{"id":8523,"date":"2017-08-04T08:30:37","date_gmt":"2017-08-04T01:30:37","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=8523"},"modified":"2017-08-04T09:19:07","modified_gmt":"2017-08-04T02:19:07","slug":"kekuatan-uang-dalam-paris-saint-germain","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/04\/kekuatan-uang-dalam-paris-saint-germain\/","title":{"rendered":"Kekuatan Uang dalam Metamorfosis Paris Saint-Germain"},"content":{"rendered":"<p>Pada tahun 2011 yang lalu, sebuah konsorsium asal Qatar bernama Oryx Qatar Sports Investments (QSi) yang diketuai oleh seorang pebisnis media dan mantan atlet tenis, Nasser Ghanim Al-Khelaifi, secara resmi mengakuisisi sebuah klub sepak bola asal ibu kota Prancis, Paris Saint-Germain (PSG). PSG dibeli dari tangan Colony NorthStar dan Butler Capital Partners yang dipimpin oleh Robin Leproux.<\/p>\n<p>70 persen saham PSG yang ditebus QSi saat itu konon hanya bernilai 50 juta euro. Jika dikomparasikan dengan klub-klub yang mengalami proses serupa layaknya AC Milan dan Internazionale Milano, jumlah tersebut tentu sangat kecil. Bahkan di tahun 2012, ketika QSi menebus sisa 30 persen saham guna menjadi pemilik tunggal, biaya yang mesti dikeluarkan pun cuma 30 juta euro. Artinya, dana yang dihabiskan QSi untuk mengakuisisi PSG hanya menyentuh angka 80 juta euro saja.<\/p>\n<p>Tapi kubu QSi sadar jika industrialisasi sepak bola menjanjikan keuntungan yang amat masif jika dikelola secara tepat. Dan hal inilah yang disebut-sebut banyak pihak menjadi motivasi utama mereka saat mengambil alih Le Parisiens, julukan PSG.<\/p>\n<p>Masuknya QSi sebagai pemilik baru nyatanya juga berimbas pada kekuatan finansial klub yang berdiri tahun 1970 itu. Jika dahulu PSG hanya mampu bersaing dengan kekuatan uang yang dimiliki sesama klub Prancis atau tim-tim papan tengah Benua Biru, maka sekarang mereka sanggup melakukan hal yang lebih dari itu.<\/p>\n<p>Suka tidak suka, publik harus mengakui jika sokongan fulus melimpah dari QSi membuat PSG bermetamorfosis menjadi sangat tajir dan tak lagi inferior apabila disandingkan dengan klub-klub borjuis Eropa semisal Barcelona, Manchester United dan Real Madrid, yang punya kekuatan finansial mumpuni.<\/p>\n<p>Bahkan menurut data yang dilansir oleh <em>Forbes<\/em> pada tahun 2017, PSG duduk di peringkat ke-13 sebagai klub paling <em>valuable<\/em> di Bumi dengan nilai sebesar 814 juta dolar AS. Catatan ini malah sudah melampaui Atletico Madrid dan Inter. Pendapatan PSG sendiri kabarnya sudah mencapai 578 juta dolar dan hanya kalah dari tim-tim seperti Barcelona, Bayern M\u00fcnchen, Manchester United serta Real Madrid.<\/p>\n<p>Membangun PSG jadi sebuah kesebelasan yang tangguh dan berprestasi adalah ambisi dan impian terbesar QSi. Dan salah satu cara yang dilakukan sang pemilik agar hal itu dapat terwujud dalam waktu singkat adalah mengumpulkan bintang-bintang sepak bola kelas dunia di Stadion Parc des Princes.<br \/>\n<!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/angel-di-maria-goalkeeper-of-psg-kevin-trapp-thiago-silva-presnel-picture-id663497402?k=6&amp;m=663497402&amp;s=594x594&amp;w=0&amp;h=7chWHjL7-icgP8PqMS_i2V4VZ2ODdyIIr1QpPSKJeYo=\" width=\"594\" height=\"449\" \/><\/p>\n<h3><strong>Aksi gila PSG di bursa transfer<\/strong><\/h3>\n<p>Sejak musim 2011\/2012 hingga musim 2016\/2017 kemarin, PSG secara konsisten menghambur-hamburkan uang dalam jumlah masif untuk memboyong pemain papan atas. Mulai dari Thiago Motta, Javier Pastore, Zlatan Ibrahimovic, Thiago Silva, Marco Verratti, Edinson Cavani, David Luiz, Angel Di Maria sampai Julian Draxler.<\/p>\n<p>Tak tanggung-tanggung, dana yang dikucurkan PSG selama enam musim guna memboyong para pemain bintang itu mencapai 703 juta euro. Jumlah yang tentu saja bisa pembaca habiskan untuk membeli lebih dari 50 unit rumah bersubsidi yang tengah diprogramkan oleh pemerintah Indonesia.<\/p>\n<p>Bersama pemain-pemain kelas dunia itu dalam rentang waktu yang sama, tercatat ada enam belas titel baru yang masuk ke dalam lemari trofi PSG. Masing-masing berupa empat gelar juara liga, tiga Piala Prancis, empat titel Piala Liga dan lima Trophee des Champions alias Piala Super Prancis.<\/p>\n<p>Investasi yang dikeluarkan QSi untuk belasan trofi itu mungkin cukup sebanding, karena sebelum kedatangan mereka, PSG memang seret prestasi. Akan tetapi, QSi masih menyimpan ambisi besar yang belum tercapai yakni menjadikan Les Parisiens sebagai tim hebat di kompetisi regional. Pasalnya, sejak dimiliki oleh QSi, PSG masih belum sanggup meraih prestasi gemilang, baik di ajang Liga Champions maupun Liga Europa. Paling jauh mereka menyudahi keikutsertaannya di fase perempat-final. Bagaimanapun juga, situasi ini sudah pasti menghadirkan rasa penasaran akut yang ingin sesegera mungkin diakhiri.<\/p>\n<p>Dan salah satu usaha yang tengah dilakukan PSG guna mengakhiri rasa penasaran itu sekaligus membangun skuat yang makin kompetitif adalah memboyong bintang Barcelona dari Brasil, Neymar. Tak main-main, PSG kabarnya siap menebus klausul pelepasan lelaki kelahiran Mogi das Cruzes itu meski nilainya mencapai 222 juta euro.<\/p>\n<p>Berbekal kemampuan finansial mumpuni berkat sokongan QSi, mengirim segepok uang dengan jumlah tersebut kepada Los Cules mungkin tak jadi perkara sulit bagi PSG. Terlebih, kabar yang menyebut jika Neymar tertarik untuk pergi dari Stadion Camp Nou demi membangun kejayaannya sendiri dan lepas dari bayang-bayang Lionel Messi juga semakin santer terdengar.<\/p>\n<p>Dan benar saja, melalui akun twitter resmi mereka, PSG telah mengkonfirmasi kedatangan Neymar ke ibukota Prancis. Menggunakan nomor punggung 10, pemain berusia 25 tahun itu bakal menjadi tumpuan anyar\u00a0<em>Les Parisiens\u00a0<\/em>di sektor depan bersama Cavani dan Di Maria untuk meraih kejayaan, baik di level domestik maupun Eropa.<\/p>\n<blockquote class=\"twitter-tweet\" data-width=\"500\" data-dnt=\"true\">\n<p lang=\"en\" dir=\"ltr\">Paris Saint-Germain is very happy to announce the arrival of Neymar Jr \u27a1 <a href=\"https:\/\/t.co\/lKFj4qPDYA\">https:\/\/t.co\/lKFj4qPDYA<\/a> <a href=\"https:\/\/twitter.com\/hashtag\/BemvindoNeymarJR?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw\">#BemvindoNeymarJR<\/a> \ud83c\udde7\ud83c\uddf7 <a href=\"https:\/\/t.co\/rSvlBiKX6D\">pic.twitter.com\/rSvlBiKX6D<\/a><\/p>\n<p>&mdash; Paris Saint-Germain (@PSG_inside) <a href=\"https:\/\/twitter.com\/PSG_inside\/status\/893196411713589250?ref_src=twsrc%5Etfw\">August 3, 2017<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><script async src=\"https:\/\/platform.twitter.com\/widgets.js\" charset=\"utf-8\"><\/script><\/p>\n<p>Melihat PSG mengocek hingga 222 juta euro cuma untuk mendatangkan Neymar mungkin bakal membuat pecinta sepak bola merasa gemas dan simpati. Tapi inilah wajah sepak bola di era sekarang. Suka tidak suka, para pencinta sepak bola dunia harus menerima cara yang dilakoni QSi untuk membuat klub yang mereka miliki ini jadi salah satu kekuatan yang semakin diperhitungkan. Ya, di tengah industrialisasi sepak bola yang semakin edan, kekuatan uang QSi memang jadi alat utama PSG bermetamorfosis menjadi salah satu kekuatan sepak bola yang baru pada saat ini dan juga di masa mendatang.<\/p>\n<p><strong>Author: <\/strong><em><strong>Budi Windekind (<a class=\"ProfileHeaderCard-screennameLink u-linkComplex js-nav\" href=\"https:\/\/twitter.com\/Windekind_Budi\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span class=\"username u-dir\" dir=\"ltr\">@<b class=\"u-linkComplex-target\">Windekind_Budi<\/b><\/span><\/a>)<\/strong><br \/>\n<\/em><em>Interista gaek yang tak hanya menggemari sepak bola tapi juga american football, balap, basket hingga gulat profesional<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pada tahun 2011 yang lalu, sebuah konsorsium asal Qatar bernama Oryx Qatar Sports Investments (QSi) yang diketuai oleh seorang pebisnis media dan mantan atlet tenis, Nasser Ghanim Al-Khelaifi, secara resmi mengakuisisi sebuah klub sepak bola asal ibu kota Prancis, Paris Saint-Germain (PSG). PSG dibeli dari tangan Colony NorthStar dan Butler Capital Partners yang dipimpin oleh Robin Leproux. 70 persen saham PSG yang ditebus QSi saat itu konon hanya bernilai 50 juta euro. Jika dikomparasikan dengan klub-klub yang mengalami proses serupa layaknya AC Milan dan Internazionale Milano, jumlah tersebut tentu sangat kecil. Bahkan di tahun 2012, ketika QSi menebus sisa 30 persen saham guna menjadi pemilik tunggal, biaya yang mesti dikeluarkan &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/04\/kekuatan-uang-dalam-paris-saint-germain\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Kekuatan Uang dalam Metamorfosis Paris Saint-Germain&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":8524,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[69,76],"tags":[129,1543,1424,116,1544,122],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Kekuatan Uang dalam Metamorfosis Paris Saint-Germain | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Sejak musim 2011\/2012 hingga musim 2016\/2017 kemarin, Paris Saint-Germain secara konsisten menghambur-hamburkan uang dalam jumlah masif.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/04\/kekuatan-uang-dalam-paris-saint-germain\/\" \/>\n<link rel=\"next\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/04\/kekuatan-uang-dalam-paris-saint-germain\/2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kekuatan Uang dalam Metamorfosis Paris Saint-Germain | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Sejak musim 2011\/2012 hingga musim 2016\/2017 kemarin, Paris Saint-Germain secara konsisten menghambur-hamburkan uang dalam jumlah masif.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/04\/kekuatan-uang-dalam-paris-saint-germain\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-08-04T01:30:37+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2017-08-04T02:19:07+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/Nasser-Ghanim-Al-Khelaifi.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"594\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"396\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/04\/kekuatan-uang-dalam-paris-saint-germain\/\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/04\/kekuatan-uang-dalam-paris-saint-germain\/\",\"name\":\"Kekuatan Uang dalam Metamorfosis Paris Saint-Germain | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/04\/kekuatan-uang-dalam-paris-saint-germain\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/04\/kekuatan-uang-dalam-paris-saint-germain\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/Nasser-Ghanim-Al-Khelaifi.jpg\",\"datePublished\":\"2017-08-04T01:30:37+00:00\",\"dateModified\":\"2017-08-04T02:19:07+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Sejak musim 2011\/2012 hingga musim 2016\/2017 kemarin, Paris Saint-Germain secara konsisten menghambur-hamburkan uang dalam jumlah masif.\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/04\/kekuatan-uang-dalam-paris-saint-germain\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/04\/kekuatan-uang-dalam-paris-saint-germain\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/Nasser-Ghanim-Al-Khelaifi.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/Nasser-Ghanim-Al-Khelaifi.jpg\",\"width\":594,\"height\":396,\"caption\":\"Paris Saint-Germain\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kekuatan Uang dalam Metamorfosis Paris Saint-Germain | Football Tribe Indonesia","description":"Sejak musim 2011\/2012 hingga musim 2016\/2017 kemarin, Paris Saint-Germain secara konsisten menghambur-hamburkan uang dalam jumlah masif.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/04\/kekuatan-uang-dalam-paris-saint-germain\/","next":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/04\/kekuatan-uang-dalam-paris-saint-germain\/2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Kekuatan Uang dalam Metamorfosis Paris Saint-Germain | Football Tribe Indonesia","og_description":"Sejak musim 2011\/2012 hingga musim 2016\/2017 kemarin, Paris Saint-Germain secara konsisten menghambur-hamburkan uang dalam jumlah masif.","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/04\/kekuatan-uang-dalam-paris-saint-germain\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2017-08-04T01:30:37+00:00","article_modified_time":"2017-08-04T02:19:07+00:00","og_image":[{"width":594,"height":396,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/Nasser-Ghanim-Al-Khelaifi.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/04\/kekuatan-uang-dalam-paris-saint-germain\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/04\/kekuatan-uang-dalam-paris-saint-germain\/","name":"Kekuatan Uang dalam Metamorfosis Paris Saint-Germain | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/04\/kekuatan-uang-dalam-paris-saint-germain\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/04\/kekuatan-uang-dalam-paris-saint-germain\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/Nasser-Ghanim-Al-Khelaifi.jpg","datePublished":"2017-08-04T01:30:37+00:00","dateModified":"2017-08-04T02:19:07+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Sejak musim 2011\/2012 hingga musim 2016\/2017 kemarin, Paris Saint-Germain secara konsisten menghambur-hamburkan uang dalam jumlah masif.","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/04\/kekuatan-uang-dalam-paris-saint-germain\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/04\/kekuatan-uang-dalam-paris-saint-germain\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/Nasser-Ghanim-Al-Khelaifi.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/Nasser-Ghanim-Al-Khelaifi.jpg","width":594,"height":396,"caption":"Paris Saint-Germain"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8523"}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8523"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8523\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8524"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8523"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8523"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8523"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}