{"id":8342,"date":"2017-07-31T11:30:32","date_gmt":"2017-07-31T04:30:32","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=8342"},"modified":"2017-07-31T09:02:40","modified_gmt":"2017-07-31T02:02:40","slug":"arsenal-dan-mateo-kovacic","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/31\/arsenal-dan-mateo-kovacic\/","title":{"rendered":"Memindai Lini Tengah Arsenal dan Mateo Kovacic sebagai Opsi"},"content":{"rendered":"<p>Beberapa hari yang lalu, saya sempat menegaskan bahwa lini tengah Arsena sudah cukup sesak. Pendapat itu saya dasarkan kepada jumlah pemain yang bisa bermain sebagai gelandang tengah dalam skema 3-4-2-1. Dan kali ini, kita bedah lebih lanjut situasi lini tengah Arsena sebenarnya, serta opsi yang bisa diambil.<\/p>\n<p>Saat ini, duet Granit Xhaka dan Aaron Ramsey menjadi pilihan utama. Di paruh akhir bulan Mei, keduanya menunjukkan perkembangan dari sisi kecocokan. Boleh dibilang, duet Xhaka dan Ramsey memberi rasa aman, sekaligus stabilitas di lapangan tengah semenjak Arsenal sangat kesulitan menemukan pengganti Santi Cazorla.<\/p>\n<p>Namun, membebankan lapangan tengah kepada Xhaka dan Ramsey untuk bermain di 30 pertandingan atau lebih musim depan tentu kurang bijak. Musim 2016\/2017, Ramsey hanya bermain sebagai pilihan utama di 13 pertandingan karena cedera otot. Sementara itu, Xhaka sempat tidak bermain setelah mendapat sanksi kartu merah.<\/p>\n<p>Melihat kondisi Cazorla dan Jack Wilshere, pilihan Arsene Wenger menjadi lebih sempit. Proses pemulihan cedera Cazorla masih akan memakan waktu yang cukup panjang. Jack Wilshere punya masalah cedera yang cukup memprihatinkan. Bermain bersama Wenger, di mana penanganan selepas cedera tak begitu baik, kemungkinan Wilshere absen tetap cukup besar.<\/p>\n<p>Praktis, hanya ada dua gelandang lainnya, dalam diri Francis Coquelin dan Mohamed Elneny, yang menjadi pilihan. Namun sayangnya, baik Coquelin maupun Elneny tidak serupa dengan karakteristik Xhaka atau Ramsey. Untuk Elneny mungkin masih bisa dicoba sebagai <em>box-to-box<\/em> seperti Ramsey atau dijadikan bek tengah seperti yang pernah Wenger lakukan.<\/p>\n<p>Namun untuk Coquelin, situasi lebih rumit. Gelandang asal Prancis tersebut sangat berbeda dengan Xhaka. Coquelin tak bisa diserahi tanggung jawab menjadi gelandang bertahan dengan tugas khusus sebagai penyuplai bola. Ia tak bisa mengatur tempo, apalagi menjadi <em>playmaker<\/em> yang berposisi lebih dalam.<\/p>\n<p>Sejauh ini, Wenger banyak menggunakan Xhaka sebagai metronom. Ia menjadi tumpuan ketika The Gunners membutuhkan opsi progresi aktif, misalnya dengan umpan vertikal yang akurat. Aspek bertahan gelandang asal Swiss ini memang tak cukup kuat. Namun, keberadaannya memberikan dimensi yang berbeda, ketika bermain sebagai gelandang bertahan.<\/p>\n<p>Nah, oleh sebab itu, memindai situasi lini tengah Arsenal, setidaknya Wenger punya dua opsi. Pertama, mempromosikan pemain muda. Tapi dengan catatan: untuk keperluan bersaing di empat besar, pemain muda tersebut harus cocok dengan skema dan meningkatkan kualitas lini tengah saat ini. Paling tidak, lebih menjanjikan ketimbang Coquelin.<\/p>\n<p>Opsi kedua adalah membeli pemain baru. Pemain baru yang dimaksud harus bisa bermain seperti Ramsey dan sekaligus bisa berperan seperti Xhaka ketika pemain asal Swiss tersebut berhalangan. Pilihan di luar sana memang cukup terbuka. Mulai dari Kevin Kampl, Jean Michael Seri, hingga Mateo Kovacic. Saya sendiri mengerucutkan menjadi dua nama, yaitu Kampl dan Kovacic.<\/p>\n<p>Soal kualitas Kampl, Anda bisa membacanya <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/28\/buka-mata-untuk-kevin-kampl\/\">di sini<\/a>.<\/p>\n<p>Dan untuk kali ini, kita akan mencoba melihat apakah Kovacic bisa menjadi pelapis atau pengganti dari Xhaka dan Ramsey.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/mateo-kovacic-of-real-madrid-during-the-international-champions-cup-picture-id824394178?k=6&amp;m=824394178&amp;s=594x594&amp;w=0&amp;h=9S9-RJXB6R2KnxAxSaoabpRNwpH0MoecBWa6k35ktLU=\" width=\"594\" height=\"396\" \/><\/p>\n<h3><strong>Mutualisme Arsenal dan Kovacic<\/strong><\/h3>\n<p>Salah satu keuntungan Arsenal adalah bisa menawarkan menit bermain yang lebih banyak kepada Kovacic. Maklum, menit bermain gelandang asal Kroasia tersebut bersama Real Madrid begitu terbatas. Musim lalu, ia hanya bermain di 19 pertandingan dan lebih banyak mengawali laga dari bangku cadangan.<\/p>\n<p>Angka tersebut terbilang sudah membaik ketimbang dua musim lalu, di mana ia hanya bermain di delapan pertandingan. Musim 2016\/2017 yang lalu, Kovacic juga hanya bermain di dua pertandingan Liga Champions. Kembali, keduanya berawal dari bangku cadangan dan masuk ke lapangan ketika pertandingan memasuki tambahan waktu. Cukup memprihatinkan.<\/p>\n<p>Memang memprihatinkan, meskipun bisa dimaklumi ketika Los Blancos punya tiga gelandang kelas elite dalam diri Toni Kroos, Casemiro dan Luka Modric. Maka, melihat situasi tersebut, The Gunners bisa mengambil keuntungan dengan menawarkan kesempatan lebih banyak untuk bermain bersama tim utama.<\/p>\n<p>Dari sisi kualitas, gelandang yang baru berusia 23 tahun itu punya beberapa keistimewaan. Sebagai gelandang tengah, akselerasi dan kecepatannya cukup mengagumkan. Berbekal kecepatan, ditambah kemampuan menggiring bola yang mumpuni, Kovacic cukup sulit untuk dihentikan lawan. Kemampuannya menerobos lini lawan dengan teknik giringan adalah sebuah senjata.<\/p>\n<p>Ketika berperan sebagai <em>box-to-box<\/em>, seperti Ramsey, Kovacic menunjukkan potensi yang besar. Musim lalu, ia hanya kalah dari Moussa Dembele dalam soal jumlah <em>dribble<\/em> dalam satu pertandingan, yaitu 3,2 per 90 menit. Dengan ciri khas permainan seperti itu, akurasi umpannya pun terbilang sangat baik, mencapai 91 persen setiap pertandingan.<\/p>\n<p>Kovacic bisa menjadi pilihan dalam progresi Arsenal. Ketika tak bisa menggunakan Xhaka sebagai pusat, Arsenal bisa menggunakan kelebihan teknik menggiring Kovacic. Ia bisa menerobos lini lawan dan mencari ruang yang lega untuk melepas umpan, sekaligus membantu transisi menyerang Arsenal.<\/p>\n<p>Hal yang sama dilakukan Cazorla di masa jayanya dulu sebelum cedera. Ia menahan bola di wilayah sendiri, mengundang lawan untuk menerjang dan melewatinya. Struktur lini tengah lawan yang rusak, bisa dimanfaatkan untuk sebuah penetrasi. Kelebihan ini bahkan tak dimiliki Ramsey. Gelandang asal Wales tersebut cukup ceroboh ketika harus ikut dalam proses membangun serangan mulai dari depan kotak penalti sendiri.<\/p>\n<p>Ketika bermain sebagai gelandang bertahan (yang berdiri paling dalam), seperti Xhaka, rataan intersep eks pemain Internazionale Milano ini juga cukup tinggi. Kovacic mencatatkan rata-rata 5,73 takel per pertandingan, dengan tingkat kesuksesan yang memuaskan. Dalam progresi serangan, ia juga punya visi yang tajam. Kovacic bisa melupakan kebiasaannya menggiring bola dan melepaskan umpan yang akurat.<\/p>\n<p>Untuk mendapatkan tanda tangan Kovacic, Arsenal perlu bersiasat. Sesuai nilai pasar yang dirilis oleh <em>Transfermarkt<\/em>, Kovacic dibanderol 25 juta euro. Mengingat kualitas dan statusnya sebagai penerus Modric di Madrid, mungkin Arsenal membutuhkan setidaknya 50 atau 60 juta euro untuk memboyong Kovacic ke Emirates Stadium.<\/p>\n<p>Nilai tersebut tak terlalu tinggi, namun, Arsenal tentu harus menyelesaikan masalah dengan penjualan pemain terlebih dahulu. Jika tak bisa melepas pemain, maka Arsenal akan kesulitan mendatangkan pemain baru. Soal struktur gaji tentu menjadi masalah yang akan menghambat. Arsenal perlu bekerja lebih cepat untuk melego pemain yang ta dibutuhkan.<\/p>\n<p>Namun satu yang pasti, melihat pindaian sekilas di atas, Kovacic adalah opsi yang masuk akal. Ia masih muda dan tentunya ingin selalu bermain. Sebuah situasi yang bisa dimanfaatkan Arsenal.<\/p>\n<p><strong>Author: <\/strong><em><strong>Yamadipati Seno (<a class=\"ProfileHeaderCard-screennameLink u-linkComplex js-nav\" href=\"https:\/\/twitter.com\/arsenalskitchen\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span class=\"username u-dir\" dir=\"ltr\">@<b class=\"u-linkComplex-target\">arsenalskitchen<\/b><\/span><\/a>)<\/strong><br \/>\n<\/em><em>Koki Arsenal&#8217;s Kitchen<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Beberapa hari yang lalu, saya sempat menegaskan bahwa lini tengah Arsena sudah cukup sesak. Pendapat itu saya dasarkan kepada jumlah pemain yang bisa bermain sebagai gelandang tengah dalam skema 3-4-2-1. Dan kali ini, kita bedah lebih lanjut situasi lini tengah Arsena sebenarnya, serta opsi yang bisa diambil. Saat ini, duet Granit Xhaka dan Aaron Ramsey menjadi pilihan utama. Di paruh akhir bulan Mei, keduanya menunjukkan perkembangan dari sisi kecocokan. Boleh dibilang, duet Xhaka dan Ramsey memberi rasa aman, sekaligus stabilitas di lapangan tengah semenjak Arsenal sangat kesulitan menemukan pengganti Santi Cazorla. Namun, membebankan lapangan tengah kepada Xhaka dan Ramsey untuk bermain di 30 pertandingan atau lebih musim depan tentu kurang &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/31\/arsenal-dan-mateo-kovacic\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Memindai Lini Tengah Arsenal dan Mateo Kovacic sebagai Opsi&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":8344,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[69,74],"tags":[120,286,129,1504,179,122],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Memindai Lini Tengah Arsenal dan Mateo Kovacic sebagai Opsi | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Salah satu keuntungan Arsenal adalah bisa menawarkan menit bermain yang lebih banyak kepada Mateo Kovacic, tidak seperti di Real Madrid.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/31\/arsenal-dan-mateo-kovacic\/\" \/>\n<link rel=\"next\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/31\/arsenal-dan-mateo-kovacic\/2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Memindai Lini Tengah Arsenal dan Mateo Kovacic sebagai Opsi | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Salah satu keuntungan Arsenal adalah bisa menawarkan menit bermain yang lebih banyak kepada Mateo Kovacic, tidak seperti di Real Madrid.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/31\/arsenal-dan-mateo-kovacic\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-07-31T04:30:32+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2017-07-31T02:02:40+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/Mateo-Kovacic.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"594\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"443\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/31\/arsenal-dan-mateo-kovacic\/\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/31\/arsenal-dan-mateo-kovacic\/\",\"name\":\"Memindai Lini Tengah Arsenal dan Mateo Kovacic sebagai Opsi | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/31\/arsenal-dan-mateo-kovacic\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/31\/arsenal-dan-mateo-kovacic\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/Mateo-Kovacic.jpg\",\"datePublished\":\"2017-07-31T04:30:32+00:00\",\"dateModified\":\"2017-07-31T02:02:40+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Salah satu keuntungan Arsenal adalah bisa menawarkan menit bermain yang lebih banyak kepada Mateo Kovacic, tidak seperti di Real Madrid.\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/31\/arsenal-dan-mateo-kovacic\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/31\/arsenal-dan-mateo-kovacic\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/Mateo-Kovacic.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/Mateo-Kovacic.jpg\",\"width\":594,\"height\":443,\"caption\":\"Mateo Kovacic\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Memindai Lini Tengah Arsenal dan Mateo Kovacic sebagai Opsi | Football Tribe Indonesia","description":"Salah satu keuntungan Arsenal adalah bisa menawarkan menit bermain yang lebih banyak kepada Mateo Kovacic, tidak seperti di Real Madrid.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/31\/arsenal-dan-mateo-kovacic\/","next":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/31\/arsenal-dan-mateo-kovacic\/2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Memindai Lini Tengah Arsenal dan Mateo Kovacic sebagai Opsi | Football Tribe Indonesia","og_description":"Salah satu keuntungan Arsenal adalah bisa menawarkan menit bermain yang lebih banyak kepada Mateo Kovacic, tidak seperti di Real Madrid.","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/31\/arsenal-dan-mateo-kovacic\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2017-07-31T04:30:32+00:00","article_modified_time":"2017-07-31T02:02:40+00:00","og_image":[{"width":594,"height":443,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/Mateo-Kovacic.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/31\/arsenal-dan-mateo-kovacic\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/31\/arsenal-dan-mateo-kovacic\/","name":"Memindai Lini Tengah Arsenal dan Mateo Kovacic sebagai Opsi | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/31\/arsenal-dan-mateo-kovacic\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/31\/arsenal-dan-mateo-kovacic\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/Mateo-Kovacic.jpg","datePublished":"2017-07-31T04:30:32+00:00","dateModified":"2017-07-31T02:02:40+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Salah satu keuntungan Arsenal adalah bisa menawarkan menit bermain yang lebih banyak kepada Mateo Kovacic, tidak seperti di Real Madrid.","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/31\/arsenal-dan-mateo-kovacic\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/31\/arsenal-dan-mateo-kovacic\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/Mateo-Kovacic.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/Mateo-Kovacic.jpg","width":594,"height":443,"caption":"Mateo Kovacic"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8342"}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8342"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8342\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8344"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8342"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8342"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8342"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}