{"id":8327,"date":"2017-07-31T09:00:08","date_gmt":"2017-07-31T02:00:08","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=8327"},"modified":"2017-07-31T08:19:26","modified_gmt":"2017-07-31T01:19:26","slug":"perkara-ilmu-hitam-di-sepak-bola","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/31\/perkara-ilmu-hitam-di-sepak-bola\/","title":{"rendered":"Perkara Ilmu Hitam di Sepak Bola"},"content":{"rendered":"<p>Ilmu hitam seringkali digunakan untuk mendapatkan nikmat dunia secara instan. Mulai dari kekayaan, jabatan, hingga pasangan. Ilmu hitam acapkali menjadi pelarian bagi orang-orang yang merasa frustrasi dengan usahanya yang tak kunjung membuahkan hasil. Fenomena penggunaan ilmu hitam ini ternyata juga terjadi di kalangan pesepak bola.<\/p>\n<p>Demi mendapatkan kemenangan, melemahkan lawan, atau meningkatkan performa, beberapa pesepak bola rela mengikuti ritual-ritual tertentu. Ilmu hitam ini amat popular di kalangan pesepak bola dari benua Afrika. Tak jarang, mereka mengakui mereka menggunakan ilmu hitam dan melakukan secara terang-terangan ritual-ritual yang tak masuk akal di lapangan ketika bertanding. Walaupun begitu, penggunaan ilmu hitam tak hanya terbatas di kalangan pesepak bola dari Afrika.<\/p>\n<p>Berikut adalah kisah-kisah ilmu hitam di sepak bola:<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/emmanuel-adebayor-of-crystal-palace-during-the-emirates-fa-cup-semi-picture-id523850790?k=6&amp;m=523850790&amp;s=594x594&amp;w=0&amp;h=usVINo6uQJ7YrQepTEE2-wgqsuFSAAEpaBcTCN5Hnzc=\" width=\"594\" height=\"385\" \/><\/p>\n<h3><strong>Emmanuel Adebayor<\/strong><\/h3>\n<p>Kisah Adebayor, penyerang kewarganegaraan Togo ini terbilang miris. Di tahun 2014, Adebayor, yang kala itu merumput bersama Tottenham Hotspur, menuduh bahwa ibunya telah melancarkan sihir kepadanya. Saat itu, performa Adebayor memang sedang menurun dan jumlah gol yang ia ciptakan menurun drastis. Alih-alih berlatih lebih keras, ia menyatakan bahwa semuanya terjadi karena ibunya telah melayangkan sihir <em>juju<\/em>, ilmu sihir yang lazim di Afrika, kepada dirinya.<\/p>\n<p>Ibu Adebayor, Alice, memang tak memiliki hubungan baik dengan Adebayor, karena, menurut Adebayor, ibunya mengatakan bahwa kariernya sebagai pesepak bola tidak akan berhasil. Selain itu, ia menuduh bahwa keluarganya merencanakan untuk menguasai harta Adebayor. Namun, tuduhan Adebayor dibantah oleh keluarganya.<\/p>\n<p>Kakaknya, Kola, mengatakan bahwa ibunda Adebayor sangat sedih atas tuduhan yang dilayangkan Adebayor. Ia juga menegaskan bahwa Adebayor tidak peduli dengan keluarganya, bahkan sang ibu pun diusir olehnya. Entah apa yang sesungguhnya terjadi, namun apabila benar menurunnya performa Adebayor disebabkan oleh sihir yang dilancarkan ibunya sendiri, tentu ini adalah drama yang lebih menyedihkan dari sinetron.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/milos-degenek-and-mile-jedinak-of-australia-applaude-the-crowd-after-picture-id693722384?k=6&amp;m=693722384&amp;s=594x594&amp;w=0&amp;h=NBlbFsKx6-pu-XTHgS_IFVDN4DnTOkLDbL9KMz7W-7w=\" width=\"594\" height=\"361\" \/><\/p>\n<h3><strong>Timnas Australia<\/strong><\/h3>\n<p>Tahun 1970, timnas Australia melakukan cara yang terbilang \u201ckreatif\u201d demi ikut dalam perhelatan Piala Dunia tahun itu yang diadakan di Meksiko. The Socerroos menggunakan jasa dukun untuk mendoakan mereka, sekaligus menaruh sihir di lawan mereka pada fase kualifikasi. Berkat itu, Australia mampu lolos hingga fase akhir kualifikasi, namun pada akhirnya, Australia gagal menembus putaran\u00a0 final Piala Dunia di Meksiko.<\/p>\n<p>Usut punya usut, ternyata sang dukun berbalik menggunakan sihirnya ke tim Australia, yang ternyata menolak untuk membayar jasa sang dukun. Memang, Australia berpartisipasi di Piala Dunia 1974 di Jerman, namun, itu adalah partisipasi mereka di Piala Dunia yang terakhir hingga tahun 2006. Mengapa Australia harus menunggu selama itu?<\/p>\n<p>Ternyata, bertahun-tahun sesudah kejadian di tahun 1970, seorang pembuat film dokumenter Australia pergi ke Afrika untuk membayarkan hutang timnas kepada sang dukun! Sebuah pelajaran tentunya apabila pembaca berniat untuk meminta jampi-jampi kepada dukun, hendaklah melunasinya terlebih dahulu apabila tidak ingin terkena sial.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/www.newtimes.co.rw\/files\/photos\/1476303241musa-camarra.jpg\" width=\"824\" height=\"550\" \/><\/p>\n<h3><strong>Moussa Camara<\/strong><\/h3>\n<p>Kali ini, cerita berasal dari nama yang hampir pasti tak pernah terdengar. Moussa Camara adalah pemain yang membela klub Rayon Sports, Rwanda. Di tahun 2016 lalu, klubnya sedang melawan Mukura Victory dalam laga Liga Rwanda. Di akhir babak pertama, Rayon sedang tertinggal dengan satu gol oleh lawannya, tendangan Camara mengenai mistar gawang, lalu, muncullah satu pemandangan ganjil.<\/p>\n<p>Camara berlari tepat ke sisi gawang di mana tendangannya mengenai mistar, lalu terlihat ia membungkuk dan menaruh suatu benda. Tindakan Camara ini terlihat oleh kiper Mukara, yang langsung mengejar Camara. Entah benda apa yang ditaruh Camara, namun tindakannya sepertinya berkaitan dengan golnya saat babak kedua baru mulai beberapa saat.<\/p>\n<p>Akibat ulahnya itu, Camara dituduh menggunakan sihir hitam dan didenda sebesar 100 ribu Francs Rwanda. Walaupun begitu, aksi Camara berhasil menghindarkan klubnya dari kekalahan.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/fans-of-independiente-cheer-their-team-before-the-first-leg-match-picture-id813584394?k=6&amp;m=813584394&amp;s=594x594&amp;w=0&amp;h=eBy9VVPujfuAwsTrJ-spr7HOh90t8faEl5f1ugRxUIQ=\" width=\"594\" height=\"389\" \/><\/p>\n<h3><strong>Suporter Independiente<\/strong><\/h3>\n<p>Berpindah ke Amerika Selatan, kali ini kisah datang dari sekelompok suporter Independiente, sebuah klub di Argentina. Pada tahun 1967, sekelompok suporter tersebut berupaya untuk menaruh kutukan bagi seteru abadi Independiente, Racing Club. Ritual yang mereka lakukan cukup mengerikan.<\/p>\n<p>Mereka mengubur tujuh ekor kucing mati di kandang Racing Club, sebagai upaya untuk menaruh sial. Entah ampuh atau tidak, namun trofi yang diraih Racing Club di tahun itu, trofi Intercontinental Cup, adalah trofi terakhir yang didapat Racing Club selama 32 tahun terakhir.<\/p>\n<p><!--nextpage--><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/2.bp.blogspot.com\/-Xs4Aq2OMgqc\/URiJ5cMvDlI\/AAAAAAAAILA\/H4F2zDH9roU\/s1600\/umbro-derby-tracksuit-team-pic.jpg\" width=\"1122\" height=\"725\" \/><\/p>\n<h3><strong>Derby County<\/strong><\/h3>\n<p>Di periode akhir abad 19, tepatnya di tahun 1895, klub Inggris, Derby County, memindahkan kandangnya ke Sir Francis Ley\u2019s Baseball Ground. Akibat dari pembangunan kandang baru Derby ini, sekelompok gipsi (pengembara) harus kehilangan tempat tinggal temporer mereka dan tergusur dari area tersebut.<\/p>\n<p>Sakit hati, sekelompok gipsi itu mengutuk dan menaruh sihir bagi klub berjulukan The Rams tersebut, yang mencegah Derby untuk memenangi trofi. Sihir itu tampak ampuh, karena Derby gagal memenangi satu trofi pun walaupun mampu menembus final Piala FA sebanyak tiga kali. Akhirnya, di tahun 1946, Derby mengirimkan kapten tim mereka, Jack Nicholson, untuk membujuk para gipsi itu untuk mengangkat sihir mereka. Di tahun yang sama, Derby akhirnya berhasil meraih trofi Piala FA. <em>Coincidence? I think not<\/em>.<\/p>\n<p>***<\/p>\n<p>Tentunya, penggunaan ilmu-ilmu sihir semacam ini tidak dapat dibenarkan karena berlawanan dengan sportivitas. Namun tentu, penggunaan hal-hal semacam ini tidak mudah untuk dipantau dan dihilangkan, karena sudah menjadi satu kebiasaan, terutama di daerah-daerah tertentu. Ritual-ritual yang berada di luar akal sehat manusia pun rela dilakukan demi kemenangan belaka. Ada baiknya hal-hal seperti ini dijadikan hiburan belaka, karena berurusan dengan sihir tentunya adalah hal yang rumit dan membingungkan.<\/p>\n<p><strong>Author: <\/strong><em><strong>Ganesha Arif Lesmana (<a class=\"ProfileHeaderCard-screennameLink u-linkComplex js-nav\" href=\"https:\/\/twitter.com\/ganesharif\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span class=\"username u-dir\" dir=\"ltr\">@<b class=\"u-linkComplex-target\">ganesharif<\/b><\/span><\/a>)<\/strong><br \/>\n<\/em><em>Penggemar sepak bola dan basket<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilmu hitam seringkali digunakan untuk mendapatkan nikmat dunia secara instan. Mulai dari kekayaan, jabatan, hingga pasangan. Ilmu hitam acapkali menjadi pelarian bagi orang-orang yang merasa frustrasi dengan usahanya yang tak kunjung membuahkan hasil. Fenomena penggunaan ilmu hitam ini ternyata juga terjadi di kalangan pesepak bola. Demi mendapatkan kemenangan, melemahkan lawan, atau meningkatkan performa, beberapa pesepak bola rela mengikuti ritual-ritual tertentu. Ilmu hitam ini amat popular di kalangan pesepak bola dari benua Afrika. Tak jarang, mereka mengakui mereka menggunakan ilmu hitam dan melakukan secara terang-terangan ritual-ritual yang tak masuk akal di lapangan ketika bertanding. Walaupun begitu, penggunaan ilmu hitam tak hanya terbatas di kalangan pesepak bola dari Afrika. Berikut adalah kisah-kisah &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/31\/perkara-ilmu-hitam-di-sepak-bola\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Perkara Ilmu Hitam di Sepak Bola&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":8328,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[93,90],"tags":[129,1516,224],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Perkara Ilmu Hitam di Sepak Bola | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Demi mendapatkan kemenangan, melemahkan lawan, atau meningkatkan performa, beberapa pesepak bola rela mengikuti ritual-ritual tertentu, termasuk ilmu hitam.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/31\/perkara-ilmu-hitam-di-sepak-bola\/\" \/>\n<link rel=\"next\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/31\/perkara-ilmu-hitam-di-sepak-bola\/2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Perkara Ilmu Hitam di Sepak Bola | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Demi mendapatkan kemenangan, melemahkan lawan, atau meningkatkan performa, beberapa pesepak bola rela mengikuti ritual-ritual tertentu, termasuk ilmu hitam.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/31\/perkara-ilmu-hitam-di-sepak-bola\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-07-31T02:00:08+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2017-07-31T01:19:26+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/124485288.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"594\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"398\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/31\/perkara-ilmu-hitam-di-sepak-bola\/\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/31\/perkara-ilmu-hitam-di-sepak-bola\/\",\"name\":\"Perkara Ilmu Hitam di Sepak Bola | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/31\/perkara-ilmu-hitam-di-sepak-bola\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/31\/perkara-ilmu-hitam-di-sepak-bola\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/124485288.jpg\",\"datePublished\":\"2017-07-31T02:00:08+00:00\",\"dateModified\":\"2017-07-31T01:19:26+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Demi mendapatkan kemenangan, melemahkan lawan, atau meningkatkan performa, beberapa pesepak bola rela mengikuti ritual-ritual tertentu, termasuk ilmu hitam.\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/31\/perkara-ilmu-hitam-di-sepak-bola\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/31\/perkara-ilmu-hitam-di-sepak-bola\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/124485288.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/124485288.jpg\",\"width\":594,\"height\":398,\"caption\":\"Ada kisah apa antara Adebayor dengan ilmu hitam?\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Perkara Ilmu Hitam di Sepak Bola | Football Tribe Indonesia","description":"Demi mendapatkan kemenangan, melemahkan lawan, atau meningkatkan performa, beberapa pesepak bola rela mengikuti ritual-ritual tertentu, termasuk ilmu hitam.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/31\/perkara-ilmu-hitam-di-sepak-bola\/","next":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/31\/perkara-ilmu-hitam-di-sepak-bola\/2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Perkara Ilmu Hitam di Sepak Bola | Football Tribe Indonesia","og_description":"Demi mendapatkan kemenangan, melemahkan lawan, atau meningkatkan performa, beberapa pesepak bola rela mengikuti ritual-ritual tertentu, termasuk ilmu hitam.","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/31\/perkara-ilmu-hitam-di-sepak-bola\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2017-07-31T02:00:08+00:00","article_modified_time":"2017-07-31T01:19:26+00:00","og_image":[{"width":594,"height":398,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/124485288.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/31\/perkara-ilmu-hitam-di-sepak-bola\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/31\/perkara-ilmu-hitam-di-sepak-bola\/","name":"Perkara Ilmu Hitam di Sepak Bola | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/31\/perkara-ilmu-hitam-di-sepak-bola\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/31\/perkara-ilmu-hitam-di-sepak-bola\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/124485288.jpg","datePublished":"2017-07-31T02:00:08+00:00","dateModified":"2017-07-31T01:19:26+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Demi mendapatkan kemenangan, melemahkan lawan, atau meningkatkan performa, beberapa pesepak bola rela mengikuti ritual-ritual tertentu, termasuk ilmu hitam.","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/31\/perkara-ilmu-hitam-di-sepak-bola\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/31\/perkara-ilmu-hitam-di-sepak-bola\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/124485288.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/124485288.jpg","width":594,"height":398,"caption":"Ada kisah apa antara Adebayor dengan ilmu hitam?"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8327"}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8327"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8327\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8328"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8327"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8327"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8327"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}