{"id":8233,"date":"2017-07-29T10:00:08","date_gmt":"2017-07-29T03:00:08","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=8233"},"modified":"2017-07-30T14:37:38","modified_gmt":"2017-07-30T07:37:38","slug":"ac-milan-dan-tradisi-bek-kiri-mematikan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/29\/ac-milan-dan-tradisi-bek-kiri-mematikan\/","title":{"rendered":"AC Milan dan Tradisi Bek Kiri Mematikan"},"content":{"rendered":"<p>Rossoneri membuka kompetisi resmi di musim 2017\/2018 dengan mengalahkan FC Universitatea Craiova lewat skor tipis 1-0 di ajang kualifikasi Liga Europa, Jumat (28\/7) lalu. Gol semata wayang tim asuhan Vincenzo Montella dicetak oleh bek kiri, Ricardo Rodriguez, melalui tendangan bebas.<\/p>\n<p>Momen ini tentu membangkitkan romansa para Milanisti yang baik hati, pada pemain-pemain jempolan Milan di posisi warisan Paolo Maldini itu. Milan sendiri memang klub yang tak jarang terkenal sebagai tim dengan gaya bermain atraktif dan para <em>fullback\u00ad<\/em>-nya selalu dituntut memiliki naluri ofensif.<\/p>\n<p>Meski begitu, tidak setiap musim Milan memiliki bek kiri berkualitas. Setelah pensiunnya Paolo Maldini, pencarian suksesor Il Capitano terus berlanjut dan seringkali berujung kegagalan. Nama-nama seperti Djamel Mesbah, Taye Taiwo, Leandro Grimi, D\u00eddac Vil\u00e0 dan Pablo Armero tentu membekas sebagai memori kelam di ingatan para Milanisti yang baik hati.<\/p>\n<p>Akan tetapi, <em>Il club piu titolato al mondo <\/em>alias klub tersukses di dunia, pasti memiliki pemain kelas dunia di setiap lini yang identik dengan raihan trofi. <em>Dear <\/em>Milanisti yang baik hati, inilah enam bek kiri terbaik yang pernah dimiliki Il Diavolo Rosso dalam dua dekade terakhir.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/milan-defender-paolo-maldini-warms-up-prior-ac-milan-v-as-roma-on-may-picture-id87948292?k=6&amp;m=87948292&amp;s=594x594&amp;w=0&amp;h=JZBiUdzO0cGTH2XmETarYmFAdD6WNde9h8MivzZ3a6g=\" width=\"594\" height=\"375\" \/><\/p>\n<h3><strong>Paolo Maldini<\/strong><\/h3>\n<p>Mari kita mulai dengan kapten legendaris yang satu ini. Maldini yang menjabat sebagai kapten Rossoneri sejak 1997 hingga 2009 ini awalnya bermain sebagai bek kanan ketika dipromosikan ke tim utama Milan. Namun sejak kedatangan Mauro Tassotti di posisi itu, Arrigo Sacchi kemudian memindahkan Maldini ke posisi seberang.<\/p>\n<p>Walaupun posisi awalnya adalah bek kanan dan piawai di pos bek tengah, anak dari Cesare Maldini ini tidak canggung ditempatkan di pos bek kiri. Posisi barunya itu justru semakin mengasah keterampilannya dalam bertahan dan semakin menggali potensinya dalam menyerang. Hal mana yang kemudian ia padukan saat dimainkan sebagai bek tengah.<\/p>\n<p>Semasa aktif menjadi pemain, pemilik klub Miami FC di Major League Soccer (MLS) ini terkenal dengan celana bersihnya. Meskipun bermain sebagai bek, Maldini jarang melakukan tekel karena ia memiliki penempatan posisi yang baik untuk merebut bola dari lawan. <em>Ntapz qolbu<\/em>, <em>mbossku\u2026<\/em><\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/marek-jankulovski-of-ac-milan-has-a-shot-saved-by-gianluca-curci-of-picture-id90020874?k=6&amp;m=90020874&amp;s=594x594&amp;w=0&amp;h=AP9IYuCiPCoD6u3ZZzPe4M5ZdDSu_9u-CSZNlxkZ0rQ=\" width=\"594\" height=\"428\" \/><\/p>\n<h3><strong>Marek Jankulovski<\/strong><\/h3>\n<p>Meskipun predikat bek kiri legendaris Milan ada dalam diri Paolo Maldini, namun saya justru mengidolai pemain yang mirip tokoh Aragorn di trilogi film <em>The Lord of The Rings<\/em> ini. Jankulovski didatangkan Milan dari Udinese pada <em>mercato <\/em>musim panas 2005 dengan harga hanya 8,5 juta euro. Cukup murah untuk ukuran pemain belakang yang jago mengeksekusi <em>set-piece <\/em>dan piawai mengirim umpan silang.<\/p>\n<p>Pemain kelahiran 9 Mei 1977 ini sempat kesulitan di awal kariernya bersama Milan, namun perlahan mulai menemukan sentuhan magisnya. Ia termasuk dalam skuat Milan yang menjuarai Liga Champions 2006\/2007, Piala Super Eropa 2007, Piala Dunia Antarklub 2007 dan Serie A 2010\/2011.<\/p>\n<p>Di Piala Super Eropa 2007, pemain bernomor punggung 18 ini mencetak gol kedua Milan dengan sangat cantik ke gawang Andr\u00e9s Palop, memanfaatkan umpan panjang Andrea Pirlo dan dimeriahkan dengan suara khas Jim Beglin di layar kaca.<\/p>\n<p><iframe loading=\"lazy\" title=\"AC Milan 2-1 Sevilla - Jankulovski\" width=\"500\" height=\"375\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/66cNbSX5JLo?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe><\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/nov-2000-serginho-of-ac-milan-celebrates-during-the-uefa-champions-picture-id1085583?k=6&amp;m=1085583&amp;s=594x594&amp;w=0&amp;h=2XqB6Jlc60nT0Z_Y7Yvpogz8c_WjyAdHKsFjX7JZH7E=\" width=\"594\" height=\"404\" \/><\/p>\n<h3><strong>Serginho<\/strong><\/h3>\n<p>S\u00e9rgio Cl\u00e1udio dos Santos nama aslinya, Il Concorde julukannya. Kecepatan lari Serginho memang tak main-main, bahkan dirinya mungkin adalah bek tercepat yang pernah dimiliki Milan, mengalahkan kompatriot senegaranya di sisi lain lapangan, Marcos Cafu.<\/p>\n<p>Serginho beruntung dapat menikmati layanan Milan Lab ketika klinik perawatan pemain gaek itu sedang dalam masa jayanya. Di usia yang telah melewati angka 30, pemain kelahiran Rio de Janeiro ini tidak kehilangan kecepatan lari dan staminanya. Ia tak pernah lelah maju membantu serangan, akurasi umpan silangnya juga bagus.<\/p>\n<p>Serginho menawarkan dimensi permainan yang berbeda ketika menggantikan Paolo Maldini di sektor bek kiri. Dengan agresivitasnya, Milan dapat mengirim dua bek sayapnya untuk maju menyerang secara bergantian. Cafu di kanan, Serginho di kiri.<\/p>\n<p>Eks pemain S\u00e3o Paulo ini juga merupakan pahlawan Il Diavolo Rosso di ajang kompetisi Eropa, tepatnya pada tahun 2003. Serginho sukses menyelesaikan penalti pertama Milan saat mengalahkan Juventus di final Liga Champions lewat babak adu penalti. Sayangnya, ia gagal menunaikan tugas yang sama saat Milan kalah adu penalti dari Liverpool dalam laga bertajuk <em>The Miracle of Istanbul<\/em> pada tahun 2005.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/gianluca-zambrotta-of-ac-milan-during-the-serie-a-match-between-ac-picture-id113302491?k=6&amp;m=113302491&amp;s=594x594&amp;w=0&amp;h=HSpUMv53TN-x46APd9ro4jHmns0tVtH96enQ0ZGbTY8=\" width=\"594\" height=\"461\" \/><\/p>\n<h3><strong>Gianluca Zambrotta<\/strong><\/h3>\n<p>Saat masih banyak <em>duit<\/em>, Milan beberapa kali melakukan pembelian pemain untuk solusi jangka pendek dan bek sayap Italia di awal tahun 2000-an ini adalah salah satunya. Zambrotta berposisi asli sebagai bek kanan, tapi sejak kemunculan Iganazio Abate di posisi itu, ia dipindahkan ke sisi seberang oleh Leonardo, pelatih Milan kala itu.<\/p>\n<p>Eks pemain Juventus dan Barcelona ini kemudian semakin mengukuhkan posisinya di bek kiri setelah Massimiliano Allegri didapuk sebagai pelatih anyar Rossoneri pada musim 2010\/2011.<\/p>\n<p>Ia turut andil dalam kesuksesan Milan merengkuh Scudetto ke-18, sebelum dilepas Milan pada musim panas 2012 bersamaan dengan sejumlah pemain veteran lain seperti Filippo Inzaghi, Alessandro Nesta, Mark van Bommel dan Gennaro Gattuso.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/sep-2000-francesco-coco-of-ac-milan-is-challenged-during-the-uefa-picture-id1065786?k=6&amp;m=1065786&amp;s=594x594&amp;w=0&amp;h=FUEqAsgc0p_OYp0VmqJrHp5OSNm9ppiJfPM0j4OFDG8=\" width=\"594\" height=\"399\" \/><\/p>\n<h3><strong>Francesco Coco<\/strong><\/h3>\n<p>Pemain lulusan akademi Milan yang terlunta-lunta di klub tetangga sekota. Coco sempat dua kali memenangkan Scudetto bersama Milan sebelum hengkang ke Internazionale Milano untuk ditukar dengan Clarence Seedorf pada tahun 2002. Nerazzurri memang jagonya melakukan <em>blunder <\/em>seperti ini.<\/p>\n<p>Francesco Coco adalah versi bengal dari Paolo Maldini. Maksudnya begini, dari segi permainan, Coco mirip dengan kaptennya tersebut yang mempunyai kaki dominan kanan tapi dapat ditempatkan di bek kanan maupun kiri. Kemampuannya dalam menyerang dan bertahan pun sama baiknya, namun ada kebiasaan buruk yang selalu melekat pada dirinya<\/p>\n<p>Tingkat kedisplinan Coco tergolong buruk, ia juga merupakan pemain yang susah diatur. Ditambah dengan keberadaan Maldini yang berposisi sama dengannya plus fisik yang rawan cedera, praktis Coco menghabiskan sebagian besar kariernya di Milan hanya sebagai pengganti. Pun begitu, ketika dipercaya tampil, kualitas lini belakang Milan tetap terjaga ketangguhannya bersama pemain yang memiliki 17 <em>caps <\/em>bersama Italia ini.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/kakha-kaladze-of-milan-celebrates-scoring-during-the-serie-a-match-picture-id72168226?k=6&amp;m=72168226&amp;s=594x594&amp;w=0&amp;h=exQo4SyyDDl6Ngn8RmcF8fDkCFKDwGcfnEgyj-DQ1RI=\" width=\"594\" height=\"502\" \/><\/p>\n<h3><strong>Kakha Kaladze<\/strong><\/h3>\n<p>Hampir 10 tahun lamanya, salah satu pemain terbaik yang pernah dilahirkan Georgia ini mengabdi di San Siro. Meski posisi aslinya adalah bek tengah, pemain yang kini menjabat sebagai wakil perdana menteri Georgia ini juga mahir bermain di posisi bek kiri.<\/p>\n<p>Kaladze awalnya sempat kesulitan menembus tim inti Rossoneri dan sempat ingin hengkang ke Chelsea, berkaitan dengan rumor Milan akan menukarnya dengan Hern\u00e1n Crespo. Namun, manajemen Milan kemudian memberinya perpanjangan kontrak. Keputusan yang kemudian sangat ia syukuri, karena di musim berikutnya ia mulai mendapat tempat di tim inti.<\/p>\n<p>Kaladze memiliki fleksibilitas dalam bermain. Ia dapat ditempatkan sebagai bek tengah, kiri, maupun <em>wide-midfielder. <\/em>Ia juga jago berduel satu lawan satu walau terkadang mudah panik. Keunggulan lainnya, pemain bernomor punggung 4 ini piawai membangun serangan dari belakang.<\/p>\n<p><strong>Author: <\/strong><em><strong>Aditya Jaya Iswara (<a class=\"ProfileHeaderCard-screennameLink u-linkComplex js-nav\" href=\"https:\/\/twitter.com\/joyoisworo\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span class=\"username u-dir\" dir=\"ltr\">@<b class=\"u-linkComplex-target\">joyoisworo<\/b><\/span><\/a>)<\/strong><br \/>\n<\/em><em>Milanisti paruh waktu yang berharap Andriy Shevchenko kembali muda dan membawa AC Milan juara Liga Champions Eropa lagi.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Rossoneri membuka kompetisi resmi di musim 2017\/2018 dengan mengalahkan FC Universitatea Craiova lewat skor tipis 1-0 di ajang kualifikasi Liga Europa, Jumat (28\/7) lalu. Gol semata wayang tim asuhan Vincenzo Montella dicetak oleh bek kiri, Ricardo Rodriguez, melalui tendangan bebas. Momen ini tentu membangkitkan romansa para Milanisti yang baik hati, pada pemain-pemain jempolan Milan di posisi warisan Paolo Maldini itu. Milan sendiri memang klub yang tak jarang terkenal sebagai tim dengan gaya bermain atraktif dan para fullback\u00ad-nya selalu dituntut memiliki naluri ofensif. Meski begitu, tidak setiap musim Milan memiliki bek kiri berkualitas. Setelah pensiunnya Paolo Maldini, pencarian suksesor Il Capitano terus berlanjut dan seringkali berujung kegagalan. Nama-nama seperti Djamel Mesbah, &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/29\/ac-milan-dan-tradisi-bek-kiri-mematikan\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;AC Milan dan Tradisi Bek Kiri Mematikan&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":8234,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[69,75],"tags":[99,129,109,131],"class_list":["post-8233","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-eropa","category-italia","tag-ac-milan","tag-featured","tag-italia","tag-serie-a"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>AC Milan dan Tradisi Bek Kiri Mematikan | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Dear Milanisti yang baik hati, inilah enam bek kiri terbaik yang pernah dimiliki Il Diavolo Rosso alias AC Milan dalam dua dekade terakhir.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/29\/ac-milan-dan-tradisi-bek-kiri-mematikan\/\" \/>\n<link rel=\"next\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/29\/ac-milan-dan-tradisi-bek-kiri-mematikan\/2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"AC Milan dan Tradisi Bek Kiri Mematikan | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Dear Milanisti yang baik hati, inilah enam bek kiri terbaik yang pernah dimiliki Il Diavolo Rosso alias AC Milan dalam dua dekade terakhir.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/29\/ac-milan-dan-tradisi-bek-kiri-mematikan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-07-29T03:00:08+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2017-07-30T07:37:38+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/74250324.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"594\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"421\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/07\\\/29\\\/ac-milan-dan-tradisi-bek-kiri-mematikan\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/07\\\/29\\\/ac-milan-dan-tradisi-bek-kiri-mematikan\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"tribeindonesia\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"headline\":\"AC Milan dan Tradisi Bek Kiri Mematikan\",\"datePublished\":\"2017-07-29T03:00:08+00:00\",\"dateModified\":\"2017-07-30T07:37:38+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/07\\\/29\\\/ac-milan-dan-tradisi-bek-kiri-mematikan\\\/\"},\"wordCount\":1037,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/07\\\/29\\\/ac-milan-dan-tradisi-bek-kiri-mematikan\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/07\\\/74250324.jpg\",\"keywords\":[\"AC Milan\",\"Featured\",\"Italia\",\"Serie A\"],\"articleSection\":[\"Eropa\",\"Italia\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/07\\\/29\\\/ac-milan-dan-tradisi-bek-kiri-mematikan\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/07\\\/29\\\/ac-milan-dan-tradisi-bek-kiri-mematikan\\\/\",\"name\":\"AC Milan dan Tradisi Bek Kiri Mematikan | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/07\\\/29\\\/ac-milan-dan-tradisi-bek-kiri-mematikan\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/07\\\/29\\\/ac-milan-dan-tradisi-bek-kiri-mematikan\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/07\\\/74250324.jpg\",\"datePublished\":\"2017-07-29T03:00:08+00:00\",\"dateModified\":\"2017-07-30T07:37:38+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Dear Milanisti yang baik hati, inilah enam bek kiri terbaik yang pernah dimiliki Il Diavolo Rosso alias AC Milan dalam dua dekade terakhir.\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/07\\\/29\\\/ac-milan-dan-tradisi-bek-kiri-mematikan\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/07\\\/29\\\/ac-milan-dan-tradisi-bek-kiri-mematikan\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/07\\\/74250324.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/07\\\/74250324.jpg\",\"width\":594,\"height\":421,\"caption\":\"AC Milan\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/author\\\/tribeindonesia\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"AC Milan dan Tradisi Bek Kiri Mematikan | Football Tribe Indonesia","description":"Dear Milanisti yang baik hati, inilah enam bek kiri terbaik yang pernah dimiliki Il Diavolo Rosso alias AC Milan dalam dua dekade terakhir.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/29\/ac-milan-dan-tradisi-bek-kiri-mematikan\/","next":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/29\/ac-milan-dan-tradisi-bek-kiri-mematikan\/2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"AC Milan dan Tradisi Bek Kiri Mematikan | Football Tribe Indonesia","og_description":"Dear Milanisti yang baik hati, inilah enam bek kiri terbaik yang pernah dimiliki Il Diavolo Rosso alias AC Milan dalam dua dekade terakhir.","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/29\/ac-milan-dan-tradisi-bek-kiri-mematikan\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2017-07-29T03:00:08+00:00","article_modified_time":"2017-07-30T07:37:38+00:00","og_image":[{"width":594,"height":421,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/74250324.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/29\/ac-milan-dan-tradisi-bek-kiri-mematikan\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/29\/ac-milan-dan-tradisi-bek-kiri-mematikan\/"},"author":{"name":"tribeindonesia","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"headline":"AC Milan dan Tradisi Bek Kiri Mematikan","datePublished":"2017-07-29T03:00:08+00:00","dateModified":"2017-07-30T07:37:38+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/29\/ac-milan-dan-tradisi-bek-kiri-mematikan\/"},"wordCount":1037,"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/29\/ac-milan-dan-tradisi-bek-kiri-mematikan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/74250324.jpg","keywords":["AC Milan","Featured","Italia","Serie A"],"articleSection":["Eropa","Italia"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/29\/ac-milan-dan-tradisi-bek-kiri-mematikan\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/29\/ac-milan-dan-tradisi-bek-kiri-mematikan\/","name":"AC Milan dan Tradisi Bek Kiri Mematikan | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/29\/ac-milan-dan-tradisi-bek-kiri-mematikan\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/29\/ac-milan-dan-tradisi-bek-kiri-mematikan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/74250324.jpg","datePublished":"2017-07-29T03:00:08+00:00","dateModified":"2017-07-30T07:37:38+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Dear Milanisti yang baik hati, inilah enam bek kiri terbaik yang pernah dimiliki Il Diavolo Rosso alias AC Milan dalam dua dekade terakhir.","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/29\/ac-milan-dan-tradisi-bek-kiri-mematikan\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/29\/ac-milan-dan-tradisi-bek-kiri-mematikan\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/74250324.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/74250324.jpg","width":594,"height":421,"caption":"AC Milan"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8233","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8233"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8233\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8234"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8233"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8233"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8233"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}