{"id":8163,"date":"2017-07-28T10:00:05","date_gmt":"2017-07-28T03:00:05","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=8163"},"modified":"2017-07-28T09:11:30","modified_gmt":"2017-07-28T02:11:30","slug":"menuju-industri-sepak-bola-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/28\/menuju-industri-sepak-bola-indonesia\/","title":{"rendered":"Menuju Industri Sepak Bola Indonesia"},"content":{"rendered":"<p>Sepak bola Indonesia di era modern sekarang ini sudah mulai bergerak maju menjadi sebuah industri besar sepak bola. Industri sepak bola saat ini bahkan mampu memberikan penghidupan kepada puluhan bahkan ratusan orang yang berada disekeliling klub.<\/p>\n<p>Bagaimana klub yang dikelola secara profesional mampu menjadi sumber penghasilan bagi pemain, pelatih, jajaran manajemen, pedagang asongan, tukang parkir di area stadion bahkan sampai masyarakat di sekitar stadion berada.<\/p>\n<p>Bagaimanapun, keberadaan klub tak lepas dari dukungan para supporter. Semakin banyak suporter tentu membuat nilai jual klub semakin tinggi di mata sponsor maupun investor. Persebaya contohnya, tanpa ragu manajemen Persebaya menjual <em>jersey<\/em> otentik resmi tahun 2017 dengan harga sangat mahal yaitu 750 ribu rupiah.<\/p>\n<p>Atau PSS Sleman, yang mampu menjual seluruh tiket sebanyak 27 ribu lembar untuk laga pada tengah pekan melawan Persibas Banyumas (13\/7\/17). Hitung saja berapa keuntungan yang didapat dari satu pertandingan saja dengan mengalikan total tiket terjual dengan harga tiket yang dijual (25 ribu, 40 ribu dan 60 ribu). Anggap saja rata-rata harga tiket 40 ribu rupiah, maka keuntungan yang didapat PSS\u00a0 bisa mencapai 1 miliar lebih.<\/p>\n<p>Sepak bola adalah industri, siapa jeli melihat peluang dan berani bergerak, maka akan semakin berkembang. Sebaliknya, pengurus klub yang tidak jeli mengambil peluang hanya menghasilkan kerugian atau bahkan bangkrut.<\/p>\n<p>Mungkin akan timbul pertanyaan, wajar jika Bandung, Jakarta, Sleman, Solo, Surabaya hingga Makassar punya aset besar yaitu suporter. Lalu, kalau tim-tim dengan basis suporter kecil, apakah bisa seperti itu?<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<figure style=\"width: 1080px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium\" src=\"https:\/\/scontent-sit4-1.cdninstagram.com\/t51.2885-15\/e35\/17881604_415014788855379_3424015178969120768_n.jpg\" alt=\"Bali United\" width=\"1080\" height=\"1151\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Bali United mempunyai modal promosi yang kuat lewat media dan penjualan merchandise mereka. Kredit: Bali United Store<\/figcaption><\/figure>\n<h3><strong>Memanfaatkan industri sepak bola modern di Indonesia dengan baik<\/strong><\/h3>\n<p>Ketika aspek profesionalitas dikedepankan, ditambah kejelian melihat pasar, maka suporter akan mulai berdatangan. Selain itu, sponsor maupun investor akan menaruh kepercayaan terhadap klub tersebut. Madura United dan Bali United contohnya. Siapa mengira klub yang \u2018lahir\u2019 pada 2015 dan 2016 ini mampu menjadi tim yang dihuni pemain-pemain berkelas? Bahkan saat ini, keduanya mampu duduk di papan atas klasemen sementara Liga 1, jauh di atas tim seperti Persib, misalnya.<\/p>\n<p>Profesionalitas inilah yang menjadi salah satu nilai utama mengapa sponsor mau ikut menjadi sponsor Bali United dan Madura United. Dengan adanya pemasukan dari sponsor, Madura United bahkan mampu membeli <em>marquee player<\/em> sekelas Peter Odemwingie, <em>marquee player<\/em> tersubur sampai pekan 16 Liga 1.<\/p>\n<p>Bali United sama saja, <em>jersey<\/em> mereka dipercaya para sponsor sebagai media promosi efektif. Hasilnya, keuangan yang positif membuat Bali United mampu menghadirkan pemain-pemain berlabel timnas ke Bali, mulai dari Irfan Bachdim hingga pemain asing sekelas Sylvano Comvalius.<\/p>\n<p>Tim yang solid dan kuat membuat kedua tim tersebut menjadi kandidat kuat juara Liga 1 musim ini. Di sisi lain, prestasi mereka di papan atas juga mampu menarik jumlah penonton untuk hadir langsung ke stadion. Alhasil, pendapatan dari tiket semakin terkatrol naik. Sponsor juga ikut memperoleh manfaat dengan semakin luas jangkauan pasar mereka.<\/p>\n<p>Sebaliknya, ketika manajemen tidak bersikap profesional, sebuah tim yang memiliki aset berupa <em>fanbase<\/em> yang besar pun harus merasakan fase ditinggalkan pendukung, tidak dipercaya sponsor, kemerosotan prestasi, keuangan minus bahkan harus bangkrut.<\/p>\n<p>Tanpa bermaksud menghakimi tim manapun, sudah banyak kita dengar kabar tim dengan basis suporter besar namun kesulitan membayar gaji pemainnya, terdegradasi, bahkan kabarnya pun nyaris tak terdengar. Adakah yang pernah mendengar klub bernama Persiter Ternate, Persibom Boalang Mongondow, Persikota Kota Tangerang, maupun Persitara Jakarta Utara? Lalu, ke mana mereka semua sekarang?<\/p>\n<p>Beberapa contoh sikap profesional klub-klub Indonesia yang baik untuk ditiru dan diterapkan oleh tim lain di antaranya:<\/p>\n<ol>\n<li>Penjualan tiket secara <em>online<\/em> untuk menekan calo seperti yang sudah coba dilakukan Persib dan Persija.<\/li>\n<li>Penerapan <em>scan barcode<\/em> yang dilakukan Persib untuk mencegah adanya tiket palsu.<\/li>\n<li>Pengadaan toko <em>merchandise <\/em>resmi untuk menambah pemasukan klub seperti yang dilakukan Persebaya, PSS hingga Bali United<\/li>\n<li>Kontrak pemakaian stadion dengan durasi jangka panjang seperti yang dilakukan Bali United yang mengontrak Stadion Kapten I Wayan Dipta selama 10 tahun.<\/li>\n<li>Pembuatan <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/03\/24\/situs-klub-liga-1\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">situsweb<\/a> maupun optimalisasi sosial media yang sudah dilakukan kebanyakan klub di Liga 1.<\/li>\n<li>Pengadaan tim junior yang sudah dikompetisikan sendiri oleh PSSI dengan berbagai jenjang kelompok usia.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Selain enam hal di atas, ada berbagai hal sederhana lain yang menjadi nilai tambah klub di mata suporter dan sponsor, di antaranya <em>update<\/em> laporan <em>match attendance<\/em>, pengadaan <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/04\/aplikasi-klub-liga-1-di-playstore\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">aplikasi klub<\/a> (Persib sudah memiliki ini), media <em>broadcast<\/em> hingga mencoba langkah modernisasi logo klub (untuk menangkap semangat zaman seperti yang dilakukan Juventus, misalnya).<\/p>\n<p>Harapannya, kelak tim-tim Indonesia bisa se-profesional klub-klub di Eropa. Atau, paling tidak, bisa meniru profesionalitas klub-klub di Liga Thailand yang sudah menunjukkan kemajuan yang luar biasa. Tidak akan terdengar lagi pemain yang belum digaji, klub melakukan <em>walk-out<\/em> karena kehabisan dana, ataupun klub berpindah <em>homebase<\/em> karena tidak bisa menjaring penonton untuk meramaikan stadion.<\/p>\n<p><strong>Author: <em>Muhammad Kaka (<a class=\"ProfileHeaderCard-screennameLink u-linkComplex js-nav\" href=\"https:\/\/twitter.com\/kkthegreen\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span class=\"username u-dir\" dir=\"ltr\">@<b class=\"u-linkComplex-target\">kkthegreen<\/b><\/span><\/a>)<\/em><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sepak bola Indonesia di era modern sekarang ini sudah mulai bergerak maju menjadi sebuah industri besar sepak bola. Industri sepak bola saat ini bahkan mampu memberikan penghidupan kepada puluhan bahkan ratusan orang yang berada disekeliling klub. Bagaimana klub yang dikelola secara profesional mampu menjadi sumber penghasilan bagi pemain, pelatih, jajaran manajemen, pedagang asongan, tukang parkir di area stadion bahkan sampai masyarakat di sekitar stadion berada. Bagaimanapun, keberadaan klub tak lepas dari dukungan para supporter. Semakin banyak suporter tentu membuat nilai jual klub semakin tinggi di mata sponsor maupun investor. Persebaya contohnya, tanpa ragu manajemen Persebaya menjual jersey otentik resmi tahun 2017 dengan harga sangat mahal yaitu 750 ribu rupiah. Atau &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/28\/menuju-industri-sepak-bola-indonesia\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Menuju Industri Sepak Bola Indonesia&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":8164,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[291],"tags":[129,1489,224,122,598],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Menuju Industri Sepak Bola Indonesia | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Industri sepak bola saat ini bahkan mampu memberikan penghidupan kepada puluhan bahkan ratusan orang yang berada disekeliling klub.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/28\/menuju-industri-sepak-bola-indonesia\/\" \/>\n<link rel=\"next\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/28\/menuju-industri-sepak-bola-indonesia\/2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Menuju Industri Sepak Bola Indonesia | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Industri sepak bola saat ini bahkan mampu memberikan penghidupan kepada puluhan bahkan ratusan orang yang berada disekeliling klub.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/28\/menuju-industri-sepak-bola-indonesia\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-07-28T03:00:05+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2017-07-28T02:11:30+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/C_0pEgcVYAA31j4.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"800\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/28\/menuju-industri-sepak-bola-indonesia\/\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/28\/menuju-industri-sepak-bola-indonesia\/\",\"name\":\"Menuju Industri Sepak Bola Indonesia | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/28\/menuju-industri-sepak-bola-indonesia\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/28\/menuju-industri-sepak-bola-indonesia\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/C_0pEgcVYAA31j4.jpg\",\"datePublished\":\"2017-07-28T03:00:05+00:00\",\"dateModified\":\"2017-07-28T02:11:30+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Industri sepak bola saat ini bahkan mampu memberikan penghidupan kepada puluhan bahkan ratusan orang yang berada disekeliling klub.\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/28\/menuju-industri-sepak-bola-indonesia\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/28\/menuju-industri-sepak-bola-indonesia\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/C_0pEgcVYAA31j4.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/C_0pEgcVYAA31j4.jpg\",\"width\":1200,\"height\":800,\"caption\":\"Sebagian besar pemasukan PSS Sleman didapat dari para suporter fanatik mereka yang memenuhi stadion. Kredit: BCS PSS\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Menuju Industri Sepak Bola Indonesia | Football Tribe Indonesia","description":"Industri sepak bola saat ini bahkan mampu memberikan penghidupan kepada puluhan bahkan ratusan orang yang berada disekeliling klub.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/28\/menuju-industri-sepak-bola-indonesia\/","next":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/28\/menuju-industri-sepak-bola-indonesia\/2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Menuju Industri Sepak Bola Indonesia | Football Tribe Indonesia","og_description":"Industri sepak bola saat ini bahkan mampu memberikan penghidupan kepada puluhan bahkan ratusan orang yang berada disekeliling klub.","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/28\/menuju-industri-sepak-bola-indonesia\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2017-07-28T03:00:05+00:00","article_modified_time":"2017-07-28T02:11:30+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":800,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/C_0pEgcVYAA31j4.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/28\/menuju-industri-sepak-bola-indonesia\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/28\/menuju-industri-sepak-bola-indonesia\/","name":"Menuju Industri Sepak Bola Indonesia | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/28\/menuju-industri-sepak-bola-indonesia\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/28\/menuju-industri-sepak-bola-indonesia\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/C_0pEgcVYAA31j4.jpg","datePublished":"2017-07-28T03:00:05+00:00","dateModified":"2017-07-28T02:11:30+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Industri sepak bola saat ini bahkan mampu memberikan penghidupan kepada puluhan bahkan ratusan orang yang berada disekeliling klub.","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/28\/menuju-industri-sepak-bola-indonesia\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/28\/menuju-industri-sepak-bola-indonesia\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/C_0pEgcVYAA31j4.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/C_0pEgcVYAA31j4.jpg","width":1200,"height":800,"caption":"Sebagian besar pemasukan PSS Sleman didapat dari para suporter fanatik mereka yang memenuhi stadion. Kredit: BCS PSS"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8163"}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8163"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8163\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8164"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8163"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8163"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8163"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}