{"id":8442,"date":"2017-08-02T08:30:07","date_gmt":"2017-08-02T01:30:07","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=8442"},"modified":"2017-08-02T07:32:29","modified_gmt":"2017-08-02T00:32:29","slug":"ekspektasi-dari-british-core-arsenal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/02\/ekspektasi-dari-british-core-arsenal\/","title":{"rendered":"Ekspektasi yang Tak (Mungkin) Bisa Dipenuhi oleh British Core Arsenal"},"content":{"rendered":"<p>Tahun 2012, menjelang bursa transfer musim dingin, Arsenal dengan bangga mengumumkan perpanjangan kontrak jangka panjang bagi lima pemainnya. Lima pemain tersebut adalah Carl Jenkinson, Aaron Ramsey, Jack Wilshere, Kieran Gibbs dan Alex Oxlade-Chamberlain. Perpanjangan masa bakti kelima pemain ini disambut oleh sukacita oleh suporter Arsenal, karena kelima pemain ini dijuluki sebagai <em>british core <\/em>oleh sang bos, Arsene Wenger.<\/p>\n<p><em>British core<\/em>, karena mereka saat itu dinilai sebagai pemain belia menjanjikan, yang diharapkan menjadi tumpuan tim di masa depan dan berasal dari Britania Raya (4 pemain Inggris dan 1 peman Wales). Setelah lama dianggap tidak memanfaatkan talenta lokal, perpanjangan kontrak para <em>british core <\/em>ini adalah sebuah pernyataan dari Wenger dan <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/tag\/arsenal\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Arsenal<\/a> untuk membantah tuduhan tersebut.<\/p>\n<p>Namun, kenyataannya berbeda jauh dengan harapan yang disematkan. Jangankan menjadi tumpuan tim, sebagian besar <em>british core <\/em>bahkan tidak bermain secara reguler saat ini.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/aaron-ramsey-of-arsenal-during-a-training-session-at-london-colney-on-picture-id825164766?k=6&amp;m=825164766&amp;s=594x594&amp;w=0&amp;h=AFGCNFGmvuwr5yTeSsB_Aq6yrzCB5tLkRttr4_S_2Jw=\" width=\"594\" height=\"442\" \/><\/p>\n<h3><strong>Aaron Ramsey<\/strong><\/h3>\n<p>Penggawa timnas Wales ini bisa dibilang sebagai <em>british core <\/em>yang tersukses. Kariernya memang tersendat cedera, namun setidaknya ia mampu tampil secara reguler. Musim 2013\/2014 menjadi catatan gemilang dari karier Ramsey, ketika ia berhasil mencetak 16 gol dan 9 asis, serta mencetak gol kemenangan di Piala FA melawan Hull City, mengakhiri puasa trofi Arsenal selama 9 tahun.<\/p>\n<p>Seiring waktu, permainan Ramsey lebih matang, walaupun sulit tampaknya untuk mengulangi performanya di musim 2013\/2014. Kini, duet Ramsey dan Granit Xhaka digadang-gadang sebagai kombinasi yang akan membuat Ramsey lebih leluasa mengeluarkan kemampuannya dan diharapkan Ramsey mampu bermain seperti di musim 2013\/2014.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/alex-oxladechamberlain-of-arsenal-in-action-during-the-emirates-cup-picture-id824496562?k=6&amp;m=824496562&amp;s=594x594&amp;w=0&amp;h=yYoXw_NG3zoZys1hpKXPV34ohUHELPeAUf2TI0qRvbE=\" width=\"594\" height=\"396\" \/><\/p>\n<h3><strong>Alex Oxlade-Chamberlain <\/strong><\/h3>\n<p>Chamberlain mungkin menjadi pemain yang dapat memicu perdebatan bagi suporter Arsenal. Sebagian Gooner memandangnya sebagai pemain yang memiliki kemampuan spesial, dengan kecepatan di atas rata-rata, serta kemampuannya untuk bermain di berbagai posisi. Di satu sisi, pengambilan keputusan\u00a0 Chamberlain seringkali buruk dan ia juga tidak jarang melakukan kesalahan-kesalahan ganjil yang merugikan timnya.<\/p>\n<p>Walaupun begitu, Chamberlain, kini berusia 23 tahun, masih memiliki masa depan yang cukup menjanjikan di London Utara. Adalah sebuah kesalahan, apabila Arsenal melepas Chamberlain, yang diminati Liverpool, saat ini. Namun, Chamberlain harus meningkatkan performanya, terutama pengambilan keputusannya atau dengan kata lain, mendewasakan diri sebagai pemain sepak bola.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/carl-jenkinson-of-arsenal-during-the-premier-league-2-match-between-picture-id680438482?k=6&amp;m=680438482&amp;s=594x594&amp;w=0&amp;h=wcMLV4de9hWvjnm6ilOH7r4IrUxDUHMqK8nPtyhF-A8=\" alt=\"Carl Jenkinson\" width=\"594\" height=\"397\" \/><\/p>\n<h3><strong>Carl Jenkinson<\/strong><\/h3>\n<p>Kisah bek kanan yang memiliki darah Finlandia ketika ia bergabung di Arsenal adalah kisah yang romantis. Lahir sebagai suporter Arsenal, Jenko, sapaan akrabnya, mendapatkan impiannya ketika di tahun 2011, Arsenal meminangnya dari Charlton. Kini, keberadaan Jenkinson di Arsenal hanya romantisme belaka.<\/p>\n<p>Sejak awal, kualitas Jenkinson memang tidak bagus-bagus amat. Levelnya bukanlah level Arsenal. Jenkinson memang sempat bermain bagus, satu yang paling berkesan ketika melawan Bayern M\u00fcnchen di Liga Champions. Namun, masa depan Jenko di Arsenal sepertinya sudah usai. Dengan skema 3-4-2-1, Jenkinson tentunya sulit untuk mengisi posisi <em>wingback <\/em>kanan, yang diperebutkan oleh Chamberlain dan Hector Bellerin.<\/p>\n<p>Untuk skema empat bek, posisi bek kanan kini menjadi hak tetap Bellerin dan masih ada Ainsley Maitland-Niles yang lebih menjanjikan. Permainan Jenkinson yang juga kurang cerdas, serta kurangnya kecepatan yang ia miliki tidak membantunya berkembang bagi Arsenal. Jenkinson gagal memenuhi ekspektasi sebagai <em>british core<\/em> dan kini dirinya harus rela berada di daftar jual Arsenal.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/kieran-gibbs-of-arsenal-during-a-training-session-at-london-colney-on-picture-id825169934?k=6&amp;m=825169934&amp;s=594x594&amp;w=0&amp;h=C69g_l1VkoJ9Pp3H2b0e76vEfhiq5Yhsbek3KfC-LBo=\" alt=\"Kieran Gibbs\" width=\"594\" height=\"396\" \/><\/p>\n<h3><strong>Kieran Gibbs<\/strong><\/h3>\n<p>Gibbs sebenarnya adalah pemain yang dapat diandalkan. Tentu kita masih ingat bagaimana ia menyamakan kedudukan ketika melawan Tottenham Hotspur di tahun 2015 lalu. Sebagai bek kiri, ia punya kecepatan yang lumayan dan mampu menyerang serta bertahan dengan cukup baik. Namun, itu saja yang ia punya.<\/p>\n<p>Gibbs adalah pemain yang tergolong biasa-biasa saja, tidak memiliki faktor spesial yang membuat dirinya dibutuhkan oleh tim. Gibbs juga tidak lagi muda karena September nanti ia akan berusia 28 tahun. Dengan direkrutnya Sead Kolasinac, Wenger mungkin ingin menunjukkan pintu keluar bagi anggota tertua dari <em>british core <\/em>ini.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/jack-wilshere-of-arsenal-during-a-training-session-at-london-colney-picture-id822990048?k=6&amp;m=822990048&amp;s=594x594&amp;w=0&amp;h=PjP3Th3bFma-pd3KBeQvwOE2a9FAQ23Kc8128GVvj6c=\" alt=\"Jack Wilshere\" width=\"594\" height=\"445\" \/><\/p>\n<h3><strong>Jack Wilshere<\/strong><\/h3>\n<p>Bocah 19 tahun asal Inggris kala itu berhasil memimpin timnya mengalahkan Barcelona dan menghalangi kebintangan Xavi Hernandez dan Andres Iniesta. Enam tahun kemudian, sang bocah kembali dari masa pinjamannya di Bournemouth dan diminati oleh Sampdoria.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/tag\/jack-wilshere\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Jack Wilshere<\/a>, dapat dikatakan, sebagai <em>british core <\/em>yang kariernya paling mengecewakan. Wilshere memang teramat sangat tidak beruntung. Cedera menghambat perkembangannya dan ia kini menjadi surplus di skuat Arsenal. Wilshere yang dulu diharapkan menjadi metronom Arsenal (dan timnas Inggris), kini mungkin hanya bisa berandai-andai. Berandai-andai jika ia tidak terkena cedera kambuhan, apa yang bisa ia raih dalam kariernya, karena Wilshere muda memang sangat berbakat. Namun, kini ia terancam untuk kehilangan nomor punggung 10 miliknya, bahkan statusnya sebagai pemain Arsenal.<\/p>\n<p>***<\/p>\n<p>Sekarang, dapat dikatakan hanya Ramsey dan Chamberlain, anggota dari <em>british core <\/em>yang memiliki posisi reguler di Arsenal. Kata-kata Wenger tahun 2012 lalu hanya menjadi angan-angan belaka. Tentu sungguh disayangkan karena sebenarnya <em>british core <\/em>ini memiliki talenta yang bagus.<\/p>\n<p>Redupnya karier kelima <em>british core <\/em>ini mungkin juga menjadi pertanda bahwa Wenger memang perlahan mulai kehilangan sentuhannya dalam mengasah pemain muda. Menarik untuk dinanti, bakat-bakat muda Arsenal lainnya seperti Niles, Reiss Nelson, Joe Willock,dan Rob Holding berkembang di Arsenal.<\/p>\n<p>Apakah jejak Ramsey dan Chamberlain yang mereka ikuti? Ataukah berakhir seperti Jenkinson, Gibss dan Wilshere? Hanya waktu yang bisa menjawab.<\/p>\n<p><strong>Author: <\/strong><em><strong>Ganesha Arif Lesmana (<a class=\"ProfileHeaderCard-screennameLink u-linkComplex js-nav\" href=\"https:\/\/twitter.com\/ganesharif\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span class=\"username u-dir\" dir=\"ltr\">@<b class=\"u-linkComplex-target\">ganesharif<\/b><\/span><\/a>)<\/strong><br \/>\n<\/em><em>Penggemar sepak bola dan basket<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tahun 2012, menjelang bursa transfer musim dingin, Arsenal dengan bangga mengumumkan perpanjangan kontrak jangka panjang bagi lima pemainnya. Lima pemain tersebut adalah Carl Jenkinson, Aaron Ramsey, Jack Wilshere, Kieran Gibbs dan Alex Oxlade-Chamberlain. Perpanjangan masa bakti kelima pemain ini disambut oleh sukacita oleh suporter Arsenal, karena kelima pemain ini dijuluki sebagai british core oleh sang bos, Arsene Wenger. British core, karena mereka saat itu dinilai sebagai pemain belia menjanjikan, yang diharapkan menjadi tumpuan tim di masa depan dan berasal dari Britania Raya (4 pemain Inggris dan 1 peman Wales). Setelah lama dianggap tidak memanfaatkan talenta lokal, perpanjangan kontrak para british core ini adalah sebuah pernyataan dari Wenger dan Arsenal untuk &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/02\/ekspektasi-dari-british-core-arsenal\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Ekspektasi yang Tak (Mungkin) Bisa Dipenuhi oleh British Core Arsenal&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":8443,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[69,74],"tags":[120,1525,286,129],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Ekspektasi yang Tak (Mungkin) Bisa Dipenuhi oleh British Core Arsenal | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Jangankan menjadi tumpuan tim, sebagian besar british core dari skuat Arsenal bahkan tidak bermain secara reguler saat ini.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/02\/ekspektasi-dari-british-core-arsenal\/\" \/>\n<link rel=\"next\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/02\/ekspektasi-dari-british-core-arsenal\/2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Ekspektasi yang Tak (Mungkin) Bisa Dipenuhi oleh British Core Arsenal | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Jangankan menjadi tumpuan tim, sebagian besar british core dari skuat Arsenal bahkan tidak bermain secara reguler saat ini.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/02\/ekspektasi-dari-british-core-arsenal\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-08-02T01:30:07+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2017-08-02T00:32:29+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/160033793.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"594\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"406\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/02\/ekspektasi-dari-british-core-arsenal\/\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/02\/ekspektasi-dari-british-core-arsenal\/\",\"name\":\"Ekspektasi yang Tak (Mungkin) Bisa Dipenuhi oleh British Core Arsenal | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/02\/ekspektasi-dari-british-core-arsenal\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/02\/ekspektasi-dari-british-core-arsenal\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/160033793.jpg\",\"datePublished\":\"2017-08-02T01:30:07+00:00\",\"dateModified\":\"2017-08-02T00:32:29+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Jangankan menjadi tumpuan tim, sebagian besar british core dari skuat Arsenal bahkan tidak bermain secara reguler saat ini.\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/02\/ekspektasi-dari-british-core-arsenal\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/02\/ekspektasi-dari-british-core-arsenal\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/160033793.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/160033793.jpg\",\"width\":594,\"height\":406,\"caption\":\"Arsenal\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Ekspektasi yang Tak (Mungkin) Bisa Dipenuhi oleh British Core Arsenal | Football Tribe Indonesia","description":"Jangankan menjadi tumpuan tim, sebagian besar british core dari skuat Arsenal bahkan tidak bermain secara reguler saat ini.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/02\/ekspektasi-dari-british-core-arsenal\/","next":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/02\/ekspektasi-dari-british-core-arsenal\/2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Ekspektasi yang Tak (Mungkin) Bisa Dipenuhi oleh British Core Arsenal | Football Tribe Indonesia","og_description":"Jangankan menjadi tumpuan tim, sebagian besar british core dari skuat Arsenal bahkan tidak bermain secara reguler saat ini.","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/02\/ekspektasi-dari-british-core-arsenal\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2017-08-02T01:30:07+00:00","article_modified_time":"2017-08-02T00:32:29+00:00","og_image":[{"width":594,"height":406,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/160033793.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/02\/ekspektasi-dari-british-core-arsenal\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/02\/ekspektasi-dari-british-core-arsenal\/","name":"Ekspektasi yang Tak (Mungkin) Bisa Dipenuhi oleh British Core Arsenal | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/02\/ekspektasi-dari-british-core-arsenal\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/02\/ekspektasi-dari-british-core-arsenal\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/160033793.jpg","datePublished":"2017-08-02T01:30:07+00:00","dateModified":"2017-08-02T00:32:29+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Jangankan menjadi tumpuan tim, sebagian besar british core dari skuat Arsenal bahkan tidak bermain secara reguler saat ini.","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/02\/ekspektasi-dari-british-core-arsenal\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/02\/ekspektasi-dari-british-core-arsenal\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/160033793.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/160033793.jpg","width":594,"height":406,"caption":"Arsenal"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8442"}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8442"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8442\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8443"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8442"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8442"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8442"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}