{"id":8828,"date":"2017-08-09T12:30:32","date_gmt":"2017-08-09T05:30:32","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=8828"},"modified":"2017-08-09T08:14:23","modified_gmt":"2017-08-09T01:14:23","slug":"kisah-sukses-sir-alex-ferguson","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/09\/kisah-sukses-sir-alex-ferguson\/","title":{"rendered":"Beberapa Pelajaran dari Kisah Sukses Sir Alex Ferguson di Manchester United"},"content":{"rendered":"<p>Sempat ada pendapat bahwa pekerjaan sebagai pelatih sepak bola lebih berisiko ketimbang segala pekerjaan lain, bahkan pekerjaan yang paling berbahaya sekalipun. Terdengar mengerikan, ya? Tetapi memang seperti itulah adanya. Lepas dari gaji tinggi dan fasilitas berlimpah, para pelatih lapangan hijau (terlebih jika melatih di klub-klub papan atas) harus selalu was-was akan nasib mereka.<\/p>\n<p>Ekspektasi tinggi dari manajemen dan suporter (terlebih di era media sosial seperti sekarang), membuat posisi pelatih rentan dipecat. Suporter ingin semua serba cepat, seolah-olah dengan pemain-pemain kelas atas dan pelatih kelas dunia, prestasi bisa diraih. Padahal, pelatih juga sudah memutar otak 24 jam tujuh hari dalam seminggu tanpa kenal lelah untuk meracik strategi permainan terbaik.<\/p>\n<p>Tetapi, jika kalah, tetap saja pelatih yang dihujat, bukan? Bahkan Jose Mourinho sempat kesal saat merespon tuntutan suporter yang terlalu tinggi dengan mengatakan dirinya bukanlah Superman.<\/p>\n<p>Maka, sudah sangat jarang pelatih yang bisa menangani suatu tim dalam waktu lama dengan sederet gelar di masa sekarang ini. Yang benar-benar membangun tim dari awal, jatuh bangun, hingga menjadi tim yang disegani dan ternama di dunia. Salah satu sosok langka itu adalah Sir Alex Ferguson, mantan manajer legendaris Manchester United.<\/p>\n<p>Pria berusia 76 tahun ini berhasil membangun Manchester United, dari tim yang mempunyai masalah kedisiplinan, menjadi tim tangguh dengan mental juara dan disegani di Inggris, Eropa, maupun dunia. Dengan torehan 38 trofi sepanjang 27 tahun melatih Setan Merah, Fergie menjadi manajer yang dihormati dunia. Dari para pelaku sepak bola hingga mereka yang tidak terlalu menggemari sepak bola pun mengagumi kerja keras dan pengabdian kakek tua yang akrab dipanggil Fergie ini selama di Old Trafford.<\/p>\n<p>Nah, ada baiknya kita kenang sekilas perjalanan awal Fergie saat mendarat di Manchester<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/sir-alex-ferguson-former-manager-of-manchester-united-fc-receives-the-picture-id184454368?k=6&amp;m=184454368&amp;s=594x594&amp;w=0&amp;h=ARdVSdLyUwMa_7fZX86YACNj03jdipuhEuYwEXtapLU=\" width=\"594\" height=\"457\" \/><\/p>\n<h3><strong>Fergie: Nyaris <\/strong><strong>d<\/strong><strong>ipecat <\/strong><strong>s<\/strong><strong>ebelum <\/strong><strong>b<\/strong><strong>ertabur <\/strong><strong>g<\/strong><strong>elar<\/strong><\/h3>\n<p>Tiga musim pertama Fergie bersama Manchester United adalah bencana. Tanpa trofi, mental pemainnya cenderung negatif, disiplin rendah, suka mabuk dan lain sebagainya. Perlahan tapi pasti, Fergie mulai menerapkan sikap tegas sekaligus memotivasi mental para pemainnya.<\/p>\n<p>Hasilnya? Luar biasa. Di titik kepasrahan karena belum ada gelar hampir dipecat, akhirnya upaya Fergie tidak sia-sia. United memulai kebangkitannya kembali saat menjuarai Piala FA 1989\/1990, Community Shield 1990 dan Piala Winners 1990\/1991 (mengalahkan Barcelona di partai puncak). Piala Winners sekarang sudah tidak ada lagi. Kejuaraan ini mempertemukan juara-juara piala domestik di seluruh liga Eropa.<\/p>\n<p>Setelah itu, para penggemar sepak bola selalu menantikan aksi para penggawa Manchester United seperti Bryan Robson, Ryan Giggs, Paul Ince, dan sebagainya. Lalu ada David Beckham, Neville bersaudara, Nicky Butt, dan Paul Scholes.<\/p>\n<p>Keberhasilan Fergie meraih trofi Liga Primer sebanyak 13 kali membuat namanya menjadi dewa kompetisi ini. Siapapun yang melatih Manchester United, harus siap dibandingkan dengan sang legenda.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/former-manager-of-manchester-united-sir-alex-ferguson-poses-with-picture-id459986498?k=6&amp;m=459986498&amp;s=594x594&amp;w=0&amp;h=pIhAMsxep3G9vVW-hYfaLFdy8zfvopgZXm0NrskiniQ=\" width=\"594\" height=\"385\" \/><\/p>\n<h3><strong>Mental juara dan pembinaan di akademi<\/strong><\/h3>\n<p>Peranan Fergie dalam membangun pembinaan di akademi Manchester United tentu sudah banyak diketahui. Bagi sang legenda, penting memberi kesempatan bagi para pemain muda untuk lebih banyak bermain agar kemampuannya bisa terasah. Dan hal ini diakui oleh mantan anak didiknya sendiri, Ryan Giggs.<\/p>\n<p>Masalah mental pantang menyerah, ini sudah terbukti saat final Liga Champions Eropa 1998\/1999. Manchester United, yang harus kehilangan beberapa pilarnya, jelas kurang diunggulkan ketimbang Bayern M\u00fcnchen yang tampil dengan kekuatan penuh. Di saat harapan suporter sudah menipis, justru David Beckham dan kolega membalikkan segalanya dalam hitungan dua menit jelang laga usai.<\/p>\n<p>Di sini kita melihat betapa pentingnya pelatih menanamkan sikap mental juara pada pemain, apapun yang terjadi. Tertinggal di menit awal tidak membuat pasukannya menyerah. Justru dengan kesabaran dan ketekunan tingkat tinggi, hasil akhir bisa berbalik di saat yang tak terduga.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/former-manager-sir-alex-ferguson-of-manchester-united-poses-for-a-a-picture-id631740356?k=6&amp;m=631740356&amp;s=594x594&amp;w=0&amp;h=_InJhww6gQM0BqkjRodKVCzdFG0vg6dvuFNFio8PISc=\" width=\"594\" height=\"420\" \/><\/p>\n<h3><strong>Pentingnya meredam ego <\/strong><\/h3>\n<p>Berhadapan dengan para pemain dengan gaji super tinggi dan berbagai tingkah lakunya, tentu menjadi pekerjaan berat bagi para pelatih sepak bola papan atas. Hal ini juga diakui Fergie. Oleh karena itu, baginya penting untuk meredam ego para pemain agar tidak ada yang merasa lebih menonjol dibanding yang lain.<\/p>\n<p>Sebagai pelatih, Fergie jelas sosok yang sangat tegas. Namun, dia mengakui seiring dengan usianya yang semakin menua, dia jadi lebih sensitif dalam hal menangani orang. Dia juga berusaha tidak memojokkan pemain yang melakukan kesalahan dengan menegur saat di ruang ganti.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/sir-alex-ferguson-the-uefa-europa-league-round-of-16-second-leg-match-picture-id654174052?k=6&amp;m=654174052&amp;s=594x594&amp;w=0&amp;h=XzDJfXmPsC10pVrX7S6dlU7SsKa2iKaf7pCBltPpAcU=\" width=\"594\" height=\"396\" \/><\/p>\n<h3><strong>Yang diinginkan dari pemain<\/strong><\/h3>\n<p><a href=\"http:\/\/www.soccerladuma.co.za\/news\/articles\/international\/categories\/english-premier-league\/former-coach-reveals-the-four-things-sir-alex-ferguson-demanded-at-manchester-united\/275911\">Rene Meulensteen<\/a>, mantan pelatih tim utama Setan Merah semasa Fergie masih di Old Trafford (2007-2011), mengungkapkan bahwa ada empat hal yang diinginkan sang pelatih di lapangan dari para pemainnya itu. Yang pertama adalah penguasaan bola, tetapi bukan sekedar menguasai bola. Harus jelas juga tujuan menguasai bola untuk apa.<\/p>\n<p>Yang kedua adalah kecepatan, lalu penetrasi dan kemampuan untuk tidak mudah ditebak. Tim harus kreatif di lapangan, jangan sampai lawan gampang menebak arah permainan.<\/p>\n<p>Kisah sukses Fergie selama 27 tahun di Old Trafford mengajarkan pada kita bahwa tidak ada sukses tanpa kerja keras. Semua butuh proses dan tentu tidak ada orang yang tidak pernah gagal dalam hidupnya. Namun, yang terpenting adalah bagaimana kita bangkit dan tidak menyerah untuk mencapai cita-cita kita.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Author: <em>Yasmeen Rasidi (<a class=\"ProfileHeaderCard-screennameLink u-linkComplex js-nav\" href=\"https:\/\/twitter.com\/melatee2512\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span class=\"username u-dir\" dir=\"ltr\">@<b class=\"u-linkComplex-target\">melatee2512<\/b><\/span><\/a>)<\/em><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sempat ada pendapat bahwa pekerjaan sebagai pelatih sepak bola lebih berisiko ketimbang segala pekerjaan lain, bahkan pekerjaan yang paling berbahaya sekalipun. Terdengar mengerikan, ya? Tetapi memang seperti itulah adanya. Lepas dari gaji tinggi dan fasilitas berlimpah, para pelatih lapangan hijau (terlebih jika melatih di klub-klub papan atas) harus selalu was-was akan nasib mereka. Ekspektasi tinggi dari manajemen dan suporter (terlebih di era media sosial seperti sekarang), membuat posisi pelatih rentan dipecat. Suporter ingin semua serba cepat, seolah-olah dengan pemain-pemain kelas atas dan pelatih kelas dunia, prestasi bisa diraih. Padahal, pelatih juga sudah memutar otak 24 jam tujuh hari dalam seminggu tanpa kenal lelah untuk meracik strategi permainan terbaik. Tetapi, jika &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/09\/kisah-sukses-sir-alex-ferguson\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Beberapa Pelajaran dari Kisah Sukses Sir Alex Ferguson di Manchester United&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":8829,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[69,74],"tags":[129,151,302],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Beberapa Pelajaran dari Kisah Sukses Sir Alex Ferguson di Manchester United | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Kisah sukses Sir Alex Ferguson selama 27 tahun di Old Trafford mengajarkan pada kita bahwa tidak ada sukses tanpa kerja keras.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/09\/kisah-sukses-sir-alex-ferguson\/\" \/>\n<link rel=\"next\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/09\/kisah-sukses-sir-alex-ferguson\/2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Beberapa Pelajaran dari Kisah Sukses Sir Alex Ferguson di Manchester United | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kisah sukses Sir Alex Ferguson selama 27 tahun di Old Trafford mengajarkan pada kita bahwa tidak ada sukses tanpa kerja keras.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/09\/kisah-sukses-sir-alex-ferguson\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-08-09T05:30:32+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2017-08-09T01:14:23+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/Sir-Alex-Ferguson.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"594\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"416\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/09\/kisah-sukses-sir-alex-ferguson\/\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/09\/kisah-sukses-sir-alex-ferguson\/\",\"name\":\"Beberapa Pelajaran dari Kisah Sukses Sir Alex Ferguson di Manchester United | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/09\/kisah-sukses-sir-alex-ferguson\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/09\/kisah-sukses-sir-alex-ferguson\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/Sir-Alex-Ferguson.jpg\",\"datePublished\":\"2017-08-09T05:30:32+00:00\",\"dateModified\":\"2017-08-09T01:14:23+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Kisah sukses Sir Alex Ferguson selama 27 tahun di Old Trafford mengajarkan pada kita bahwa tidak ada sukses tanpa kerja keras.\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/09\/kisah-sukses-sir-alex-ferguson\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/09\/kisah-sukses-sir-alex-ferguson\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/Sir-Alex-Ferguson.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/Sir-Alex-Ferguson.jpg\",\"width\":594,\"height\":416,\"caption\":\"Sir Alex Ferguson\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Beberapa Pelajaran dari Kisah Sukses Sir Alex Ferguson di Manchester United | Football Tribe Indonesia","description":"Kisah sukses Sir Alex Ferguson selama 27 tahun di Old Trafford mengajarkan pada kita bahwa tidak ada sukses tanpa kerja keras.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/09\/kisah-sukses-sir-alex-ferguson\/","next":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/09\/kisah-sukses-sir-alex-ferguson\/2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Beberapa Pelajaran dari Kisah Sukses Sir Alex Ferguson di Manchester United | Football Tribe Indonesia","og_description":"Kisah sukses Sir Alex Ferguson selama 27 tahun di Old Trafford mengajarkan pada kita bahwa tidak ada sukses tanpa kerja keras.","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/09\/kisah-sukses-sir-alex-ferguson\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2017-08-09T05:30:32+00:00","article_modified_time":"2017-08-09T01:14:23+00:00","og_image":[{"width":594,"height":416,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/Sir-Alex-Ferguson.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/09\/kisah-sukses-sir-alex-ferguson\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/09\/kisah-sukses-sir-alex-ferguson\/","name":"Beberapa Pelajaran dari Kisah Sukses Sir Alex Ferguson di Manchester United | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/09\/kisah-sukses-sir-alex-ferguson\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/09\/kisah-sukses-sir-alex-ferguson\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/Sir-Alex-Ferguson.jpg","datePublished":"2017-08-09T05:30:32+00:00","dateModified":"2017-08-09T01:14:23+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Kisah sukses Sir Alex Ferguson selama 27 tahun di Old Trafford mengajarkan pada kita bahwa tidak ada sukses tanpa kerja keras.","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/09\/kisah-sukses-sir-alex-ferguson\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/09\/kisah-sukses-sir-alex-ferguson\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/Sir-Alex-Ferguson.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/Sir-Alex-Ferguson.jpg","width":594,"height":416,"caption":"Sir Alex Ferguson"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8828"}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8828"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8828\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8829"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8828"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8828"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8828"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}