{"id":8743,"date":"2017-08-08T07:00:37","date_gmt":"2017-08-08T00:00:37","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=8743"},"modified":"2017-08-08T09:33:49","modified_gmt":"2017-08-08T02:33:49","slug":"menanam-perdamaian-di-kawasan-joglosemar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/08\/menanam-perdamaian-di-kawasan-joglosemar\/","title":{"rendered":"Menanam Perdamaian di Kawasan Joglosemar"},"content":{"rendered":"<p>Setelah lima hari dirawat di Rumah Sakit Santo Yusuf Bandung, Ricko Andrean menghembuskan napas terakhir. Pemuda 22 tahun tersebut menjadi korban salah sasaran. Ironisnya, Ricko, seorang Bobotoh, dikeroyok banyak orang karena membela seseorang yang disangka anggota The Jak. Seorang Bobotoh, melindungi The Jakmania.<\/p>\n<p>Apabila kisah ironis tersebut benar adanya, maka pertanyaannya, apakah kemanusiaan sudah benar-benar menguap dari sepak bola? Masalah klasik ini, penyakit menahun, kronis, sudah terlalu lama dimaklumi sebagai bagian dari rivalitas. Dimaklumi, sebagai bumbu panasnya persaingan klub. Pemakluman yang bajingan betul.<\/p>\n<p>Bajingan betul, karena nyawa bukan alat barter yang seimbang dengan loyalitas seorang suporter sepak bola. Anda berani mati untuk klub Anda? Bagaimana kalau saya tantang Anda berani hidup demi klub kecintaan? Berani hidup, berpikir jernih dan mendukung dengan hati yang lapang. Sebuah usaha memaklumi bahwa perdamaian juga bagian dari rivalitas sepak bola.<\/p>\n<p>Cakra Wibawa, adik dari almarhum Rangga Cipta Nugraha, Bobotoh yang meninggal karena dikeroyok The Jak, menuturkan kepada <em>Panditfootball<\/em> bahwa permusuhan The Jak dan Bobotoh selayaknya berjalan 2&#215;45 menit saja, tanpa harus ada perkelahian di antara kedua kubu suporter.<\/p>\n<p>Loyalitas tidak boleh diterjemahkan dengan hati yang gelap. Mata harus terbuka, mengamati bahwa lawan pun juga manusia. Mereka dan Anda punya keluarga di rumah, yang akan mandi air mata ketika Anda mati di atas aspal panas, dengan batok kepala yang pecah dihantam batu atau dada yang remuk diinjak ratusan pasang kaki bersepatu.<\/p>\n<p>Perdamaian yang digaungkan Cakra Wibawa dan keprihatinan dari peristiwa yang menimpa Ricko Andrean harus menjadi mercusuar penunjuk arah. Memberi petunjuk bahwa kehilangan orang yang dikasih itu sangat pahit. Memberi petunjuk, untuk semua suporter sepak bola di penjuru Nusantara, termasuk di kawasan panas, Joglosemar.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<figure style=\"width: 1080px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium\" src=\"https:\/\/scontent-sin6-2.cdninstagram.com\/t51.2885-15\/e35\/20393770_411207149280892_2909406701666959360_n.jpg\" width=\"1080\" height=\"721\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Kredit: Brajamusti<\/figcaption><\/figure>\n<h3><strong>Kawasan Jogja, Solo, Semarang<\/strong><\/h3>\n<p>Selama puluhan tahun, kawasan Jogja (Daerah Istimewa Yogyakarta), Solo, dan Semarang, terus menyimpan bara. Sesekali, bara itu dengan mudah membesar ketika di akhir minggu, sepak bola dihelat. Terutama ketika para klub di tiga kawasan itu saling berhadapan. Jauh sebelum hari pertandingan, nuansa kelam sudah terasa di sekitar stadion.<\/p>\n<p>Ingatan masa kecil saya banyak diwarnai ujaran kebencian untuk Persis Solo. Saya seorang pendukung PSIM Yogyakarta yang dibesarkan di tengah lingkungan paling dekat dengan kantong suporter. Di dekat Stadion Mandala Krida, kegairahan menyambut laga panas dengan Persis dan tahun-tahun belakangan dengan PSS Sleman, terasa menguar.<\/p>\n<p>Pembicaraan tak jauh dengan bagaimana cara menghajar suporter lawan. Sebuah pembicaraan yang kala itu terdengar begitu menarik. Beberapa kali juga saya bersinggungan langsung dengan suporter <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/17\/laju-kencang-persis-solo\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Persis Solo<\/a> atau <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/04\/ketajaman-pss-sleman\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">PSS Sleman<\/a>. Beberapa pukulan saya mendarat di wajah mereka, pun satu dua tendangan mereka membikin punggung saya lebam dan bibir bawah pecah berdarah. Saling sapa dengan mesra.<\/p>\n<p>Namun, seiring waktu, pun derasnya pengaruh politik di tengah suporter, membuat saya undur diri secara teratur dari rutinitas panas itu. Hingga kira-kira sudah delapan tahun, saya menjadi \u201csuporter biasa\u201d, netral, menonton dengan bapak saya, berbagi rokok dengan bapak dan sesekali bertukar salam dengan kawan tukang parkir. Perubahan ini membentuk cara pandang saya.<\/p>\n<p>Saya pernah kehilangan kawan karena kerusuhan suporter. Tak elok saya ceritakan soal almarhum, yang meninggal di tengah jalur Joglosemar dan tak banyak yang tahu peristiwa itu. Beliau mengajarkan saya bahwa menonton sepak bola adalah menonton pertandingan, bukan merusaknya. Betul juga, ujaran kebencian dan aksi kekerasan justru merusak sepak bola itu sendiri.<\/p>\n<p>Tak ada yang bisa dinikmati dari kesedihan yang mendalam, yang tergurat di wajah para orang tua yang anaknya mati karena sepak bola.<\/p>\n<p>Saya juga mengenal salah satu suporter PSS Sleman, tidak begitu dekat, namun kami pernah terlibat diskusi yang cukup intens di Stadion Tridadi. Almarhum Eko Mondong, sosoknya masih melekat di hati saya sampai saat ini. Beliau sosok yang periang, dengan selera humor yang tinggi dan kreativitas yang mumpuni. Dan yang paling berkesan, beliau berpikiran terbuka.<\/p>\n<p>Bahkan ketika tahu saya ingin bertemu dengan beliau. Sebagai suporter PSIM, yang pernah diingatkan tak boleh masuk ke Stadion Maguwoharjo, beliau menerima saya dengan ramah. Dirigen yang saya <em>guyoni<\/em> mirip vokalis Tipe-X ini tahu bahwa bibit kekerasan antara Sleman dan Jogja sudah terasa.<\/p>\n<p>Pembicaraan kami singkat saja, tak ada 20 menit. Satu kalimat yang saya ingat dengan lamat-lamat adalah, \u201c<em>Lor karo kota sedulur. Gowo penak wae, mas.<\/em>\u201d (\u201cUtara, Sleman, dan Kota, Jogja, adalah saudara. Bikin enak saja, mas.\u201d) Demikian fragmen pembicaraan tentang damai yang perlu dirawat, yang bisa saya panggil ulang.<\/p>\n<p>Sampai saat ini, ketika memutuskan menjadi \u201cpenonton biasa\u201d, kalimat itu menjadi jimat saya. Bahkan, selama beberapa tahun terkahir, saya belajar menulis dan juga bekerja dengan salah satu pendiri Brigata Curva Sud. Saya menulis artikel soal PSIM untuk sebuah buku berjudul <em>Sepak Bola 2.0,<\/em> yang beliau gagas, seorang suporter PSS Sleman.<\/p>\n<p>Perlu saya akui, saya rutin datang ke Stadion Mandala Krida, menonton PSS Sleman ketika mereka bermain di sana. Dan perlu Anda semua catat, Stadion Mandala selalu penuh. Tukang parkir bahagia, pedagang rokok tersenyum senang, dan Pak Kabul, pedagang asongan legendaris itu, bersuka ria dagangannya selalu ludes terjual.<\/p>\n<p>Corak kebahagiaan itu tak akan kita temui jika kekerasan menjadi warna tunggal di tengah rivalitas.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<figure style=\"width: 1080px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium\" src=\"https:\/\/scontent-sin6-2.cdninstagram.com\/t51.2885-15\/e35\/18443701_845805692233750_7853210154408345600_n.jpg\" width=\"1080\" height=\"718\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Kredit: Pasoepati<\/figcaption><\/figure>\n<h3><strong>Hubungan dengan Pasoepati<\/strong><\/h3>\n<p>Hubungan dengan suporter Persis Solo ini lebih unik lagi. Dahulu, saya harus selalu menggunakan kereta api apabila ada keperluan di Solo. Tak berani saya membawa sepeda motor dengan plat AB masuk ke kota Solo. Selain trauma di sekitar Kandang Menjangan, saya malas berurusan dengan \u201csuporter lepas\u201d di Surakarta.<\/p>\n<p>Namun, sekitar dua tahun yang lalu, ketika sebuah acara diskusi soal literasi digelar di Solo, sebuah pemandangan langka terjadi. Saya diantar ke stasiun ketika akan pulang ke Jogja oleh seorang suporter Persis. Namanya Aldi, kami teman satu kelas menulis. Lelaki dengan kontur muka seperti Eno NTRL ini mengantar saya ke stasiun dengan senang hati.<\/p>\n<p>Ia rela kuyup kehujanan untuk mengantar saya ke stasiun. Sampai di stasiun kami berseloroh: kalau bukan karena kelas menulis, mana mungkin seorang suporter PSIM dibonceng, diantarkan ke stasiun oleh suporter Persis Solo. Dan ternyata, bisa berseloroh seperti itu terasa menyenangkan. Jauh lebih membahagiakan ketimbang bertukar bogem mentah. Bibir pecah itu perih.<\/p>\n<p>Satu hal lagi, saya juga membuat resensi untuk sebuah buku tentang suporter yang ditulis oleh Devi Fitroh Laily, seorang wanita pendukung Persis Solo. Dari bukunya, saya mendapatkan sebuah perspektif baru.<\/p>\n<p>Begini: banyak yang menggunakan fakta sejarah Kerajaan Mataram sebagai alasan permusuhan antara Jogja dan Solo. Sebuah alasan yang menggelikan. Lagaknya seperti mereka benar-benar belajar sejarah Indonesia. Saya yakin, mereka ini, para bebal, tak pernah belajar sejarah Mataram dan hanya ikut-ikut saja sebagai legitimasi melukai suporter lawan.<\/p>\n<p>Sudah waktunya kawasan Joglosemar menjadi kawasan yang teduh untuk semua suporter. Tak boleh lagi ada nyawa tersabung.<\/p>\n<p>Presiden Pasoepati, Bimo Putranto, lewat Twitter-nya berujar:<\/p>\n<blockquote class=\"twitter-tweet\">\n<p dir=\"ltr\" lang=\"in\">Kloada suporterYogya yg lewat, Alangkahbaiknya Kita selaku WongSolo memberikan AirMineral,krn mereka sdh lelah bernyanyi,Jngtakutberbuatbaik<\/p>\n<p>\u2014 Bimo Putranto (@prespasoepati) <a href=\"https:\/\/twitter.com\/prespasoepati\/status\/894172783046873089\">August 6, 2017<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p>Sebuah saran yang sejuk, di tengah jalur Joglosemar yang panas terik.<\/p>\n<p>Sudah tak boleh lagi ada rumput liar, hama, bernama kekerasan di tengah sepak bola. Sudah waktunya kita menanam bibit perdamaian. Pohon damai yang tumbuh akan menjadi peneduh bagi generasi mendatang, para suporter baru yang tak boleh dicemari oleh limbah kekerasan.<\/p>\n<p>Jejak kekerasan memang begitu panjang. Untuk menghapusnya dibutuhkan kesabaran yang tak kalah panjang. Usaha yang tak mungkin dilakukan satu kubu suporter saja atau segelintir orang saja. Mari jernihkan sisi kepala, dinginkan hati. Kebun sepak bola seharusnya berbuah kebahagiaan.<\/p>\n<p><strong>Author: <\/strong><em><strong>Yamadipati Seno (<a class=\"ProfileHeaderCard-screennameLink u-linkComplex js-nav\" href=\"https:\/\/twitter.com\/arsenalskitchen\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span class=\"username u-dir\" dir=\"ltr\">@<b class=\"u-linkComplex-target\">arsenalskitchen<\/b><\/span><\/a>)<\/strong><br \/>\n<\/em><em>Koki Arsenal&#8217;s Kitchen<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Setelah lima hari dirawat di Rumah Sakit Santo Yusuf Bandung, Ricko Andrean menghembuskan napas terakhir. Pemuda 22 tahun tersebut menjadi korban salah sasaran. Ironisnya, Ricko, seorang Bobotoh, dikeroyok banyak orang karena membela seseorang yang disangka anggota The Jak. Seorang Bobotoh, melindungi The Jakmania. Apabila kisah ironis tersebut benar adanya, maka pertanyaannya, apakah kemanusiaan sudah benar-benar menguap dari sepak bola? Masalah klasik ini, penyakit menahun, kronis, sudah terlalu lama dimaklumi sebagai bagian dari rivalitas. Dimaklumi, sebagai bumbu panasnya persaingan klub. Pemakluman yang bajingan betul. Bajingan betul, karena nyawa bukan alat barter yang seimbang dengan loyalitas seorang suporter sepak bola. Anda berani mati untuk klub Anda? Bagaimana kalau saya tantang Anda berani &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/08\/menanam-perdamaian-di-kawasan-joglosemar\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Menanam Perdamaian di Kawasan Joglosemar&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":8744,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[88,86],"tags":[429,188,1605,1040,1604,231,687],"class_list":["post-8743","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bola","category-nasional","tag-brigata-curva-sud","tag-liga-indonesia","tag-pasoepati","tag-persis-solo","tag-psim-yogyakarta","tag-pss-sleman","tag-suporter"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Menanam Perdamaian di Kawasan Joglosemar | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Sudah tak boleh lagi ada rumput liar, hama, bernama kekerasan di tengah sepak bola. Sudah waktunya kita menanam bibit perdamaian di Joglosemar.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/08\/menanam-perdamaian-di-kawasan-joglosemar\/\" \/>\n<link rel=\"next\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/08\/menanam-perdamaian-di-kawasan-joglosemar\/2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Menanam Perdamaian di Kawasan Joglosemar | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Sudah tak boleh lagi ada rumput liar, hama, bernama kekerasan di tengah sepak bola. Sudah waktunya kita menanam bibit perdamaian di Joglosemar.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/08\/menanam-perdamaian-di-kawasan-joglosemar\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-08-08T00:00:37+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2017-08-08T02:33:49+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/18380309_282312762228017_8241210559261835264_n.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1024\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"625\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/08\\\/08\\\/menanam-perdamaian-di-kawasan-joglosemar\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/08\\\/08\\\/menanam-perdamaian-di-kawasan-joglosemar\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"tribeindonesia\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"headline\":\"Menanam Perdamaian di Kawasan Joglosemar\",\"datePublished\":\"2017-08-08T00:00:37+00:00\",\"dateModified\":\"2017-08-08T02:33:49+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/08\\\/08\\\/menanam-perdamaian-di-kawasan-joglosemar\\\/\"},\"wordCount\":1193,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/08\\\/08\\\/menanam-perdamaian-di-kawasan-joglosemar\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/08\\\/18380309_282312762228017_8241210559261835264_n.jpg\",\"keywords\":[\"Brigata Curva Sud\",\"Liga Indonesia\",\"Pasoepati\",\"Persis Solo\",\"PSIM Yogyakarta\",\"PSS Sleman\",\"Suporter\"],\"articleSection\":[\"Bola\",\"Nasional\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/08\\\/08\\\/menanam-perdamaian-di-kawasan-joglosemar\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/08\\\/08\\\/menanam-perdamaian-di-kawasan-joglosemar\\\/\",\"name\":\"Menanam Perdamaian di Kawasan Joglosemar | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/08\\\/08\\\/menanam-perdamaian-di-kawasan-joglosemar\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/08\\\/08\\\/menanam-perdamaian-di-kawasan-joglosemar\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/08\\\/18380309_282312762228017_8241210559261835264_n.jpg\",\"datePublished\":\"2017-08-08T00:00:37+00:00\",\"dateModified\":\"2017-08-08T02:33:49+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Sudah tak boleh lagi ada rumput liar, hama, bernama kekerasan di tengah sepak bola. Sudah waktunya kita menanam bibit perdamaian di Joglosemar.\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/08\\\/08\\\/menanam-perdamaian-di-kawasan-joglosemar\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/08\\\/08\\\/menanam-perdamaian-di-kawasan-joglosemar\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/08\\\/18380309_282312762228017_8241210559261835264_n.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/08\\\/18380309_282312762228017_8241210559261835264_n.jpg\",\"width\":1024,\"height\":625,\"caption\":\"Kredit: Radar Solo\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/author\\\/tribeindonesia\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Menanam Perdamaian di Kawasan Joglosemar | Football Tribe Indonesia","description":"Sudah tak boleh lagi ada rumput liar, hama, bernama kekerasan di tengah sepak bola. Sudah waktunya kita menanam bibit perdamaian di Joglosemar.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/08\/menanam-perdamaian-di-kawasan-joglosemar\/","next":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/08\/menanam-perdamaian-di-kawasan-joglosemar\/2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Menanam Perdamaian di Kawasan Joglosemar | Football Tribe Indonesia","og_description":"Sudah tak boleh lagi ada rumput liar, hama, bernama kekerasan di tengah sepak bola. Sudah waktunya kita menanam bibit perdamaian di Joglosemar.","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/08\/menanam-perdamaian-di-kawasan-joglosemar\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2017-08-08T00:00:37+00:00","article_modified_time":"2017-08-08T02:33:49+00:00","og_image":[{"width":1024,"height":625,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/18380309_282312762228017_8241210559261835264_n.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/08\/menanam-perdamaian-di-kawasan-joglosemar\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/08\/menanam-perdamaian-di-kawasan-joglosemar\/"},"author":{"name":"tribeindonesia","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"headline":"Menanam Perdamaian di Kawasan Joglosemar","datePublished":"2017-08-08T00:00:37+00:00","dateModified":"2017-08-08T02:33:49+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/08\/menanam-perdamaian-di-kawasan-joglosemar\/"},"wordCount":1193,"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/08\/menanam-perdamaian-di-kawasan-joglosemar\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/18380309_282312762228017_8241210559261835264_n.jpg","keywords":["Brigata Curva Sud","Liga Indonesia","Pasoepati","Persis Solo","PSIM Yogyakarta","PSS Sleman","Suporter"],"articleSection":["Bola","Nasional"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/08\/menanam-perdamaian-di-kawasan-joglosemar\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/08\/menanam-perdamaian-di-kawasan-joglosemar\/","name":"Menanam Perdamaian di Kawasan Joglosemar | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/08\/menanam-perdamaian-di-kawasan-joglosemar\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/08\/menanam-perdamaian-di-kawasan-joglosemar\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/18380309_282312762228017_8241210559261835264_n.jpg","datePublished":"2017-08-08T00:00:37+00:00","dateModified":"2017-08-08T02:33:49+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Sudah tak boleh lagi ada rumput liar, hama, bernama kekerasan di tengah sepak bola. Sudah waktunya kita menanam bibit perdamaian di Joglosemar.","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/08\/menanam-perdamaian-di-kawasan-joglosemar\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/08\/menanam-perdamaian-di-kawasan-joglosemar\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/18380309_282312762228017_8241210559261835264_n.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/18380309_282312762228017_8241210559261835264_n.jpg","width":1024,"height":625,"caption":"Kredit: Radar Solo"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8743","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8743"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8743\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8744"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8743"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8743"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8743"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}