{"id":8283,"date":"2017-07-30T09:00:12","date_gmt":"2017-07-30T02:00:12","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=8283"},"modified":"2017-07-29T21:46:57","modified_gmt":"2017-07-29T14:46:57","slug":"apa-kabar-ismail-aissati","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/30\/apa-kabar-ismail-aissati\/","title":{"rendered":"Apa Kabar Isma\u00efl Aissati, Eks Wonderkid Winning Eleven?"},"content":{"rendered":"<p>Para pembaca yang sempat menikmati masa kejayaan gim Winning Eleven mungkin familiar dengan nama yang satu ini. Di gim sepak bola yang versi bajakannya bisa mencapai pangkat ratusan bahkan ribuan itu, Aissati adalah salah satu buruan panas di Master League.<\/p>\n<p>Contohnya di Winning Eleven tahun 2006. Saya lupa edisi berapa tepatnya, tapi saya ingat betul kalau Aissati sempat masuk di jajaran skuat Master League saya tahun itu. Dulu saya membelinya dari PSV Eindhoven, sesuai dengan klubnya saat itu. Poin yang menjadi keunggulannya adalah <em>acceleration, dribble <\/em>dan <em>shot technique<\/em>.<\/p>\n<p>Pemain asal Maroko yang lahir di Belanda ini sejatinya berposisi sebagai gelandang serang, tetapi saya merupakan salah satu jamaah taat Winning Eleven yang gemar menempatkannya di sayap kiri. Kaki terkuatnya adalah kaki kanan, tapi saya sama sekali tidak berniat menjadikannya <em>inverted winger<\/em>. Selain karena saat itu istilah tersebut belum populer, peran <em>winger <\/em>konvensional juga masih banyak diminati para penduduk rental PlayStation.<\/p>\n<p>Lagipula, saya yang ketika itu masih duduk di bangku SMP, tidak peduli apapun peran pemainnya. Asalkan sang pemain bisa serong sedikit ke arah gawang dan dapat ruang tembak, sentuhan halus pada tombol kotak dapat membuat Aissati bagaikan melayang tinggi terbang ke awan lewat sontekan indahnya.<\/p>\n<p>Memiliki Aissati di Master League dulu bagaikan mempunyai Eden Hazard saat ini. Ia sangat menunjang untuk terus menerus digeber dengan tombol R1 dan yang terpenting, ia cepat berkembang. Saya bahkan sampai membolos kegiatan Pramuka di sekolah demi meningkatkan <em>speed<\/em>-nya melebihi angka 90 dan rela melonggarkan waktu sejenak dari rutinitas les harian demi mengubah warna di <em>shot technique<\/em>-nya menjadi merah merona alias di atas angka 95.<\/p>\n<p>Aissati adalah dewa Master League di Winning Eleven, bagi sebagian orang. Akan tetapi, apakah kariernya di dunia nyata sama gemerlapnya dengan kemampuannya yang tersimpan di <em>memory card <\/em>para warga rental PS? Jika Anda melihat video aksi-aksi Aissati di bawah ini, seharusnya ia kini sudah menjadi pemain tenar.<\/p>\n<p><iframe loading=\"lazy\" title=\"Ismail Aissati - &quot;issy&quot; is Back  - AFC Ajax - High Quality\" width=\"500\" height=\"281\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/gof8pa4FS3E?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe><\/p>\n<p>Ya, seharusnya, karena apa yang terjadi di dunia nyata sangat bertolak belakang dengan yang terjadi di bilik rentalan PlayStation.<\/p>\n<p>Aissati muda memang sempat mencuat kala bermain di PSV Eindhoven. Ia berada satu tim dengan pemain seperti Alex, Gregory van der Wiel, Ibrahim Afellay hingga Jefferson Farf\u00e1n Nama-nama yang tidak asing di telinga, bukan?<\/p>\n<p>Pada Oktober 2005, ia melakukan debutnya di Liga Champions dan menjadi pemain Belanda termuda yang tampil di turnamen itu, mengalahkan rekor sebelumnya yang dipegang Ryan Babel. Meski sama-sama berusia 17 tahun, namun Aissati lebih muda delapan bulan. Semuanya tampak akan berjalan mudah hingga cedera datang menghampirinya setelah tampil sepuluh kali bersama Rood-witten, julukan PSV.<\/p>\n<p>Sejak saat itu, kesempatan bermainnya sangat terbatas. Ia kemudian dipinjamkan ke FC Twente hingga musim 2006\/2007 selesai. Bersama Twente, kemampuan Aissati kembali terasah dan PSV menariknya kembali jelang musim 2007\/2008.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/ismail-aissati-of-ajax-during-the-eredivisie-match-between-rkc-and-picture-id135780749?k=6&amp;m=135780749&amp;s=594x594&amp;w=0&amp;h=jEeibDZzF-2XEZR4oADdxquYr6XxssD1AwCBzj4nO_Y=\" alt=\"Isma\u00efl Aissati\" width=\"594\" height=\"396\" \/><\/p>\n<h3><strong>Kembali di waktu yang kurang tepat<\/strong><\/h3>\n<p>Ya, itulah yang terjadi pada dewa Winning Eleven kita yang satu ini ketika dirinya menerima tawaran PSV untuk kembali. Liga Belanda musim 2007\/2008 memang dijuarai timnya, namun mereka sempat berganti pelatih tiga kali dan sang pelatih ketiga yang bernama Sef Vergoossen memiliki andil dalam terhambatnya karier Aissati.<\/p>\n<p>Meskipun eks pelatih Nagoya Grampus Eight itulah yang membawa trofi juara ke Philips Stadion, namun karakternya yang keras membuat beberapa pemain kurang nyaman, di antaranya adalah Heurelho Gomes dan Aissati sendiri.<\/p>\n<p>Musim depannya, Ajax Amsterdam mencium peluang dari hubungan buruk Aissati dan Vergoossen. Mereka melayangkan proposal pembelian Aissati yang kemudian disetujui kedua klub di harga empat juta euro. Aissati meninggalkan kota Eindhoven menuju Amsterdam dan diberi nomor punggung 10.<\/p>\n<p>Akan tetapi, semuanya hanya indah di awal bagi pemain yang selalu berambut pendek ini. Pada September 2008, dalam sebuah pertandingan di tim <em>reserve<\/em>, ia mengalami cedera. Awalnya, dokter tim mengatakan bahwa Aissati dapat kembali dalam lima sampai enam minggu. Namun kenyataannya, sang rekrutan anyar harus menunggu hingga Februari 2009 untuk melakukan debutnya bersama de Godenzonen. Di musim pertamanya, ia hanya tampil sembilan kali dengan sumbangan satu gol.<\/p>\n<p>Jengah dengan penampilannya di musim pertama, Aissati bertekad memperbaik performanya di musim kedua. Akan tetapi, cedera kembali menghambat gelandang berusia 21 tahun ini untuk bersinar seperti kloningan dirinya di Winning Eleven. Pada Agustus 2010, Aissati dilepas ke Vitesse Arnhem dengan status pinjaman selama semusim.<\/p>\n<p>Di klub berseragam kuning-hitam itu, Aissati mendapat kepercayaan untuk tampil reguler, tetapi posisinya digeser ke gelandang tengah. Di akhir musim, Vitesse menawarinya kontrak permanen, tapi ia menolaknya dengan alasan ingin kembali ke Ajax, untuk membuktikan bahwa dirinya pantas bermain di tim utama mereka.<\/p>\n<p>Bak gayung bersambut, Frank de Boer yang saat itu menangani Ajax juga terkesan dengan penampilan sang pemain. Aissati pun melewati musim 2011\/2012 sebagai pemain inti dan ditawari kontrak anyar di akhir musim. Akan tetapi, Aissati menginginkan gaji yang lebih besar. Kesepakatan akhirnya tak kunjung terjalin dan pemain kelahiran 16 Agustus 1988 ini dijual Ajax dengan harga tak sampai satu juta euro.<\/p>\n<p>Kemana tujuannya? Antalyaspor, salah satu kontestan di Liga Turki. Sejak kepindahannya ke negeri pencipta kebab itu, gaung Aissati semakin memudar. Ia hanya semusim berkiprah di Antalyaspor dan kembali merantau, kali ini memperkuat FC Terek Grozny di Liga Rusia.<\/p>\n<p>Sempat terkendala bahasa dan iklim di sana, ternyata Aissati betah tinggal selama tiga musim sebelum kembali ke Liga Turki membela Alanyaspor musim 2016\/2017 lalu. Lalu, bagaimana kabarnya kini?<\/p>\n<p>Akhir musim lalu, kontraknya tidak diperpanjang dan ia kini berstatus <em>free agent <\/em>alias bebas transfer. Sejauh ini belum diketahui ke mana dia akan berlabuh, tapi dari rekam jejaknya yang hanya berkutat di klub-klub semenjana, tampaknya ia tak akan jauh-jauh dari habitatnya itu.<\/p>\n<p>Usianya masih 28 tahun, jauh dari kata gaek seperti salah satu penulis kami yang mengidolai Internazionale Milano. Masih ada waktu bagi dirinya untuk membuktikan kalau ia memang pantas disembah para pengikut Winning Eleven yang terhormat.<\/p>\n<p><strong>Author: <\/strong><em><strong>Aditya Jaya Iswara (<a class=\"ProfileHeaderCard-screennameLink u-linkComplex js-nav\" href=\"https:\/\/twitter.com\/joyoisworo\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span class=\"username u-dir\" dir=\"ltr\">@<b class=\"u-linkComplex-target\">joyoisworo<\/b><\/span><\/a>)<\/strong><br \/>\n<\/em><em>Milanisti paruh waktu yang berharap Andriy Shevchenko kembali muda dan membawa AC Milan juara Liga Champions Eropa lagi<\/em>.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Para pembaca yang sempat menikmati masa kejayaan gim Winning Eleven mungkin familiar dengan nama yang satu ini. Di gim sepak bola yang versi bajakannya bisa mencapai pangkat ratusan bahkan ribuan itu, Aissati adalah salah satu buruan panas di Master League. Contohnya di Winning Eleven tahun 2006. Saya lupa edisi berapa tepatnya, tapi saya ingat betul kalau Aissati sempat masuk di jajaran skuat Master League saya tahun itu. Dulu saya membelinya dari PSV Eindhoven, sesuai dengan klubnya saat itu. Poin yang menjadi keunggulannya adalah acceleration, dribble dan shot technique. Pemain asal Maroko yang lahir di Belanda ini sejatinya berposisi sebagai gelandang serang, tetapi saya merupakan salah satu jamaah taat Winning Eleven &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/30\/apa-kabar-ismail-aissati\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Apa Kabar Isma\u00efl Aissati, Eks Wonderkid Winning Eleven?&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":8285,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[69,78],"tags":[129,1507,122,1508],"class_list":["post-8283","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-eropa","category-lannya","tag-featured","tag-ismail-aissati","tag-slider","tag-winning-eleven"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Apa Kabar Isma\u00efl Aissati, Eks Wonderkid Winning Eleven? | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Masih ada waktu bagi Isma\u00efl Aissati untuk membuktikan kalau ia memang pantas disembah para pengikut Winning Eleven yang terhormat.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/30\/apa-kabar-ismail-aissati\/\" \/>\n<link rel=\"next\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/30\/apa-kabar-ismail-aissati\/2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Apa Kabar Isma\u00efl Aissati, Eks Wonderkid Winning Eleven? | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Masih ada waktu bagi Isma\u00efl Aissati untuk membuktikan kalau ia memang pantas disembah para pengikut Winning Eleven yang terhormat.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/30\/apa-kabar-ismail-aissati\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-07-30T02:00:12+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/dac50cf1295517094a7b9d4b2ba3667a-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"594\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"401\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/07\\\/30\\\/apa-kabar-ismail-aissati\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/07\\\/30\\\/apa-kabar-ismail-aissati\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"tribeindonesia\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"headline\":\"Apa Kabar Isma\u00efl Aissati, Eks Wonderkid Winning Eleven?\",\"datePublished\":\"2017-07-30T02:00:12+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/07\\\/30\\\/apa-kabar-ismail-aissati\\\/\"},\"wordCount\":950,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/07\\\/30\\\/apa-kabar-ismail-aissati\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/07\\\/dac50cf1295517094a7b9d4b2ba3667a-1.jpg\",\"keywords\":[\"Featured\",\"Isma\u00efl Aissati\",\"Slider\",\"Winning Eleven\"],\"articleSection\":[\"Eropa\",\"Lainnya\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/07\\\/30\\\/apa-kabar-ismail-aissati\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/07\\\/30\\\/apa-kabar-ismail-aissati\\\/\",\"name\":\"Apa Kabar Isma\u00efl Aissati, Eks Wonderkid Winning Eleven? | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/07\\\/30\\\/apa-kabar-ismail-aissati\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/07\\\/30\\\/apa-kabar-ismail-aissati\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/07\\\/dac50cf1295517094a7b9d4b2ba3667a-1.jpg\",\"datePublished\":\"2017-07-30T02:00:12+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Masih ada waktu bagi Isma\u00efl Aissati untuk membuktikan kalau ia memang pantas disembah para pengikut Winning Eleven yang terhormat.\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/07\\\/30\\\/apa-kabar-ismail-aissati\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/07\\\/30\\\/apa-kabar-ismail-aissati\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/07\\\/dac50cf1295517094a7b9d4b2ba3667a-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/07\\\/dac50cf1295517094a7b9d4b2ba3667a-1.jpg\",\"width\":594,\"height\":401,\"caption\":\"Isma\u00efl Aissati\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/author\\\/tribeindonesia\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Apa Kabar Isma\u00efl Aissati, Eks Wonderkid Winning Eleven? | Football Tribe Indonesia","description":"Masih ada waktu bagi Isma\u00efl Aissati untuk membuktikan kalau ia memang pantas disembah para pengikut Winning Eleven yang terhormat.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/30\/apa-kabar-ismail-aissati\/","next":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/30\/apa-kabar-ismail-aissati\/2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Apa Kabar Isma\u00efl Aissati, Eks Wonderkid Winning Eleven? | Football Tribe Indonesia","og_description":"Masih ada waktu bagi Isma\u00efl Aissati untuk membuktikan kalau ia memang pantas disembah para pengikut Winning Eleven yang terhormat.","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/30\/apa-kabar-ismail-aissati\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2017-07-30T02:00:12+00:00","og_image":[{"width":594,"height":401,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/dac50cf1295517094a7b9d4b2ba3667a-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/30\/apa-kabar-ismail-aissati\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/30\/apa-kabar-ismail-aissati\/"},"author":{"name":"tribeindonesia","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"headline":"Apa Kabar Isma\u00efl Aissati, Eks Wonderkid Winning Eleven?","datePublished":"2017-07-30T02:00:12+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/30\/apa-kabar-ismail-aissati\/"},"wordCount":950,"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/30\/apa-kabar-ismail-aissati\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/dac50cf1295517094a7b9d4b2ba3667a-1.jpg","keywords":["Featured","Isma\u00efl Aissati","Slider","Winning Eleven"],"articleSection":["Eropa","Lainnya"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/30\/apa-kabar-ismail-aissati\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/30\/apa-kabar-ismail-aissati\/","name":"Apa Kabar Isma\u00efl Aissati, Eks Wonderkid Winning Eleven? | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/30\/apa-kabar-ismail-aissati\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/30\/apa-kabar-ismail-aissati\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/dac50cf1295517094a7b9d4b2ba3667a-1.jpg","datePublished":"2017-07-30T02:00:12+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Masih ada waktu bagi Isma\u00efl Aissati untuk membuktikan kalau ia memang pantas disembah para pengikut Winning Eleven yang terhormat.","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/30\/apa-kabar-ismail-aissati\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/30\/apa-kabar-ismail-aissati\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/dac50cf1295517094a7b9d4b2ba3667a-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/dac50cf1295517094a7b9d4b2ba3667a-1.jpg","width":594,"height":401,"caption":"Isma\u00efl Aissati"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8283","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8283"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8283\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8285"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8283"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8283"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8283"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}