{"id":8700,"date":"2017-08-07T12:30:19","date_gmt":"2017-08-07T05:30:19","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=8700"},"modified":"2017-08-08T15:59:44","modified_gmt":"2017-08-08T08:59:44","slug":"pemain-eropa-timur-di-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/07\/pemain-eropa-timur-di-indonesia\/","title":{"rendered":"Para Pemain Eropa Timur Terbaik di Liga Indonesia"},"content":{"rendered":"<p>Bicara tentang legiun asing di Liga Indonesia, kita sangat bergantung pada suplai pemain dari Afrika dan Amerika Latin. Akan tetapi, tak selamanya kekuatan fisik pemain Afrika dan kelincahan pemain Amerika Latin dapat memenuhi ekspektasi klub yang dibelanya. Dari situlah muncul pilihan alternatif dalam diri pemain-pemain Eropa Timur.<\/p>\n<p>Nilai kontrak para pemain dari negara pecahan Yugoslavia ini tidak terlalu tinggi, bahkan ada yang sangat murah, tapi berkualitas jempolan. Semangat juang khas prajurit Balkan serta visi bermain yang ditempa di kompetisi Eropa membuat para pemain Eropa Timur menjadi alternatif menarik untuk memenuhi kuota pemain asing di klub-klub Liga Indonesia.<\/p>\n<p>Berikut ini Football Tribe Indonesia menghadirkan sebelas pemain pilihan asal Eropa Timur yang terbaik di tiap posisi, dan tentunya namanya tak asing lagi di telinga para pembaca sekalian:<\/p>\n<h3><strong>Kiper<\/strong><\/h3>\n<figure style=\"width: 700px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium\" src=\"http:\/\/cdn2.tstatic.net\/jabar\/foto\/bank\/images\/dennis-romanovs-bola.jpg\" width=\"700\" height=\"393\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Kredit: Tribun Jabar<\/figcaption><\/figure>\n<h3><strong>Deniss Romanovs<\/strong><\/h3>\n<p>Kiper timnas Latvia ini pertama kali hadir di sepak bola nasional saat memperkuat Cenderawasih Papua di ajang Liga Primer Indonesia (LPI) pada 2011 lalu. Meski datang di usia 33 tahun, ia tak kesulitan beradaptasi dengan kerasnya Liga Indonesia dan langsung memperlihatkan aksi memukau.<\/p>\n<p>Setelah LPI bubar, kiper setinggi 187 sentimeter ini melanjutkan kariernya di Arema Indonesia dan Pro Duta FC. Terakhir, ia menjadi andalan di bawah mistar Pelita Bandung Raya (PBR) dan merangkap jabatan sebagai pemain sekaligus pelatih kiper di sana.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<h2><strong>Bek<\/strong><\/h2>\n<figure style=\"width: 620px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium\" src=\"https:\/\/cdn.tmpo.co\/data\/2014\/10\/25\/id_337648\/337648_620.jpg\" width=\"620\" height=\"355\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Kredit: Tempo<\/figcaption><\/figure>\n<h3><strong>Roman Golian<\/strong><\/h3>\n<p>Arema Indonesia menjadi pelabuhan pertama Roman Golian di Indonesia pada tahun 2011 lalu. Dengan postur setinggi 1,86 meter, ia menjadi andalan Singo Edan untuk memotong umpan lambung lawan. Setelah menyelesaikan kontraknya di jawara Indonesia Super League (ISL) 2009\/2010 itu, bek asal Slovakia ini melanjutkan petualangan di Persela Lamongan.<\/p>\n<p>Golian dikenal memiliki kepribadian yang rendah hati dan mudah bergaul dengan pemain lainnya. Itulah sebabnya mengapa ia sangat dicintai publik Lamongan dan membuatnya awet mengenakan seragam biru muda khas Laskar Joko Tingkir selama tiga tahun, sebelum mendarat di Persiba Balikpapan pada 2014.<\/p>\n<figure style=\"width: 640px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium\" src=\"http:\/\/www.bolaindo.com\/wp-content\/uploads\/2015\/09\/Bobotoh-Persib-Bandung-Bikin-Vladimir-Vujovic-Terharu.jpg\" width=\"640\" height=\"388\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Kredit: Simamaung<\/figcaption><\/figure>\n<h3><strong>Vladimir Vujovi\u0107<\/strong><\/h3>\n<p>Vlado, sapaan akrabnya, setia membela Persib Bandung sejak pertama kali mendarat di Indonesia pada tahun 2013 lalu. Aroma Balkan sangat kental dalam kepribadian pemain berusia 35 tahun ini yang meledak-ledak, bahkan beberapa kali sempat lepas kontrol.<\/p>\n<p>Akan tetapi, gaya bermain itulah yang menjadi momok para penyerang di Liga Indonesia. Jika ada kesempatan untuk merebut bola, Vlado tak akan pikir panjang untuk melakukan tekel, beradu badan, atau berduel di udara untuk mengamankan gawang Persib dari kebobolan.<\/p>\n<p>Mei 2016 lalu, Vlado meluncurkan buku berjudul <em>Hati Biru<\/em> yang mengupas seluruh kisah Vlado selama membela Maung Bandung. Satu gelar telah dipersembahkan pemain setinggi 189 sentimeter ini kala menjuarai trofi Indonesia Super League pada tahun 2014 dan turut menyumbang satu gol di laga kontra Persipura Jayapura itu.<\/p>\n<figure style=\"width: 1300px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium\" src=\"http:\/\/www.borneofc.id\/foto_berita\/gancev-goran-pbfc-pjs-2015-mksr.jpg\" width=\"1300\" height=\"500\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Kredit: PBFC<\/figcaption><\/figure>\n<h3><strong>Goran Gan\u010dev<\/strong><\/h3>\n<p>Nama pemain asal Makedonia ini mulai meroket saat memperkuat Arema Cronus di Torabika Soccer Championship (TSC) 2016. Berduet dengan Hamka Hamzah di lini pertahanan Singo Edan, Gan\u010dev menyajikan aksi layaknya bek kelas dunia.<\/p>\n<p>Pemain yang berulang tahun ke-33 pada 4 Agustus kemarin ini awalnya sempat diragukan akan bersinar di Arema, karena ia datang untuk menggantikan Kiko Insa, bek favorit Aremania. Akan tetapi, Gan\u010dev berhasil membuktikan kalau ia bukan bek sembarangan. Arema dibawanya menjadi klub dengan jumlah kebobolan terminim di kompetisi pengganti liga resmi itu dengan hanya kemasukan 22 gol dari 34 laga.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<h2><strong>Gelandang<\/strong><\/h2>\n<figure style=\"width: 620px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium\" src=\"http:\/\/images.performgroup.com\/di\/library\/Goal_Indonesia\/a1\/1\/srdjan-lopicic-pusamania-borneo-fc_10kllhvosbz5p1txmzedr1r4uf.jpg?t=1630042916&amp;w=620&amp;h=430\" width=\"620\" height=\"426\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Kredit: Goal<\/figcaption><\/figure>\n<h3><strong>Sr\u0111an Lopi\u010di\u0107<\/strong><\/h3>\n<p>Gelandang serang kelahiran Montenegro ini dikenal sebagai kreator serangan yang memiliki umpan-umpan terukur. Ketika membela Arema Cronus di TSC 2016, pemain kelahiran 20 November 1983 ini membentuk kuartet lini tengah yang tangguh bersama Raphael Maitimo, Esteban Vizcarra dan Hendro Siswanto.<\/p>\n<p>Dari semua klub yang ia bela di Liga Indonesia, mulai dari Persisam Putra Samarinda, Persebaya Surabaya, Persela Lamongan dan Pusamania Borneo FC, Lopi\u010di\u0107 selalu dapat menampilkan performa terbaiknya. Kini, setelah setahun meninggalkan Indonesia, ia kembali untuk membela Persiba Balikpapan dan diharapkan dapat mengangkat Laskar Beruang Madu dari zona degradasi.<\/p>\n<figure style=\"width: 600px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium\" src=\"http:\/\/media.thethao247.vn\/files\/660\/thanhhoa-ceh.jpg\" width=\"600\" height=\"400\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Kredit: Alchetron<\/figcaption><\/figure>\n<h3><strong>Nastja \u010ceh<\/strong><\/h3>\n<p>Nama pemain asal Slovenia ini pasti sangat lekat di telinga para suporter PSMS Medan. Gelandang berambut pirang ini memang hanya setahun berkiprah di Liga Indonesia dan hanya dihabiskan bersama Ayam Kinantan, tapi aksinya tak mudah untuk dilupakan. Eks pemain Club Brugge dan Austria Wien ini selalu memanjakan para rekannya dengan umpan-umpan matang dan tak jarang menebar ancaman lewat eksekusi tendangan bebas.<\/p>\n<p>Ketika ia memutuskan untuk kembali ke kampung halamannya pada Juni 2012 lalu, suporter PSMS tak kuasa menahan haru dan membentangkan spandung bertuliskan \u201c<em>We hope you still with us, Nastja Ceh<\/em>\u201d sebagai tanda kecintaan mereka pada pemilik 46 <em>caps <\/em>di timnas Slovenia ini.<\/p>\n<figure style=\"width: 630px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium\" src=\"http:\/\/bobotoh.id\/p\/a\/uploads\/2015\/12\/RADO_HELMI-copy.jpg\" width=\"630\" height=\"350\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Kredit: Bobotoh ID<\/figcaption><\/figure>\n<h3><strong>Miljan Radovi\u0107<\/strong><\/h3>\n<p>Setiap kiper yang menghadapi tendangan bebas Radovi\u0107 mungkin merasakan hal yang sama dengan para kiper yang menghadapi eksekusi bola mati Juninho Pernambucano. Dari 17 gol yang dicetaknya bersama Maung Bandung, mayoritas berasal dari tendangan bebas. Ia bahkan menjadi top skor Persib di musim 2011\/2012.<\/p>\n<p>Selama dua tahun menetap di Indonesia, gelandang kelahiran Montenegro ini hanya membela dua tim asal Bandung. Setelah dilepas Persib, ia bergabung dengan Pelita Bandung Raya namun sinarnya tak lagi terang di sana. Ia pun meninggalkan Indonesia pada 2013 lalu, meninggalkan memori indah dari tendangan bebas yang akan selalu melekat di ingatan para pencinta sepak bola nasional.<\/p>\n<figure style=\"width: 800px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium\" src=\"https:\/\/img.okezone.com\/\/content\/2015\/05\/31\/49\/1158079\/balsa-pamit-sampai-jumpa-indonesia-7GRQ9YfyDe.jpg\" width=\"800\" height=\"476\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Kredit: Okezone<\/figcaption><\/figure>\n<h3><strong>Bal\u0161a Bo\u017eovi\u0107<\/strong><\/h3>\n<p>Gelandang yang pernah bermain di kualifikasi Liga Champions dan Liga Europa ini memilih klub yang tepat untuk melakukan debutnya di Indonesia. Bersama Persela Lamongan, Bo\u017eovi\u0107 mengikuti jejak para pendahulunya, Gustavo Lopez dan Sr\u0111an Lopi\u010di\u0107, untuk menjadi gelandang asing jempolan yang diorbitkan Laskar Joko Tingkir.<\/p>\n<p>Keunggulan utama pemain bernomor punggung 10 ini terletak pada dua kakinya yang sama-sama hidup serta stamina yang mendukung untuk bermain selama 90 menit penuh. Hal mana yang langsung ia tunjukkan di laga debutnya saat bermain di ajang Surya Citra Media (SCM) Cup 2015.<\/p>\n<figure style=\"width: 500px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium\" src=\"http:\/\/www.striker.id\/wp-content\/uploads\/2017\/05\/Selebrasi-Roman-v-Persija.jpg\" width=\"500\" height=\"340\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Kredit: Striker ID<\/figcaption><\/figure>\n<h3><strong>Roman Chmelo<\/strong><\/h3>\n<p>Dari Slovakia untuk Arema, Roman Chmelo membius para penikmat sepak bola nasional dengan aksi energik ala pesepak bola berdarah Balkan. Sejak 2009 hingga 2012, tendangan keras pemain bernomor punggung 9 ini setia menemani kiprah Arema di Indonesia Super League (ISL), membentuk duet lini tengah mematikan bersama Esteban Guillen untuk menyokong duo pemain Singapura, Noh Alam Shah dan Muhammad Ridhuan.<\/p>\n<p>Roman Chmelo merupakan satu dari segelintir pemain Eropa yang langsung sukses di musim pertamanya merumput di Indonesia. Gaya bermainnya menurut saya mirip dengan Dejan Stankovi\u0107 di Internazionale Milano. Hingga saat ini, ia tetap menjadi pemain idola Aremania berkat semangat juang yang selalu ia tunjukkan kala bertanding.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<h2><strong>Penyerang<\/strong><\/h2>\n<figure id=\"attachment_6816\" aria-describedby=\"caption-attachment-6816\" style=\"width: 955px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-6816 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/C5QYRkMUcAACF11.jpg\" alt=\"Ilija Spasojevic\" width=\"955\" height=\"528\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/C5QYRkMUcAACF11.jpg 955w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/C5QYRkMUcAACF11-768x425.jpg 768w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/C5QYRkMUcAACF11-800x442.jpg 800w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/C5QYRkMUcAACF11-350x194.jpg 350w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/C5QYRkMUcAACF11-680x376.jpg 680w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/C5QYRkMUcAACF11-560x310.jpg 560w\" sizes=\"(max-width: 955px) 100vw, 955px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-6816\" class=\"wp-caption-text\">Kredit: Ilija Spasojevic Twitter<\/figcaption><\/figure>\n<h3><strong>Ilija Spasojevi\u0107<\/strong><\/h3>\n<p>Meski keberadaannya tak bertahan lama dan mengundang kontroversi, kita patut berterima kasih pada kompetisi Liga Primer Indonesia (LPI), karena dari ajang itu muncul pemain-pemain asing berkualitas seperti Deniss Romanovs, Otavio Dutra dan penyerang asal Montenegro yang menjadi idola Bobotoh dan The Macz Man, Ilija Spasojevi\u0107.<\/p>\n<p>Nama penyerang jangkung setinggi 187 sentimeter ini pertama kali dikenal khalayak sepak bola nasional saat memperkuat Bali Devata di LPI 2011. Berkat ketajamannya, ia kemudian diangkut PSM Makassar setelah LPI diberhentikan dan mencetak 19 gol dari 29 penampilan. Spaso, nama akrabnya, kemudian mengukuhkan namanya sebagai idola baru di Mattoanging.<\/p>\n<p>Usai berkiprah di Makassar, pemain yang pernah diicar Brescia ini melajukan perantauannya ke Kalimantan, membela Mitra Kukar dan Putra Samarinda, sebelum membawa Persib juara Piala Presiden 2015.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/cdn.klimg.com\/bola.net\/library\/p\/headline\/0000129358.jpg\" width=\"476\" height=\"240\" \/><\/p>\n<h3><strong>Dejan Glu\u0161\u010devi\u0107<\/strong><\/h3>\n<p>Ia langsung menjadi pusat perhatian saat keran pemain asing Liga Indonesia dibuka pada musim 1994\/1995. Dari Pelita Jaya hingga Mastrans Bandung Raya, Glu\u0161\u010devi\u0107 tampil sangat tajam. Di klub yang disebutkan terakhir, ia mencetak 30 gol dari 33 penampilan dan membawa timnya menjadi yang terbaik di Liga Indonesia 1995\/1996.<\/p>\n<p>Kisah Glu\u0161\u010devi\u0107 merupakan salah satu dongeng terbaik tentang kesuksesan penyerang Eropa Timur di Liga Indonesia. Bulan Mei lalu, ia ditunjuk sebagai pelatih timnas U-20 Vanuatu, negara yang bernaung di bawah bendera OFC (Oceania Football Confederation).<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-8733 size-large\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/Best-XI-Eropa-Timur-1040x1040px-1024x1024.jpg\" alt=\"Eropa Timur\" width=\"1024\" height=\"1024\" \/><\/p>\n<p><strong>Author: <\/strong><em><strong>Aditya Jaya Iswara (<a class=\"ProfileHeaderCard-screennameLink u-linkComplex js-nav\" href=\"https:\/\/twitter.com\/joyoisworo\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span class=\"username u-dir\" dir=\"ltr\">@<b class=\"u-linkComplex-target\">joyoisworo<\/b><\/span><\/a>)<\/strong><br \/>\n<\/em><em>Milanisti paruh waktu yang berharap Andriy Shevchenko kembali muda dan membawa AC Milan juara Liga Champions Eropa lagi.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bicara tentang legiun asing di Liga Indonesia, kita sangat bergantung pada suplai pemain dari Afrika dan Amerika Latin. Akan tetapi, tak selamanya kekuatan fisik pemain Afrika dan kelincahan pemain Amerika Latin dapat memenuhi ekspektasi klub yang dibelanya. Dari situlah muncul pilihan alternatif dalam diri pemain-pemain Eropa Timur. Nilai kontrak para pemain dari negara pecahan Yugoslavia ini tidak terlalu tinggi, bahkan ada yang sangat murah, tapi berkualitas jempolan. Semangat juang khas prajurit Balkan serta visi bermain yang ditempa di kompetisi Eropa membuat para pemain Eropa Timur menjadi alternatif menarik untuk memenuhi kuota pemain asing di klub-klub Liga Indonesia. Berikut ini Football Tribe Indonesia menghadirkan sebelas pemain pilihan asal Eropa Timur yang &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/07\/pemain-eropa-timur-di-indonesia\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Para Pemain Eropa Timur Terbaik di Liga Indonesia&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":8784,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[88,86],"tags":[1595,129,188,122],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Para Pemain Eropa Timur Terbaik di Liga Indonesia | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Berikut ini Football Tribe Indonesia menghadirkan sebelas pemain pilihan asal Eropa Timur yang terbaik di tiap posisi, dan tentunya namanya tak asing lagi.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/07\/pemain-eropa-timur-di-indonesia\/\" \/>\n<link rel=\"next\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/07\/pemain-eropa-timur-di-indonesia\/2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Para Pemain Eropa Timur Terbaik di Liga Indonesia | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Berikut ini Football Tribe Indonesia menghadirkan sebelas pemain pilihan asal Eropa Timur yang terbaik di tiap posisi, dan tentunya namanya tak asing lagi.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/07\/pemain-eropa-timur-di-indonesia\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-08-07T05:30:19+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2017-08-08T08:59:44+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/Goran.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"996\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"498\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/07\/pemain-eropa-timur-di-indonesia\/\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/07\/pemain-eropa-timur-di-indonesia\/\",\"name\":\"Para Pemain Eropa Timur Terbaik di Liga Indonesia | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/07\/pemain-eropa-timur-di-indonesia\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/07\/pemain-eropa-timur-di-indonesia\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/Goran.jpg\",\"datePublished\":\"2017-08-07T05:30:19+00:00\",\"dateModified\":\"2017-08-08T08:59:44+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Berikut ini Football Tribe Indonesia menghadirkan sebelas pemain pilihan asal Eropa Timur yang terbaik di tiap posisi, dan tentunya namanya tak asing lagi.\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/07\/pemain-eropa-timur-di-indonesia\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/07\/pemain-eropa-timur-di-indonesia\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/Goran.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/Goran.jpg\",\"width\":996,\"height\":498,\"caption\":\"Goran Gan\u010dev. Kredit: Bolanet\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Para Pemain Eropa Timur Terbaik di Liga Indonesia | Football Tribe Indonesia","description":"Berikut ini Football Tribe Indonesia menghadirkan sebelas pemain pilihan asal Eropa Timur yang terbaik di tiap posisi, dan tentunya namanya tak asing lagi.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/07\/pemain-eropa-timur-di-indonesia\/","next":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/07\/pemain-eropa-timur-di-indonesia\/2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Para Pemain Eropa Timur Terbaik di Liga Indonesia | Football Tribe Indonesia","og_description":"Berikut ini Football Tribe Indonesia menghadirkan sebelas pemain pilihan asal Eropa Timur yang terbaik di tiap posisi, dan tentunya namanya tak asing lagi.","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/07\/pemain-eropa-timur-di-indonesia\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2017-08-07T05:30:19+00:00","article_modified_time":"2017-08-08T08:59:44+00:00","og_image":[{"width":996,"height":498,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/Goran.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"7 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/07\/pemain-eropa-timur-di-indonesia\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/07\/pemain-eropa-timur-di-indonesia\/","name":"Para Pemain Eropa Timur Terbaik di Liga Indonesia | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/07\/pemain-eropa-timur-di-indonesia\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/07\/pemain-eropa-timur-di-indonesia\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/Goran.jpg","datePublished":"2017-08-07T05:30:19+00:00","dateModified":"2017-08-08T08:59:44+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Berikut ini Football Tribe Indonesia menghadirkan sebelas pemain pilihan asal Eropa Timur yang terbaik di tiap posisi, dan tentunya namanya tak asing lagi.","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/07\/pemain-eropa-timur-di-indonesia\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/07\/pemain-eropa-timur-di-indonesia\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/Goran.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/Goran.jpg","width":996,"height":498,"caption":"Goran Gan\u010dev. Kredit: Bolanet"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8700"}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8700"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8700\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8784"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8700"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8700"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8700"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}