{"id":8529,"date":"2017-08-04T09:30:17","date_gmt":"2017-08-04T02:30:17","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=8529"},"modified":"2017-08-04T06:04:37","modified_gmt":"2017-08-03T23:04:37","slug":"memetakan-isi-kepala-alexis-sanchez","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/04\/memetakan-isi-kepala-alexis-sanchez\/","title":{"rendered":"Memetakan Isi Kepala Alexis Sanchez"},"content":{"rendered":"<p>Tanggal masehi memasuki awal Agustus ketika saga itu sudah sedikit mereda. Fokus media kini beralih ke Barcelona dan Paris Saint-Germain. Pemain Arsenal itu, Alexis Sanchez, kini mulai diberitakan akan bertahan. Pertanyaannya, apa yang berputar di kepala Alexis? Mengapa ia tak mau memperpanjang kontraknya?<\/p>\n<p>Untuk memetakan isi kepala Alexis Sanchez, kita harus memutar waktu, melihat kembali bagian-bagain penting dalam kariernya.<\/p>\n<p>Tahun 2014, Alexis resmi bergabung dengan Arsenal. Kedatangannya disambut dengan haru. Setelah kedatangan Mesut \u00d6zil semusim sebelumnya, bergabungnya Alexis mengangkat moral Gooners, para pendukung Arsenal. Pun kedatangan itu menjadi bukti bahwa keuangan Arsenal sudah stabil dan siap menggelontorkan uang untuk pemain bintang.<\/p>\n<p>Setelah tiga musim, ketika kontraknya menyisakan satu tahun, saga itu lahir. Alexis enggan duduk bersama, mendiskusikan perpanjangan kontrak. Spekuliasi lahir, mulai dari Bayern M\u00fcnchen, Paris Saint-Germain, hingga Manchester City dan Chelsea, mengantre untuk mengajukan proposal. Arsene Wenger bergeming. Ia ingin anak emasnya bertahan.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/10\/saatnya-menjual-alexis-sanchez\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>Baca juga:\u00a0Saatnya Menjual Alexis Sanchez Semahal-mahalnya<\/strong><\/a><\/p>\n<p>Sebuah pertanyaan tentu lahir. Mengapa Alexis tak mau duduk bersama manajemen untuk membicarakan kontrak baru? Untuk menjawabnya, fase Alexis dan Barcelona harus kita kupas lebih lanjut.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/alexis-sanchez-of-udinese-calcio-in-action-during-the-serie-a-match-picture-id109888265?k=6&amp;m=109888265&amp;s=594x594&amp;w=0&amp;h=kd62FlBRadLp9XY85nAebUuyIfa_RtfUL0NiQhMOpVE=\" width=\"594\" height=\"396\" \/><\/p>\n<h3><strong>Dari Udinese ke Barcelona<\/strong><\/h3>\n<p>Barcelona masih dilatih Pep Guardiola ketika Alexis bergabung. Ketika itu, Alexis masih berusia 22 tahun, meninggalkan Udinese, untuk bergabung dengan salah satu kekuatan besar di Eropa dan dunia. Uang sebanyak 23 juta paun, dengan bonus hingga 10 juta paun, mengantar pemain kelahiran Cile ke panggung yang lebih besar.<\/p>\n<p>Satu musim sebelumnya, Alexis dianugerahi gelar pemain muda paling menjanjikan versi FIFA. Sontak, dirinya langsung diperbandingkan dengan Cristiano Ronaldo, mengingat keduanya fasih bermain sebagai penyerang sayap sebelah kiri. Namun, Alexis enggan dibanding-bandingkan dengan lelaki lain. Ia ingin diakui sebagai dirinya sendiri.<\/p>\n<p>\u201cSaya menaruh hormat kepada Cristiano Ronaldo. Ia pemain hebat. Tapi, saya tak ingin dibanding-bandingkan dengan siapa pun,\u201d tegas Alexis kepada Daily Mail kala itu. Alexis masih melanjutkan kalimatnya bahwa ia datang ke Barcelona untuk memenangi trofi. Dan musim 2012\/2013 ambisi itu memang terbukti.<\/p>\n<p>Namun memang, tahun-tahun awal Alexis di Barcelona tak berjalan semulus yang dibayangkan. Ia absen hingga 59 hari karena cedera. Total, ia hanya bermain di 2.640 menit, dengan rata-rata 64 menit per pertandingan dan mencatatkan 15 gol. Musim keduanya pun sama terjalnya, dengan total menit bermain 15 menit lebih sedikit.<\/p>\n<p>Perubahan terjadi di musim ketiga. Alexis mulai mendapatkan tempat reguler dan mulai dicintai suporter. Total, ia membukukan 21 gol dan 17 asis dari 54 penampilan. Namun, ketika kerja kerasnya mulai berbuah, ketika ia mulai dipercaya untuk menemani Lionel Messi, Barcelona justru mengambil keputusan yang sedikit mengherankan.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/arsenals-alexis-sanchez-celebrates-in-the-changing-room-after-the-fa-picture-id689077504?k=6&amp;m=689077504&amp;s=594x594&amp;w=0&amp;h=exSq0YWZ0Lhht8vpYTRiRaccs5bZIKw7sz8W8Xf_gQk=\" width=\"594\" height=\"457\" \/><\/p>\n<h3><strong>Alexis dilego ke Arsenal<\/strong><\/h3>\n<p>Sedikit mengherankan karena di tengah puncak performanya, Barcelona justru memberi jalan lapang bagi Arsenal untuk memboyong Alexis.<\/p>\n<p>Situsweb suporter Barcelona, <em>Barca Blaugranes<\/em>, menyebut penjualan Alexis ke Arsenal sebagai salah satu keputusan Direktur Olahraga, Andoni Zubizarreta, yang memecah belah opini internal. Situsweb tersebut juga menggambarkan Alexis sebagai salah satu penampil terbaik musim 2013\/2014.<\/p>\n<p>Namun, seiring waktu berjalan, sebuah kejelasan muncul. Saat itu, ternyata, El Barca tengah melakukan pendekatan dengan Luis Suarez. Juru gedor asal Uruguay yang saat itu masih menjadi milik Liverpool digambarkan sebagai salah satu pemain yang bisa mengubah hasil akhir sebuah pertandingan. Tipe pemain yang harus dimiliki semua tim besar.<\/p>\n<p>Pun, Barcelona tak bisa membeli pemain dengan harga 75 juta paun tanpa melepas pemain terlebih dahulu. Saat itu, ada dua pemain yang mungkin dilepas, yaitu Alexis dan Pedro Rodriguez. Namun, di tengah bursa transfer, Alexis lebih menjual. Jenis pemain yang bisa dilepas untuk meningkatkan dana transfer.<\/p>\n<p>Penjualan Alexis juga menjadi salah satu usaha Barcelona menyiapkan jalan untuk pemain akademi. Dan memang, pada akhirnya, klub lebih memilh mempertahankan Pedro. Pemain asal Spanyol ini dianggap lebih mewakili semangat klub, tidak egois dan selalu bekerja keras. Seorang pemain kelas dunia yang tak mengeluh meski tak masuk tim utama.<\/p>\n<p>Menakar pernyataan tersebut, apakah Alexis tak meresapi nilai-nilai yang ditanamkan di Barcelona? Pernyataan Alexis ketika bergabung dengan Arsenal menjadi indikasi yang cukup jelas.<\/p>\n<p>\u201cSaya tak pernah menyesali keputusan untuk meninggalkan Barcelona. Memang tak mudah. Saya berhasil mewujudkan mimpi, bermain di Spanyol dan menjadi juara. Tapi, hanya sedikit pemain yang bertahan di klub yang sama untuk waktu yang lama. Hengkang adalah hal yang normal,\u201d ungkap Alexis di awal tahun 2016.<\/p>\n<p>\u201cSaya ingin terlibat di proyek yang baru, sebuah pengalaman baru. Dan mempertimbangkan banyaknya penyerang di Barcelona, hengkang adalah keputusan yang bagus. Direktur Olahraga memberi tahu saya bahwa beberapa klub tertarik. Jadi, saya pikir akan menjadi pilihan yang bagus dengan memilih Arsenal,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Dari pernyataan tersebut, terdengar bahwa Alexis tak akan menjadi pusat di Arsenal. Terkadang, ia harus menepi, memberi kesempatan kepada rekannya. Nilai tersebut pun ditegaskan oleh Dani Alves.<\/p>\n<p>\u201cAlexis bukan gagal. Tapi memang sulit bermain di sini karena Anda harus memahami ide besarnya. Pada akhirnya, di Barcelona, menjadi pemain hebat saja tak cukup. Anda harus bisa memahami cara Barcelona bermain. Dan jika berhasil, Anda akan punya karier yang panjang di sini,\u201d kata Alves di tahun 2016.<\/p>\n<p>Apakah Alexis tak bisa memahami cara bermain Barcelona? Apakah ini berkaitan dengan gairah atau soal sikap saja?<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/alexis-sanchez-of-arsenal-during-a-training-session-at-london-colney-picture-id825553002?k=6&amp;m=825553002&amp;s=594x594&amp;w=0&amp;h=Y7pdXvNQsG-YsKP2K4Rt4AubmnqFgudq01Ok3oxYsKQ=\" width=\"594\" height=\"448\" \/><\/p>\n<h3><strong>Sulit untuk diatur?<\/strong><\/h3>\n<p>Beberapa minggu sebelum musim 2016\/2017 berakhir, Alexis dipandang menunjukkan sikap yang kurang pantas. Ia dipandang seperti Robin van Persie, dengan gestur dan sering merajuk ketika dirinya tengah tak bermain bagus. Sikap seperti itu tak sehat karena seolah-olah Anda selalu dikecewakan oleh rekan satu tim.<\/p>\n<p>Martin Keown sempat berkomentar, \u201cSaya rasa ia sulit diatur. Arsenal harus memfasilitasi dan merancang sesi latihan tersendiri. Hal itu bisa berarti bagus, namun itu juga menunjukkan bahwa Alexis adalah pemain yang selalu menuntut.\u201d<\/p>\n<p>Hal itu memang terlihat ketika Arsene Wenger nampak terlalu takut untuk menarik keluar Alexis ketika ia tengah cedera di tengah laga atau tak bermain bagus. Memang, Alexis adalah pemain penting bagi Arsenal. Namun, tentu tak boleh terjadi, seorang pelatih yang enggan mengganti pemainnya karena takut kehilangan kepercayaan. Apalagi si pemain tengah bermain buruk.<\/p>\n<p>Hal menarik terlontar dari bibir Jorge Aravena, mantan pelatih Alexis ketika masih berusia 15 tahun. \u201cIa punya ambisi besar untuk selalu berkembang, mencari pandangan baru, mencari tempat baru yang bisa membuat dirinya semakin hebat dan bisa memaksimalkan kemampuannya,\u201d ungkap Aravena kepada <em>Independent<\/em>.<\/p>\n<p>Alexis tak suka stagnasi. Ia selalu ingin berkembang, menjadi pemain dengan kaliber yang lebih besar. Bukan soal perkembangan tim, namun dirinya sendiri. Bahkan, ia rela mengakhiri \u201cimpiannya\u201d ketika sudah berseragam Barcelona. Ia tegas ingin hengkang dan mencari induk baru sebagai tempat berkembang.<\/p>\n<p>Dan sayangnya, stagnasi adalah kawan akrab Arsenal. Bahkan, musim lalu, terjadi kemunduran yang tak terbantahkan, meski setelah memenangi Piala FA sekalipun. Dahulu, Barcelona menyadari sisi unik ini, yang bercokol di kepala Alexis. Mereka dengan senang hati melepasnya demi mendapatkan dana segar.<\/p>\n<p>Kepindahannya ke Arsenal pun menguntungkan semua pihak. Barcelona mendapatkan dana segar, Arsenal memiliki pemain yang bisa menjadi tumpuan, dan kini, Alexis menjelma menjadi salah satu pemain yang paling diinginkan di bursa transfer. Proses kepindahan dari Barcelona ke Arsenal hanya butuh waktu satu minggu.<\/p>\n<p>Kini, Alexis menunjukkan gelagat yang sama. Ia tak ingin terjebak dalam stagnansi yang menjangkiti Arsenal. Memang, sampai saat ini, Wenger nampaknya masih bisa menahan Alexis. Tapi sampai kapan? Dan apakah Alexis mau menahan diri dan memperpanjang kontraknya?<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/01\/jika-alexis-sanchez-hengkang\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>Baca juga:\u00a0Jika Alexis Sanchez Hengkang<\/strong><\/a><\/p>\n<p>Dan yang paling penting, apakah sikap Alexis di atas salah? Sebuah keunikan dari seorang manusia, yang sebetulnya sangat sulit kita hakimi. Hasrat, gairah, dan ambisi adalah ranah pribadi, dan kita akan sangat sulit untuk dengan mudah campur tangan ke proses alamiah tersebut.<\/p>\n<p>Memetakan isi kepala Alexis adalah usaha sederhana untuk memahami proses purba hidup manusia: berkembang dan bertahan hidup. Salah dan benar, sulit untuk ditakar.<\/p>\n<p><strong><em>Disclaimer: Artikel ini disarikan dan ditulis ulang dari \u201c<\/em><a href=\"http:\/\/dailycannon.com\/2017\/07\/what-happened-between-alexis-sanchez-and-barcelona\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><em>What happened between Alexis Sanchez and Barcelona &amp; the answer to his Arsenal future<\/em><\/a><em>\u201d karya Nia Griffits.<\/em><\/strong><\/p>\n<p><strong>Author:<\/strong><em><strong> Yamadipati Seno (<a class=\"ProfileHeaderCard-screennameLink u-linkComplex js-nav\" href=\"https:\/\/twitter.com\/arsenalskitchen\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span class=\"username u-dir\" dir=\"ltr\">@<b class=\"u-linkComplex-target\">arsenalskitchen<\/b><\/span><\/a>)<\/strong><br \/>\n<\/em><em>Koki Arsenal&#8217;s Kitchen<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tanggal masehi memasuki awal Agustus ketika saga itu sudah sedikit mereda. Fokus media kini beralih ke Barcelona dan Paris Saint-Germain. Pemain Arsenal itu, Alexis Sanchez, kini mulai diberitakan akan bertahan. Pertanyaannya, apa yang berputar di kepala Alexis? Mengapa ia tak mau memperpanjang kontraknya? Untuk memetakan isi kepala Alexis Sanchez, kita harus memutar waktu, melihat kembali bagian-bagain penting dalam kariernya. Tahun 2014, Alexis resmi bergabung dengan Arsenal. Kedatangannya disambut dengan haru. Setelah kedatangan Mesut \u00d6zil semusim sebelumnya, bergabungnya Alexis mengangkat moral Gooners, para pendukung Arsenal. Pun kedatangan itu menjadi bukti bahwa keuangan Arsenal sudah stabil dan siap menggelontorkan uang untuk pemain bintang. Setelah tiga musim, ketika kontraknya menyisakan satu tahun, saga &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/04\/memetakan-isi-kepala-alexis-sanchez\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Memetakan Isi Kepala Alexis Sanchez&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":8530,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[69,74],"tags":[1296,120,180,129,118,122],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Memetakan Isi Kepala Alexis Sanchez | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Untuk memetakan isi kepala Alexis Sanchez, kita harus memutar waktu, melihat kembali bagian-bagain penting dalam kariernya.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/04\/memetakan-isi-kepala-alexis-sanchez\/\" \/>\n<link rel=\"next\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/04\/memetakan-isi-kepala-alexis-sanchez\/2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Memetakan Isi Kepala Alexis Sanchez | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Untuk memetakan isi kepala Alexis Sanchez, kita harus memutar waktu, melihat kembali bagian-bagain penting dalam kariernya.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/04\/memetakan-isi-kepala-alexis-sanchez\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-08-04T02:30:17+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2017-08-03T23:04:37+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/683889960.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"594\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"400\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/04\/memetakan-isi-kepala-alexis-sanchez\/\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/04\/memetakan-isi-kepala-alexis-sanchez\/\",\"name\":\"Memetakan Isi Kepala Alexis Sanchez | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/04\/memetakan-isi-kepala-alexis-sanchez\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/04\/memetakan-isi-kepala-alexis-sanchez\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/683889960.jpg\",\"datePublished\":\"2017-08-04T02:30:17+00:00\",\"dateModified\":\"2017-08-03T23:04:37+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Untuk memetakan isi kepala Alexis Sanchez, kita harus memutar waktu, melihat kembali bagian-bagain penting dalam kariernya.\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/04\/memetakan-isi-kepala-alexis-sanchez\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/04\/memetakan-isi-kepala-alexis-sanchez\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/683889960.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/683889960.jpg\",\"width\":594,\"height\":400,\"caption\":\"Alexis Sanchez\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Memetakan Isi Kepala Alexis Sanchez | Football Tribe Indonesia","description":"Untuk memetakan isi kepala Alexis Sanchez, kita harus memutar waktu, melihat kembali bagian-bagain penting dalam kariernya.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/04\/memetakan-isi-kepala-alexis-sanchez\/","next":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/04\/memetakan-isi-kepala-alexis-sanchez\/2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Memetakan Isi Kepala Alexis Sanchez | Football Tribe Indonesia","og_description":"Untuk memetakan isi kepala Alexis Sanchez, kita harus memutar waktu, melihat kembali bagian-bagain penting dalam kariernya.","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/04\/memetakan-isi-kepala-alexis-sanchez\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2017-08-04T02:30:17+00:00","article_modified_time":"2017-08-03T23:04:37+00:00","og_image":[{"width":594,"height":400,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/683889960.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/04\/memetakan-isi-kepala-alexis-sanchez\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/04\/memetakan-isi-kepala-alexis-sanchez\/","name":"Memetakan Isi Kepala Alexis Sanchez | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/04\/memetakan-isi-kepala-alexis-sanchez\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/04\/memetakan-isi-kepala-alexis-sanchez\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/683889960.jpg","datePublished":"2017-08-04T02:30:17+00:00","dateModified":"2017-08-03T23:04:37+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Untuk memetakan isi kepala Alexis Sanchez, kita harus memutar waktu, melihat kembali bagian-bagain penting dalam kariernya.","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/04\/memetakan-isi-kepala-alexis-sanchez\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/04\/memetakan-isi-kepala-alexis-sanchez\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/683889960.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/683889960.jpg","width":594,"height":400,"caption":"Alexis Sanchez"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8529"}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8529"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8529\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8530"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8529"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8529"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8529"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}