{"id":8841,"date":"2017-08-10T08:30:01","date_gmt":"2017-08-10T01:30:01","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=8841"},"modified":"2017-08-10T07:47:20","modified_gmt":"2017-08-10T00:47:20","slug":"persib-bandung-menjadi-simbol-budaya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/10\/persib-bandung-menjadi-simbol-budaya\/","title":{"rendered":"Persib Bandung: Kala Sepak Bola Menjadi Simbol Budaya"},"content":{"rendered":"<p>Pendukung Persib atau familiar disebut Bobotoh, memiliki keunikan tersendiri dibandingkan dengan\u00a0 pendukung klub lain di Indonesia. Persib dianggap mewakili identitas masyarakat Sunda meskipun di Sunda sendiri sebenarnya banyak juga klub-klub lain.<\/p>\n<p>Di Liga 1 memang hanya Persib yang \u2018asli\u2019 Jawa Barat, sedangkan di Liga 2, ada Persika Karang, <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/02\/09\/menanti-kiprah-carlos-de-mello-bersama-psgc-ciamis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">PSGC Ciamis<\/a> dan <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/25\/persikad-depok-raungan-serigala-margonda\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Persikad Depok<\/a> hingga <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/03\/persikabo-bogor-dan-langkahnya-di-liga-2\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Persikabo Bogor<\/a> yang notabene masuk Jawa Barat. Namun dari sekian banyak klub tersebut, Persib-lah yang dianggap mewakili masyarakat Sunda di sepak bola Indonesia. Uniknya, selain mendukung klub-klub daerah mereka sendiri, kebanyakan supporter di Sunda juga mendukung <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/tag\/persib-bandung\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Persib Bandung<\/a>.<\/p>\n<p>Saya pernah bertanya kepada seorang Bobotoh asal Ciamis yang lebih suka mendukung Persib daripada tim daerahnya sendiri, PSGC Ciamis, dan ia menjawab, <em>\u201cPersib teh geus jadi jati diri urang Sunda\u201d<\/em>, yang kira-kira berarti \u201cPersib sudah menjadi jati diri orang Sunda.\u201d Dengan hal ini, maka tak heran melihat masyarakat Ciamis, Bogor atau Karawang yang lebih menggilai Persib daripada klub asal daerah mereka.<\/p>\n<p>Persib sebagai identitas masyarakat Sunda sudah mengakar sangat kuat dan hal ini berbeda dibandingkan dengan klub-klub lain di Indonesia. Klub lain biasanya memiliki penggemar berdasarkan kesamaan regional wilayah, bukan atas dasar kesamaan suku atau budaya. Di Surabaya, masyarakatnya tentu lebih banyak yang mendukung Persebaya daripada Arema atau Persegres hingga Persela, misalnya. Atau di Solo, yang masyarakatnya tentu lebih memilih mendukung Persis daripada PSIS yang berada di ibu kota provinsi.<\/p>\n<p>Sedangkan Persib mampu menjadi simbol budaya masyarakat Sunda, tak terbatas oleh kata \u2018Bandung\u2019 yang mengiringi kata \u2018Persib\u2019. <em>Fanbase<\/em> yang mampu menyatukan suku dan budaya terbesar di Indonesia, setelah suku Jawa, membuat tim ini memiliki banyak sekali penggemar. Tak heran <em>Global Digital Football Benchmarking Analysis<\/em> pada bulan Juli lalu menempatkan Persib sebagai klub paling populer di sosial media Indonesia. Persib bahkan mampu meraih peringkat 20 besar dunia.<\/p>\n<p>Sisi positifnya, Persib sangat mudah menggalang dukungan ketika bermain di sekitar Jawa Barat, seperti ketika Persib sempat harus bermain di Stadion Wibawa Mukti, Pakansari atau <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/08\/4-1-di-stadion-patriot\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Patriot<\/a> di Bekasi. Selain itu, kepopuleran Persib juga membuatnya menjadi daya tarik sponsor besar, memiliki <em>rating<\/em> TV tertinggi di Indonesia dan juga mampu menjadi daya tarik bagi pemain asing ternama untuk ikut memperkuat tim yang berdiri tahun 1933 tersebut. Sayangnya satu, tim ini sekarang tengah berkutat di papan bawah.<\/p>\n<p>Keunikan Persib sebagai simbol budaya diamini juga oleh <a href=\"https:\/\/www.facebook.com\/deden.gumilang.3\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kang H.D. Gumilang<\/a>, salah satu sejarawan sekaligus anggota Bobotoh yang mengatakan, \u201cMemahami mengapa orang Jawa Barat menyukai Persib itu tidak bisa dijelaskan secara empiris. Setiap orang memiliki pengalamannya masing-masing. Buat orang Jawa Barat, Persib itu sudah jadi budaya atau sudah menjadi perilaku sosial.\u201d<\/p>\n<p>\u201cAspek historis di masa lalu juga berpengaruh. Jawa Barat berbeda sekali dengan Jawa Timur, Jawa Tengah dan Yogyakarta, yang sedari dulu memiliki aneka macam kerajaan yang silih berganti bersaing berkuasa. Mataram, Demak, Majapahit, Singosari, Madura, Kadiri (Kediri), Gresik, Ampel, silih berganti tampil ke puncak kekuasaan.\u201d<\/p>\n<p>\u201cHal tersebut yang akhirnya memengaruhi kultur sepak bola Jawa. Kita saksikan sendiri bagaimana PSIM, PSIS, Persebaya, Persis Solo, Persik, Arema, Petrokimia Gresik, silih berganti mengambil gilirannya menjadi yang terdepan.\u201d<\/p>\n<p>\u201cTetapi Jawa Barat beda. Sejak dulu yang paling dikenal ialah kerajaan Padjadjaran dengan Prabu Siliwangi-nya. Meskipun bukan sebagai kerajaan pertama di tanah Pasundan, ada kerajaan-kerajaan kecil seperti Galuh, Cirebon, Sumedang, tapi mereka tunduk dan selalu menaruh hormat kepada Padjajaran. Karakter ini kemudian menurun, biarpun banyak klub lokal, mereka tetap menaruh hormat kepada Persib yang dianggap sesuai untuk mewakili identitas Jawa Barat\u201d.<\/p>\n<p>Di luar negeri, Persib bisa disejajarkankan dengan Athletic Bilbao yang menjadikan kesamaan kultur dan budaya sebagai identitas klub. Bahkan saking bangganya dengan kultur dan budaya mereka, Athletic Bilbao hanya mau menampung pemain dari etnis Basque, etnis yang menjadi identitas klub Athletic Bilbao.<\/p>\n<p>Identitas suku Basque yang menjadi kekuatan tim ini sehingga sampai saat ini klub ini belum pernah sekalipun terdegradasi dari kasta utama Liga Spanyol. Padahal, secara keuangan maupun materi pemain, mereka jelas kalah dibandingkan Barcelona maupun Real Madrid.<\/p>\n<p>Kini sepak bola sudah semakin berkembang, sepak bola Indonesia pun sudah semakin mendunia, sebagaimana media sosial Persib yang tak hanya diikuti oleh orang Jawa Barat, tapi juga diikuti oleh ratusan bahkan ribuan penggemarnya di seluruh dunia.<\/p>\n<p>Ditambah rasio tayang di televisi nasional yang tinggi serta keberadaan pemain kelas dunia, membuat Persib kini mampu menarik masyarakat non-Sunda untuk menjadi penggemarnya. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya komunitas pendukung Persib di daerah-daerah Jawa lain seperti Viking Wonogiri, Viking Ponorogo, Viking Palangkaraya hingga Madiun.<\/p>\n<p>Tak harus jadi orang Sunda untuk mencintai Persib, sebagaimana tak perlu harus jadi orang Italia untuk mencintai AC Milan. Terima kasih Persib Bandung yang memperkenalkan sepak bola Indonesia di mata dunia.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Author: <em>Muhammad Kaka (<a class=\"ProfileHeaderCard-screennameLink u-linkComplex js-nav\" href=\"https:\/\/twitter.com\/kkthegreen\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span class=\"username u-dir\" dir=\"ltr\">@<b class=\"u-linkComplex-target\">kkthegreen<\/b><\/span><\/a>)<\/em><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pendukung Persib atau familiar disebut Bobotoh, memiliki keunikan tersendiri dibandingkan dengan\u00a0 pendukung klub lain di Indonesia. Persib dianggap mewakili identitas masyarakat Sunda meskipun di Sunda sendiri sebenarnya banyak juga klub-klub lain. Di Liga 1 memang hanya Persib yang \u2018asli\u2019 Jawa Barat, sedangkan di Liga 2, ada Persika Karang, PSGC Ciamis dan Persikad Depok hingga Persikabo Bogor yang notabene masuk Jawa Barat. Namun dari sekian banyak klub tersebut, Persib-lah yang dianggap mewakili masyarakat Sunda di sepak bola Indonesia. Uniknya, selain mendukung klub-klub daerah mereka sendiri, kebanyakan supporter di Sunda juga mendukung Persib Bandung. Saya pernah bertanya kepada seorang Bobotoh asal Ciamis yang lebih suka mendukung Persib daripada tim daerahnya sendiri, PSGC &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/10\/persib-bandung-menjadi-simbol-budaya\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Persib Bandung: Kala Sepak Bola Menjadi Simbol Budaya&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":8842,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[291],"tags":[129,185,188,195,122,598],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Persib Bandung: Kala Sepak Bola Menjadi Simbol Budaya | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Persib Bandung sebagai identitas masyarakat Sunda sudah mengakar sangat kuat dan hal ini berbeda dibandingkan dengan klub-klub lain di Indonesia.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/10\/persib-bandung-menjadi-simbol-budaya\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Persib Bandung: Kala Sepak Bola Menjadi Simbol Budaya | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Persib Bandung sebagai identitas masyarakat Sunda sudah mengakar sangat kuat dan hal ini berbeda dibandingkan dengan klub-klub lain di Indonesia.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/10\/persib-bandung-menjadi-simbol-budaya\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-08-10T01:30:01+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2017-08-10T00:47:20+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/Persib.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"800\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"530\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/10\/persib-bandung-menjadi-simbol-budaya\/\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/10\/persib-bandung-menjadi-simbol-budaya\/\",\"name\":\"Persib Bandung: Kala Sepak Bola Menjadi Simbol Budaya | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/10\/persib-bandung-menjadi-simbol-budaya\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/10\/persib-bandung-menjadi-simbol-budaya\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/Persib.jpg\",\"datePublished\":\"2017-08-10T01:30:01+00:00\",\"dateModified\":\"2017-08-10T00:47:20+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Persib Bandung sebagai identitas masyarakat Sunda sudah mengakar sangat kuat dan hal ini berbeda dibandingkan dengan klub-klub lain di Indonesia.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/10\/persib-bandung-menjadi-simbol-budaya\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/10\/persib-bandung-menjadi-simbol-budaya\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/10\/persib-bandung-menjadi-simbol-budaya\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/Persib.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/Persib.jpg\",\"width\":800,\"height\":530,\"caption\":\"Kredit: Liga 1\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/10\/persib-bandung-menjadi-simbol-budaya\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Persib Bandung: Kala Sepak Bola Menjadi Simbol Budaya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Persib Bandung: Kala Sepak Bola Menjadi Simbol Budaya | Football Tribe Indonesia","description":"Persib Bandung sebagai identitas masyarakat Sunda sudah mengakar sangat kuat dan hal ini berbeda dibandingkan dengan klub-klub lain di Indonesia.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/10\/persib-bandung-menjadi-simbol-budaya\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Persib Bandung: Kala Sepak Bola Menjadi Simbol Budaya | Football Tribe Indonesia","og_description":"Persib Bandung sebagai identitas masyarakat Sunda sudah mengakar sangat kuat dan hal ini berbeda dibandingkan dengan klub-klub lain di Indonesia.","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/10\/persib-bandung-menjadi-simbol-budaya\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2017-08-10T01:30:01+00:00","article_modified_time":"2017-08-10T00:47:20+00:00","og_image":[{"width":800,"height":530,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/Persib.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/10\/persib-bandung-menjadi-simbol-budaya\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/10\/persib-bandung-menjadi-simbol-budaya\/","name":"Persib Bandung: Kala Sepak Bola Menjadi Simbol Budaya | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/10\/persib-bandung-menjadi-simbol-budaya\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/10\/persib-bandung-menjadi-simbol-budaya\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/Persib.jpg","datePublished":"2017-08-10T01:30:01+00:00","dateModified":"2017-08-10T00:47:20+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Persib Bandung sebagai identitas masyarakat Sunda sudah mengakar sangat kuat dan hal ini berbeda dibandingkan dengan klub-klub lain di Indonesia.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/10\/persib-bandung-menjadi-simbol-budaya\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/10\/persib-bandung-menjadi-simbol-budaya\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/10\/persib-bandung-menjadi-simbol-budaya\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/Persib.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/Persib.jpg","width":800,"height":530,"caption":"Kredit: Liga 1"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/10\/persib-bandung-menjadi-simbol-budaya\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Persib Bandung: Kala Sepak Bola Menjadi Simbol Budaya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8841"}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8841"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8841\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8842"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8841"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8841"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8841"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}