{"id":8863,"date":"2017-08-10T11:30:16","date_gmt":"2017-08-10T04:30:16","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=8863"},"modified":"2017-08-10T08:38:23","modified_gmt":"2017-08-10T01:38:23","slug":"1988-lahirnya-penyerang-hebat-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/10\/1988-lahirnya-penyerang-hebat-indonesia\/","title":{"rendered":"Class of 1988, Tahun Lahirnya Para Penyerang Hebat Indonesia Era Modern"},"content":{"rendered":"<p>Indonesia menghadapi kualifikasi Piala Asia 1988 dengan optimisme tinggi. Skuat Garuda yang kala itu ditangani oleh Anatoli Polosin, memang punya banyak modal bagus untuk bisa lolos dan berlaga di babak utama yang akan digelar di Qatar. Karena setahun sebelumnya, Robby Darwis dan kawan-kawan berhasil merebut medali emas SEA Games yang digelar di rumah sendiri.<\/p>\n<p>Tetapi ternyata, tim tersebut sudah tidak sama lagi. Beberapa pemain sudah mulai dimakan usia, terutama sang penyerang utama, Ricky Yacobi, yang sedang berada dalam senja kariernya. Ia memang berhasil menyarangkan gol di laga perdana melawan Yaman Selatan, tetapi fisik yang menua tidak bisa berbohong.<\/p>\n<p>Ricky kepayahan di pertandingan-pertandingan selanjutnya, terutama ketika Indonesia dihantam 4-0 oleh Korea Selatan di pertandingan terakhir, yang kemudian memupuskan asa untuk berlaga di babak utama.<\/p>\n<p>Hari tersebut selalu diingat sebagai waktu di mana penyerang Indonesia benar-benar tidak berdaya. Tetapi Tuhan memang adil, karena di tahun yang sama ketika para penyerang Indonesia kesulitan mencetak gol, di tahun 1988, lahir para penyerang hebat yang akan menjadi andalan timnas Indonesia di kemudian hari.<\/p>\n<figure style=\"width: 810px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium\" src=\"https:\/\/images.cdn.fourfourtwo.com\/sites\/fourfourtwo.com\/files\/styles\/image_landscape\/public\/m-rahmat-psm-makassar_18usmgij11xei1dijdyopxkk4l.jpg?itok=gSL_FRYm&amp;c=87b6d99828d88c1b8ffe17a08d24fc7d\" width=\"810\" height=\"451\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Kredit: Superball<\/figcaption><\/figure>\n<h3><strong>Muhammad Rahmat<\/strong><\/h3>\n<p>Termasuk <em>late bloomer<\/em> di kancah sepak bola Indonesia. Namanya baru tersohor setelah usianya melewati 25 tahun. Muhammad Rachmat lahir di Takalar, sebelah selatan kota Makassar, pada 28 Mei 1988. Apa yang diraihnya bersama PSM Makasar saat ini adalah hasil dari loyalitasnya bertahan di sana selama lebih dari 10 tahun. Rahmat terkenal dengan sebagai salah satu penyerang cepat yang dimiliki oleh Indonesia.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<figure style=\"width: 620px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium\" src=\"http:\/\/images.performgroup.com\/di\/library\/Goal_Indonesia\/fc\/a8\/ferdinand-sinaga-psm-makassar_1k8wul4gbhqqo1vexkgsft5mmo.jpg?t=-867874121&amp;w=620&amp;h=430\" width=\"620\" height=\"430\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Kredit: Goal<\/figcaption><\/figure>\n<h3><strong>Ferdinand Sinaga<\/strong><\/h3>\n<p>Bengal dan meledak-ledak bahkan sejak masih belia. Ada kisah ketika ia masih menimba ilmu di diklat Persib Bandung. Dalam sebuah laga uji tanding melawan tim senior, Ferdinand Sinaga bahkan sampai terlibat baku hantam dengan legiun asing, Patricio Jimenez.<\/p>\n<p>Citra <em>bad boy<\/em> masih melekat kepadanya bahkan hingga saat ini. Tetapi harus diakui, bahwa Ferdinand adalah salah satu penyerang nasional yang berkualitas. Bahkan sejauh ini, di antara para penyerang lain yang lahir di tahun 1988, ia adalah salah satu yang sukses di level klub. Ferdinand berhasil menjadi juara nasional bersama tim masa kecilnya, Persib Bandung, pada tahun 2014.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<figure style=\"width: 620px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium\" src=\"http:\/\/bolaindo.com\/wp-content\/uploads\/2017\/07\/Zulham-Zamrun-Menanti-Tawaran-Resmi-Dari-Klub-Liga-1.jpg\" width=\"620\" height=\"430\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Kredit: Bolaindo<\/figcaption><\/figure>\n<h3><strong>Zulham Zamrun<\/strong><\/h3>\n<p>Sama bengalnya dengan Ferdinand, namun dalam beberapa level lain, Zulham Zamrun kabarnya bisa lebih sulit diatur lagi. Sejak belia ia terkenal sebagai penyerang sayap dengan kemampuan olah bola yang luar biasa. Bakat Zulham, dan saudara kembarnya, Zulvin, kabarnya ditemukan oleh Timo Scheunemann dalam perjalanan sang pelatih keliling Indonesia untuk mencari bakat-bakat terpendam. Zulham lahir di Ternate pada 19 Februari 1988.<\/p>\n<p>Zulham sudah memperkuat tim-tim besar di kancah sepak bola Indonesia seperti Mitra Kukar, Persipura Jayapura dan Persib Bandung. Dalam beberapa tahun terakhir, kemampuannya agak menurun terutama karena cedera parah yang ia derita pada tahun 2015 lalu. Setelah sempat kembali ke Mitra, di putaran kedua Liga 1 ini ia kembali ke Sulawesi untuk memperkuat PSM Makassar.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<figure style=\"width: 663px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium\" src=\"http:\/\/cdn-media.viva.id\/thumbs2\/2017\/01\/12\/58774430e66f9-irfan-bachdim-gabung-bali-united_663_382.jpg\" width=\"663\" height=\"382\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Kredit: VIVA<\/figcaption><\/figure>\n<h3><strong>Irfan Bachdim<\/strong><\/h3>\n<p>Anak kesayangan sepak bola Indonesia saat ini. Meskipun tidak lahir di Indonesia, Irfan Bachdim mendapatkan cinta yang sama, bahkan lebih dari publik sepak bola Indonesia. Sayang, Irfan sering menderita cedera jelang dimulainya turnamen-turnamen besar. Kisahnya agak mirip dengan yang dialami oleh Marco Reus di Jerman.<\/p>\n<p>Setelah berpetualang di Jepang dan Thailand, Irfan kemudian kembali ke Indonesia untuk memperkuat Bali United. Pemain yang berada satu angkatan dengan Ryan Babel di akademi Ajax Amsterdam ini sangat menikmati waktunya bermain kembali di sepak bola Indonesia. Irfan juga ada di <em>pole position<\/em> untuk menjadi pemimpin timnas Indonesia selepas Boaz Solossa.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/cdn2.tstatic.net\/kaltim\/foto\/bank\/images\/patrich-wanggai_20170720_222446.jpg\" width=\"700\" height=\"393\" \/><\/p>\n<h3><strong>Patrich Wanggai<\/strong><\/h3>\n<p>Sekilas, gaya bermain Patrich Wanggai mirip dengan Thierry Henry. Yang berbeda adalah kaki kiri menjadi kekuatan utama pemain kelahiran Nabire 27 Juni 1988 ini. Kemampuan <em>aerial-<\/em>nya juga sangat baik. Ia bisa dipasang sebagai penyerang tunggal atau bermain melebar di sayap kanan atau kiri.<\/p>\n<p>Salah satu pertunjukan hebat yang ia tampilkan adalah ketika bersama Ferdinand dan Titus Bonai, menjadi lini serang yang sangat berbahaya di SEA Games 2011. Sayang, kala itu mereka tidak mampu meraih medali emas karena ditaklukan Malaysia di partai final. Patrich termasuk dalam daftar pemain yang berkemampuan baik namun lebih banyak berurusan dengan cedera.<\/p>\n<p><strong>Author: <\/strong><em><strong>Aun Rahman (<a class=\"ProfileHeaderCard-screennameLink u-linkComplex js-nav\" href=\"https:\/\/twitter.com\/aunrrahman\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span class=\"username u-dir\" dir=\"ltr\">@<b class=\"u-linkComplex-target\">aunrrahman<\/b><\/span><\/a>)<\/strong><br \/>\n<\/em><em>Penikmat sepak bola dalam negeri yang (masih) percaya Indonesia mampu tampil di Piala Dunia<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Indonesia menghadapi kualifikasi Piala Asia 1988 dengan optimisme tinggi. Skuat Garuda yang kala itu ditangani oleh Anatoli Polosin, memang punya banyak modal bagus untuk bisa lolos dan berlaga di babak utama yang akan digelar di Qatar. Karena setahun sebelumnya, Robby Darwis dan kawan-kawan berhasil merebut medali emas SEA Games yang digelar di rumah sendiri. Tetapi ternyata, tim tersebut sudah tidak sama lagi. Beberapa pemain sudah mulai dimakan usia, terutama sang penyerang utama, Ricky Yacobi, yang sedang berada dalam senja kariernya. Ia memang berhasil menyarangkan gol di laga perdana melawan Yaman Selatan, tetapi fisik yang menua tidak bisa berbohong. Ricky kepayahan di pertandingan-pertandingan selanjutnya, terutama ketika Indonesia dihantam 4-0 oleh Korea &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/10\/1988-lahirnya-penyerang-hebat-indonesia\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Class of 1988, Tahun Lahirnya Para Penyerang Hebat Indonesia Era Modern&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":8864,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[88,86],"tags":[1628,129,105,122,1629],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Class of 1988, Tahun Lahirnya Para Penyerang Hebat Indonesia Era Modern | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Berkah bagi sepak bola Indonesia muncul di tahun 1988, lahir para penyerang hebat yang akan menjadi andalan timnas Indonesia di kemudian hari.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/10\/1988-lahirnya-penyerang-hebat-indonesia\/\" \/>\n<link rel=\"next\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/10\/1988-lahirnya-penyerang-hebat-indonesia\/2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Class of 1988, Tahun Lahirnya Para Penyerang Hebat Indonesia Era Modern | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Berkah bagi sepak bola Indonesia muncul di tahun 1988, lahir para penyerang hebat yang akan menjadi andalan timnas Indonesia di kemudian hari.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/10\/1988-lahirnya-penyerang-hebat-indonesia\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-08-10T04:30:16+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2017-08-10T01:38:23+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/Class-of-1988-1200x674px.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"674\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/10\/1988-lahirnya-penyerang-hebat-indonesia\/\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/10\/1988-lahirnya-penyerang-hebat-indonesia\/\",\"name\":\"Class of 1988, Tahun Lahirnya Para Penyerang Hebat Indonesia Era Modern | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/10\/1988-lahirnya-penyerang-hebat-indonesia\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/10\/1988-lahirnya-penyerang-hebat-indonesia\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/Class-of-1988-1200x674px.jpg\",\"datePublished\":\"2017-08-10T04:30:16+00:00\",\"dateModified\":\"2017-08-10T01:38:23+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Berkah bagi sepak bola Indonesia muncul di tahun 1988, lahir para penyerang hebat yang akan menjadi andalan timnas Indonesia di kemudian hari.\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/10\/1988-lahirnya-penyerang-hebat-indonesia\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/10\/1988-lahirnya-penyerang-hebat-indonesia\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/Class-of-1988-1200x674px.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/Class-of-1988-1200x674px.jpg\",\"width\":1200,\"height\":674,\"caption\":\"Indonesia\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Class of 1988, Tahun Lahirnya Para Penyerang Hebat Indonesia Era Modern | Football Tribe Indonesia","description":"Berkah bagi sepak bola Indonesia muncul di tahun 1988, lahir para penyerang hebat yang akan menjadi andalan timnas Indonesia di kemudian hari.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/10\/1988-lahirnya-penyerang-hebat-indonesia\/","next":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/10\/1988-lahirnya-penyerang-hebat-indonesia\/2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Class of 1988, Tahun Lahirnya Para Penyerang Hebat Indonesia Era Modern | Football Tribe Indonesia","og_description":"Berkah bagi sepak bola Indonesia muncul di tahun 1988, lahir para penyerang hebat yang akan menjadi andalan timnas Indonesia di kemudian hari.","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/10\/1988-lahirnya-penyerang-hebat-indonesia\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2017-08-10T04:30:16+00:00","article_modified_time":"2017-08-10T01:38:23+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":674,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/Class-of-1988-1200x674px.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/10\/1988-lahirnya-penyerang-hebat-indonesia\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/10\/1988-lahirnya-penyerang-hebat-indonesia\/","name":"Class of 1988, Tahun Lahirnya Para Penyerang Hebat Indonesia Era Modern | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/10\/1988-lahirnya-penyerang-hebat-indonesia\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/10\/1988-lahirnya-penyerang-hebat-indonesia\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/Class-of-1988-1200x674px.jpg","datePublished":"2017-08-10T04:30:16+00:00","dateModified":"2017-08-10T01:38:23+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Berkah bagi sepak bola Indonesia muncul di tahun 1988, lahir para penyerang hebat yang akan menjadi andalan timnas Indonesia di kemudian hari.","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/10\/1988-lahirnya-penyerang-hebat-indonesia\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/10\/1988-lahirnya-penyerang-hebat-indonesia\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/Class-of-1988-1200x674px.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/Class-of-1988-1200x674px.jpg","width":1200,"height":674,"caption":"Indonesia"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8863"}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8863"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8863\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8864"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8863"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8863"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8863"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}