{"id":8617,"date":"2017-08-05T08:30:45","date_gmt":"2017-08-05T01:30:45","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=8617"},"modified":"2017-08-05T00:08:32","modified_gmt":"2017-08-04T17:08:32","slug":"deretan-nasib-para-tridente-terpecah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/05\/deretan-nasib-para-tridente-terpecah\/","title":{"rendered":"Deretan Nasib Para Tridente Lini Serang yang Terpecah"},"content":{"rendered":"<p>Trio lini serang bergelar MSN (Messi, Suarez, Neymar) tentu sudah tidak akan sama lagi. Dengan <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/tag\/neymar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Neymar<\/a> yang sudah resmi hijrah ke Paris Saint-Germain, tentu hanya akan menyisakan nama Lionel Messi dan Luis Suarez saja. Padahal, trio pemain asal Amerika Latin milik Barcelona ini punya kualitas kelas satu. Teknik, kecepatan dan kekuatan terkumpul menjadi satu.<\/p>\n<p>Total trio MSN bermain bersama selama tiga tahun sejak 2014 (ketika Suarez bergabung ke Barcelona). Selama rentang waktu tersebut, Messi, Suarez dan Neymar menghasilkan sembilan trofi bergengsi. Di antaranya adalah dua gelar juara Liga Spanyol, tiga gelar juara Copa del Rey, dan trofi mayor lain seperti Liga Champions Eropa dan Piala Dunia Antarklub.<\/p>\n<p>Pertanyaan selanjutnya adalah, apakah yang akan terjadi kepada Messi dan Suarez? Apakah mereka akan menemukan pengganti Neymar? Apakah sang pengganti bisa sesuai dengan Messi dan Suarez? Setidaknya, kisah-kisah terdahulu di bawah ini tentang terpecahnya <em>tridente<\/em> alias trio lini serang, dan yang terjadi selanjutnya, bisa jadi sedikit gambaran.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/cristiano-ronaldo-carlos-tevez-and-wayne-rooney-of-manchester-united-picture-id81093533?k=6&amp;m=81093533&amp;s=594x594&amp;w=0&amp;h=eMcBDQVmwFK_ItgCNNjSw1_TaKUzHGlLR1yeahOEUpY=\" width=\"594\" height=\"394\" \/><\/p>\n<p><strong>Cristiano Ronaldo \u2013 Carlos Tevez \u2013 Wayne Rooney<\/strong><\/p>\n<p><strong>Tahun bersama: 2007-2009<\/strong><\/p>\n<p>Masa-masa terbaik Sir Alex Ferguson di akhir rezimnya di Manchester United, kala ia memiliki skuat dengan para pemain kelas satu dari lini belakang sampai depan. Dan yang paling luar biasa adalah trio lini serang mereka yang diisi oleh Cristiano Ronaldo, Carlos Tevez dan Wayne Rooney. Pergerakan dan kecepatan menjadi kekuatan utama dari trio ini karena selain Tevez yang merupakan penyerang murni, dua nama lain lebih bisa disebut sebagai gelandang serang dibanding sebagai penyerang murni nomor 9\/<\/p>\n<p>Kesuksesan United meraih gelar Eropa mereka yang ketiga pada tahun 2008 adalah kesuksesan terbaik yang dihasilkan trio ini. Beberapa penggemar kala itu bahkan sampai bergurau untuk mengganti <em>Holy Trinity United<\/em> (trio Dennis Law,George Best dan Bobby Charlton) yang ada di Stadion Old Trafford, digantikan dengan patung trio ini. Sayang kemudian trio ini mesti terpecah ketika Ronaldo kemudian memilih hijrah ke Real dan Tevez yang kemudian menyeberang ke Manchester City.<\/p>\n<p>Setelahnya, Rooney seakan \u201csendirian\u201d memimpin United. Partner-partner baru didatangkan seperti Dimitar Berbatov, Javier \u201cChicharito\u201d Hernandez, hingga Robin van Persie. Sayangnya, semua tidak ada yang mencapai level dan harmoni yang sama seperti ketika Rooney bermain dengan Carlitos dan Ronnie. Bahkan terus begitu hingga Rooney pulang kembali ke Everton pada Juli 2017 lalu.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/arjen-robben-mario-mandzukic-and-franck-ribery-of-fc-bayern-munich-picture-id527137846?k=6&amp;m=527137846&amp;s=594x594&amp;w=0&amp;h=WooGMRq9h2VJKwMmvqKsq7VyUpDYF3LBidvuLVotVJY=\" width=\"594\" height=\"396\" \/><\/p>\n<p><strong>Mario Mandzukic \u2013 Franck Ribery \u2013 Arjen Robben<\/strong><\/p>\n<p><strong>Tahun bersama : 2012-2014<\/strong><\/p>\n<p>Pencarian penyerang tengah utama yang sesuai dengan duo Robbery (Arjen Robben dan Franck Ribery) terus berlanjut karena kinerja Mario Gomez dirasa masih kurang. Semua pihak di kubu Bayern M\u00fcnchen kala itu sepakat kalau mereka perlu penyerang tengah baru yang lebih baik. Namun, semua kemudian terkejut karena yang didaratkan oleh Juup Heynckes kala itu adalah Mario Mandzukic.<\/p>\n<p>Penampilannya di Piala Eropa tahun 2012 memang mengesankan. Tetapi kualitas Mandzukic belum pernah benar-benar teruji, terutama soal mencetak gol. Tapi justru kemudian Mandzukic-lah yang bisa bermain seirama dengan duet Robbery. Berbeda dengan Gomez yang lebih senang menunggu bola matang, Mandzukic bisa lebih terlibat dalam permainan. Inilah yang membuat trio lini serang ini menjadi padu dan kemudian membawa FC Bayern meraih <em>quadruple<\/em> pada musim 2012\/2013.<\/p>\n<p>Beruntungnya, setelah terpecah, mereka tetap hebat. Seakan melakukan peningkatan kualitas, Mario Mandzukic pergi dan kemudian mendaratlah penyerang kelas dunia lain dalam diri Robert Lewandowski.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/world-player-of-the-year-winner-ronaldinho-the-gillette-best-young-picture-id56472547?k=6&amp;m=56472547&amp;s=594x594&amp;w=0&amp;h=5oO8Y2UgMkIzrz8pXlg-MTFJw3mQ8WFCN4UoIOH7siI=\" width=\"594\" height=\"398\" \/><\/p>\n<p><strong>Ronaldinho \u2013 Samuel Eto\u2019o \u2013 Leo Messi<\/strong><\/p>\n<p><strong>Tahun bersama : 2004-2007<\/strong><\/p>\n<p>Trio lini serang pertama Leo Messi di Barcelona. Pesepak bola terbaik, berpadu dengan penyerang ganas dan bakat paling sensasional saat itu. Ronaldinho tentu saja menjadi sorotan utama dalam trio ini. Apalagi dalam tahun-tahun tersebut, merupakan masa-masa terbaik dari pemain asal Brasil ini. Total lima gelar juara berhasil diberikan oleh trio ini.<\/p>\n<p>Cerita selanjutnya adalah bagaimana kemudian trio ini bisa memaksimalkan kemampuan seorang Leo Messi. Ronaldinho kemudian dilepas karena dianggap sudah mulai menua dan tak sesuai skema yang diusung pelatih baru kala itu, Pep Guardiola. Poros utama kemudian diberikan kepada Leo Messi, dan Thierry Henry didatangkan untuk melengkapi trio.<\/p>\n<p>Trio pengganti yang berisikan Messi, Eto\u2019o dan Henry adalah patokan awal dari revolusi 4-3-3 Pep Guardiola di Catalan. Setelahnya, Messi mendapatkan partner lain dan sejauh ini tidak banyak berpengaruh. Barcelona tetap digdaya dan sulit dikalahkan, termasuk ketika ia bermain bersama Luis Suarez dan Neymar. Apakah terpecahnya trio lini serang kali ini tidak akan banyak berpengaruh seperti sebelum-sebelumnya?<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<h2><strong>Tambahan: Kisah terpecahnya <em>tridente<\/em> di kancah sepak bola indonesia<\/strong><\/h2>\n<p>Soal terpecahnya trio lini serang, sepak bola Indonesia pun punya kisahnya sendiri. Beberapa yang terbaik muncul terutama di milenium baru. Berikut di antaranya:<\/p>\n<figure style=\"width: 620px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium\" src=\"http:\/\/static.goal.com\/97200\/97209_heroa.jpg\" width=\"620\" height=\"430\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Kredit: Goal<\/figcaption><\/figure>\n<p><strong>Zah Rahan \u2013 Annoure Obiora \u2013 Keith Kayamba Gumbs<\/strong><\/p>\n<p><strong>Tahun bersama: 2007 &#8211; 2010<\/strong><\/p>\n<p>Fondasi trio ini sebenarnya adalah Zah Rahan, Anoure Obiora dan Christian Lenglolo. Gumbs, yang sebelumnya bermain di Hongkong bersama Kitchee SC, kemudian didaratkan oleh Sriwijaya FC. Trio Zah Rahan, Obiora dan Gumbs berhasil mempersembahkan satu gelar juara Liga Indonesia dan tiga edisi beruntun memenangi ajang Piala Indonesia yang kini sudah punah itu.<\/p>\n<p>Obiora dan Zah Rahan kemudian hengkang dan tersisa Kayamba Gumbs saja di kesebelasan berjuluk Elang Sriwijaya tersebut. Uniknya, selepas kepergian Zah Rahan dan Obiora, yang kemudian digantikan Hilton Moreira dan Rahmat Rivai, Gumbs justru tetap berhasil menggondol gelar juara Liga Indonesia pada tahun 2012.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/cdn2.tstatic.net\/tribunnews\/foto\/bank\/images\/bambang-pamungkas-dan-greg-nwokolo_20150319_154046.jpg\" width=\"700\" height=\"393\" \/><\/p>\n<p><strong>Aliyuddin \u2013 Bambang Pamungkas \u2013 Greg Nwokolo<\/strong><\/p>\n<p><strong>Tahun bersama: 2007-2011<\/strong><\/p>\n<p>Para penggemar Persija Jakarta mengenal mereka dengan sebutan Trio ABG. Ketiganya merupakan trio penyerang dengan kemampuan masing-masing yang berbeda. Aliyuddin merupakan penyerang cepat dan lincah, Bambang andal dalam duel udara, sementara Greg merupakan tipe penggedor pertahanan lawan dengan giringan mautnya.<\/p>\n<p>Sempat terpisah sebentar karena Greg hijrah, trio ini kembali bersama hingga kemudian benar-benar terpecah pada tahun 2011. Greg hijrah ke Pelita Jaya, sementara Aliyuddin hengkang ke tim rival, Persib Bandung. Hanya tinggal Bambang yang bertahan di Persija hingga saat ini.<\/p>\n<p>Permainan trio ini betul-betul menyenangkan untuk dinikmati. Satu-satunya yang kurang dari trio ABG adalah gelar juara untuk tim Macan Kemayoran.<\/p>\n<p><strong>Author:<\/strong><em><strong> Aun Rahman (<a class=\"ProfileHeaderCard-screennameLink u-linkComplex js-nav\" href=\"https:\/\/twitter.com\/aunrrahman\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span class=\"username u-dir\" dir=\"ltr\">@<b class=\"u-linkComplex-target\">aunrrahman<\/b><\/span><\/a>)<\/strong><br \/>\n<\/em><em>Penikmat sepak bola dalam negeri yang (masih) percaya Indonesia mampu tampil di Piala Dunia<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Trio lini serang bergelar MSN (Messi, Suarez, Neymar) tentu sudah tidak akan sama lagi. Dengan Neymar yang sudah resmi hijrah ke Paris Saint-Germain, tentu hanya akan menyisakan nama Lionel Messi dan Luis Suarez saja. Padahal, trio pemain asal Amerika Latin milik Barcelona ini punya kualitas kelas satu. Teknik, kecepatan dan kekuatan terkumpul menjadi satu. Total trio MSN bermain bersama selama tiga tahun sejak 2014 (ketika Suarez bergabung ke Barcelona). Selama rentang waktu tersebut, Messi, Suarez dan Neymar menghasilkan sembilan trofi bergengsi. Di antaranya adalah dua gelar juara Liga Spanyol, tiga gelar juara Copa del Rey, dan trofi mayor lain seperti Liga Champions Eropa dan Piala Dunia Antarklub. Pertanyaan selanjutnya adalah, &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/05\/deretan-nasib-para-tridente-terpecah\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Deretan Nasib Para Tridente Lini Serang yang Terpecah&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":8618,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[93,90],"tags":[374,180,129,1205,852,1545,1555,1424,1557,1556],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Deretan Nasib Para Tridente Lini Serang yang Terpecah | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Sebelum tridente Messi Suarez Neymar terbentuk, sudah ada beberapa tridente mematikan lainnya di lapangan hijau sepak bola!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/05\/deretan-nasib-para-tridente-terpecah\/\" \/>\n<link rel=\"next\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/05\/deretan-nasib-para-tridente-terpecah\/2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Deretan Nasib Para Tridente Lini Serang yang Terpecah | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Sebelum tridente Messi Suarez Neymar terbentuk, sudah ada beberapa tridente mematikan lainnya di lapangan hijau sepak bola!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/05\/deretan-nasib-para-tridente-terpecah\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-08-05T01:30:45+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2017-08-04T17:08:32+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/821062906.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"594\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"396\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/05\/deretan-nasib-para-tridente-terpecah\/\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/05\/deretan-nasib-para-tridente-terpecah\/\",\"name\":\"Deretan Nasib Para Tridente Lini Serang yang Terpecah | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/05\/deretan-nasib-para-tridente-terpecah\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/05\/deretan-nasib-para-tridente-terpecah\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/821062906.jpg\",\"datePublished\":\"2017-08-05T01:30:45+00:00\",\"dateModified\":\"2017-08-04T17:08:32+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Sebelum tridente Messi Suarez Neymar terbentuk, sudah ada beberapa tridente mematikan lainnya di lapangan hijau sepak bola!\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/05\/deretan-nasib-para-tridente-terpecah\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/05\/deretan-nasib-para-tridente-terpecah\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/821062906.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/821062906.jpg\",\"width\":594,\"height\":396,\"caption\":\"Tridente\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Deretan Nasib Para Tridente Lini Serang yang Terpecah | Football Tribe Indonesia","description":"Sebelum tridente Messi Suarez Neymar terbentuk, sudah ada beberapa tridente mematikan lainnya di lapangan hijau sepak bola!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/05\/deretan-nasib-para-tridente-terpecah\/","next":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/05\/deretan-nasib-para-tridente-terpecah\/2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Deretan Nasib Para Tridente Lini Serang yang Terpecah | Football Tribe Indonesia","og_description":"Sebelum tridente Messi Suarez Neymar terbentuk, sudah ada beberapa tridente mematikan lainnya di lapangan hijau sepak bola!","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/05\/deretan-nasib-para-tridente-terpecah\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2017-08-05T01:30:45+00:00","article_modified_time":"2017-08-04T17:08:32+00:00","og_image":[{"width":594,"height":396,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/821062906.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/05\/deretan-nasib-para-tridente-terpecah\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/05\/deretan-nasib-para-tridente-terpecah\/","name":"Deretan Nasib Para Tridente Lini Serang yang Terpecah | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/05\/deretan-nasib-para-tridente-terpecah\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/05\/deretan-nasib-para-tridente-terpecah\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/821062906.jpg","datePublished":"2017-08-05T01:30:45+00:00","dateModified":"2017-08-04T17:08:32+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Sebelum tridente Messi Suarez Neymar terbentuk, sudah ada beberapa tridente mematikan lainnya di lapangan hijau sepak bola!","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/05\/deretan-nasib-para-tridente-terpecah\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/05\/deretan-nasib-para-tridente-terpecah\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/821062906.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/821062906.jpg","width":594,"height":396,"caption":"Tridente"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8617"}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8617"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8617\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8618"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8617"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8617"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8617"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}