Games"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9066","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9066"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9066\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":44725,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9066\/revisions\/44725"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9067"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9066"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9066"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9066"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}