{"id":8501,"date":"2017-08-03T11:00:53","date_gmt":"2017-08-03T04:00:53","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=8501"},"modified":"2017-08-03T08:23:50","modified_gmt":"2017-08-03T01:23:50","slug":"klub-klub-sepak-bola-hipster-di-eropa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/03\/klub-klub-sepak-bola-hipster-di-eropa\/","title":{"rendered":"Klub-Klub Sepak Bola Hipster di Eropa"},"content":{"rendered":"<p>Di zaman sepak bola modern saat ini, keberadaan klub-klub <em>hipster<\/em> menjadi anomali. Banyak klub sepak bola yang kehilangan identitas asli mereka setelah diambil alih investor asing. Namun, beberapa klub <em>hipster<\/em> ini justru menjadi terkenal karena sukses mempertahankan keunikan mereka, yang justru sama sekali tidak berhubungan dengan lapangan hijau.<\/p>\n<p>Siapa saja?<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/fans-of-st-pauli-during-the-second-bundesliga-match-between-fortuna-picture-id671265830?k=6&amp;m=671265830&amp;s=594x594&amp;w=0&amp;h=2gSwUZoIuAlfWcqr27xG93jjailCctzO6JY6-1pXxGI=\" width=\"594\" height=\"396\" \/><\/p>\n<h3><strong>FC St. Pauli<\/strong><\/h3>\n<p>Nama klub ini adalah yang terdepan jika kita membahas tentang klub-klub <em>hipster<\/em>. Klub ini didirikan pada tahun 1910 dan hingga sekrang bermarkas di sekitar wilayah <em>red light<\/em> di kota Hamburg yang bernama Reeperbahn. Berbeda dengan klub sekotanya, Hamburger FC, yang cenderung kosmopolitan, St. Pauli dikenal dengan sikap anti-kemapanan yang identik dengan budaya <em>punk<\/em>.<\/p>\n<p>Ini semakin diperkuat dengan pandangan politik sayap kiri yang semakin didengungkan di dalam stadion. Kelompok suporter St. Pauli juga mengadopsi lambang tengkorak untuk dijadikan logo mereka. Klub Jerman ini adalah klub <em>punk <\/em>terpopuler di dunia.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/rayo-vallecano-fan-lies-on-a-wall-with-the-clubs-shield-at-estadio-de-picture-id489684250?k=6&amp;m=489684250&amp;s=594x594&amp;w=0&amp;h=U40AMfbAfMz650l0jANtkge_vzdKBDwhkrDDf3LV9dA=\" width=\"594\" height=\"406\" \/><\/p>\n<h3><strong>Rayo Vallecano<\/strong><\/h3>\n<p>Rayo Vallecano bisa dibilang St. Pauli-nya Spanyol karena para suporternya juga kebanyakan berpandangan politik sayap kiri. Klub ini menjadi istimewa karena menjadi satu-satunya klub yang mewakili <em>barrio (neighborhood)<\/em> yang sampai sekarang sukses berlaga di dua divisi teratas Liga Spanyol. Rayo mewakili <em>neighborhood<\/em> Vallecas, yang mewakili warga mereka (Vallecano).<\/p>\n<p>Tak hanya terkenal dengan pandangan politik sayap kiri yang sering didengungkan oleh suporter mereka di dalam stadion, beberapa tahun lalu juga, Rayo memancing kekaguman dengan aksi kemanusiaan cukup kontroversial mereka. Corak pelangi yang merupakan simbol kesamarataan seluruh manusia di dunia terpampang di <em>jersey<\/em> mereka sampai sekarang.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<figure style=\"width: 680px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium\" src=\"https:\/\/pbs.twimg.com\/media\/DF-trM-XYAArS3h.jpg\" alt=\"Real Oviedo\" width=\"680\" height=\"385\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Kredit: Real Oviedo<\/figcaption><\/figure>\n<h3><strong>Real Oviedo<\/strong><\/h3>\n<p>Masih dari Spanyol, Oviedo sebenarnya merupakan salah satu klub tradisional Spanyol yang menjadi kebanggaan masyarakat wilayah Asturias. Nama \u2018Real\u2019 di nama klub tersebut juga menunjukkan bahwa klub ini sebenarnya merupakan klub priyayi.<\/p>\n<p>Namun, status Oviedo menjadi klub <em>hipster<\/em> diresmikan beberapa tahun lalu, ketika mereka terselamatkan dari kebangkrutan berkat program pengumpulan dana yang melibatkan para penggemar sepak bola di seluruh dunia. Sekarang, Real Oviedo menjadi simbol <em>people power<\/em> dan kemenangan semangat sepak bola.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/livorno-calcio-fans-show-their-support-during-the-serie-a-match-picture-id488140029?k=6&amp;m=488140029&amp;s=594x594&amp;w=0&amp;h=y00qMHwzBPBIyrRTyCYzopH7Pv0RW2O2X-iqgCqPNO0=\" alt=\"Livorno\" width=\"594\" height=\"396\" \/><\/p>\n<h3><strong>Livorno<\/strong><\/h3>\n<p>Livorno terkenal dengan salah satu figur sentralnya, Cristiano Lucarelli. Klub yang sekarang berlaga di Serie C ini juga terkenal karena pandangan politik pendukungnya yang cenderung kiri. Bisa dimaklumi, karena Livorno merupakan kota tempat lahirnya Partai Komunis Italia pada tahun 1921. Ini menyebabkan para pendukung Livorno sering bentrok dengan para suporter klub sayap kanan, antara lain Lazio, AS Roma dan Internazionale Milano.<\/p>\n<p>Salah satu insiden yang terkenal adalah ketika Livorno berhadapan dengan Lazio pada pertengahan dekade 1990-an. Pemain Lazio, Paolo Di Canio, memancing kemarahan para suporter Livorno gara-gara melakukan selebrasi salam fasis. Aksi pemain tersebut langsung memperoleh denda 7 ribu euro.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<figure style=\"width: 563px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium\" src=\"https:\/\/pbs.twimg.com\/media\/DGN5KMCXUAAM4zh.jpg\" width=\"563\" height=\"316\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Kredit: FC United Manchester<\/figcaption><\/figure>\n<h3><strong>FC United of Manchester<\/strong><\/h3>\n<p>Banyak orang yang tak mengetahui bahwa ada klub lain di kota Manchester selain Manchester United dan Manchester City. FC United of Manchester (FCUM) baru berdiri pada tahun 2005 sebagai simbol perlawanan sebagian kelompok suporter Manchester United yang tidak senang klub mereka diambil alih miliuner Amerika Serikat, Malcolm Glazer.<\/p>\n<p>Sampai sekarang, FCUM memang masih berstatus klub amatir yang berlaga di National League North. Namun, sebagai klub non-liga, jumlah penonton mereka cukup banyak, yaitu di angka 4 ribu penonton per pertandingan.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/millwall-fans-celebrate-as-steve-morison-of-millwall-scores-their-picture-id685959564?k=6&amp;m=685959564&amp;s=594x594&amp;w=0&amp;h=IJZYMfn8Bia-tBWikQZsMiXBY366VaNKW4CDgWla2uM=\" width=\"594\" height=\"387\" \/><\/p>\n<h3><strong>Millwall FC<\/strong><\/h3>\n<p>Nama Millwall FC di dekade 1980-an identik dengan <em>hooliganism<\/em>. Mereka terkenal karena permusuhan mereka di kota London dengan sesama klub kelas pekerja, West Ham United. Tak terhitung kasus-kasus kerusuhan yang pernah terjadi di sekitar stadion milik Milwall, The New Den.<\/p>\n<p>Saat ini, Millwall berlaga di League One, kasta ketiga Liga Inggris. Kasus-kasus kerusuhan suporter memang sudah jarang terjadi, namun rasanya, tak ada yang sudi mendekat di sekitar New Den apabila pertandingan sedang berlangsung. Para suporter Milwall juga terkenal dengan <em>chant <\/em>ikonik mereka, \u201c<em>No one likes us, we don\u2019t car<\/em>e.\u201d<\/p>\n<p><strong>Author: <\/strong><em><strong>Mahir Pradana (<a class=\"ProfileHeaderCard-screennameLink u-linkComplex js-nav\" href=\"https:\/\/twitter.com\/maheeeR\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span class=\"username u-dir\" dir=\"ltr\">@<b class=\"u-linkComplex-target\">maheeeR<\/b><\/span><\/a>)<\/strong><br \/>\n<\/em><em>Mahir Pradana adalah pencinta sepak bola yang sedang bermukim di Spanyol. Penulis buku \u2018Home &amp; Away\u2019.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Di zaman sepak bola modern saat ini, keberadaan klub-klub hipster menjadi anomali. Banyak klub sepak bola yang kehilangan identitas asli mereka setelah diambil alih investor asing. Namun, beberapa klub hipster ini justru menjadi terkenal karena sukses mempertahankan keunikan mereka, yang justru sama sekali tidak berhubungan dengan lapangan hijau. Siapa saja? FC St. Pauli Nama klub ini adalah yang terdepan jika kita membahas tentang klub-klub hipster. Klub ini didirikan pada tahun 1910 dan hingga sekrang bermarkas di sekitar wilayah red light di kota Hamburg yang bernama Reeperbahn. Berbeda dengan klub sekotanya, Hamburger FC, yang cenderung kosmopolitan, St. Pauli dikenal dengan sikap anti-kemapanan yang identik dengan budaya punk. Ini semakin diperkuat dengan &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/03\/klub-klub-sepak-bola-hipster-di-eropa\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Klub-Klub Sepak Bola Hipster di Eropa&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":8503,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[93,90],"tags":[129,1534,224,122,687],"class_list":["post-8501","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-serba-serbi","category-turun-minum","tag-featured","tag-hipster","tag-sepak-bola","tag-slider","tag-suporter"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Klub-Klub Sepak Bola Hipster di Eropa | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Beberapa klub hipster ini justru menjadi terkenal karena sukses mempertahankan keunikan mereka, yang tidak berhubungan dengan lapangan hijau.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/03\/klub-klub-sepak-bola-hipster-di-eropa\/\" \/>\n<link rel=\"next\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/03\/klub-klub-sepak-bola-hipster-di-eropa\/2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Klub-Klub Sepak Bola Hipster di Eropa | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Beberapa klub hipster ini justru menjadi terkenal karena sukses mempertahankan keunikan mereka, yang tidak berhubungan dengan lapangan hijau.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/03\/klub-klub-sepak-bola-hipster-di-eropa\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-08-03T04:00:53+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/685959022.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"594\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"391\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/08\\\/03\\\/klub-klub-sepak-bola-hipster-di-eropa\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/08\\\/03\\\/klub-klub-sepak-bola-hipster-di-eropa\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"tribeindonesia\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"headline\":\"Klub-Klub Sepak Bola Hipster di Eropa\",\"datePublished\":\"2017-08-03T04:00:53+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/08\\\/03\\\/klub-klub-sepak-bola-hipster-di-eropa\\\/\"},\"wordCount\":627,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/08\\\/03\\\/klub-klub-sepak-bola-hipster-di-eropa\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/08\\\/685959022.jpg\",\"keywords\":[\"Featured\",\"Hipster\",\"Sepak Bola\",\"Slider\",\"Suporter\"],\"articleSection\":[\"Serba-Serbi\",\"Turun Minum\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/08\\\/03\\\/klub-klub-sepak-bola-hipster-di-eropa\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/08\\\/03\\\/klub-klub-sepak-bola-hipster-di-eropa\\\/\",\"name\":\"Klub-Klub Sepak Bola Hipster di Eropa | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/08\\\/03\\\/klub-klub-sepak-bola-hipster-di-eropa\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/08\\\/03\\\/klub-klub-sepak-bola-hipster-di-eropa\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/08\\\/685959022.jpg\",\"datePublished\":\"2017-08-03T04:00:53+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Beberapa klub hipster ini justru menjadi terkenal karena sukses mempertahankan keunikan mereka, yang tidak berhubungan dengan lapangan hijau.\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/08\\\/03\\\/klub-klub-sepak-bola-hipster-di-eropa\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/08\\\/03\\\/klub-klub-sepak-bola-hipster-di-eropa\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/08\\\/685959022.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/08\\\/685959022.jpg\",\"width\":594,\"height\":391,\"caption\":\"Milwall fans.\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/author\\\/tribeindonesia\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Klub-Klub Sepak Bola Hipster di Eropa | Football Tribe Indonesia","description":"Beberapa klub hipster ini justru menjadi terkenal karena sukses mempertahankan keunikan mereka, yang tidak berhubungan dengan lapangan hijau.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/03\/klub-klub-sepak-bola-hipster-di-eropa\/","next":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/03\/klub-klub-sepak-bola-hipster-di-eropa\/2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Klub-Klub Sepak Bola Hipster di Eropa | Football Tribe Indonesia","og_description":"Beberapa klub hipster ini justru menjadi terkenal karena sukses mempertahankan keunikan mereka, yang tidak berhubungan dengan lapangan hijau.","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/03\/klub-klub-sepak-bola-hipster-di-eropa\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2017-08-03T04:00:53+00:00","og_image":[{"width":594,"height":391,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/685959022.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/03\/klub-klub-sepak-bola-hipster-di-eropa\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/03\/klub-klub-sepak-bola-hipster-di-eropa\/"},"author":{"name":"tribeindonesia","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"headline":"Klub-Klub Sepak Bola Hipster di Eropa","datePublished":"2017-08-03T04:00:53+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/03\/klub-klub-sepak-bola-hipster-di-eropa\/"},"wordCount":627,"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/03\/klub-klub-sepak-bola-hipster-di-eropa\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/685959022.jpg","keywords":["Featured","Hipster","Sepak Bola","Slider","Suporter"],"articleSection":["Serba-Serbi","Turun Minum"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/03\/klub-klub-sepak-bola-hipster-di-eropa\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/03\/klub-klub-sepak-bola-hipster-di-eropa\/","name":"Klub-Klub Sepak Bola Hipster di Eropa | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/03\/klub-klub-sepak-bola-hipster-di-eropa\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/03\/klub-klub-sepak-bola-hipster-di-eropa\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/685959022.jpg","datePublished":"2017-08-03T04:00:53+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Beberapa klub hipster ini justru menjadi terkenal karena sukses mempertahankan keunikan mereka, yang tidak berhubungan dengan lapangan hijau.","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/03\/klub-klub-sepak-bola-hipster-di-eropa\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/03\/klub-klub-sepak-bola-hipster-di-eropa\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/685959022.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/685959022.jpg","width":594,"height":391,"caption":"Milwall fans."},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8501","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8501"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8501\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8503"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8501"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8501"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8501"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}