{"id":8775,"date":"2017-08-08T12:00:55","date_gmt":"2017-08-08T05:00:55","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=8775"},"modified":"2017-08-08T14:38:33","modified_gmt":"2017-08-08T07:38:33","slug":"petuah-tentang-dalbert-henrique","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/08\/petuah-tentang-dalbert-henrique\/","title":{"rendered":"Petuah Mbah Budi tentang Dalbert Henrique, Bek Kiri Incaran Internazionale Milano"},"content":{"rendered":"<p>Jujur saja, ketika pertama kali mendengar nama Dalbert Henrique, saya mengernyitkan dahi. Saya tak tahu dirinya bermain untuk klub apa dan berasal dari negara mana. Pikiran saya benar-benar <em>blank<\/em> tentangnya. Akan tetapi, kabar yang santer mengaitkannya dengan Internazionale Milano memaksa saya untuk mencari tahu.<\/p>\n<p>Percaya tak percaya, pada saat <em>googling<\/em> sembari mengetik kombinasi nama Dalbert-Inter untuk sekadar memastikan kabar ini, baik yang berbahasa Indonesia maupun bahasa lain, ada begitu banyak <em>link<\/em> berita yang muncul di laman pencarian.<\/p>\n<p>Berusia 23 tahun dan berkewarganegaraan Brasil adalah dua hal pertama yang saya ketahui dari sosoknya via laman Wikipedia. Di situ, tertulis juga bahwa Dalbert adalah seorang bek kiri. Ya, bek kiri! Posisi yang selama ini kerap digunjingkan Interisti, pendukung setia Inter, lantaran La Beneamata cuma punya Cristian Ansaldi dan sang legenda pujaan Interisti, Yuto Nagatomo, di posisi itu.<\/p>\n<p>Bagi manajemen Inter dan juga pelatih Luciano Spalletti, figur Dalbert begitu pas untuk meningkatkan performa sektor yang dianggap paling lemah tersebut ketimbang terus mengandalkan Ansaldi yang rentan cedera atau Lord Nagatomo yang angin-anginan. Dalbert adalah solusi pasti, kurang lebih seperti itu.<\/p>\n<p>Berdasarkan <em>Transfermarkt<\/em>, nilai jual Dalbert hanya berada pada kisaran 5 juta euro. Namun dirinya dibanderol dengan harga tak kurang dari 20 juta euro oleh klub yang memilikinya, OGC Nice, sehingga proses tarik-ulur yang terjadi di antara Les Aiglons, julukan Nice, dengan Inter, terasa begitu alot dan rumit.<\/p>\n<p>Inter sempat menawar Dalbert dengan harga 15 juta euro plus sejumlah bonus kepada Nice namun ditolak. Bahkan pada saat La Beneamata dikabarkan menyetujui nominal 20 juta euro berikut bonus, proses transfer pun urung terjadi karena pihak Nice masih ingin mempertahankan sang pemain demi melakoni babak kualifikasi Liga Champions melawan wakil Belanda, Ajax Amsterdam.<\/p>\n<p>Anak asuh Lucien Favre pada akhirnya lolos dengan agregat 3-3 (unggul agresivitas gol di kandang lawan). Tapi di sepasang laga melawan De Amsterdammers itu, Dalbert tak sekalipun diturunkan oleh sang pelatih.<\/p>\n<p>Terasa wajar apabila Interisti menyebut ihwal seretnya proses transfer Dalbert hanya akal-akalan pihak Nice supaya Inter bersedia meningkatkan nominal tawarannya. Tak menutup kemungkinan juga bahwa agen Dalbert ikut bermain dalam situasi ini. Setelah kasus Gabriel Barbosa di musim lalu, harus diakui memang jika ada banyak Interisti yang menaruh rasa khawatir dan curiga kepada para agen pemain sepak bola.<\/p>\n<p>Terlepas dari segala macam permasalahan dan kerumitan mengenai transfernya, ada baiknya jika kita mengintip sedikit dari kemampuan Dalbert guna mengetahui apakah dirinya cocok atau tidak sebagai penambal kebocoran dan kelemahan area <em>fullback<\/em> kiri Inter.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/dalbert-henrique-of-nice-during-the-french-ligue-1-match-between-nice-picture-id634354082?k=6&amp;m=634354082&amp;s=594x594&amp;w=0&amp;h=7ZaQOE2YDtf8XXyrUnKQw4UDWAOxYnh6x5rVN4xzp90=\" width=\"594\" height=\"396\" \/><\/p>\n<h3><strong>Kelebihan<\/strong><\/h3>\n<p>Seperti mayoritas <em>fullback<\/em> yang lain, Dalbert juga punya modal kecepatan lari dan agresivitas yang luar biasa. Hal ini pula yang membuat Favre mengeksploitasinya secara maksimal di sektor sebelah kiri Nice. Dalbert memang dituntut untuk rajin melakukan <em>overlapping<\/em> guna membantu serangan Les Aiglons.<\/p>\n<p>Ditambah dengan kemampuan dribel dan <em>footwork<\/em> yang apik, menyaksikan Dalbert menggiring bola dari belakang, melewati lawan, untuk kemudian mengirim umpan menyilang, baik lambung maupun datar, adalah suatu hal yang umum dari sosok berpostur 181 sentimeter ini.<\/p>\n<p>Sebagai opsi tambahan, Dalbert juga bukan sosok yang kelewat individualis karena dirinya gemar melakukan kombinasi satu-dua dengan para rekannya guna mencabik-cabik sektor pertahanan lawan. Sekilas, Interisti bisa melihat jelmaan Maicon namun dalam versi kidal pada wujud Dalbert.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=A_NR7OhBJpM\">https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=A_NR7OhBJpM<\/a><\/p>\n<p>Salah satu cara yang paling lazim dilakukan Dalbert ketika merangsek ke depan bersama bola adalah mendorong si kulit bundar sedikit lebih jauh ke depan saat melakukan dribel guna mempertahankan akselerasinya yang sudah berada di fase puncak sekaligus menyulitkan para pemain lawan untuk merebut bola dari kakinya.<\/p>\n<p>Berbeda dengan Ansaldi atau Lord Nagatomo yang tidak kidal, keberadaan Dalbert tentu menjadi sebuah opsi yang lebih menjanjikan. Setidaknya, jika Dalbert mengisi pos <em>fullback<\/em> kiri Inter yang ditugaskan untuk mengirim umpan presisi ke kotak penalti buat para penyerang, dirinya bisa mereduksi waktu eksekusi umpan sekaligus dapat mempertahankan momentum.<\/p>\n<p>Selama ini, ketika Ansaldi dan Lord Nagatomo menghuni wilayah tersebut, mereka kerap kehilangan momen terbaik buat melepas umpan lantaran harus memutar badan terlebih dahulu supaya bisa menggunakan kaki terkuatnya untuk mengirim umpan.<\/p>\n<p>Hal ini seringkali merugikan fase penciptaan peluang Inter karena para pemain lawan punya waktu sepersekian detik guna mengganggu pergerakan Ansaldi dan Lord Nagatomo. Alhasil, serangan Inter pun kerap mandek begitu saja. Terlebih akurasi umpan Ansaldi dan Lord Nagatomo juga tidak bagus-bagus betul.<\/p>\n<p>Dalbert sendiri masih punya pekerjaan rumah untuk terus meningkatkan akurasi umpannya bila ingin menyamai level Dani Alves, prototipe <em>fullback<\/em> jempolan yang dimiliki Brasil dan bahkan sepak bola dunia dalam kurun satu windu terakhir.<\/p>\n<p>Gaya main dan karakter Dalbert terlihat menjanjikan bila dikombinasikan dengan Ivan Perisic, <em>winger<\/em> kiri nan lincah milik Inter. Kolaborasi keduanya berpotensi besar untuk merepotkan sektor kanan pertahanan lawan. Apalagi Spalletti juga kondang sebagai pelatih yang bertumpu pada sektor sayapnya dalam menginisasi maupun mengeksekusi serangan.<br \/>\n<!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/dalbert-henrique-of-nice-during-the-ligue-1-match-between-ogc-nice-picture-id669020812?k=6&amp;m=669020812&amp;s=594x594&amp;w=0&amp;h=l8FGwWil3Mpv1-LgdukxzuOjjxr5Zf4B0dhVEAVk3MQ=\" width=\"594\" height=\"396\" \/><\/p>\n<h3><strong>Kelemahan<\/strong><\/h3>\n<p>Memiliki kecepatan lari dan agresivitas luar biasa yang berguna saat membantu serangan tentu meninggalkan satu kelemahan tersendiri. Dalbert yang sering naik ke depan memang kerap meninggalkan pos yang dihuninya. Kondisi ini tentu bisa dimaksimalkan tim lawan dengan mencecar sektor yang ditempati Dalbert jika sang pemain terlambat turun ke belakang. Terlebih jika tim lawan punya <em>winger<\/em> atau gelandang sayap yang juga cepat dan lincah.<\/p>\n<p>Di beberapa kesempatan, Dalbert sering telat untuk melakukan <em>track back<\/em> guna melindungi areanya meski punya kecepatan lari mumpuni guna membendung fase serangan lawan. Kondisi ini tentu punya potensi besar menghadirkan bahaya di sektor belakang La Beneamata.<\/p>\n<p>Tapi bukankah Dalbert bisa melakukan tekel sebagai salah satu antisipasi?<\/p>\n<p>Benar memang, Dalbert bisa mengejar pemain lawan yang menguasai bola di wilayah operasinya lantas melakukan tekel. Namun ingat, kadar sering atau tidaknya melakukan tekel itulah yang menimbulkan potensi bahaya karena jika tidak dilakukan dengan tepat, maka wasit bisa saja menganggap itu sebagai pelanggaran yang memberi keuntungan bagi tim lawan. Dalam hemat saya, tekel adalah hal terakhir yang bisa dilakukan para pemain belakang untuk menghentikan serangan lawan.<\/p>\n<p>Di sisi lain, itu juga menunjukkan bahwa kemampuan Dalbert membaca permainan, khususnya dalam fase bertahan, belum begitu prima. Bagaimanapun juga, seorang <em>fullback<\/em> harus mempunyai modal yang satu ini agar setiap fase serangan lawan, utamanya yang berasal dari sektor sayap, dapat diantisipasi secepat mungkin tanpa harus melakukan tekel yang berpotensi menghadirkan ancaman tersendiri.<\/p>\n<p>Interisti jelas masih ingat bukan kalau sedang <em>ngomel-ngomel<\/em> kepada Ansaldi atau Lord Nagatomo akibat situasi serupa?<\/p>\n<p>Jika benar Dalbert akan mendarat di Appiano Gentile, markas latihan Inter, dalam beberapa hari ke depan, maka pekerjaan rumah yang satu ini juga wajib diselesaikan oleh Spalletti dan juga Dalbert sendiri.<\/p>\n<p><strong>Author: <\/strong><em><strong>Budi Windekind (<a class=\"ProfileHeaderCard-screennameLink u-linkComplex js-nav\" href=\"https:\/\/twitter.com\/Windekind_Budi\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span class=\"username u-dir\" dir=\"ltr\">@<b class=\"u-linkComplex-target\">Windekind_Budi<\/b><\/span><\/a>)<\/strong><br \/>\n<\/em><em>Interista gaek yang tak hanya menggemari sepak bola tapi juga american football, balap, basket hingga gulat profesional<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jujur saja, ketika pertama kali mendengar nama Dalbert Henrique, saya mengernyitkan dahi. Saya tak tahu dirinya bermain untuk klub apa dan berasal dari negara mana. Pikiran saya benar-benar blank tentangnya. Akan tetapi, kabar yang santer mengaitkannya dengan Internazionale Milano memaksa saya untuk mencari tahu. Percaya tak percaya, pada saat googling sembari mengetik kombinasi nama Dalbert-Inter untuk sekadar memastikan kabar ini, baik yang berbahasa Indonesia maupun bahasa lain, ada begitu banyak link berita yang muncul di laman pencarian. Berusia 23 tahun dan berkewarganegaraan Brasil adalah dua hal pertama yang saya ketahui dari sosoknya via laman Wikipedia. Di situ, tertulis juga bahwa Dalbert adalah seorang bek kiri. Ya, bek kiri! Posisi yang &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/08\/petuah-tentang-dalbert-henrique\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Petuah Mbah Budi tentang Dalbert Henrique, Bek Kiri Incaran Internazionale Milano&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":8776,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[69,75],"tags":[1610,129,100,1609,131,122],"class_list":["post-8775","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-eropa","category-italia","tag-dalbert-henrique","tag-featured","tag-internazionale","tag-luciano-spalleti","tag-serie-a","tag-slider"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Petuah Mbah Budi tentang Dalbert Henrique, Bek Kiri Incaran Internazionale Milano | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Bagi manajemen Inter dan juga pelatih Luciano Spalletti, figur Dalbert Henrique pas untuk meningkatkan performa sektor yang dianggap paling lemah.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/08\/petuah-tentang-dalbert-henrique\/\" \/>\n<link rel=\"next\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/08\/petuah-tentang-dalbert-henrique\/2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Petuah Mbah Budi tentang Dalbert Henrique, Bek Kiri Incaran Internazionale Milano | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Bagi manajemen Inter dan juga pelatih Luciano Spalletti, figur Dalbert Henrique pas untuk meningkatkan performa sektor yang dianggap paling lemah.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/08\/petuah-tentang-dalbert-henrique\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-08-08T05:00:55+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2017-08-08T07:38:33+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/Dalbert-Henrique.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"594\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"396\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/08\\\/08\\\/petuah-tentang-dalbert-henrique\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/08\\\/08\\\/petuah-tentang-dalbert-henrique\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"tribeindonesia\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"headline\":\"Petuah Mbah Budi tentang Dalbert Henrique, Bek Kiri Incaran Internazionale Milano\",\"datePublished\":\"2017-08-08T05:00:55+00:00\",\"dateModified\":\"2017-08-08T07:38:33+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/08\\\/08\\\/petuah-tentang-dalbert-henrique\\\/\"},\"wordCount\":1073,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/08\\\/08\\\/petuah-tentang-dalbert-henrique\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/08\\\/Dalbert-Henrique.jpg\",\"keywords\":[\"Dalbert Henrique\",\"Featured\",\"Internazionale\",\"Luciano Spalleti\",\"Serie A\",\"Slider\"],\"articleSection\":[\"Eropa\",\"Italia\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/08\\\/08\\\/petuah-tentang-dalbert-henrique\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/08\\\/08\\\/petuah-tentang-dalbert-henrique\\\/\",\"name\":\"Petuah Mbah Budi tentang Dalbert Henrique, Bek Kiri Incaran Internazionale Milano | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/08\\\/08\\\/petuah-tentang-dalbert-henrique\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/08\\\/08\\\/petuah-tentang-dalbert-henrique\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/08\\\/Dalbert-Henrique.jpg\",\"datePublished\":\"2017-08-08T05:00:55+00:00\",\"dateModified\":\"2017-08-08T07:38:33+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Bagi manajemen Inter dan juga pelatih Luciano Spalletti, figur Dalbert Henrique pas untuk meningkatkan performa sektor yang dianggap paling lemah.\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/08\\\/08\\\/petuah-tentang-dalbert-henrique\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/08\\\/08\\\/petuah-tentang-dalbert-henrique\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/08\\\/Dalbert-Henrique.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/08\\\/Dalbert-Henrique.jpg\",\"width\":594,\"height\":396,\"caption\":\"Dalbert Henrique\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/author\\\/tribeindonesia\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Petuah Mbah Budi tentang Dalbert Henrique, Bek Kiri Incaran Internazionale Milano | Football Tribe Indonesia","description":"Bagi manajemen Inter dan juga pelatih Luciano Spalletti, figur Dalbert Henrique pas untuk meningkatkan performa sektor yang dianggap paling lemah.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/08\/petuah-tentang-dalbert-henrique\/","next":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/08\/petuah-tentang-dalbert-henrique\/2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Petuah Mbah Budi tentang Dalbert Henrique, Bek Kiri Incaran Internazionale Milano | Football Tribe Indonesia","og_description":"Bagi manajemen Inter dan juga pelatih Luciano Spalletti, figur Dalbert Henrique pas untuk meningkatkan performa sektor yang dianggap paling lemah.","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/08\/petuah-tentang-dalbert-henrique\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2017-08-08T05:00:55+00:00","article_modified_time":"2017-08-08T07:38:33+00:00","og_image":[{"width":594,"height":396,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/Dalbert-Henrique.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/08\/petuah-tentang-dalbert-henrique\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/08\/petuah-tentang-dalbert-henrique\/"},"author":{"name":"tribeindonesia","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"headline":"Petuah Mbah Budi tentang Dalbert Henrique, Bek Kiri Incaran Internazionale Milano","datePublished":"2017-08-08T05:00:55+00:00","dateModified":"2017-08-08T07:38:33+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/08\/petuah-tentang-dalbert-henrique\/"},"wordCount":1073,"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/08\/petuah-tentang-dalbert-henrique\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/Dalbert-Henrique.jpg","keywords":["Dalbert Henrique","Featured","Internazionale","Luciano Spalleti","Serie A","Slider"],"articleSection":["Eropa","Italia"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/08\/petuah-tentang-dalbert-henrique\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/08\/petuah-tentang-dalbert-henrique\/","name":"Petuah Mbah Budi tentang Dalbert Henrique, Bek Kiri Incaran Internazionale Milano | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/08\/petuah-tentang-dalbert-henrique\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/08\/petuah-tentang-dalbert-henrique\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/Dalbert-Henrique.jpg","datePublished":"2017-08-08T05:00:55+00:00","dateModified":"2017-08-08T07:38:33+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Bagi manajemen Inter dan juga pelatih Luciano Spalletti, figur Dalbert Henrique pas untuk meningkatkan performa sektor yang dianggap paling lemah.","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/08\/petuah-tentang-dalbert-henrique\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/08\/petuah-tentang-dalbert-henrique\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/Dalbert-Henrique.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/Dalbert-Henrique.jpg","width":594,"height":396,"caption":"Dalbert Henrique"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8775","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8775"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8775\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8776"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8775"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8775"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8775"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}