{"id":8265,"date":"2017-07-29T14:00:51","date_gmt":"2017-07-29T07:00:51","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=8265"},"modified":"2017-07-29T10:59:17","modified_gmt":"2017-07-29T03:59:17","slug":"rafael-benitez-dan-replika-liverpool","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/29\/rafael-benitez-dan-replika-liverpool\/","title":{"rendered":"Rafael Benitez dan Replika Liverpool di St. James\u2019 Park"},"content":{"rendered":"<p>Musim 2008\/2009 bisa dibilang sebagai satu di antara segelintir momen terbaik Liverpool di Liga Primer Inggris. Meski tak diperkuat banyak pemain kelas dunia, The Reds dengan modal kebersamaan, nyaris jadi yang terbaik. Bahkan hingga saat ini, banyak yang menyebut Fernando Torres dan kawan-kawan sebagai juara tanpa mahkota. Di balik kegemilangan performa Liverpool kala itu, hadir sosok manajer bernama Rafael Benitez.<\/p>\n<p>Pria asal Spanyol itu memang langsung mempersembahkan trofi Liga Champions pada musim perdananya di Anfield, tapi setelahnya, Liverpool sempat mengalami fase penurunan. Hingga beberapa perubahan dilakukan dan membuat The Reds jadi kekuatan menakutkan di liga pada 2008\/2009, kendati pada akhirnya harus gagal secara menyesakkan. Hampir satu dekade berselang, Benitez kembali ke Liga Primer, kali ini bersama klub yang dibawanya promosi, Newcastle United.<\/p>\n<p>Beberapa persiapan terus dikebut, bahkan dimulai sejak musim 2016\/2017 baru saja usai, atau Mei lalu. Benitez sadar, ekspektasi tinggi suporter membuatnya wajib antar The Magpies tak hanya jadi klub numpang lewat di Liga Primer. Tak hanya itu, Newcastle juga jadi medium mengembalikan reputasinya. Sebelum menerima pinangan dari St. James\u2019 Park, Benitez merupakan pelatih dari klub juara Liga Champions dan Piala Dunia Antarklub, Real Madrid.<\/p>\n<p>Berbekal pengalaman segudang baik di sepak bola Eropa maupun khususnya Liga Primer, Benitez coba membangun Newcastle perlahan jadi kekuatan yang akan diperhitungkan klub-klub rival dan semua dimulai pada bursa transfer musim panas ini. Menilik dari aktivitas yang dilakukan, juru taktik bernama lengkap Rafael Benitez Maudes ini terkesan hendak membangun Liverpool mini di St. James\u2019 Park.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/newcastle-uniteds-manager-rafael-benitez-during-the-newcastle-united-picture-id823853042?k=6&amp;m=823853042&amp;s=594x594&amp;w=0&amp;h=U29MbqMOTSrBqKS9kcS-tUMygUkytbukM9dEoeIvdjw=\" alt=\"Rafael Benitez\" width=\"594\" height=\"395\" \/><\/p>\n<h3><strong>Afeksi dan obsesi tinggi<\/strong><\/h3>\n<p>Pada suatu hari di bulan Maret 2017, sebuah pertanyaan meluncur untuk Benitez. Kalimat tanya tentang seberapa mirip situasi di Liverpool saat ditanganinya dengan kini di Newcastle. \u201cSangat banyak kemiripan di sini. Saya sempat berada di sana enam tahun dan kami menjuarai Liga Champions pada musim pertama dan tampil di final Piala Liga, jadi kekaguman terus meningkat, bilang Benitez dilansir <em>BBC<\/em>. \u201cSaya berharap kami bisa melakukan sesuatu dengan baik serta punya masa bakti dan jumlah trofi yang sama,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Sejatinya, Liverpool bukan jadi klub Liga Primer satu-satunya yang pernah dia latih. Benitez bahkan sempat mempersembahkan trofi Liga Europa untuk Chelsea. Namun, afeksi dan obsesi tinggi membuatnya terus mengingat momen indah bersama The Reds, bahkan coba diduplikasi di Newcastle United saat ini. Hal pertama yang dia sadari adalah masifnya suporter keduanya. Baik <em>Scouser<\/em> atau <em>Geordie<\/em>, sebutan untuk masyarakat lokal di Liverpool dan Newcastle, dikenal sebagai pendukung yang militan.<\/p>\n<p>Suporter juga yang jadi alasan Benitez tetap tinggal di St. James\u2019 Park meski tim terdegradasi dari kasta tertinggi. Lewat kampanye nyata, pendukung The Magpies sukses membuat eks <em>allenatore<\/em> Napoli itu bertahan. Alhasil, Newcastle mencatatkan rekor penonton di Divisi Championship dan kursi-kursi yang nyaris selalu penuh di St. James\u2019 Park.<\/p>\n<p>Dukungan penuh memberikan dorongan pemain Newcastle untuk selalu memberikan yang terbaik. Tak hanya pemain lama yang akhirnya menunjukkan performa luar biasa, rekrutan anyar Benitez awal musim panas lalu terbukti berhasil dan memberikan kontribusi besar atas promosinya The Magpies ke Liga Primer 2017\/2018.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/liverpool-manager-rafa-benitez-answers-a-question-during-the-team-picture-id98591648?k=6&amp;m=98591648&amp;s=594x594&amp;w=0&amp;h=hGFYK_RStoVKNXg-W9RgYihd-N4tFjDtaPWgrzrPoW4=\" width=\"594\" height=\"392\" \/><\/p>\n<h3><strong>Refleksi transfer Liverpool<\/strong><\/h3>\n<p>Menilik transfer Newcastle dalam dua musim panas terakhir, terlihat kecenderungan pola serupa dengan saat Benitez di Liverpool. Nama rekrutan kelima atau teranyar pada bursa transfer kali ini, Mikel Merino, semakin mengindikasikan keinginan sang <em>gaffer <\/em>untuk membangun Liverpool mini di St. James\u2019 Park. Merino yang berposisi sebagai gelandang bertahan, dikenal punya inteligensia tinggi di atas lapangan, mirip dengan yang pernah dimiliki The Reds pada diri Xabi Alonso.<\/p>\n<p>Pemain yang didatangkan dengan status pinjaman dari Borussia Dortmund itu diyakini bakal punya peran yang serupa Alonso di Anfield, sebagai penyeimbang lini tengah yang memberikan rasa nyaman bagi Steven Gerrard untuk berkreasi dan Javier Mascherano selaku gelandang bertahan. Di Newcastle musim depan, hal ini bisa terwujud dengan trio Merino, Jonjo Shelvey yang sejak di Liverpool digadang-gadang sebagai penerus Gerrard, dan Mohamed Diame.<\/p>\n<p>Sementara di sisi kanan, ada nama Christian Atsu yang dipermanenkan dari Chelsea dan Matt Richie, lewat kemampuan <em>versatile-<\/em>nya di tengah maupun sayap. Meski tak serupa, Richie yang musim lalu tampil sebanyak 42 kali, sesekali difungsikan mirip Yossi Benayoun di Liverpool 2008\/2009. Tak dibekali <em>sprint<\/em> kencang, dia bisa berada di posisi dan waktu yang tepat. Keduanya juga tergolong produktif, di mana musim lalu Richie mencatatkan 12 gol dan 8 asis.<\/p>\n<p>Di depan, nama Dwight Gayle jadi sorotan. Berkat Benitez, dirinya mau turun kasta pindah dari Crystal Palace di Liga Primer, ke Newcastle pada awal musim lalu. Pilihannya tak salah. Gayle mampu jadi top skor The Magpies dengan sukses mengemas 23 gol sepanjang 2016\/2017 dan mulai dikaitkan pada penerus takhta Alan Shearer di St. James\u2019 Park. Bagi Benitez, Gayle merupakan duplikasi Fernando Torres kala menjalani momen puncaknya di Liverpool.<\/p>\n<p>Bagaimana dengan lini belakang? Kebijakannya hampir serupa. Perekrutan Javier Manquillo yang sempat membela klub asal kota Madrid, mengingatkan kita pada Alvaro Arbeloa. Sementara nama asing seperti Florian Lejeune dari SD Eibar, sekilas mirip dengan saat Daniel Agger pertama kali menginjakkan kaki di Anfield.<\/p>\n<p>Satu yang masih dicari adalah sosok penjaga gawang utama. Menariknya, Benitez sempat mengisyaratkan untuk mendatangkan eks Liverpool, Pepe Reina, selain incaran asal West Ham United, Adrian.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/rafael-benitez-the-manager-of-newcastle-united-looks-on-during-a-picture-id821313410?k=6&amp;m=821313410&amp;s=594x594&amp;w=0&amp;h=o32tHBcCCbPWhJxG35SaInbBKbCmw-Y8ZYtjGNpkvV0=\" alt=\"Rafael Benitez\" width=\"594\" height=\"417\" \/><\/p>\n<h3><strong>Efektivitas dan target (tak) muluk<\/strong><\/h3>\n<p>Menilik pada skuat yang ada sekarang, Newcastle bisa jadi tim promosi yang tak hanya eksis semusim di Liga Primer. Sejarah panjang klub juga membuat suporter berekspektasi lebih, setidaknya bisa sejajar dengan posisi klub-klub seperti Palace, Everton, Southampton dan Leicester City musim lalu. Hal inilah yang akhirnya jadi dilema bagi Benitez. Pasalnya The Magpies tak didukung finansial seperti sang rival, utamanya Everton yang memang belanja besar musim ini.<\/p>\n<p>Pada awal musim panas ini, pemilik Newcastle, Mike Ashley memang menjanjikan dukungan finansial penuh bagi Benitez untuk membangun skuatnya. Namun dilansir <em>Evening Chronicle, <\/em>dana 31,3 juta paun yang sudah dikeluarkan untuk transfer lima pemain, membuat sang manajer kini tak bisa leluasa bergerak mengincar sasarannya. Informasi dari dalam klub, penjualan pemain mesti dilakukan untuk menyeimbangkan neraca dan agar bisa belanja kembali.<\/p>\n<p>Situasi yang lagi-lagi mirip dengan Liverpool musim 2008\/2009. Dibandingkan musim sebelumnya, pengeluaran transfer The Reds menurun. Musim panas ini, sejatinya Benitez baru mengeluarkan setengah dari total dana pada awal 2016\/2017 lalu. Ketika itu pula, klub asal Merseyside itu diprediksi hanya bisa lolos ke Liga Champions, tapi ternyata hasilnya malah nyaris jadi juara.<\/p>\n<p>Bagaimana dengan Newcastle di Liga Primer 2017\/2018? Kejutan bisa saja terjadi, tapi papan tengah merupakan target yang cukup realistis jika bisa menduplikasi sebuah Liverpool mini di St. James\u2019 Park.<\/p>\n<p><strong>Author: <\/strong><em><strong>Perdana Nugroho<\/strong><br \/>\n<\/em><em>Penulis bisa ditemui di akun Twitter <a class=\"ProfileHeaderCard-screennameLink u-linkComplex js-nav\" href=\"https:\/\/twitter.com\/harnugroho\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span class=\"username u-dir\" dir=\"ltr\">@<b class=\"u-linkComplex-target\">harnugroho<\/b><\/span><\/a><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Musim 2008\/2009 bisa dibilang sebagai satu di antara segelintir momen terbaik Liverpool di Liga Primer Inggris. Meski tak diperkuat banyak pemain kelas dunia, The Reds dengan modal kebersamaan, nyaris jadi yang terbaik. Bahkan hingga saat ini, banyak yang menyebut Fernando Torres dan kawan-kawan sebagai juara tanpa mahkota. Di balik kegemilangan performa Liverpool kala itu, hadir sosok manajer bernama Rafael Benitez. Pria asal Spanyol itu memang langsung mempersembahkan trofi Liga Champions pada musim perdananya di Anfield, tapi setelahnya, Liverpool sempat mengalami fase penurunan. Hingga beberapa perubahan dilakukan dan membuat The Reds jadi kekuatan menakutkan di liga pada 2008\/2009, kendati pada akhirnya harus gagal secara menyesakkan. Hampir satu dekade berselang, Benitez kembali &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/29\/rafael-benitez-dan-replika-liverpool\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Rafael Benitez dan Replika Liverpool di St. James\u2019 Park&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":8266,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[69,74],"tags":[286,129,883,884,122],"class_list":["post-8265","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-eropa","category-inggris","tag-english-premier-league","tag-featured","tag-newcastle-united","tag-rafael-benitez","tag-slider"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Rafael Benitez dan Replika Liverpool di St. James\u2019 Park | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Berbekal pengalaman segudang baik di sepak bola Eropa maupun khususnya Liga Primer, Rafael Benitez coba membangun Newcastle perlahan menjadi kekuatan baru.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/29\/rafael-benitez-dan-replika-liverpool\/\" \/>\n<link rel=\"next\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/29\/rafael-benitez-dan-replika-liverpool\/2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Rafael Benitez dan Replika Liverpool di St. James\u2019 Park | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Berbekal pengalaman segudang baik di sepak bola Eropa maupun khususnya Liga Primer, Rafael Benitez coba membangun Newcastle perlahan menjadi kekuatan baru.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/29\/rafael-benitez-dan-replika-liverpool\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-07-29T07:00:51+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/Rafael-Benitez.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"594\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"420\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/07\\\/29\\\/rafael-benitez-dan-replika-liverpool\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/07\\\/29\\\/rafael-benitez-dan-replika-liverpool\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"tribeindonesia\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"headline\":\"Rafael Benitez dan Replika Liverpool di St. James\u2019 Park\",\"datePublished\":\"2017-07-29T07:00:51+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/07\\\/29\\\/rafael-benitez-dan-replika-liverpool\\\/\"},\"wordCount\":1036,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/07\\\/29\\\/rafael-benitez-dan-replika-liverpool\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/07\\\/Rafael-Benitez.jpg\",\"keywords\":[\"English Premier League\",\"Featured\",\"Newcastle United\",\"Rafael Benitez\",\"Slider\"],\"articleSection\":[\"Eropa\",\"Inggris\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/07\\\/29\\\/rafael-benitez-dan-replika-liverpool\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/07\\\/29\\\/rafael-benitez-dan-replika-liverpool\\\/\",\"name\":\"Rafael Benitez dan Replika Liverpool di St. James\u2019 Park | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/07\\\/29\\\/rafael-benitez-dan-replika-liverpool\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/07\\\/29\\\/rafael-benitez-dan-replika-liverpool\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/07\\\/Rafael-Benitez.jpg\",\"datePublished\":\"2017-07-29T07:00:51+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Berbekal pengalaman segudang baik di sepak bola Eropa maupun khususnya Liga Primer, Rafael Benitez coba membangun Newcastle perlahan menjadi kekuatan baru.\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/07\\\/29\\\/rafael-benitez-dan-replika-liverpool\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/07\\\/29\\\/rafael-benitez-dan-replika-liverpool\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/07\\\/Rafael-Benitez.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/07\\\/Rafael-Benitez.jpg\",\"width\":594,\"height\":420,\"caption\":\"Rafael Benitez\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/author\\\/tribeindonesia\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Rafael Benitez dan Replika Liverpool di St. James\u2019 Park | Football Tribe Indonesia","description":"Berbekal pengalaman segudang baik di sepak bola Eropa maupun khususnya Liga Primer, Rafael Benitez coba membangun Newcastle perlahan menjadi kekuatan baru.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/29\/rafael-benitez-dan-replika-liverpool\/","next":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/29\/rafael-benitez-dan-replika-liverpool\/2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Rafael Benitez dan Replika Liverpool di St. James\u2019 Park | Football Tribe Indonesia","og_description":"Berbekal pengalaman segudang baik di sepak bola Eropa maupun khususnya Liga Primer, Rafael Benitez coba membangun Newcastle perlahan menjadi kekuatan baru.","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/29\/rafael-benitez-dan-replika-liverpool\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2017-07-29T07:00:51+00:00","og_image":[{"width":594,"height":420,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/Rafael-Benitez.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/29\/rafael-benitez-dan-replika-liverpool\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/29\/rafael-benitez-dan-replika-liverpool\/"},"author":{"name":"tribeindonesia","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"headline":"Rafael Benitez dan Replika Liverpool di St. James\u2019 Park","datePublished":"2017-07-29T07:00:51+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/29\/rafael-benitez-dan-replika-liverpool\/"},"wordCount":1036,"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/29\/rafael-benitez-dan-replika-liverpool\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/Rafael-Benitez.jpg","keywords":["English Premier League","Featured","Newcastle United","Rafael Benitez","Slider"],"articleSection":["Eropa","Inggris"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/29\/rafael-benitez-dan-replika-liverpool\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/29\/rafael-benitez-dan-replika-liverpool\/","name":"Rafael Benitez dan Replika Liverpool di St. James\u2019 Park | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/29\/rafael-benitez-dan-replika-liverpool\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/29\/rafael-benitez-dan-replika-liverpool\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/Rafael-Benitez.jpg","datePublished":"2017-07-29T07:00:51+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Berbekal pengalaman segudang baik di sepak bola Eropa maupun khususnya Liga Primer, Rafael Benitez coba membangun Newcastle perlahan menjadi kekuatan baru.","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/29\/rafael-benitez-dan-replika-liverpool\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/29\/rafael-benitez-dan-replika-liverpool\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/Rafael-Benitez.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/Rafael-Benitez.jpg","width":594,"height":420,"caption":"Rafael Benitez"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8265","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8265"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8265\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8266"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8265"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8265"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8265"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}