{"id":8273,"date":"2017-07-30T07:30:58","date_gmt":"2017-07-30T00:30:58","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=8273"},"modified":"2017-07-29T19:53:42","modified_gmt":"2017-07-29T12:53:42","slug":"tiga-gelandang-yang-biasanya-diremehkan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/30\/tiga-gelandang-yang-biasanya-diremehkan\/","title":{"rendered":"Tiga Gelandang yang (Biasanya) Diremehkan"},"content":{"rendered":"<p>Banyak yang memandang lini tengah sebagai lini paling vital. Namun terkadang, aktor di balik solidnya lini tengah tak mendapatkan apresiasi yang pantas. Hanya mereka yang rajin membuat gol dan asis, yang biasanya lebih dianggap. Dan mereka, yang sebenarnya menjadi metronome, justru diremehkan keberadannya.<\/p>\n<p>Setidaknya ada tiga pemain yang seperti berada di balik bayang-bayang gelandang serang yang lebih jago menggiring bola dan mengundang decak kagum. Ada juga satu pemain yang terlalu lama menghunui bangku cadangan. Sementara satunya lagi, ia menjadi penggerak tim, menjadi pemain yang melukis skema besar cara bermain sebuah klub.<\/p>\n<p>Siapa saja mereka?<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/nemanja-matic-of-chelsea-celebrates-winning-the-league-following-the-picture-id687178112?k=6&amp;m=687178112&amp;s=594x594&amp;w=0&amp;h=aEmqYXUcP-ubFq6fMBqwKKoSDEB12aAWRwjwWqScsx8=\" alt=\"Nemanja Matic\" width=\"594\" height=\"441\" \/><\/p>\n<h3><strong>Nemanja Matic<\/strong><\/h3>\n<p>Bersama N\u2019Golo Kante, gelandang asal Serbia ini menjadi nyawa Chelsea yang menjuarai Liga Primer Inggris musim lalu. Namun, keberadaan Nemanja Matic seperti terkubur di bawah energi besar yang selalu disajikan Kante, duetnya di lini tengah. Pun, banyak suporter The Blues yang lebih menantikan aksi Eden Hazard, Pedro Rodriguez dan Diego Costa ketimbang Matic.<\/p>\n<p>Matic memang tak seperti gelandang bertahan pada umumnya. Ia tidak agresif mengejar lawan atau melakukan tekel keras. Matic mendasarkan cara bermain kepada intelegensia dan kemampuan menutup ruang. Cara bermain ini hampir mirip dengan Sergio Busquets, gelandang bertahan Barcelona.<\/p>\n<p>Cara bermain gelandang bertahan modern memang tak berdasar pada kekuatan fisik seperti dijelaskan di paragraf sebelumnya. Gelandang bertahan modern adalah soal interpretasi ruang dan mempertahankan organisasi sebuah tim ketika bermain. Mereka banyak mengarahkan lawan ke ruang-ruang tertentu, hingga menutup jalur umpan. Matic sangat ahli dalam hal ini.<\/p>\n<p>Kelebihan lain dari Matic adalah kemampuan menggiring bola melewati blok lawan. Pun ia mampu mempertahankan bola dari terjangan lawan di daerah berbahaya, lagi terbatas, misalnya di depan kotak penalti sendiri. Tingkat <em>pressing resistance<\/em>-nya memang tinggi.<\/p>\n<p>Sebagai gelandang bertahan modern, aliran bola dari kaki Matic didasarkan pada kesederhanaan dan efektivitas. Saking sederhananya, Matic menjadi seperti tak terpantau oleh penonton, apalagi pemirsa di depan televisi. Namun, ia juga punya kemampuan melepas umpan terobosan yang akurat, melewati lini lawan.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/mateo-kovacic-of-real-madrid-celebrates-his-uefa-champions-league-at-picture-id693109942?k=6&amp;m=693109942&amp;s=594x594&amp;w=0&amp;h=Yj74mJ9CDAhfgTAv7YpXBWHgStFnZiCBxgTS_mVm_ng=\" alt=\"Mateo Kovacic\" width=\"594\" height=\"443\" \/><\/p>\n<h3><strong>Mateo Kovacic<\/strong><\/h3>\n<p>Namanya tenggelam oleh kedasyatan trio Luka Modric, Toni Kroos dan Casemiro. Gelandang asal Kroasia ini pun hanya bermain ketika Zinedine Zidane mengistirahatkan salah satu dari trio tersebut. Mateo Kovacic, ia yang menyita panggung dunia ketika berseragam Internazionale Milano, membutuhkan kesempatan yang lebih lapang.<\/p>\n<p>Sayang, kesempatan itu mungkin akan sulit ia dapatkan jika masih berseragam Real Madrid. Maklum, ketiga pemain di atas menjadi poros Madrid musim ini. Sebuah kombinasi antara ketangguhan tiga gelandang dan kreativitas tanpa batas. Dan di tengah itu semua, nama Kovacic semakin tenggelam.<\/p>\n<p>Padahal dahulu, ia dikenal sebagai salah satu gelandang muda terbaik di dunia. Kemampuannya menggiring bola di tempat sempit menjadi senjata utama. Ia seperti dengan mudah menemukan jalur berlari dengan bola meski tengah digempur dua lawan. Bola seperti melekat di kakinya, sangat sulit untuk direbut oleh lawan.<\/p>\n<p>Tak banyak bermain membuat Kovacic disarankan untuk segera hengkang. Kesempatan berkembang akan bisa ia nikmati jika bermain, misalnya di Inggris atau kembali ke Italia. Kovacic, ia yang tersingkir dan hampir dilupakan, menyimpan potensi yang besar. Namun saat ini, ia harus puas dengan berdiri di tepi, meneduh di balik bayang-bayang trio gelandang ajaib Los Blancos.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/jorginho-of-ssc-napoli-in-action-during-the-serie-a-match-between-ssc-picture-id680471064?k=6&amp;m=680471064&amp;s=594x594&amp;w=0&amp;h=_7JHfXPYr35FoInq0KQykyCldO9NzXNsxkm2tsvO2V8=\" alt=\"Jorginho\" width=\"594\" height=\"377\" \/><\/p>\n<h3><strong>Jorginho<\/strong><\/h3>\n<p>Ketika banyak orang banyak membicarakan Sergio Busquets atau Marco Verratti, ada satu nama yang terlupakan. Ia adalah Jorginho, dinamo penggerak Napoli. Bahkan, nama pemain asal Italia itu pun masih kalah bersinar ketimbang Marek Hamsik, atau Lorenzo Insigne hingga Dries Martens dan Jose Callejon.<\/p>\n<p>Tak salah apabila Jorginho disebut sebagai <em>regista<\/em> terbaik di Serie A saat ini. Akurasi umpan vertikal dan kemampuannya mengendalikan tempo menjadi poros sepak bola ala Maurizio Sarri. Ketenangannya ketika menguasai bola membuat Jorginho punya seleksi umpan yang baik. Umpannya menjadi punya makna dan tidak terbuang dengan sia-sia.<\/p>\n<p><iframe loading=\"lazy\" title=\"Jorginho \u25cf Full Season Show \u25cf 2016\/17\" width=\"500\" height=\"281\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/Av6vzw3Qzkk?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe><\/p>\n<p>Dari video di atas juga terlihat tingginya tingkat intelegensia Jorginho, terutama ketika ia merebut bola dari kaki lawan. Ada dua gerakan yang menjadi andalannya, yaitu membaca arah umpan lawan dan menutup jalurnya. Kedua, ia mencuri bola dari kaki lawan dengan gerakan yang cepat tanpa menjatuhkan diri.<\/p>\n<p>Keuntungan yang didapat adalah Napoli bisa langsung mengubah transisi bertahan menjadi menyerang dalam sekejap. Merebut bola di pertahanan lawan memang salah satu aksi yang menguntungkan. Napoli akan lebih dekat dengan gawang lawan dan bisa berkreasi dari aksi bertahan yang terukur dari Jorginho.<\/p>\n<p>Tiga nama di atas adalah pemain-pemain penting ketika mendapatkan kesempatan bermain. Mereka ada di balik bayang-bayang pemain yang lebih tenar, mereka yang rajin mencetak gol dan asis. Mereka bertiga tak membutuhkan pengakuan, namun sedikit saja apresiasi tentang besarnya kontribusi ketika diberi kesempatan.<\/p>\n<p><strong>Author: <\/strong><em><strong>Yamadipati Seno (<a class=\"ProfileHeaderCard-screennameLink u-linkComplex js-nav\" href=\"https:\/\/twitter.com\/arsenalskitchen\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span class=\"username u-dir\" dir=\"ltr\">@<b class=\"u-linkComplex-target\">arsenalskitchen<\/b><\/span><\/a>)<\/strong><br \/>\n<\/em><em>Koki Arsenal&#8217;s Kitchen<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Banyak yang memandang lini tengah sebagai lini paling vital. Namun terkadang, aktor di balik solidnya lini tengah tak mendapatkan apresiasi yang pantas. Hanya mereka yang rajin membuat gol dan asis, yang biasanya lebih dianggap. Dan mereka, yang sebenarnya menjadi metronome, justru diremehkan keberadannya. Setidaknya ada tiga pemain yang seperti berada di balik bayang-bayang gelandang serang yang lebih jago menggiring bola dan mengundang decak kagum. Ada juga satu pemain yang terlalu lama menghunui bangku cadangan. Sementara satunya lagi, ia menjadi penggerak tim, menjadi pemain yang melukis skema besar cara bermain sebuah klub. Siapa saja mereka? Nemanja Matic Bersama N\u2019Golo Kante, gelandang asal Serbia ini menjadi nyawa Chelsea yang menjuarai Liga Primer &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/30\/tiga-gelandang-yang-biasanya-diremehkan\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Tiga Gelandang yang (Biasanya) Diremehkan&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":8274,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[69,78],"tags":[129,1300,1503,1504,1505,122],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Tiga Gelandang yang (Biasanya) Diremehkan | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Setidaknya ada tiga pemain yang seperti berada di balik bayang-bayang gelandang serang yang lebih jago menggiring bola dan mengundang decak kagum.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/30\/tiga-gelandang-yang-biasanya-diremehkan\/\" \/>\n<link rel=\"next\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/30\/tiga-gelandang-yang-biasanya-diremehkan\/2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Tiga Gelandang yang (Biasanya) Diremehkan | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Setidaknya ada tiga pemain yang seperti berada di balik bayang-bayang gelandang serang yang lebih jago menggiring bola dan mengundang decak kagum.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/30\/tiga-gelandang-yang-biasanya-diremehkan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-07-30T00:30:58+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2017-07-29T12:53:42+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/686398914.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"594\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"430\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/30\/tiga-gelandang-yang-biasanya-diremehkan\/\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/30\/tiga-gelandang-yang-biasanya-diremehkan\/\",\"name\":\"Tiga Gelandang yang (Biasanya) Diremehkan | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/30\/tiga-gelandang-yang-biasanya-diremehkan\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/30\/tiga-gelandang-yang-biasanya-diremehkan\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/686398914.jpg\",\"datePublished\":\"2017-07-30T00:30:58+00:00\",\"dateModified\":\"2017-07-29T12:53:42+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Setidaknya ada tiga pemain yang seperti berada di balik bayang-bayang gelandang serang yang lebih jago menggiring bola dan mengundang decak kagum.\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/30\/tiga-gelandang-yang-biasanya-diremehkan\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/30\/tiga-gelandang-yang-biasanya-diremehkan\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/686398914.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/686398914.jpg\",\"width\":594,\"height\":430,\"caption\":\"Nemanja Matic, gelandang Chelsea.\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Tiga Gelandang yang (Biasanya) Diremehkan | Football Tribe Indonesia","description":"Setidaknya ada tiga pemain yang seperti berada di balik bayang-bayang gelandang serang yang lebih jago menggiring bola dan mengundang decak kagum.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/30\/tiga-gelandang-yang-biasanya-diremehkan\/","next":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/30\/tiga-gelandang-yang-biasanya-diremehkan\/2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Tiga Gelandang yang (Biasanya) Diremehkan | Football Tribe Indonesia","og_description":"Setidaknya ada tiga pemain yang seperti berada di balik bayang-bayang gelandang serang yang lebih jago menggiring bola dan mengundang decak kagum.","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/30\/tiga-gelandang-yang-biasanya-diremehkan\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2017-07-30T00:30:58+00:00","article_modified_time":"2017-07-29T12:53:42+00:00","og_image":[{"width":594,"height":430,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/686398914.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/30\/tiga-gelandang-yang-biasanya-diremehkan\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/30\/tiga-gelandang-yang-biasanya-diremehkan\/","name":"Tiga Gelandang yang (Biasanya) Diremehkan | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/30\/tiga-gelandang-yang-biasanya-diremehkan\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/30\/tiga-gelandang-yang-biasanya-diremehkan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/686398914.jpg","datePublished":"2017-07-30T00:30:58+00:00","dateModified":"2017-07-29T12:53:42+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Setidaknya ada tiga pemain yang seperti berada di balik bayang-bayang gelandang serang yang lebih jago menggiring bola dan mengundang decak kagum.","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/30\/tiga-gelandang-yang-biasanya-diremehkan\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/30\/tiga-gelandang-yang-biasanya-diremehkan\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/686398914.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/686398914.jpg","width":594,"height":430,"caption":"Nemanja Matic, gelandang Chelsea."},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8273"}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8273"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8273\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8274"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8273"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8273"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8273"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}