{"id":8125,"date":"2017-07-27T11:30:23","date_gmt":"2017-07-27T04:30:23","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=8125"},"modified":"2017-07-27T12:17:01","modified_gmt":"2017-07-27T05:17:01","slug":"saya-ingin-seperti-antonio-cassano","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/27\/saya-ingin-seperti-antonio-cassano\/","title":{"rendered":"Saya Ingin Seperti Antonio Cassano"},"content":{"rendered":"<blockquote><p><em>\u201cYou are piece of shit. You are more fake than monopoly money.\u201d<\/em><\/p><\/blockquote>\n<p>Dua kalimat ini sangat mencolok mata ketika pertama kali saya temukan di halaman awal buku <em>Sepakbola Seribu Tafsir <\/em>karya Eddward S. Kennedy. Saya tahu bagaimana Antonio Cassano bertingkah. Dongeng tentangnya sudah melegenda bagi anak 1990-an yang menikmati kemeriahan Serie A sebelum uang dan popularitas bergeser ke Liga Primer Inggris.<\/p>\n<p>Tapi sialnya, saya tidak tahu asal-usul kata-kata itu kenapa bisa keluar dari seorang Cassano. Untuk siapa kata-kata itu? Dan ini pertanyaan yang paling penting: untuk apa dua kalimat bernas tersebut muncul dari mulut Cassano?<\/p>\n<p>Melihat pemain asal Bari ini, kita perlu keluar sejenak dari apa yang orang dewasa sering bilang sebagai batas antara baik dan buruk. Kamu tahu, orang dewasa itu pembual, jadi sebaiknya kita enyahkan batas hitam dan putih tersebut. Bagi saya, tidak ada batas yang perlu dijelaskan antara si baik dan si jahat, karena semuanya relatif. Sama seperti ketika Aditya Jaya, salah satu penulis kami di Football Tribe, memberi pengakuan ke saya bahwa ia pencinta Dewi Perssik yang taat, saya tidak bereaksi sama sekali.<\/p>\n<p>Semua orang punya selera mereka masing-masing. Bahkan bila Budi Windekind suatu waktu membuat pengakuan terbuka bahwa, misal, beliau mengidolai Sumanto, kita pun sebaiknya menerima hal tersebut sebagai hal yang biasa saja. Tak perlu dikritisi dan diberi reaksi berlebihan.<\/p>\n<p>Dan dengan cara tersebut sebaiknya kita melihat Antonio Cassano. Saya belum genap berusia 10 tahun ketika bapak saya, seorang Romanisti, mengajak menonton AS Roma. Satu idola bapak saat itu, bukan <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/04\/totti-sang-marcus-aurelius-dari-roma\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Francesco Totti<\/a> atau Vincenzo Montella, melainkan si gondrong dengan tendangan maut, Gabriel Batistusa. Bapak yang pertama bilang ke saya bahwa Batistuta adalah satu-satunya pemain sepak bola yang mendekati sosok Yesus Kristus. Bertahun-tahun kemudian anggapan bapak terbantahkan dengan kemunculan <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/22\/ayo-rekrut-georgios-samaras\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Georgios Samaras<\/a>.<\/p>\n<p>Cassano, yang direkrut di awal musim 2001\/2002, sesaat setelah I Lupi meraih Scudetto semusim sebelumnya, langsung mencuri atensi saya. Gaya mainnya unik, seorang <em>fantasista, <\/em>mirip seperti apa yang bapak kerap dongengkan tentang Roberto Baggio. Bersama Damiano Tommasi, Cassano adalah dua pemain sepak bola dunia yang saya idolai. Bila Tommasi memesona dengan rambut keritingnya yang berantakan dan gaya main spartan ala pejuang Romawi, Cassano justru menawarkan fantasi. Saya suka fantasi dan seperti Cassano beberapa tahun kemudian, saya juga menolak tumbuh dewasa, seperti Cassano.<\/p>\n<p>Fabio Capello, pelatih ikonik Italia yang merekrutnya dari Bari ke Roma, berujar bahwa buruknya etos kerja di lapangan yang dimiliki Cassano tidak layak mendapat tempat sedikitpun di klub sepak bola profesional di kasta tertinggi. Kamu tahu yang terjadi kemudian? Capello juga yang kemudian merekrut Fantantonio ke Santiago Bernabeu untuk reuni bersamanya.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/antonio-cassano-of-uc-sampdoria-reacts-during-the-serie-a-match-fc-picture-id505388218?k=6&amp;m=505388218&amp;s=594x594&amp;w=0&amp;h=gku6fD14jWPzWtrWxGnrXrM9y0aE2i_BTdnYUlsmpxw=\" alt=\"Antonio Cassano\" width=\"594\" height=\"415\" \/><\/p>\n<h3><strong>Tidak tumbuh dewasa seperti Cassano<\/strong><\/h3>\n<p>Sikap Cassano yang seiring waktu bertambah, tumbuh berkelindan dengan fase perkembangan kepribadian saya menuju masa remaja dan masa selepas usia 17 tahun. Masa yang orang dewasa sebut sebagai gerbang menuju kedewasaan. Pertanyaannya, apa kita perlu tumbuh dewasa? Oh, tentu tidak.<\/p>\n<p>Bersama Cassano, juga Juan Roman Riquelme kemudian, saya menemukan sesuatu yang kadang tak perlu ditakar dengan cara pandang orang dewasa. Dari Cassano, saya belajar memahami bahwa hidup tak perlu melulu taat pada aturan. Dari Riquelme, saya paham bahwa terkadang hidup tak perlu mengejar gelimang prestasi dengan mengorbankan idealisme. Ada sosok Cassano dalam diri saya, yang sampai usia 25 tahun ini, saya pelihara dengan baik.<\/p>\n<p>Maka ketika ia bermain-main dengan kontraknya bersama Hellas Verona, terlepas dari keputusan yang dibuatnya terkait pengaruh sang istri, saya tetap menaruh hormat tertinggi untuk pemain yang berani menolak tawaran bermain dari Juventus ini.<\/p>\n<p>Presiden Verona, Maurizio Setti, menyebut keputusan pensiun Cassano yang berubah-ubah adalah efek dari isi kepalanya yang tidak pernah benar. Setti sendiri mengakui bahwa secara fisik dan kapabilitas teknik, eks penyerang Sampdoria ini masih layak bermain bagi Verona. Tapi seperti julukan Peter Pan yang diberikan pada Cassano, kita tak perlu tenggelam dalam kontroversi untuk mempertanyakan motivasi bermain sepak bola yang dimiliki Cassano saat ini.<\/p>\n<p>Sebagai suporter sepak bola yang masih waras, saya melihat keputusan Cassano ini sebagai sebuah pelecehan pada kontrak dan profesionalitas. Tapi sebagai manusia biasa dan sesosok bocah yang sampai saat ini masih mengidolai sikap dan sifat Fantantonio, saya rela menjadi orang terdepan yang memberi tepuk tangan paling meriah bagi keputusan Cassano dalam mempermainkan keputusannya untuk pensiun atau tidak pensiun.<\/p>\n<p>Melihat kasus Cassano dan caranya mempermainkan profesionalitas di sepak bola, saya teringat selebritis Facebook belia, Charlene Ryan, yang beberapa waktu berujar secara gamblang dalam salah satu videonya, \u201c<em>I don\u2019t follow rules, I follow dogs.\u201d<\/em><\/p>\n<p><em>Grazie, Fantantonio, mio eroe!<\/em><\/p>\n<p><strong>Author: <\/strong><em><strong>Isidorus Rio Turangga (<a class=\"ProfileHeaderCard-screennameLink u-linkComplex js-nav\" href=\"https:\/\/twitter.com\/temannyagreg\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span class=\"username u-dir\" dir=\"ltr\">@<b class=\"u-linkComplex-target\">temannyagreg<\/b><\/span><\/a>)<\/strong><br \/>\n<\/em><em>Tukang masak dan bisa sedikit baca tulis<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u201cYou are piece of shit. You are more fake than monopoly money.\u201d Dua kalimat ini sangat mencolok mata ketika pertama kali saya temukan di halaman awal buku Sepakbola Seribu Tafsir karya Eddward S. Kennedy. Saya tahu bagaimana Antonio Cassano bertingkah. Dongeng tentangnya sudah melegenda bagi anak 1990-an yang menikmati kemeriahan Serie A sebelum uang dan popularitas bergeser ke Liga Primer Inggris. Tapi sialnya, saya tidak tahu asal-usul kata-kata itu kenapa bisa keluar dari seorang Cassano. Untuk siapa kata-kata itu? Dan ini pertanyaan yang paling penting: untuk apa dua kalimat bernas tersebut muncul dari mulut Cassano? Melihat pemain asal Bari ini, kita perlu keluar sejenak dari apa yang orang dewasa sering &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/27\/saya-ingin-seperti-antonio-cassano\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Saya Ingin Seperti Antonio Cassano&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":8126,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[69,75],"tags":[1368,129,109,122],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Saya Ingin Seperti Antonio Cassano | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Kita tak perlu tenggelam dalam kontroversi untuk mempertanyakan motivasi bermain sepak bola yang dimiliki Antonio Cassano saat ini.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/27\/saya-ingin-seperti-antonio-cassano\/\" \/>\n<link rel=\"next\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/27\/saya-ingin-seperti-antonio-cassano\/2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Saya Ingin Seperti Antonio Cassano | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kita tak perlu tenggelam dalam kontroversi untuk mempertanyakan motivasi bermain sepak bola yang dimiliki Antonio Cassano saat ini.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/27\/saya-ingin-seperti-antonio-cassano\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-07-27T04:30:23+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2017-07-27T05:17:01+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/27-Juli-Cassano-1200x674.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"674\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/27\/saya-ingin-seperti-antonio-cassano\/\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/27\/saya-ingin-seperti-antonio-cassano\/\",\"name\":\"Saya Ingin Seperti Antonio Cassano | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/27\/saya-ingin-seperti-antonio-cassano\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/27\/saya-ingin-seperti-antonio-cassano\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/27-Juli-Cassano-1200x674.jpg\",\"datePublished\":\"2017-07-27T04:30:23+00:00\",\"dateModified\":\"2017-07-27T05:17:01+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Kita tak perlu tenggelam dalam kontroversi untuk mempertanyakan motivasi bermain sepak bola yang dimiliki Antonio Cassano saat ini.\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/27\/saya-ingin-seperti-antonio-cassano\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/27\/saya-ingin-seperti-antonio-cassano\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/27-Juli-Cassano-1200x674.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/27-Juli-Cassano-1200x674.jpg\",\"width\":1200,\"height\":674,\"caption\":\"Antonio Cassano\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Saya Ingin Seperti Antonio Cassano | Football Tribe Indonesia","description":"Kita tak perlu tenggelam dalam kontroversi untuk mempertanyakan motivasi bermain sepak bola yang dimiliki Antonio Cassano saat ini.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/27\/saya-ingin-seperti-antonio-cassano\/","next":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/27\/saya-ingin-seperti-antonio-cassano\/2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Saya Ingin Seperti Antonio Cassano | Football Tribe Indonesia","og_description":"Kita tak perlu tenggelam dalam kontroversi untuk mempertanyakan motivasi bermain sepak bola yang dimiliki Antonio Cassano saat ini.","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/27\/saya-ingin-seperti-antonio-cassano\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2017-07-27T04:30:23+00:00","article_modified_time":"2017-07-27T05:17:01+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":674,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/27-Juli-Cassano-1200x674.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/27\/saya-ingin-seperti-antonio-cassano\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/27\/saya-ingin-seperti-antonio-cassano\/","name":"Saya Ingin Seperti Antonio Cassano | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/27\/saya-ingin-seperti-antonio-cassano\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/27\/saya-ingin-seperti-antonio-cassano\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/27-Juli-Cassano-1200x674.jpg","datePublished":"2017-07-27T04:30:23+00:00","dateModified":"2017-07-27T05:17:01+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Kita tak perlu tenggelam dalam kontroversi untuk mempertanyakan motivasi bermain sepak bola yang dimiliki Antonio Cassano saat ini.","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/27\/saya-ingin-seperti-antonio-cassano\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/27\/saya-ingin-seperti-antonio-cassano\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/27-Juli-Cassano-1200x674.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/27-Juli-Cassano-1200x674.jpg","width":1200,"height":674,"caption":"Antonio Cassano"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8125"}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8125"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8125\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8126"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8125"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8125"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8125"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}