{"id":8230,"date":"2017-07-29T09:30:39","date_gmt":"2017-07-29T02:30:39","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=8230"},"modified":"2017-07-29T11:01:08","modified_gmt":"2017-07-29T04:01:08","slug":"mereka-yang-tak-bisa-lepas-dari-arsenal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/29\/mereka-yang-tak-bisa-lepas-dari-arsenal\/","title":{"rendered":"Mereka yang Tak Bisa Lepas dari Arsenal"},"content":{"rendered":"<p>Seperti laiknya tim-tim yang dirundung keraguan tentang masa-masa keemasan yang sudah terlampau lewat dimakan zaman, Arsenal pun tengah mengalami hal yang sama. Walau tiap musimnya, dimulai dari transfer heboh Mesut \u00d6zil yang didatangkan dari Madrid, Arsene Wenger berturut-turut mendatangkan Alexis Sanchez, Petr Cech hingga Shkodran Mustafi, Granit Xhaka dan Alexandre Lacazette musim ini.<\/p>\n<p>Tapi, sejauh yang terlihat, setidaknya sampai awal musim 2017\/2018, prestasi yang dicapai Arsenal baru tiga trofi Piala FA dan dua trofi Community Shield. Pencapaian bagus? Ya, lumayan, daripada puasa gelar seperti Liverpool, misalnya, ya? Tapi, apakah itu membuat puas suporter? Tentu <em>ja <\/em>tidak, <em>bosquh!<\/em><\/p>\n<p>Musim lalu, posisi Arsene sebagai manajer dirisak suporter sejak Februari (ya, ya, selepas kekalahan dengan agregat 10-2 dari tim \u2018itu <em>tuh\u2019<\/em>) hingga jelang akhir musim. Sejak melunak dan menuruti kemauan suporter untuk berubah dan mengganti skema main, pelatih gaek tersebut perlahan merebut kembali perhatian dari para Gooners. Tapi, cukupkah itu? Tentu <em>ja <\/em>tidak!<\/p>\n<p>Finis di posisi 5, tiga tingkat di bawah Tottenham Hotspur adalah aib terburuk Arsene Wenger sejak pertama menangani Arsenal dalam 21 tahun terakhir. Tak hanya finis pertama kali di bawah Spurs, The Gunners juga pertama kalinya di era Arsene Wenger gagal lolos ke Liga Champions Eropa.<\/p>\n<p>Karena terlampau banyak hal pedih di musim lalu, saya berniat mengajak kamu-kamu semua, tentu saja bila kamu Gooner, untuk merindukan sekaligus bernostalgia dengan nama-nama pemain di era lampau yang seperti nubuat idola saya, Reza Artamevia, mereka-lah pemain-pemain yang tak pernah bisa lepas bayang-bayangnya dari skuat Arsene Wenger.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/patrick-vieira-of-arsenal-celebrates-scoring-a-goal-against-liverpool-picture-id51799228?k=6&amp;m=51799228&amp;s=594x594&amp;w=0&amp;h=6bpdobFZzYXYqErEEIOfZHU0hq7tOFY6fkiwEfU11xE=\" alt=\"Patrick Vieira\" width=\"594\" height=\"415\" \/><\/p>\n<h3><strong>Patrick \u2018<em>bosqu\u2019<\/em> Vieira<\/strong><\/h3>\n<p>Berbeda dengan Yamadipati Seno yang sempat merasakan era Tony Adams sebagai kapten, saya, yang tentu saja jauh lebih belia dari koki Arsenal\u2019s Kitchen itu, baru merasakan menjadi Gooner di era Patrick Vieira sudah menjadi kapten utama.<\/p>\n<p>Baru-baru ini dalam wawancaranya dengan <em>FIFA TV<\/em>, Thierry Henry, kapten Arsenal setelah Vieira hengkang ke Juventus selepas menjuarai Piala FA tahun 2005, berujar bahwa tidak akan ada lagi pemain seperti Vieira. Ia yang, sesuai deskripsi Henry, memenangkan bola di lapangan tengah, mengirim umpan, mencetak gol, dan ajaibnya, melakukan semua sendirian. <em>Bosqq <\/em>memang <em>ntap!<\/em><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong>Jujur saja, Vieira memang sehebat itu. Saya salah satu yang bersyukur menyaksikan beliau yang maju menantang si brengsek, Roy Keane, dan membuat laga melawan Manchester United tak hanya laga sepak bola belaka, tapi juga pertaruhan gengsi dan laga sarat umpatan, baik di dalam lapangan, lorong menuju ruang ganti sampai di luar lapangan. Rivalitas Vieira dan Keano yang membuat sepak bola lebih bergairah ditonton masa itu.<\/p>\n<p>Selepas Vieira hengkang, tak ada lagi pemimpin seperti beliau. Tidak Cesc Fabregas, Thomas Vermaelen, Robin van Persie, hingga Mikel Arteta dan Per Mertesacker sekalipun. Mertesacker memang seorang juara dunia bersama timnas Jerman, tapi karakter dan wibawanya tak mampu mendekati yang diberikan Patrick Vieira bagi Meriam London.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/ex-arsenal-player-robert-pires-watches-a-training-session-at-london-picture-id493896482?k=6&amp;m=493896482&amp;s=594x594&amp;w=0&amp;h=vTa6pUmQTen3WgEBHCJtOi0dsJ6juTkH3184fpDKvBU=\" width=\"594\" height=\"395\" \/><\/p>\n<h3><strong>Robert \u201cBobby\u201d Pires<\/strong><\/h3>\n<p>Pionir <em>inverted winger <\/em>di Liga Inggris. Berkaki sama kuat di kiri dan kanan, Pires menguasai lini tengah Arsenal dari segala sisi. Bermain di sisi sebelah kiri, ia bisa menusuk ke dalam dan melepaskan tendangan yang tak hanya melengkung cantik, tapi juga berbuah gol. Bermain di kanan atau pos gelandang tengah sekalipun tak mematikan kapabilitas dan kegeniusan Pires.<\/p>\n<p>Bobby, nama akrabnya di kamar ganti Arsenal, adalah satu dari segelintir pemain sayap yang paling dirindukan bersama dengan Marc Overmars dan Freddie Ljungberg, si rambut merah dari Swedia. Pires tak hanya menawarkan asis matang bagi Henry, Sylvain Wiltord dan Nwankwo Kanu, tapi beliau juga yang sanggup menjadi solusi gol bagi skuat Arsene Wenger.<\/p>\n<p>Seakan memberi kabar bagi para Gooner kalau ia masih sanggup menunjukkan magisnya dengan kedua kakinya yang hebat itu, baru-baru ini, Bobby membuat Carles Puyol, si Catalan yang dipuja di Barcelona, kapten legendaris El Barca itu, duduk terdiam di lapangan ketika berhadapan dengan pemain yang sempat bermain bersama Villareal ini.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=DjkBgS06d5A\">https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=DjkBgS06d5A<\/a><\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/dennis-berkamp-of-arsenal-during-the-fa-cup-semifinal-match-between-picture-id53027059?k=6&amp;m=53027059&amp;s=594x594&amp;w=0&amp;h=9RFYPhqJY9eXvhgCjFJ-J4hu9r7RTShip5nI3yCCpaY=\" width=\"594\" height=\"454\" \/><\/p>\n<h3><strong>Dennis \u201cThe God\u201d Bergkamp<\/strong><\/h3>\n<p>Satu-satunya pemain yang membuat saya cukup menyesal kenapa harus lahir di tahun 1992. Kakek saya sering bercerita tentang kehebatan Pele dan Diego Maradona hingga Ribut Waidi, tapi Dennis Bergkamp-lah alasan saya menyesal kenapa tak dilahirkan enam tahun lebih awal.<\/p>\n<p>Praktis, saya hanya sempat menonton Bergkamp bermain dengan seragam Arsenal hanya di dua musim terakhirnya bersama Arsenal, 2004\/2005 dan 2005\/2006. Memang, di dua musim tersebut, ia tak banyak mendapat jatah bermain seiring kedatangan si kidal dari Sevilla, Jose Antonio Reyes, tapi Bergkamp masih sesekali memukau, termasuk di laga terakhirnya bersama Arsenal pada tahun 2006.<\/p>\n<p>YouTube yang kemudian menceritakan kepada Isidorus Rio kecil tentang kebenaran dongeng tentang Bergkamp. Mulai dari keengganannya untuk terbang bepergian bersama tim dengan pesawat, hingga kepribadiannya yang sedingin es. Tapi, dibalik semua itu, ia tak disebut The God oleh sebagian Gooner tanpa sebab.<\/p>\n<p>Pendapat dari Arsene Wenger ini adalah sedikit sebab kenapa Bergkamp mungkin bukan pemain sepak bola pada umumnya, \u201cKetika pemain lain butuh dua sampai tiga sentuhan untuk mencetak gol, Dennis, di satu sisi, hanya butuh satu sentuhan.\u201d<\/p>\n<p>Ya, persis seperti nubuatnya beberapa puluh tahun lalu, <em>\u201cbehind every kick of the ball, there must be a thought.\u201d<\/em><br \/>\n<!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/ex-arsenal-player-thierry-henry-during-a-training-session-at-london-picture-id461967705?k=6&amp;m=461967705&amp;s=594x594&amp;w=0&amp;h=PTQoAz-_aaxxQ0zpFLntVgPygM8bkq9SnWImiNaFpdc=\" width=\"594\" height=\"395\" \/><\/p>\n<h3><strong>Thierry \u201cThe King\u201d Henry<\/strong><\/h3>\n<p>Pemain nomor 14 terhebat bagi saya setelah Johan Cruyff. Datang dengan status sebagai pemain sayap gagal bersama Juventus, Henry tak hanya melegitimasi statusnya sebagai salah satu penyerang terbaik dunia sampai saat ini, tapi juga mengukuhkan statusnya sebagai raja di Arsenal. Patungnya berdiri dengan megah di Emirates Stadium dengan pose selebrasi golnya yang ikonik itu.<\/p>\n<p>Masih menyandang status sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa bagi Arsenal, Henry meraih segalanya bersama dengan The Gunners, kecuali trofi Si Kuping Lebar yang kemudian justru ia raih bersama raksasa Catalan yang menekuk The Gunners di final Liga Champions 2005\/2006, FC Barcelona. Dewasa ini, selepas hengkangnya Henry ke Spanyol, tak ada satu pun penyerang Arsenal, mulai dari eks tandem Henry, Emmanuel Adebayor hingga Olivier Giroud, yang bisa memberi garansi 20 gol lebih dalam semusim seperti yang rutin dilakukan eks pemain AS Monaco ini di Arsenal.<\/p>\n<p>Tantangan yang patut dijawab tentunya oleh Alexandre Lacazette musim ini.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/cesc-fabregas-of-arsenal-celebrates-as-he-scores-their-third-goal-picture-id108322963?k=6&amp;m=108322963&amp;s=594x594&amp;w=0&amp;h=c8xxbSlWe6Y4RKqQ4eYpzPgAKB5YNZfiozmawGM2zSI=\" width=\"594\" height=\"407\" \/><\/p>\n<h3><strong>Francesc Fabregas Soler<\/strong><\/h3>\n<p>Nama pemain yang, aduh, bagaimana, ya, membuat saya selalu berdebar-debar tiap menulis namanya. Sejak Gerard Pique dan Carles Puyol memaksanya memakai seragam Barcelona di perayaan gelar juara dunia Spanyol di Afrika Selatan, saya sudah patah hati dengan pemain ini.<\/p>\n<p>Fabregas pemain pertama yang saya idolai selepas pensiunnya Bergkamp dan kepergian Vieira serta Henry. Dari awal ia mentas di tim senior Arsenal, ia memang sudah punya ciri khas. Rambutnya panjang, memakai <em>bandana <\/em>dan sudah digadang-gadang sebagai pewaris kehebatan Patrick Vieira di lini tengah Arsenal. Ia tak hanya mewarisi nomor punggung gelandang Prancis tersebut, tapi juga status kapten tim.<\/p>\n<p>Di masa kegelapan itu, kala ia sempat bertandem dengan Henri Lansbury sampai Emmanuel Frimpong di lini tengah, Cesc, nama akrabnya, adalah pusat tata surya bagi Arsene dan Arsenal. Dalam era ikat pinggang yang harus diikat erat karena beban pembangunan Emirates Stadium yang masih menyisakan hutang, Cecs harus sendirian membawa Arsenal mengarungi ganasnya rimba Liga Primer Inggris di tengah himpitan <em>sugar daddy <\/em>di Chelsea dan superioritas Sir Alex Ferguson dan anak-anak asuhnya di Manchester.<\/p>\n<p>Memang, kepindahannya ke Barcelona sungguh tak terelakkan, tapi yang membuat saya patah hati kedua kali, ketika ia ingin kembali dan Arsenal memiliki opsi pertama untuk merekrutnya dari Blaugrana, Arsene tak mengambil kesempatan itu dan merelakannya hengkang ke sisi London yang tak berwarna merah.<\/p>\n<p>Francesc Fabregas Soler, nama yang selalu terdengar indah di telinga saya, namun juga meninggalkan lara yang tak terperi. Tapi bila ada peluang untuk membawanya kembali ke Colney, sebagai Gooner, saya akan menerimanya dengan tangan terbuka. Ia masih dicintai di London Utara.<\/p>\n<p>***<\/p>\n<p>Begitulah, kawan-kawan, cerita yang bisa saya bagi dengan kalian. Karena sebagian dari kalian mungkin membaca artikel ini sampai akhir, berikut saya berikan hadiah berupa video klip dari lagu yang melatarbelakangi terciptanya tulisan ini:<\/p>\n<p><iframe loading=\"lazy\" title=\"Reza Artamevia - Satu Yang Tak Bisa Lepas | Official Video\" width=\"500\" height=\"281\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/Q003in17eC0?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe><\/p>\n<blockquote><p><em>SATUUUUUU YANG TAK BISAAAAAA LEPAAAAAAAS~<br \/>\n<\/em><em>BAWALAAAAAAAH KEMBALI JIWAAAAAA YANG LUKAAAAAAAAA~<\/em><\/p><\/blockquote>\n<p><strong>Author: <\/strong><em><strong>Isidorus Rio Turangga (<a class=\"ProfileHeaderCard-screennameLink u-linkComplex js-nav\" href=\"https:\/\/twitter.com\/temannyagreg\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span class=\"username u-dir\" dir=\"ltr\">@<b class=\"u-linkComplex-target\">temannyagreg<\/b><\/span><\/a>)<\/strong><br \/>\n<\/em><em>Tukang masak dan bisa sedikit baca tulis<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Seperti laiknya tim-tim yang dirundung keraguan tentang masa-masa keemasan yang sudah terlampau lewat dimakan zaman, Arsenal pun tengah mengalami hal yang sama. Walau tiap musimnya, dimulai dari transfer heboh Mesut \u00d6zil yang didatangkan dari Madrid, Arsene Wenger berturut-turut mendatangkan Alexis Sanchez, Petr Cech hingga Shkodran Mustafi, Granit Xhaka dan Alexandre Lacazette musim ini. Tapi, sejauh yang terlihat, setidaknya sampai awal musim 2017\/2018, prestasi yang dicapai Arsenal baru tiga trofi Piala FA dan dua trofi Community Shield. Pencapaian bagus? Ya, lumayan, daripada puasa gelar seperti Liverpool, misalnya, ya? Tapi, apakah itu membuat puas suporter? Tentu ja tidak, bosquh! Musim lalu, posisi Arsene sebagai manajer dirisak suporter sejak Februari (ya, ya, selepas &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/29\/mereka-yang-tak-bisa-lepas-dari-arsenal\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Mereka yang Tak Bisa Lepas dari Arsenal&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":8231,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[69,74],"tags":[120,286,129],"class_list":["post-8230","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-eropa","category-inggris","tag-arsenal","tag-english-premier-league","tag-featured"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Mereka yang Tak Bisa Lepas dari Arsenal | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Kami berniat mengajak kamu-kamu semua, tentu saja bila kamu Gooner, untuk merindukan sekaligus bernostalgia dengan nama-nama pemain Arsenal di era lampau.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/29\/mereka-yang-tak-bisa-lepas-dari-arsenal\/\" \/>\n<link rel=\"next\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/29\/mereka-yang-tak-bisa-lepas-dari-arsenal\/2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mereka yang Tak Bisa Lepas dari Arsenal | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kami berniat mengajak kamu-kamu semua, tentu saja bila kamu Gooner, untuk merindukan sekaligus bernostalgia dengan nama-nama pemain Arsenal di era lampau.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/29\/mereka-yang-tak-bisa-lepas-dari-arsenal\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-07-29T02:30:39+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2017-07-29T04:01:08+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/3010902.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"594\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"370\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/07\\\/29\\\/mereka-yang-tak-bisa-lepas-dari-arsenal\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/07\\\/29\\\/mereka-yang-tak-bisa-lepas-dari-arsenal\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"tribeindonesia\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"headline\":\"Mereka yang Tak Bisa Lepas dari Arsenal\",\"datePublished\":\"2017-07-29T02:30:39+00:00\",\"dateModified\":\"2017-07-29T04:01:08+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/07\\\/29\\\/mereka-yang-tak-bisa-lepas-dari-arsenal\\\/\"},\"wordCount\":1283,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/07\\\/29\\\/mereka-yang-tak-bisa-lepas-dari-arsenal\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/07\\\/3010902.jpg\",\"keywords\":[\"Arsenal\",\"English Premier League\",\"Featured\"],\"articleSection\":[\"Eropa\",\"Inggris\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/07\\\/29\\\/mereka-yang-tak-bisa-lepas-dari-arsenal\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/07\\\/29\\\/mereka-yang-tak-bisa-lepas-dari-arsenal\\\/\",\"name\":\"Mereka yang Tak Bisa Lepas dari Arsenal | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/07\\\/29\\\/mereka-yang-tak-bisa-lepas-dari-arsenal\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/07\\\/29\\\/mereka-yang-tak-bisa-lepas-dari-arsenal\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/07\\\/3010902.jpg\",\"datePublished\":\"2017-07-29T02:30:39+00:00\",\"dateModified\":\"2017-07-29T04:01:08+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Kami berniat mengajak kamu-kamu semua, tentu saja bila kamu Gooner, untuk merindukan sekaligus bernostalgia dengan nama-nama pemain Arsenal di era lampau.\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/07\\\/29\\\/mereka-yang-tak-bisa-lepas-dari-arsenal\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/07\\\/29\\\/mereka-yang-tak-bisa-lepas-dari-arsenal\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/07\\\/3010902.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/07\\\/3010902.jpg\",\"width\":594,\"height\":370,\"caption\":\"Arsenal\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/author\\\/tribeindonesia\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mereka yang Tak Bisa Lepas dari Arsenal | Football Tribe Indonesia","description":"Kami berniat mengajak kamu-kamu semua, tentu saja bila kamu Gooner, untuk merindukan sekaligus bernostalgia dengan nama-nama pemain Arsenal di era lampau.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/29\/mereka-yang-tak-bisa-lepas-dari-arsenal\/","next":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/29\/mereka-yang-tak-bisa-lepas-dari-arsenal\/2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Mereka yang Tak Bisa Lepas dari Arsenal | Football Tribe Indonesia","og_description":"Kami berniat mengajak kamu-kamu semua, tentu saja bila kamu Gooner, untuk merindukan sekaligus bernostalgia dengan nama-nama pemain Arsenal di era lampau.","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/29\/mereka-yang-tak-bisa-lepas-dari-arsenal\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2017-07-29T02:30:39+00:00","article_modified_time":"2017-07-29T04:01:08+00:00","og_image":[{"width":594,"height":370,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/3010902.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/29\/mereka-yang-tak-bisa-lepas-dari-arsenal\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/29\/mereka-yang-tak-bisa-lepas-dari-arsenal\/"},"author":{"name":"tribeindonesia","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"headline":"Mereka yang Tak Bisa Lepas dari Arsenal","datePublished":"2017-07-29T02:30:39+00:00","dateModified":"2017-07-29T04:01:08+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/29\/mereka-yang-tak-bisa-lepas-dari-arsenal\/"},"wordCount":1283,"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/29\/mereka-yang-tak-bisa-lepas-dari-arsenal\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/3010902.jpg","keywords":["Arsenal","English Premier League","Featured"],"articleSection":["Eropa","Inggris"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/29\/mereka-yang-tak-bisa-lepas-dari-arsenal\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/29\/mereka-yang-tak-bisa-lepas-dari-arsenal\/","name":"Mereka yang Tak Bisa Lepas dari Arsenal | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/29\/mereka-yang-tak-bisa-lepas-dari-arsenal\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/29\/mereka-yang-tak-bisa-lepas-dari-arsenal\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/3010902.jpg","datePublished":"2017-07-29T02:30:39+00:00","dateModified":"2017-07-29T04:01:08+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Kami berniat mengajak kamu-kamu semua, tentu saja bila kamu Gooner, untuk merindukan sekaligus bernostalgia dengan nama-nama pemain Arsenal di era lampau.","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/29\/mereka-yang-tak-bisa-lepas-dari-arsenal\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/29\/mereka-yang-tak-bisa-lepas-dari-arsenal\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/3010902.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/3010902.jpg","width":594,"height":370,"caption":"Arsenal"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8230","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8230"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8230\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8231"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8230"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8230"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8230"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}