{"id":8778,"date":"2017-08-08T12:30:50","date_gmt":"2017-08-08T05:30:50","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=8778"},"modified":"2017-08-08T08:40:42","modified_gmt":"2017-08-08T01:40:42","slug":"pemantik-zaman-baru-barcelona","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/08\/pemantik-zaman-baru-barcelona\/","title":{"rendered":"Pemantik Zaman Baru Barcelona"},"content":{"rendered":"<p>Angin perubahan berhembus perlahan di sekitar Camp Nou. Geraknya belum sampai terasa di permukaan kulit, namun ia ada. Angin perubahan berhembus perlahan di sekitar Camp Nou. Gerakannya perlahan saja, menghimpun kekuatan, namun ia ada. Angin perubahan perlahan berhembus di sekitar Camp Nou, siap menyapu tuan rumah yang tak siap.<\/p>\n<p>Kepindahan <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/tag\/neymar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Neymar<\/a> ke <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/tag\/paris-saint-germain\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Paris Saint-Germain<\/a> hanya salah satu petunjuk dari angin perubahan. Kepindahan yang membuat itu bukan pemantik, hanya akibat saja. Bukan sebab, karena ini kompleks. Sebuah zaman baru harus sudah disiapkan. Jika terlambat, Barcelona akan memasuki periode penuh tanda tanya, penuh keraguan.<\/p>\n<p>Setidaknya ada beberapa petunjuk dari angin perubahan. Berikut dua di antaranya.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/lionel-andres-messi-of-fc-barcelona-and-andres-iniesta-lujan-of-fc-picture-id692842122?k=6&amp;m=692842122&amp;s=594x594&amp;w=0&amp;h=AsrDu8KgN0t_q8z97XByffjQdPWIqeE2cdFY4X4LvmY=\" width=\"594\" height=\"396\" \/><\/p>\n<h3><strong>Senjakala para tulang punggung<\/strong><\/h3>\n<p>Barcelona begitu dominan ketika anak-anak muda dari La Masia mentas, masuk ke tim utama. Dari posisi kiper, hingga juru gedor. Komplet, dari bek, hingga gelandang kreatif. Mulai dari Victor Valdes yang sembrono namun tak jarang superior, hingga Lionel Messi yang agung. Dari <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/tag\/carles-puyol\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Carles Puyol<\/a> yang garang, hingga Xavi Hernandez dan <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/11\/iniesta-pilar-kesuksesan-barcelona\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Andres Iniesta<\/a> yang elegan.<\/p>\n<p>Sejak mereka mengambil alih posisi utama dari para pendahulu, Barcelona memasuki periode penuh kebahagiaan. Segala trofi pernah mereka keruk habis. Sampai-sampai, tiga pemain akademi mereka mendominasi gala Ballon d\u2019Or. Messi, Xavi, dan Andres Iniesta berdiri di panggung dengan siluet <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/03\/24\/memori-keabadian-johan-cruyff\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Johan Cruyff<\/a> tersenyum manis di belakang mereka.<\/p>\n<p>La Masia, Messi, Iniesta, dan Xavi, ketiganya punya dasar ilmu yang sama, yaitu visi Cruyff. Pun dalam diri pemain seperti Sergio Busquets, Pedro Rodriguez, hingga Sergi Roberto yang berbeda-beda posisi, visi Cruyff adalah sol sepatu mereka. Membentuk cara pandang pemain-pemain Spanyol ini tentang makna bermain sepak bola yang agung.<\/p>\n<p>Dari setiap pemain yang menginjakkan kaki ke rumput Camp Nou yang hangat di bulan Agustus, Barcelona bergerak sebagai sebuah kesatuan yang dibangun di atas visi jelas. Dan di atas dek kapal megah itu, Pep Guardiola berdiri dengan mata memandang jauh ke depan. Menggerakkan kapal mewah Blaugrana seusai visi Cruyff yang dijiwai.<\/p>\n<p>Waktu adalah perjalanan abadi. Selain waktu, semuanya fana. Tak terkecuali para penggawa, para jenderal pembawa panji oranye Johan Cruyff. Valdes, Xavi, dan Pedro hengkang. Puyol pensiun dengan iringan sendu haru. Sergi Roberto tak mendapat kepercayaan yang selayaknya dan si metronom yang ajaib itu, Sergio Busquets, mengalami penurunan performa.<\/p>\n<p>Tinggal Messi dan Iniesta, yang memanggul panji kebesaran itu. Menyeret Barcelona untuk terus berlari. Mengasuh dua penyerang hebat dalam diri Neymar dan Luis Suarez. Meski Messi dan Suarez seumuran, semua orang pasti paham siapa yang menjadi pusat Barcelona. Dan di usia 30 tahun, di gerbang penghujung karier, Barcelona masih akan berusaha memerah tuah Messi.<\/p>\n<p>Bagi Iniesta sendiri, di usia 33 tahun, ia bukan lagi gelandang kreatif yang bisa bermain di banyak lini. Usia membuat otot-ototnya semakin rapuh, kehilangan daya pegas yang dahulu membuatnya sulit dihajar tekel lawan. Iniesta bermain dengan kematangan, tak lagi soal fisik, tetapi berusaha lebih pintar ketimbang lawan.<\/p>\n<p>Dan satu hal yang perlu menjadi waspada, kepergian Xavi tak pernah bisa ditanggulangi. Dari Messi, Iniesta, hingga Busquets, harus mengubah cara bermain mereka untuk menutup lini tengah yang kehilangan sang pilot. Usia yang semakin memburu, di awal senja itu, Barcelona akan menghadapi kesulitan baru, setidaknya dalam tiga musim ke depan.<\/p>\n<p>Dari luar lapangan pun, dari meja manajemen, justru kesalahan yang menjadi warna tunggal.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/goalkeeper-marcandre-ter-stegen-of-fc-barcelona-samuel-umtiti-of-fc-picture-id649663178?k=6&amp;m=649663178&amp;s=594x594&amp;w=0&amp;h=OaIOWmZXQWg1uQa_NmoUrsglX11rPZWSA7FACs9cAvk=\" width=\"594\" height=\"396\" \/><\/p>\n<h3><strong>Gerak tergopoh<\/strong><\/h3>\n<p>Pembelian yang begitu buruk membuat Barcelona tak bisa menduplikasi kesuksesan mereka. Gelandang-gelandang ini didapat dari bursa transfer. Mereka besar dengan visi yang berbeda dari El Barca. Mereka bukan anak didik Barcelona. Mereka tak meresapi khaidah-khaidah yang dituliskan Cruyff di tembok-tembok Camp Nou.<\/p>\n<p>Gerak tergopoh, gerak sia-sia. Pembelian dilakukan dengan serampangan. Bahkan mereka tak memindai lebih jauh ketika manajemen membayar seorang pemain yang benar-benar tak bisa mempelajari cara Barcelona bernapas di atas lapangan. Semuanya dilakukan dengan serampangan, terburu-buru, tergopoh-gopoh menutup kesalahan dengan kesalahan.<\/p>\n<p>Sepeninggal Neymar, Barcelona akan masuk dalam periode itu lagi. Periode di mana mereka harus berbelanja untuk beberapa posisi. Mulai dari bek tengah, gelandang sentral, hingga penyerang sebelah kiri. Prospek sendiri mengerucut ke tiga nama. Mereka adalah Inigo Martinez, Philippe Coutinho dan <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/15\/manusia-100-juta-euro-ousmane-dembele\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Ousmane Dembele<\/a>.<\/p>\n<p>Ketiganya pemain hebat, punya potensi. Namun ketiganya bukan pemain dengan darah Cruyff. Beberapa bulan yang lalu, ketika ada Sergi Samper yang menakjubkan, manajemen dengan kembali tergopoh, terus mengejar Marco Verratti. Usaha yang berakhir pedih ketika PSG sebagai pemilik Verratti menyerang balik dengan membayar tuntas banderol Neymar.<\/p>\n<p>Kedatangan Inigo, Coutinho, dan Dembele, mungkin memang dibutuhkan. Narasinya, supaya Barcelona tetap kompetitif. Tak ada yang salah, namun akan begitu salah ketika nantinya mereka hanya pengulangan dari Jeremy Mathieu, Andre Gomes dan <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/16\/alcacer-penyerang-cameo-barcelona\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Paco Alcacer<\/a>.<\/p>\n<p>Kedatangan ketiganya mungkin memang dibutuhkan, meski akan semakin menipiskan napas Cruyff dalam rona baru Barcelona.<\/p>\n<p>Jika sudah begitu, angin perubahan akan semakin terasa. Hembusannya semakin keras, menelisik sisi-sisi kesadaran. Angin perubahan berhembus semakin kuat, membawa dingin embun dari ancaman kelamnya masa depan. Membaca arah perubahan dan menyiapkan dayung adalah usaha sederhana yang bisa dilakukan Barcelona.<\/p>\n<p>Untuk menyelamatkan kapal mewah itu dari seretan arus zaman baru. Barcelona hampir sampai di persimpangan jalan itu, ketika Messi pensiun, ketika Busquets tak lagi kuat menendang bola. Ketika warna dasar Senyera tak lagi bersahabat.<\/p>\n<p>Arah mana yang akan diambil Barcelona? Persiapan mulai dari sekarang yang akan sangat menentukan. Waspada, badai bisa datang kapan saja.<\/p>\n<p><strong>Author: <\/strong><em><strong>Yamadipati Seno (<a class=\"ProfileHeaderCard-screennameLink u-linkComplex js-nav\" href=\"https:\/\/twitter.com\/arsenalskitchen\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span class=\"username u-dir\" dir=\"ltr\">@<b class=\"u-linkComplex-target\">arsenalskitchen<\/b><\/span><\/a>)<\/strong><br \/>\n<\/em><em>Koki Arsenal&#8217;s Kitchen<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Angin perubahan berhembus perlahan di sekitar Camp Nou. Geraknya belum sampai terasa di permukaan kulit, namun ia ada. Angin perubahan berhembus perlahan di sekitar Camp Nou. Gerakannya perlahan saja, menghimpun kekuatan, namun ia ada. Angin perubahan perlahan berhembus di sekitar Camp Nou, siap menyapu tuan rumah yang tak siap. Kepindahan Neymar ke Paris Saint-Germain hanya salah satu petunjuk dari angin perubahan. Kepindahan yang membuat itu bukan pemantik, hanya akibat saja. Bukan sebab, karena ini kompleks. Sebuah zaman baru harus sudah disiapkan. Jika terlambat, Barcelona akan memasuki periode penuh tanda tanya, penuh keraguan. Setidaknya ada beberapa petunjuk dari angin perubahan. Berikut dua di antaranya. Senjakala para tulang punggung Barcelona begitu dominan &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/08\/pemantik-zaman-baru-barcelona\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Pemantik Zaman Baru Barcelona&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":8779,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[69,77],"tags":[180,1611,129,705,1295,852,1424,122],"class_list":["post-8778","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-eropa","category-spanyol","tag-barcelona","tag-camp-nou","tag-featured","tag-johan-cruyff","tag-la-masia","tag-lionel-messi","tag-neymar","tag-slider"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Pemantik Zaman Baru Barcelona | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Sebuah zaman baru harus sudah disiapkan. Jika terlambat, Barcelona akan memasuki periode penuh tanda tanya, penuh keraguan.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/08\/pemantik-zaman-baru-barcelona\/\" \/>\n<link rel=\"next\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/08\/pemantik-zaman-baru-barcelona\/2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pemantik Zaman Baru Barcelona | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Sebuah zaman baru harus sudah disiapkan. Jika terlambat, Barcelona akan memasuki periode penuh tanda tanya, penuh keraguan.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/08\/pemantik-zaman-baru-barcelona\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-08-08T05:30:50+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/628577210.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"594\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"407\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/08\\\/08\\\/pemantik-zaman-baru-barcelona\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/08\\\/08\\\/pemantik-zaman-baru-barcelona\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"tribeindonesia\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"headline\":\"Pemantik Zaman Baru Barcelona\",\"datePublished\":\"2017-08-08T05:30:50+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/08\\\/08\\\/pemantik-zaman-baru-barcelona\\\/\"},\"wordCount\":846,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/08\\\/08\\\/pemantik-zaman-baru-barcelona\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/08\\\/628577210.jpg\",\"keywords\":[\"Barcelona\",\"Camp Nou\",\"Featured\",\"Johan Cruyff\",\"La Masia\",\"Lionel Messi\",\"Neymar\",\"Slider\"],\"articleSection\":[\"Eropa\",\"Spanyol\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/08\\\/08\\\/pemantik-zaman-baru-barcelona\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/08\\\/08\\\/pemantik-zaman-baru-barcelona\\\/\",\"name\":\"Pemantik Zaman Baru Barcelona | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/08\\\/08\\\/pemantik-zaman-baru-barcelona\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/08\\\/08\\\/pemantik-zaman-baru-barcelona\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/08\\\/628577210.jpg\",\"datePublished\":\"2017-08-08T05:30:50+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Sebuah zaman baru harus sudah disiapkan. Jika terlambat, Barcelona akan memasuki periode penuh tanda tanya, penuh keraguan.\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/08\\\/08\\\/pemantik-zaman-baru-barcelona\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/08\\\/08\\\/pemantik-zaman-baru-barcelona\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/08\\\/628577210.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/08\\\/628577210.jpg\",\"width\":594,\"height\":407,\"caption\":\"Draxler mungkin bisa menggantikan kekosongan yang ditinggal Neymar\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/author\\\/tribeindonesia\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pemantik Zaman Baru Barcelona | Football Tribe Indonesia","description":"Sebuah zaman baru harus sudah disiapkan. Jika terlambat, Barcelona akan memasuki periode penuh tanda tanya, penuh keraguan.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/08\/pemantik-zaman-baru-barcelona\/","next":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/08\/pemantik-zaman-baru-barcelona\/2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Pemantik Zaman Baru Barcelona | Football Tribe Indonesia","og_description":"Sebuah zaman baru harus sudah disiapkan. Jika terlambat, Barcelona akan memasuki periode penuh tanda tanya, penuh keraguan.","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/08\/pemantik-zaman-baru-barcelona\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2017-08-08T05:30:50+00:00","og_image":[{"width":594,"height":407,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/628577210.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/08\/pemantik-zaman-baru-barcelona\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/08\/pemantik-zaman-baru-barcelona\/"},"author":{"name":"tribeindonesia","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"headline":"Pemantik Zaman Baru Barcelona","datePublished":"2017-08-08T05:30:50+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/08\/pemantik-zaman-baru-barcelona\/"},"wordCount":846,"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/08\/pemantik-zaman-baru-barcelona\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/628577210.jpg","keywords":["Barcelona","Camp Nou","Featured","Johan Cruyff","La Masia","Lionel Messi","Neymar","Slider"],"articleSection":["Eropa","Spanyol"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/08\/pemantik-zaman-baru-barcelona\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/08\/pemantik-zaman-baru-barcelona\/","name":"Pemantik Zaman Baru Barcelona | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/08\/pemantik-zaman-baru-barcelona\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/08\/pemantik-zaman-baru-barcelona\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/628577210.jpg","datePublished":"2017-08-08T05:30:50+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Sebuah zaman baru harus sudah disiapkan. Jika terlambat, Barcelona akan memasuki periode penuh tanda tanya, penuh keraguan.","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/08\/pemantik-zaman-baru-barcelona\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/08\/pemantik-zaman-baru-barcelona\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/628577210.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/628577210.jpg","width":594,"height":407,"caption":"Draxler mungkin bisa menggantikan kekosongan yang ditinggal Neymar"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8778","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8778"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8778\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8779"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8778"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8778"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8778"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}