{"id":8999,"date":"2017-08-13T09:00:23","date_gmt":"2017-08-13T02:00:23","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=8999"},"modified":"2018-02-27T13:16:58","modified_gmt":"2018-02-27T06:16:58","slug":"analisis-kompetitor-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/13\/analisis-kompetitor-indonesia\/","title":{"rendered":"Analisis Kompetitor Indonesia di Grup B SEA Games 2017"},"content":{"rendered":"<figure style=\"width: 1080px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium\" src=\"https:\/\/pbs.twimg.com\/media\/DHB2Tw8VoAInt-Q.jpg\" width=\"1080\" height=\"720\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Kredit: KL2017<\/figcaption><\/figure>\n<h3><strong>Thailand<\/strong><\/h3>\n<p>Indonesia memulai SEA Games 2017 menghadapi sang juara bertahan sekaligus tim paling tangguh di ASEAN, Thailand.<\/p>\n<p>Anak asuh Worrawoot Srimaka memainkan pola dasar 4-3-3 atau 4-2-3-1. Dalam fase membangun serangan (<em>build up<\/em>) dari belakang, Thailand memakai bentuk 2-3-1-1-3, 2-3-2-3 atau 2-4-1-3. Sektor yang paling dinamis dalam fase ini adalah gelandang tengah dikarenakan oleh <em>staggering <\/em>(struktur posisional akibat pengisian lini dan lokasi berbeda) oleh ketiga gelandang.<\/p>\n<p>Thailand termasuk tim yang paling konsisten memainkan <em>build-up <\/em>dari belakang secara gradual yang menggunakan banyak umpan pendek atau menengah. Gol ketiga Thailand ke gawang Malaysia di kualifikasi, contohnya.<\/p>\n<div style=\"width: 640px;\" class=\"wp-video\"><video class=\"wp-video-shortcode\" id=\"video-8999-1\" width=\"640\" height=\"360\" preload=\"metadata\" controls=\"controls\"><source type=\"video\/mp4\" src=\"https:\/\/d3ldtt2c6t0t08.cloudfront.net\/files\/nczohocpa5ccy\/2017\/08\/11\/QIKPCEA3HOQLUQC2EGJHROGEUU\/main_OUTPUT.tmp.mp4?_=1\" \/><a href=\"https:\/\/d3ldtt2c6t0t08.cloudfront.net\/files\/nczohocpa5ccy\/2017\/08\/11\/QIKPCEA3HOQLUQC2EGJHROGEUU\/main_OUTPUT.tmp.mp4\">https:\/\/d3ldtt2c6t0t08.cloudfront.net\/files\/nczohocpa5ccy\/2017\/08\/11\/QIKPCEA3HOQLUQC2EGJHROGEUU\/main_OUTPUT.tmp.mp4<\/a><\/video><\/div>\n<p><em>Build up<\/em>, kesabaran, manipulasi bek lawan dan kedalaman vertikal.<\/p>\n<p>Selain itu, pola progresi Thailand, banyak memperlihatkan orientasi serangan ke area sayap. Dari lini belakang atau pos nomor 6, Thailand akan segera mengakses penyerang sayap yang mengisi sisi sayap.<\/p>\n<p>Taktik Thailand termasuk cukup variatif dalam fase ini. Ada kalanya bola langsung dilambungkan ke penyerang sayap atau ada saatnya penyerang sayap turun lebih dalam untuk menciptakan kedinamisan di sektor <em>halfspace <\/em>dan sayap sisi bola.<\/p>\n<div style=\"width: 640px;\" class=\"wp-video\"><video class=\"wp-video-shortcode\" id=\"video-8999-2\" width=\"640\" height=\"360\" preload=\"metadata\" controls=\"controls\"><source type=\"video\/mp4\" src=\"https:\/\/d3ldtt2c6t0t08.cloudfront.net\/files\/nczohocpa5ccy\/2017\/08\/11\/TENJHXDEGOAZV5LF6IPYW63IRA\/main_OUTPUT.tmp.mp4?_=2\" \/><a href=\"https:\/\/d3ldtt2c6t0t08.cloudfront.net\/files\/nczohocpa5ccy\/2017\/08\/11\/TENJHXDEGOAZV5LF6IPYW63IRA\/main_OUTPUT.tmp.mp4\">https:\/\/d3ldtt2c6t0t08.cloudfront.net\/files\/nczohocpa5ccy\/2017\/08\/11\/TENJHXDEGOAZV5LF6IPYW63IRA\/main_OUTPUT.tmp.mp4<\/a><\/video><\/div>\n<p>Pola <em>build-up<\/em>: bek tengah-penyerang sayap-bek sayap-penyerang tengah<\/p>\n<p>Opsi lain adalah lini belakang atau nomor 6 Thailand segera mengakses penyerang Thailand yang mengisi area di tengah-tengah lini belakang lawan.<\/p>\n<div style=\"width: 640px;\" class=\"wp-video\"><video class=\"wp-video-shortcode\" id=\"video-8999-3\" width=\"640\" height=\"360\" preload=\"metadata\" controls=\"controls\"><source type=\"video\/mp4\" src=\"https:\/\/d3ldtt2c6t0t08.cloudfront.net\/files\/nczohocpa5ccy\/2017\/08\/11\/BV55F56LJ56TX6QOGCWCIBNZVY\/main_OUTPUT.tmp.mp4?_=3\" \/><a href=\"https:\/\/d3ldtt2c6t0t08.cloudfront.net\/files\/nczohocpa5ccy\/2017\/08\/11\/BV55F56LJ56TX6QOGCWCIBNZVY\/main_OUTPUT.tmp.mp4\">https:\/\/d3ldtt2c6t0t08.cloudfront.net\/files\/nczohocpa5ccy\/2017\/08\/11\/BV55F56LJ56TX6QOGCWCIBNZVY\/main_OUTPUT.tmp.mp4<\/a><\/video><\/div>\n<p>Bola panjang melambung Thailand ke lini terakhir<\/p>\n<p>Pola progresi Thailand membuat pemain-pemain sayap mereka merupakan pemain yang berbahaya dalam fase menyerang. Selain karena sisi sayap menjadi salah satu sektor strategis, taktik pemain-pemain Thailand juga mendukung praktik prinsip orientasi sayap dalam serangan Thailand. Salah satunya adalah dukungan (<em>support<\/em>) dalam <em>overload <\/em>di <em>halfspace <\/em>dan sayap sisi bola.<\/p>\n<figure id=\"attachment_9002\" aria-describedby=\"caption-attachment-9002\" style=\"width: 1024px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-9002 size-large\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/1-5-1024x471.png\" alt=\"\" width=\"1024\" height=\"471\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-9002\" class=\"wp-caption-text\">Gambar 1: Overload Thailand di half space dan sayap sisi bola.<\/figcaption><\/figure>\n<p>Gelandang sayap kiri Thailand, Chaiyawat Buran, memiliki kecepatan <em>dribble <\/em>yang bagus. Penetrasi dari sayap sering kali dilakukan melalui sisi luar bek sayap yang membuat karakter <em>dribble-<\/em>nya seperti sayap klasik. Gelandang tengah Thailandjugamemiliki kemampuan bagus.<\/p>\n<p>Ketika Thailand melakukan <em>overload <\/em>di sayap sisi bola, gelandang sisi bola sering ditemukan berada di <em>halfspace <\/em>bertindak sebagai pendukung (<em>support<\/em>) kedinamisan Thailand di tepi lapangan. Posisinya di <em>halfspace <\/em>sering memberikan opsi perpindahan serangan apabila <em>overload <\/em>Thailand tadi gagal menemukan akses ke kotak penalti lawan. Panudech Maiwong adalah salah satunya.<\/p>\n<p>Saat serangan gagal dan lawan mendapatkan kesempatan membangun serangan dari belakang, Thailand akan melakukan <em>press <\/em>blok tinggi sebagai prioritas utama, dengan <em>pressing <\/em>blok menengah sebagai alternatif.<\/p>\n<p>Penyerang (nomor 9) Thailand berorientasi kepada nomor 6 lawan dan meninggalkan ruang bagi kedua bek tengah lawan.Kalau nomor 9 bergerak naik untuk menekan bek tengah lawan, salah satu gelandang tengah menggantikan tempatnya menjaga nomor 6 lawan. Dalam fase ini, kedua penyerang sayap Thailand, berorientasi kepada bek sayap lawan.<\/p>\n<p>Pola dasar <em>pressing <\/em>Thailand sendiri adalah 4-4-1-1 atau 4-2-3-1. Thailand memilih mempertahankan bentuk ketimbang berorientasi langsung ke dan menempel pemain lawan terdekat. Orientasi semacam ini, oleh Rene Maric dari <em>spielverlagerung<\/em>, disebut sebagai <em>position-oriented press <\/em>(<em>press <\/em>orientasi posisi atau formasi sendiri).<\/p>\n<p>Tentu saja, lawan Thailand yang berniat memainkan <em>build-up <\/em>dari belakang dengan progresi yang mengandalkan kemampuan nomor 6, harus berhati-hati. Selain hati-hati, perlu latihan dengan titik berat yang mengacu ke situasi pertandingan demi melatih kemampuan ketahanan tekanan (<em>pressure resistance<\/em>) nomor 6 menghadapi <em>pressing <\/em>pemain depan Thailand.<\/p>\n<div style=\"width: 640px;\" class=\"wp-video\"><video class=\"wp-video-shortcode\" id=\"video-8999-4\" width=\"640\" height=\"360\" preload=\"metadata\" controls=\"controls\"><source type=\"video\/mp4\" src=\"https:\/\/d3ldtt2c6t0t08.cloudfront.net\/files\/nczohocpa5ccy\/2017\/08\/11\/GURKHONCAUBUVYOGVAJPLYOU3E\/main_OUTPUT.tmp.mp4?_=4\" \/><a href=\"https:\/\/d3ldtt2c6t0t08.cloudfront.net\/files\/nczohocpa5ccy\/2017\/08\/11\/GURKHONCAUBUVYOGVAJPLYOU3E\/main_OUTPUT.tmp.mp4\">https:\/\/d3ldtt2c6t0t08.cloudfront.net\/files\/nczohocpa5ccy\/2017\/08\/11\/GURKHONCAUBUVYOGVAJPLYOU3E\/main_OUTPUT.tmp.mp4<\/a><\/video><\/div>\n<p><em>Pressing <\/em>Thailand. Ketika Chenrop Samphaodi meninggalkan nomor 6 Irak, adalah Worachit Kanitsribampen yang menggantikan tempatnya.<\/p>\n<p>Thailand juga termasuk tim yang paling konsisten dalam hal melindungi ruang di antara bek sayap dan bek tengah. Ruang semacam ini tercipta akibat bek sayap bergerak melebar untuk memberikan <em>press <\/em>kepada gelandang sayap lawan. Thailand menggunakan gelandang tengah untuk menutup (<em>cover<\/em>) ruang horizontal yang dimaksud dan mereka cukup konsisten melakukannya.<\/p>\n<figure id=\"attachment_9004\" aria-describedby=\"caption-attachment-9004\" style=\"width: 1024px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-9004 size-large\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/2-2-1024x464.png\" alt=\"\" width=\"1024\" height=\"464\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-9004\" class=\"wp-caption-text\">Gambar 2: Pemain nomor enam (6) Thailand menutup celah antara 2 dan 3.<\/figcaption><\/figure>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<figure style=\"width: 1080px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium\" src=\"https:\/\/pbs.twimg.com\/media\/DG84_a-UwAAz26Q.jpg\" width=\"1080\" height=\"578\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Kredit: KL 2017<\/figcaption><\/figure>\n<h3><strong>Filipina<\/strong><\/h3>\n<p>Filipina bersama Timor Leste bisa dikatakan sebagai dua tim terlemah. Tidak banyak informasi yang bisa didapatkan dari Filipina karena dalam mayoritas pertandingan yang dimainkan selama 2017, permainan Filipina banyak dikontrol oleh lawan. Salah satunya adalah ketika kalah 0-1 dari Kamboja.<\/p>\n<p>Kamboja bermain sangat vertikal dalam fase menyerang. Dalam fase bertahan, Kamboja memainkan <em>pressing <\/em>blok tinggi dan menengah yang membuat Filipina berulang kali memainkan bola-bola panjang melambung prematur ke area depan. Kamboja sukses memaksa Filipina bermain di area Filipina sendiri.<\/p>\n<p>Filipina sendiri baru mulai banyak masuk ke separuh lapangan Kamboja ketika mereka tertinggal dan waktu semakin sedikit. Serangan-serangan Filipina pun, walaupun secara filosofis memiliki kemiripan dengan kebanyakan tim-tim ASEAN lainnya, tetapi kualitas eksekusinya masih di bawah Indonesia, Thailand, Vietnam atau Kamboja.<\/p>\n<p>Pertahanan blok rendah Filipina juga menunjukan beberapa kelemahan mendasar. Walaupun ada indikasi pemain-pemain Filipina memiliki pemahaman bagaimana menjaga <em>compactness <\/em>horizontal, tetapi <em>compactness <\/em>spasial mereka buruk. Ini dikarenakan penjagaan perorangan (<em>man to man marking<\/em>) Filipina yang membuat banyak celah di lini belakang mereka.<\/p>\n<figure id=\"attachment_9007\" aria-describedby=\"caption-attachment-9007\" style=\"width: 909px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-9007 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/3-3.png\" alt=\"\" width=\"909\" height=\"565\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/3-3.png 909w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/3-3-768x477.png 768w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/3-3-800x497.png 800w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/3-3-350x218.png 350w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/3-3-611x380.png 611w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/3-3-560x348.png 560w\" sizes=\"auto, (max-width: 909px) 100vw, 909px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-9007\" class=\"wp-caption-text\">Gambar 3: Man to man Filipina membuka celah di samping bek tengah.<\/figcaption><\/figure>\n<p>Menghadapi Kamboja, beberapa kali, Filipina menunjukan kelemahan serupa. Kamboja gagal memanfaatkan banyak situasi serupa. Semoga timnas asuhan Luis Milla mampu mengidentifikasi situasi ini sebagai salah satu area strategis untuk memenangkan pertandingan.<\/p>\n<p>Dalam fase serang, pola progresi Filipina sangat sederhana. Melalui bek tangah atau gelandang nomor 6, Filipina melambungkan bola langsung ke depan, baik kepada penyerang tengah atau kepada bek sayap yang memberikan opsi kelebaran. Menghadapi pola progresi seperti ini, <em>pressing <\/em>langsung kepada bek tengah atau kepada nomor 6 lawan bisa menjadi pilihan yang ideal.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<h3><strong>Timor Leste<\/strong><\/h3>\n<p>Formasi dasar Timor Leste adalah 4-3-3 dan 4-2-3-1. Ketika menguasai bola di separuh pertahanan sendiri, Timor Leste membentuk pola dasar 4-2-3-1. Gelandang tengah yang sering bertindak sebagai hibrida nomor 8 dan 10 adalah Kornelis Nahak Portela.<\/p>\n<p>Ia termasuk rajin bergerak mencari ruang kosong maupun menjemput bola, walaupun, bila dinilai dari filosofi <em>juego de posicion <\/em>(permainan posisional), inisiatifnya untuk menjemput bola sering kali tidak memberikan dampak positif baik terhadap taktik.<\/p>\n<p>Dalam <em>build-up<\/em>, terutama ketika mendapatkan <em>pressing <\/em>pemain depan lawan, Timor Leste sering kali langsung mengarahkan bola kepada nomor 9 tunggal di lini terakhir, yaitu Henrique Cruz. Pemain ini cukup memiliki keseimbangan dan kekuatan tubuh dalam situasi pertanrungan langsung 1 lawan 1.<\/p>\n<p>Karenanya, di satu sisi, strategi untuk langsung mengakses Henrique merupakan pilihan yang logis, Di sisi lain, sering sekali Henrique harus terisolasi di depan tanpa dukungan struktur yang ideal. Artinya, memainkan pola ini bisa menjadi sumber frustrasi bagi Timor Leste, terutama bila akses kepada Henrique mampu ditutup sama sekali oleh lawan.<\/p>\n<p>Henrique sendiri memiliki kelemahan individual. Yaitu, kontrol emosinya buruk. Ia mudah \u201cnaik\u201d bila mendapatkan provokasi atau menghadapi situasi menjengkelkan. Catatan penting untuk lini belakang timnas Indonesia, utamanya Hansamu Yama yang piawai memancing emosi penyerang lawan.<\/p>\n<p>Dari sudut pandang yang lebih kolektif, kelemahan Timor Leste adalah pemahaman strategis dan taktis yang tidak maksimal. Pilihan ruang, struktur posisional dalam fase serang, antisipasi dan reaksi pemain saat kehilangan penguasaan bola, merupakan beberapa kelemahan mendasar Timor Leste.<\/p>\n<p>Di sisi lain, mereka memiliki kesadaran yang cukup baik dalam membangun <em>compactness <\/em>pertahanan. Timor Leste bukan tipe tim yang melakukan <em>press <\/em>blok tinggi. Mereka lebih senang memainkan <em>press <\/em>dari sepertiga tengah dalam pola dasar 4-1-4-1 atau 4-5-1. Ketika berada dalam blok rendah, pola Timor Leste sering kali berubah menjadi 4-1-4-1-0 atau 4-5-1-0. Dengan 5 sampai 6 pemain di lini tengah, Timor Leste cukup mampu menjaga kerapatan horizontal. Pertandingan menghadapi Korea Selatan U-23, contohnya. Anak asuhan Kim Shinhwan mampu menahan Korea 0-0, salah satunya di sebabkan oleh rapatnya 4-5-1-0 Timor Leste.<\/p>\n<p>Kelemahan Timor Leste adalah, ketika mereka berada dalam blok rendah, perlindungan di wilayah nomor 6 sering tidak optimal. Salah satu sebabnya, ketiga gelandang tengah Timor Leste memiliki kebebasan untuk melakukan <em>press <\/em>ke arah depan (<em>onward press<\/em>). Terkadang, gelandang bertahan melalukan <em>press <\/em>ke depan sementara kedua nomor 8 tetap di tempat mereka masing-masing. Seharusnya, Thailand, Vietnam, atau Indonesia bisa memanfaatkan celah ini.<\/p>\n<figure id=\"attachment_9010\" aria-describedby=\"caption-attachment-9010\" style=\"width: 934px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-9010 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/4-1.png\" alt=\"\" width=\"934\" height=\"567\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/4-1.png 934w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/4-1-768x466.png 768w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/4-1-800x486.png 800w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/4-1-350x212.png 350w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/4-1-626x380.png 626w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/4-1-560x340.png 560w\" sizes=\"auto, (max-width: 934px) 100vw, 934px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-9010\" class=\"wp-caption-text\">Gambar 4: Sikap pressing tiga gelandang dalam 4-5-1-0 Timor Leste.<\/figcaption><\/figure>\n<p>Salah satu kekuatan Timor Leste dalam pertahanan adalah formasi serangan yang menciptakan titik kesetimbangan maksimal bagi pertahanan. Ketika menghadapi tim yang lebih kuat, empat bek Timor Leste cenderung sejajar. Tidak banyak ditemukan intensitas pergerakan vertikal bek sayap ke area depan dalam serangan Timor Leste. Ditambah satu gelandang bertahan di depan bek tengah, Timor Leste memiliki 5 pemain di area bawah kketika mereka melalukan serangan ke sepertiga akhir.<\/p>\n<p>Di sisi lain, bentuk semacam ini membuat kedalaman horizontal atau aspek kelebaran dalam struktur serangan menjadi tidak maksimal. Tanpa bek sayap di koridor sayap ditambah gelandang sayap yang masuk ke <em>halfspace<\/em>, opsi-opsi Timor Leste di tepi lapangan pun menjadi minim.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<h3><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/pbs.twimg.com\/media\/DF7Dcq9XYAAsl4p.jpg\" width=\"640\" height=\"480\" \/><\/h3>\n<h3><strong>Vietnam<\/strong><\/h3>\n<p>Vietnam mengandalkan pola dasar 4-4-2 atau 4-4-1-1. Dalam fase menyerang, tujuan utama Vietnam adalah sesegera mungkin mengakses pemain sayap atau bek sayap yang berada di koridor tepi lapangan. Bentuk dasar <em>build-up <\/em>Vietnam adalah 2-4-1-3 atau 2-4-4. Tim ini sangat vertikal, walaupun bila memungkinkan, anak asuhan Nguy\u1ec5n H\u1eefu Th\u1eafng akan mencoba melakukan progresi dengan lebih gradual.<\/p>\n<figure id=\"attachment_9012\" aria-describedby=\"caption-attachment-9012\" style=\"width: 941px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-9012 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/5-2.png\" alt=\"\" width=\"941\" height=\"567\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/5-2.png 941w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/5-2-768x463.png 768w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/5-2-800x482.png 800w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/5-2-350x211.png 350w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/5-2-631x380.png 631w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/5-2-560x337.png 560w\" sizes=\"auto, (max-width: 941px) 100vw, 941px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-9012\" class=\"wp-caption-text\">Gambar 5: Bentuk dasar pergerakan pemain Vietnam<\/figcaption><\/figure>\n<p>Di dalam dua opsi progresi ini, kekuatan Vietnam teridentifikasi. Kita mulai dari orientasi sayap dalam pola serang Vietnam.<\/p>\n<div style=\"width: 640px;\" class=\"wp-video\"><video class=\"wp-video-shortcode\" id=\"video-8999-5\" width=\"640\" height=\"360\" preload=\"metadata\" controls=\"controls\"><source type=\"video\/mp4\" src=\"https:\/\/d3ldtt2c6t0t08.cloudfront.net\/files\/nczohocpa5ccy\/2017\/08\/11\/BSJ722FZ524QGJXVWHA3NUZ7MY\/main_OUTPUT.tmp.mp4?_=5\" \/><a href=\"https:\/\/d3ldtt2c6t0t08.cloudfront.net\/files\/nczohocpa5ccy\/2017\/08\/11\/BSJ722FZ524QGJXVWHA3NUZ7MY\/main_OUTPUT.tmp.mp4\">https:\/\/d3ldtt2c6t0t08.cloudfront.net\/files\/nczohocpa5ccy\/2017\/08\/11\/BSJ722FZ524QGJXVWHA3NUZ7MY\/main_OUTPUT.tmp.mp4<\/a><\/video><\/div>\n<p>Sirkulasi bola dan orientasi sayap dalam serangan Vietnam.<\/p>\n<p>Video berikutnya merupakan potongan video bagaimana dinamisnya serangan sayap Vietnam yang dibangun di antara bek sayap, gelandang sayap dan gelandang tengah terdekat.<\/p>\n<div style=\"width: 640px;\" class=\"wp-video\"><video class=\"wp-video-shortcode\" id=\"video-8999-6\" width=\"640\" height=\"360\" preload=\"metadata\" controls=\"controls\"><source type=\"video\/mp4\" src=\"https:\/\/d3ldtt2c6t0t08.cloudfront.net\/files\/nczohocpa5ccy\/2017\/08\/11\/3UGWLA326IVJNPRGV2FPJTIT54\/main_OUTPUT.tmp.mp4?_=6\" \/><a href=\"https:\/\/d3ldtt2c6t0t08.cloudfront.net\/files\/nczohocpa5ccy\/2017\/08\/11\/3UGWLA326IVJNPRGV2FPJTIT54\/main_OUTPUT.tmp.mp4\">https:\/\/d3ldtt2c6t0t08.cloudfront.net\/files\/nczohocpa5ccy\/2017\/08\/11\/3UGWLA326IVJNPRGV2FPJTIT54\/main_OUTPUT.tmp.mp4<\/a><\/video><\/div>\n<p>Penyerang sayap turun, gelandang tengah naik ke atas, dan bek sayap melebar.<\/p>\n<p>Memainkan <em>pressing man to man <\/em>bukan merupakan pilihan bijak menghadapi dinamisme semacam ini. Indonesia nanti bisa mencoba menghadapinya dengan \u201cmembiarkan\u201d penyerang sayap menjemput bola, sambil menutup akses bek sayap ke area di depannya dan melakukan penjagaan terhadap gelandang tengah yang naik ke atas.<\/p>\n<p>Satu pemain yang paling spektakuler ketika Vietnam berada di dalam sepertiga akhir dan kotak penalti adalah Nguy\u1ec5n C\u00f4ng Ph\u01b0\u1ee3ng. Ia merupakan nomor 9 yang sering masuk ke pos 10, pos 7 dan pos 11.<\/p>\n<p>\u201cMematikan\u201d Ph\u01b0\u1ee3ng memiliki kemungkinan memberikan efek negatif terhadap moral pemain Vietnam. Pemain ini sering mampu lolos dari tekanan intens lawan. Tentu saja, dengan mematikannya, saya berharap bukan hanya berdampak terhadap aspek teknis tetapi sekaligus aspek non-teknis.<\/p>\n<p>Memiliki kecepatan <em>dribble <\/em>yang bagus, taktis dalam ruang sesak dan pandai memosisikan tubuh sebelum dan ketika menguasai bola. Sangat berbahaya ketika mendapatkan kesempatan bergerak dari sisi kiri ke tengah (ala Arjen Robben). Penampilan terbaiknya sejauh ini adalah ketika Vietnam menang 1-0 atas <em>All Star Korean League.<\/em><\/p>\n<p>Kekuatan lain Vietnam adalah pada gelandang tengah mereka. Satu nama bisa dikedepankan, yaitu pemain bernomor punggung 11, \u0110\u1ed7 Duy M\u1ea1nh. Sebagai gelandang tengah, <em>dribble-<\/em>nya bagus. Ia mampu merangsek ke depan mengacaukan <em>pressing <\/em>lawan, selain ia sendiri sering dijadikan sebagai distributor dalam sirkulasi Vietnam dari area bawah.<\/p>\n<div style=\"width: 640px;\" class=\"wp-video\"><video class=\"wp-video-shortcode\" id=\"video-8999-7\" width=\"640\" height=\"360\" preload=\"metadata\" controls=\"controls\"><source type=\"video\/mp4\" src=\"https:\/\/d3ldtt2c6t0t08.cloudfront.net\/files\/nczohocpa5ccy\/2017\/08\/11\/JVDJWU2R5QFXPKDQONPESZA6RM\/main_OUTPUT.tmp.mp4?_=7\" \/><a href=\"https:\/\/d3ldtt2c6t0t08.cloudfront.net\/files\/nczohocpa5ccy\/2017\/08\/11\/JVDJWU2R5QFXPKDQONPESZA6RM\/main_OUTPUT.tmp.mp4\">https:\/\/d3ldtt2c6t0t08.cloudfront.net\/files\/nczohocpa5ccy\/2017\/08\/11\/JVDJWU2R5QFXPKDQONPESZA6RM\/main_OUTPUT.tmp.mp4<\/a><\/video><\/div>\n<p>Gol kedua Vietnam ke gawang Malaysia.<\/p>\n<p>Perhatikan pergerakan nomor 11 setelah ia menerima bola dari gelandang tengah lain. Pergerakan cepat ke depan dilanjutkan dengan kombinasi dengan bek sayap kanan yang masuk ke <em>halfspace<\/em> dan berakhir dengan gol yang lahir dari sebuah praktik komunikasi taktik terencana.<\/p>\n<p>Selain kekuatan serangan, <em>compactness <\/em>dalam pertahanan Vietnam juga pantas mendapatkan pujian. Jebakan <em>pressing <\/em>Vietnam cukup konsisten dijalankan. Perlindungan oleh bek tengah terhadap pos nomor 6 termasuk bagus. Pergeseran horizontal formasi membuat jebakan <em>pressing <\/em>Vietnam di sisi sayap termasuk bagus untuk ukuran negara ASEAN.<\/p>\n<figure id=\"attachment_9014\" aria-describedby=\"caption-attachment-9014\" style=\"width: 774px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-9014 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/6.png\" alt=\"\" width=\"774\" height=\"358\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/6.png 774w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/6-768x355.png 768w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/6-350x162.png 350w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/6-680x315.png 680w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/6-560x259.png 560w\" sizes=\"auto, (max-width: 774px) 100vw, 774px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-9014\" class=\"wp-caption-text\">Gambar 6: Jebakan pressing Vietnam di tepi lapangan.<\/figcaption><\/figure>\n<p>Panah-panah di lini tengah dan bek kiri menunjukan pergeseran horizontal berdasarkan letak bola di kiri Vietnam. Setelah sukses mengarahkan (menjebak) Malaysia ke sisi kiri, formasi Vietnam bergeser mengisolasi lawan di garis tepi. Perhatikan juga posisi <em>CF <\/em>di sisi bola, ia bergerak dengan orientasi menutup opsi umpan balik (<em>back pass<\/em>) bek kanan (<em>RB<\/em>) Malaysia kepada bek tengah terdekat (tidak tampak dalam foto).<\/p>\n<p>Satu kekurangan dalam pertahanan Vietnam adalah harmonisasi pergeseran horizontal mereka sering tidak optimal. Terutama pergeseran gelandang sayap sisi jauh. <em>All Star Korean League<\/em>, walaupun kalah dari Vietnam U-23, memperlihatkan bagaimana caranya memanfaatkan celah di sisi jauh ditambah bagaimana memanfaatkan area di depan bek Vietnam.<\/p>\n<figure id=\"attachment_9016\" aria-describedby=\"caption-attachment-9016\" style=\"width: 936px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-9016 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/7.png\" alt=\"\" width=\"936\" height=\"568\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/7.png 936w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/7-768x466.png 768w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/7-800x485.png 800w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/7-350x212.png 350w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/7-626x380.png 626w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/7-560x340.png 560w\" sizes=\"auto, (max-width: 936px) 100vw, 936px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-9016\" class=\"wp-caption-text\">Gambar 7: Celah horizontal di antara nomor 11 dan nomor 8 Vietnam.<\/figcaption><\/figure>\n<p>Kekurangan lain Vietnam adalah permainan vertikal sering membuat <em>gegenpressing <\/em>mereka menjadi tidak stabil. Contoh, ketika Vietnam <em>build-up <\/em>dengan pola 4-2-4. Saat progresi bola dari belakang kepada 4 pemain di lini terakhir berhasil digagalkan lawan, hanya ada 2 pemain di tengah. Bila ternyata satu dari keduanya berjauhan, Vietnam pun semakin sulit menemukan akses <em>pressing <\/em>langsung.<\/p>\n<p>Satu hal yang mengganggu saya adalah selama kualifikasi Piala Asia U-23 2018 dan beberapa uji-tanding, Vietnam selalu bermain dengan intensitas yang sama. <em>\u201cKenceng\u201d<\/em> tiada henti. Tentu saja, kalau periodisasi latihan Vietnam bermasalah, sangat mungkin Vietnam mengalami <em>\u201ctoo early to peak\u201d<\/em>. Atau, mengutip perkataan teman saya, Kyle Dang, <em>\u201cwe may collapse at major tournamet.\u201d<\/em><\/p>\n<p>Selain itu, dari beberapa kolega di Vietnam yang saya tanyakan langsung, tidak satu pun yakin Vietnam mampu juara, bahkan ada yang mengatakan, langkah terjauh adalah semifinal. Dan, semua memiliki pandangan serupa soal Vietnam, yaitu <em>over performed <\/em>selama uji-tanding. Yang, lagi-lagi, mereka memiliki kekhawatiran soal <em>\u201ccollapse at major tournament.\u201d<\/em><\/p>\n<p>Apapun itu, pada akhirnya, mengatakan Vietnam sebagai tim yang sekadar mengandalkan semangat juang berani mati jelas merupakan omong kosong. Vietnam merupakan tim yang berteknik, memiliki pemahaman taktik bagus dan daya tahan tinggi. Bersama Indonesia dan Thailand, Vietnam memiliki kans mencapai final.<\/p>\n<p>Berikut kami sajikan rangkuman singkat Vietnam dalam infografis dua dimensi.<\/p>\n<figure id=\"attachment_9018\" aria-describedby=\"caption-attachment-9018\" style=\"width: 1024px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-9018 size-large\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/8-1024x659.png\" alt=\"\" width=\"1024\" height=\"659\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-9018\" class=\"wp-caption-text\">Gambar 8: Vietnam dalam infografis dua dimensi.<\/figcaption><\/figure>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<figure id=\"attachment_8895\" aria-describedby=\"caption-attachment-8895\" style=\"width: 1024px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-8895 size-large\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/DG15B0DXYAENO1H-1024x683.jpg\" alt=\"Kamboja\" width=\"1024\" height=\"683\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-8895\" class=\"wp-caption-text\">Kredit: Cam Noc<\/figcaption><\/figure>\n<h3><strong>Kamboja<\/strong><\/h3>\n<p>Mengandalkan pola dasar 4-3-3 sebagai pakem utama. Dalam <em>build-up <\/em>dari belakang, nomor 6 Kamboja, secara situasional, turun ke lini bek dan membuat formasi <em>build-up <\/em>Kamboja menjadi 3-4-3. Terkadang, <em>staggering <\/em>berbeda tercipta diakibatkan oleh gelandang tengah yang masuk ke pos 10, membuat Kamboja melakukan <em>build-up <\/em>3-3-1-3. Pola lain dalam <em>build-up <\/em>Kamboja adalah 2-1-4-3, yang tercipta karena nomor 6 mereka tetap berada pada posnya di depan kedua bek tengah.<\/p>\n<figure id=\"attachment_9020\" aria-describedby=\"caption-attachment-9020\" style=\"width: 931px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-9020 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/9.png\" alt=\"\" width=\"931\" height=\"570\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/9.png 931w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/9-768x470.png 768w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/9-800x490.png 800w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/9-350x214.png 350w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/9-621x380.png 621w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/9-560x343.png 560w\" sizes=\"auto, (max-width: 931px) 100vw, 931px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-9020\" class=\"wp-caption-text\">Gambar 9: 3-4-3 atau 3-3-1-3 buil- up Kamboja<\/figcaption><\/figure>\n<p>Kamboja bermain sangat vertikal. Apalagi ketika menghadapi lawan yang setara atau sedikit lebih kuat. Tim ini sangat berani memainkan 4 pemain depan dalam progresi serangan. Selain itu, dalam permainan bertahan, Kamboja pun terhitung berani.<\/p>\n<p>Kamboja akan mencoba menemukan akses <em>pressing <\/em>blok tinggi. Kapan pun mereka mampu, mereka akan melakukannya dengan pendekatan <em>man to man<\/em>. Kalau lawan sukses melewatinya dan Kamboja masuk ke blok rendah, Kamboja sangat berani memainkan pola dasar 4-3-3 atau 4-3-1-2 asimetris. <em>Yak, <\/em>Kamboja bertahan menggunakan 7 pemain bertahan dan \u201cmenggantung\u201d 3 pemain di depan.<\/p>\n<figure id=\"attachment_9022\" aria-describedby=\"caption-attachment-9022\" style=\"width: 922px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-9022 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/10.png\" alt=\"\" width=\"922\" height=\"571\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/10.png 922w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/10-768x476.png 768w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/10-800x495.png 800w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/10-350x217.png 350w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/10-614x380.png 614w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/10-560x347.png 560w\" sizes=\"auto, (max-width: 922px) 100vw, 922px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-9022\" class=\"wp-caption-text\">Gambar 10: 4-3-3 dalam blok rendah Kamboja.<\/figcaption><\/figure>\n<p>Di satu sisi, 4-3-3 atau 4-3-1-2 asimetris blok rendah membuat titik kesetimbangan bertahan tidak tercapai. Tetapi, justru menimbulkan efek positif dalam fase menyerang. Kenapa? Karena Kamboja memiliki 3 pemain yang sudah sejak awal bersiap di depan. Walaupun memeiliki efek bagus terhadap fase menyerang, tetapi pola 4-3-3 blok rendah memiliki potensi merugikan bila dimainkan menghadapi Vietnam, Indonesia atau Thailand.<\/p>\n<p>Dengan pola 4-3-3 blok rendah lalu ditambah posisi Chreng Polroth (gelandang serang) yang sangat vertikal, serangan balik Kamboja merupakan salah satu kekuatan mereka. Polroth sendiri merupakan pemain cepat yang banyak terlibat dalam skema \u201cpemain ketiga\u201d, seperti yang ditunjukan gambar berikut:<\/p>\n<figure id=\"attachment_9024\" aria-describedby=\"caption-attachment-9024\" style=\"width: 918px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-9024 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/11.png\" alt=\"\" width=\"918\" height=\"569\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/11.png 918w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/11-768x476.png 768w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/11-800x496.png 800w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/11-350x217.png 350w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/11-613x380.png 613w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/11-560x347.png 560w\" sizes=\"auto, (max-width: 918px) 100vw, 918px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-9024\" class=\"wp-caption-text\">Gambar 11: Polroth (16) bertindak sebagai pemain ketiga. Dua rekannya yang memberikan umpan merupakan pemain pertama dan kedua.<\/figcaption><\/figure>\n<p>Namun, pemandangan yang sangat berbeda terlihat ketika Kamboja menahan China U-23 dengan skor 0-0. Di pertandingan tersebut, Kamboja menahan diri untuk tidak terlalu bermain vertikal dan memutuskan bermain dengan formasi 4-1-4-1 atau 4-1-4-1-0 ketika bertahan di blok rendah.<\/p>\n<p>Hebatnya, Kamboja selalu terus berusaha mengembangkan akses <em>pressing <\/em>agar mereka tetap mampu melakukan <em>press <\/em>blok tinggi. Blok rendah 4-1-4-1 dan <em>compactness <\/em>yang cukup terjaga merupakan salah satu kunci sukses Kamboja menahan China U-23.<\/p>\n<p>Kamboja sendiri, tentu saja, memiliki beberapa kelemahan. Pertama, selain pola 4-3-3 di atas, adalah intensitas <em>pressing <\/em>mereka yang sering kali menjadi masalah. Seringnya, pemain-pemain Kamboja terlalu bersemangat melakukan <em>press<\/em>. Ini menyebabkan 1 sampai 2 pemain lawan di\u00ad-<em>press <\/em>oleh 3 sampai 4 pemain Kamboja dalam sebuah situasi yang tidak mengharuskan Kamboja melakukannya.<\/p>\n<p>Dan, sama seperti Timor Leste, kebebasan <em>pressing <\/em>oleh gelandang Kamboja (contoh ketika Kamboja memainkan pola 4-1-4-1 menghadapi China U-23) juga sering meinggalkan \u201clubang\u201d di pos nomor 6 di depan bek.<\/p>\n<p>Kelemahan lain adalah kenekatan untuk memainkan bola di sepertiga awal (<em>build-up<\/em>) tanpa dukungan struktur yang memadai ditambah <em>pressing <\/em>lawan yang kapan pun bisa membuat Kamboja kehilangan penguasaan bola di daerah berbahaya.<\/p>\n<figure id=\"attachment_9026\" aria-describedby=\"caption-attachment-9026\" style=\"width: 931px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-9026 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/12.png\" alt=\"\" width=\"931\" height=\"569\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/12.png 931w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/12-768x469.png 768w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/12-800x489.png 800w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/12-350x214.png 350w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/12-622x380.png 622w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/12-560x342.png 560w\" sizes=\"auto, (max-width: 931px) 100vw, 931px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-9026\" class=\"wp-caption-text\">Gambar 12: Kamboja build up di sepertiga awal menggunakan 7 pemain.<\/figcaption><\/figure>\n<p><em>Pressing <\/em>5 pemain lawan di situasi ini nyaris sukses merebut penguasaan bola, untungnya harmonisasi <em>press <\/em>yang kurang membuat Kamboja berhasil berprogres lewat sisi sayap kiri.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<h3><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-8993 size-large\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/kl-sea-games-2017-1024x430.png\" alt=\"SEA Games\" width=\"1024\" height=\"430\" \/><\/h3>\n<h3><strong>Penutup<\/strong><\/h3>\n<p>Thailand, Vietnam dan Indonesia menjadi 3 tim terkuat untuk 2 tempat teratas di grup B. Satu tim lain yang mampu mengganggu keberadaan 3 besar adalah <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/11\/kamboja-membidik-emas-sea-games\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kamboja<\/a>, yang mengalami perkembangan sangat luar biasa. Bahkan, bisa dikatakan, progres sepak bola Kamboja adalah yang terbaik saat ini. Kalau 3 negara besar itu tidak berhati-hati, Kamboja berpeluang untuk memberi kejutan tak menyenangkan<\/p>\n<p>Secara umum, ada beberapa model permainan dengan prinsip taktik serupa yang dipraktikan oleh negara-negara di ASEAN. Contoh, dari sedikit tim yang mampu membangun serangan dari belakang secara gradual, ada kecenderungan besar untuk melakukan progres serangan yang berorientasi ke sayap. Pada gilirannya, membangun dinamik serangan di sekitar <em>halfspace <\/em>dan sayap merupakan pemandangan jamak.<\/p>\n<p>Perkembangan (menggembirakan) lain dari sisi strategi dan taktik adalah membaiknya <em>compactness <\/em>(kerapatan) dalam permainan bertahan. <em>Compactness <\/em>horizontal dan vertikal yang terjaga membuat progresi lawan melalui area di sekitar <em>halfspace<\/em> dan tengah menjadi sulit. Dan, perkembangan positif ini bukan hanya ditunjukan oleh negara-negara \u201cutama\u201d, tetapi, bahkan Kamboja, Filipina dan Timor Leste pun menunjukan tren serupa.<\/p>\n<p>Pengaruh sepak bola Eropa terhadap perkembangan permainan bertahan di ASEAN terindikasi jelas. <em>Pressing <\/em>yang terstruktur dengan orientasi yang terpola menjadi indikasi perkembangan yang bagus. Ada pengaruh Diego Simeone, Roger Schmidt dan permainan bertahan Eropa dalam pola bertahan negara-negara ASEAN (dan Asia).<\/p>\n<p>Yang perlu digarisbawahi adalah, betapa pun membaiknya praktik taktik negara-negara ASEAN, tetapi, masih ditemui inkonsistensi dalam tataran eksekusi. Contoh inkonsistensi yang dimaksud adalah terlalu sering atau terlalu cepat melepaskan umpan jauh melambung ke depan, <em>compactness <\/em>spasial yang kurang optimum karena pemain nomor 6 (gelandang bertahan) yang keluar dari posnya, terlalu banyak memainkan umpan silang melambung tanpa didukung oleh pertimbangan waktu dan struktur yang ideal, harmonisasi <em>pressing<\/em> dan masih banyak lagi.<\/p>\n<p><strong>Author: <em>Ryan Tank (<a class=\"ProfileHeaderCard-screennameLink u-linkComplex js-nav\" href=\"https:\/\/twitter.com\/ryantank100\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span class=\"username u-dir\" dir=\"ltr\">@<b class=\"u-linkComplex-target\">ryantank100<\/b><\/span><\/a>) <\/em><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Thailand Indonesia memulai SEA Games 2017 menghadapi sang juara bertahan sekaligus tim paling tangguh di ASEAN, Thailand. Anak asuh Worrawoot Srimaka memainkan pola dasar 4-3-3 atau 4-2-3-1. Dalam fase membangun serangan (build up) dari belakang, Thailand memakai bentuk 2-3-1-1-3, 2-3-2-3 atau 2-4-1-3. Sektor yang paling dinamis dalam fase ini adalah gelandang tengah dikarenakan oleh staggering (struktur posisional akibat pengisian lini dan lokasi berbeda) oleh ketiga gelandang. Thailand termasuk tim yang paling konsisten memainkan build-up dari belakang secara gradual yang menggunakan banyak umpan pendek atau menengah. Gol ketiga Thailand ke gawang Malaysia di kualifikasi, contohnya. Build up, kesabaran, manipulasi bek lawan dan kedalaman vertikal. Selain itu, pola progresi Thailand, banyak memperlihatkan &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/13\/analisis-kompetitor-indonesia\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Analisis Kompetitor Indonesia di Grup B SEA Games 2017&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":9053,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3018],"tags":[1008,129,424,122],"class_list":["post-8999","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-tribe-tank","tag-analisis","tag-featured","tag-sea-games-2017","tag-slider"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Analisis Kompetitor Indonesia di Grup B SEA Games 2017 | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Indonesia memulai petualannya di SEA Games 2017 menghadapi sang juara bertahan sekaligus tim paling tangguh di ASEAN, Thailand.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/13\/analisis-kompetitor-indonesia\/\" \/>\n<link rel=\"next\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/13\/analisis-kompetitor-indonesia\/2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Analisis Kompetitor Indonesia di Grup B SEA Games 2017 | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Indonesia memulai petualannya di SEA Games 2017 menghadapi sang juara bertahan sekaligus tim paling tangguh di ASEAN, Thailand.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/13\/analisis-kompetitor-indonesia\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-08-13T02:00:23+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2018-02-27T06:16:58+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/Group-B-Preview-1200x674px-a.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"674\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"16 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/08\\\/13\\\/analisis-kompetitor-indonesia\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/08\\\/13\\\/analisis-kompetitor-indonesia\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"tribeindonesia\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"headline\":\"Analisis Kompetitor Indonesia di Grup B SEA Games 2017\",\"datePublished\":\"2017-08-13T02:00:23+00:00\",\"dateModified\":\"2018-02-27T06:16:58+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/08\\\/13\\\/analisis-kompetitor-indonesia\\\/\"},\"wordCount\":3150,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/08\\\/13\\\/analisis-kompetitor-indonesia\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/08\\\/Group-B-Preview-1200x674px-a.jpg\",\"keywords\":[\"Analisis\",\"Featured\",\"Sea Games 2017\",\"Slider\"],\"articleSection\":[\"Tribe Tank\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/08\\\/13\\\/analisis-kompetitor-indonesia\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/08\\\/13\\\/analisis-kompetitor-indonesia\\\/\",\"name\":\"Analisis Kompetitor Indonesia di Grup B SEA Games 2017 | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/08\\\/13\\\/analisis-kompetitor-indonesia\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/08\\\/13\\\/analisis-kompetitor-indonesia\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/08\\\/Group-B-Preview-1200x674px-a.jpg\",\"datePublished\":\"2017-08-13T02:00:23+00:00\",\"dateModified\":\"2018-02-27T06:16:58+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Indonesia memulai petualannya di SEA Games 2017 menghadapi sang juara bertahan sekaligus tim paling tangguh di ASEAN, Thailand.\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/08\\\/13\\\/analisis-kompetitor-indonesia\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/08\\\/13\\\/analisis-kompetitor-indonesia\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/08\\\/Group-B-Preview-1200x674px-a.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/08\\\/Group-B-Preview-1200x674px-a.jpg\",\"width\":1200,\"height\":674,\"caption\":\"Indonesia\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/author\\\/tribeindonesia\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Analisis Kompetitor Indonesia di Grup B SEA Games 2017 | Football Tribe Indonesia","description":"Indonesia memulai petualannya di SEA Games 2017 menghadapi sang juara bertahan sekaligus tim paling tangguh di ASEAN, Thailand.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/13\/analisis-kompetitor-indonesia\/","next":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/13\/analisis-kompetitor-indonesia\/2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Analisis Kompetitor Indonesia di Grup B SEA Games 2017 | Football Tribe Indonesia","og_description":"Indonesia memulai petualannya di SEA Games 2017 menghadapi sang juara bertahan sekaligus tim paling tangguh di ASEAN, Thailand.","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/13\/analisis-kompetitor-indonesia\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2017-08-13T02:00:23+00:00","article_modified_time":"2018-02-27T06:16:58+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":674,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/Group-B-Preview-1200x674px-a.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"16 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/13\/analisis-kompetitor-indonesia\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/13\/analisis-kompetitor-indonesia\/"},"author":{"name":"tribeindonesia","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"headline":"Analisis Kompetitor Indonesia di Grup B SEA Games 2017","datePublished":"2017-08-13T02:00:23+00:00","dateModified":"2018-02-27T06:16:58+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/13\/analisis-kompetitor-indonesia\/"},"wordCount":3150,"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/13\/analisis-kompetitor-indonesia\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/Group-B-Preview-1200x674px-a.jpg","keywords":["Analisis","Featured","Sea Games 2017","Slider"],"articleSection":["Tribe Tank"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/13\/analisis-kompetitor-indonesia\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/13\/analisis-kompetitor-indonesia\/","name":"Analisis Kompetitor Indonesia di Grup B SEA Games 2017 | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/13\/analisis-kompetitor-indonesia\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/13\/analisis-kompetitor-indonesia\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/Group-B-Preview-1200x674px-a.jpg","datePublished":"2017-08-13T02:00:23+00:00","dateModified":"2018-02-27T06:16:58+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Indonesia memulai petualannya di SEA Games 2017 menghadapi sang juara bertahan sekaligus tim paling tangguh di ASEAN, Thailand.","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/13\/analisis-kompetitor-indonesia\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/13\/analisis-kompetitor-indonesia\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/Group-B-Preview-1200x674px-a.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/Group-B-Preview-1200x674px-a.jpg","width":1200,"height":674,"caption":"Indonesia"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8999","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8999"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8999\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9053"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8999"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8999"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8999"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}