{"id":8062,"date":"2017-07-26T08:15:18","date_gmt":"2017-07-26T01:15:18","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=8062"},"modified":"2017-07-26T13:12:39","modified_gmt":"2017-07-26T06:12:39","slug":"tentang-kurikulum-sepak-bola-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/26\/tentang-kurikulum-sepak-bola-indonesia\/","title":{"rendered":"Dari Ratu Tisha hingga Danurwindo dan Pandangan Mereka tentang Kurikulum Sepak Bola Indonesia"},"content":{"rendered":"<p>Indonesia memang tidak pernah kekurangan bakat-bakat sepak bola. Dengan jumlah penduduk yang hampir 250 juta jiwa, harusnya lebih mudah membentuk tim dengan kualitas mumpuni yang bisa mencapai prestasi level dunia atau setidaknya Asia. Dari Sabang sampai Merauke, tentunya banyak anak yang mempunyai kualitas permainan selevel pemain top Benua Biru.<\/p>\n<p>Namun, kenyataannya tidak semudah itu. Sejak timnas Indonesia meraih emas di cabang sepak bola SEA Games Manila tahun 1991, praktis Indonesia belum meraih gelar bergengsi. AFF, kita memang sering tampil cemerlang, namun di final belum pernah beruntung mengecap gelar juara. Di Asian Games (apalagi Olimpiade), jelas jauh membandingkan prestasi sepak bola kita dengan negara-negara seperti Jepang atau Korea Selatan. Lalu, salahnya di mana?<\/p>\n<p>Nah, baru-baru ini ada pembahasan mengenai kurikulum sepak bola Indonesia. Menurut Direktur Teknik PSSI, Danurwindo, jika ingin mencapai prestasi, tentunya butuh proses dan rencana jangka panjang serta target (setidaknya untuk sepuluh tahun ke depan).<\/p>\n<p>\u201cTentunya kita ingin agar ada teknik bermain yang bisa diterapkan untuk pembinaan usia dini. Kita menyebutnya bermain bola ala Indonesia,\u201d demikian penuturannya kepada FootballTribe.<\/p>\n<p>Sebenarnya seperti apa itu teknik bermain bola khas Indonesia? Menurut pria yang juga dikenal sebagai komentator pertandingan ini, bermain sepak bola khas Indonesia adalah yang bisa disesuaikan dengan kondisi fisik umumnya orang Indonesia.<\/p>\n<p>\u201cPostur tubuh orang Indonesia <em>kan<\/em> tidak terlalu tinggi, ya. Jadi fokusnya lebih ke penguasaan bola dan <em>ball positioning<\/em>. Tetapi panduan bermain ini masih dirumuskan lagi dan semoga bisa selesai di bulan September atau Oktober.<\/p>\n<p>Panduan bermain ini memang ditujukan untuk usia dini. Tentunya disesuaikan dengan kelompok umur. Kelompok U-6 hingga U-9 fokusnya bermain untuk kesenangan (menikmati permainan), sementara kelompok usia 10-13 tahun tahapnya pengenalan keahlian, usia 14-17 adalah aplikasi kemampuan dan diharapkan usia 18-19 tahun sudah siap bermain di level profesional.<\/p>\n<p>\u201cJika cara bermain seragam <em>kan<\/em> tidak terlalu butuh lama menyesuaikan diri saat pemain menjalani pelatihan untuk bermain di tim nasional. Karena dari klub, pola bermainnya sudah sama,\u201d ujar Danur.<\/p>\n<figure style=\"width: 996px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium\" src=\"https:\/\/cdns.klimg.com\/bola.net\/library\/upload\/20\/2016\/05\/ratu-tisha_4568d32.jpg\" width=\"996\" height=\"498\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Kredit: Bola.net<\/figcaption><\/figure>\n<h3><strong>Proyek jangka panjang<\/strong><\/h3>\n<p>Sementara itu, Sekjen PSSI terpilih yang baru, Ratu Tisha Destria, saat dihubungi Football Tribe Indonesia, menjelaskan bahwa dia lebih suka menyebutnya sebagai panduan bermain ala Indonesia ketimbang sebagai sebuah kurikulum.<\/p>\n<p>\u201cKarena kurikulum itu <em>kan<\/em> sifatnya sudah teknis ya, bagaimana penerapannya, pemain harus apa dan lain-lain,\u201d ujar perempuan berparas manis ini. Ratu Tisha juga menjelaskan bahwa perumusan cara bermain bola ini sudah dirumuskan dari dulu. Butuh sekitar setahun untuk melakukan riset dan membuat <em>grand design<\/em> kurikulum ini sudah dilakukan sekitar dua atau tiga bulan lalu.<\/p>\n<p>\u201cJadi, kalau dikatakan baru mulai sekarang, itu salah. Karena kita sudah melakukan riset ini sudah lama dan tidak main-main. Dari tahun-tahun sebelumnya, memang sudah ada pembahasan mengenai hal ini,\u201d ujarnya lebih lanjut kepada kami.<\/p>\n<p>Awal Agustus nanti, ujar Tisha, akan ada rapat PSSI yang melibatkan pelatih dan semua pemangku kepentingan sepak bola. Tentunya, pembahasan panduan bermain juga menjadi pokok bahasan dalam rapat tersebut.<\/p>\n<p>\u201cSaat ini, filosofi bermain bola ini sudah memasuki tahap <em>testing<\/em>. Dan kita mulai dari memberikan pelatihan terhadap pelatih-pelatih usia dini,\u201d ujar Tisha. Tisha sendiri juga menekankan bahwa penerapan cara bermain ini bukan proses instan. Karena seperti yang ia harapkan, hasilnya baru akan terlihat 6 sampai 7 tahun kemudian.<\/p>\n<p>Pembinaan usia dini memang bukan perkara sepele dan mencakup berbagai aspek. Dan tentunya, selain harus ada fasilitas yang memadai, pelatih yang berkualitas dan kompetisi liga usia dini yang berkelanjutkan juga sangat diperlukan.<\/p>\n<figure style=\"width: 780px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium\" src=\"http:\/\/assets-a1.juara.net\/assets\/new_uploaded\/images\/medium_6b82701f2633c82275028aeb4b6a6f12.jpg\" width=\"780\" height=\"390\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Kredit: Juara<\/figcaption><\/figure>\n<h3><strong>Pendapat pelatih<\/strong><\/h3>\n<p>Bagaimana tanggapan pelatih usia dini mengenai filosofi bermain khas Indonesia? Pelatih timnas U-16, Fachri Husaini saat dihubungi Football Tribe Indonesia di waktu yang sama, mengatakan sebenarnya tidak ada negara yang bisa mengklaim bahwa metode tertentu adalah permainan khas negerinya, karena sepak bola itu bahasa universal.<\/p>\n<p>Ketika kami minta pendapat mengenai penerapan ide bermain khas Indonesia, <em>coach <\/em>Fachri bilang, \u201cNah, itu Bung Danur yang lebih paham sebagai Direktur Teknik. Ini tentu harus ada sosialisasi ke pelatih-pelatih SSB dan pelatih usia dini. Tidak ada cara lain, PSSI pusat harus libatkan Asprov di tiap provinsi.\u201d<\/p>\n<p>Lebih lanjut, Fachri menjelaskan saat dirinya dan beberapa pelatih mengambil kursus untuk lisensi kepelatihan, filosofi sepak bola khas Indonesia ini sempat disinggung, namun hanya gambaran kasarnya saja. Belum sampai detail.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/bolanasional.co\/wp-content\/uploads\/2016\/05\/Fachri-Husaini.jpg\" width=\"673\" height=\"373\" \/><\/p>\n<h3><strong>Perlunya kompetisi kelompok umur<\/strong><\/h3>\n<p>Seperti kita sudah ketahui, bahwa bergulirnya kompetisi di segala kelompok umur secara rutin jelas diperlukan agar bakat-bakat sepak bola ini bisa terus berkarier dan tidak berhenti pertumbuhan kualitasnya ketika masuk di fase usia tertentu.<\/p>\n<p>\u201cSekarang berapa banyak pihak swasta yang mengadakan kompetisi U-14 atau di bawahnya? Tidak banyak, bukan? Dari 34 provinsi, berapa yang mengadakan kompetisi amatir? Kalau hal ini tidak berjalan rutin, ya bagaimana mau menerapkan kurikulum tersebut,\u201d ujar Fachri.<\/p>\n<p>Sudah waktunya semua pihak, baik PSSI, pemerintah dan semua pemangku kepentingan dalam sepak bola, memikirkan bagaimana menampung para bakat muda ini agar mereka bisa terus bermain dan membanggakan Indonesia di kemudian hari.<\/p>\n<p>Sudah waktunya juga tiap klub mempunyai akademi sepak bola untuk pembinaan usia dini. Memang, ini pekerjaan berat dan tidak semua klub juga siap secara finansial untuk bisa membentuk akademi usia dini. Namun, sudah waktunya hal tersebut dipikirkan agar pembinaan bisa terus berkelanjutan.<\/p>\n<p>Lekas berkembang sepak bola Indonesia!<\/p>\n<p><strong>Author: <em>Yasmeen Rasidi (<a class=\"ProfileHeaderCard-screennameLink u-linkComplex js-nav\" href=\"https:\/\/twitter.com\/melatee2512\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span class=\"username u-dir\" dir=\"ltr\">@<b class=\"u-linkComplex-target\">melatee2512<\/b><\/span><\/a>)<\/em><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Indonesia memang tidak pernah kekurangan bakat-bakat sepak bola. Dengan jumlah penduduk yang hampir 250 juta jiwa, harusnya lebih mudah membentuk tim dengan kualitas mumpuni yang bisa mencapai prestasi level dunia atau setidaknya Asia. Dari Sabang sampai Merauke, tentunya banyak anak yang mempunyai kualitas permainan selevel pemain top Benua Biru. Namun, kenyataannya tidak semudah itu. Sejak timnas Indonesia meraih emas di cabang sepak bola SEA Games Manila tahun 1991, praktis Indonesia belum meraih gelar bergengsi. AFF, kita memang sering tampil cemerlang, namun di final belum pernah beruntung mengecap gelar juara. Di Asian Games (apalagi Olimpiade), jelas jauh membandingkan prestasi sepak bola kita dengan negara-negara seperti Jepang atau Korea Selatan. Lalu, salahnya &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/26\/tentang-kurikulum-sepak-bola-indonesia\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Dari Ratu Tisha hingga Danurwindo dan Pandangan Mereka tentang Kurikulum Sepak Bola Indonesia&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":8063,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[88,86],"tags":[1470,129,105,1471,1469,224],"class_list":["post-8062","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bola","category-nasional","tag-danurwindo","tag-featured","tag-indonesia","tag-kurikulum-sepak-bola","tag-ratu-tisha","tag-sepak-bola"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Dari Ratu Tisha hingga Danurwindo dan Pandangan Mereka tentang Kurikulum Sepak Bola Indonesia | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Sudah waktunya semua pihak, baik PSSI, maupun pemerintah , memikirkan bagaimana menampung para bakat muda sepak bola ini agar mereka bisa terus terasah.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/26\/tentang-kurikulum-sepak-bola-indonesia\/\" \/>\n<link rel=\"next\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/26\/tentang-kurikulum-sepak-bola-indonesia\/2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Dari Ratu Tisha hingga Danurwindo dan Pandangan Mereka tentang Kurikulum Sepak Bola Indonesia | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Sudah waktunya semua pihak, baik PSSI, maupun pemerintah , memikirkan bagaimana menampung para bakat muda sepak bola ini agar mereka bisa terus terasah.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/26\/tentang-kurikulum-sepak-bola-indonesia\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-07-26T01:15:18+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2017-07-26T06:12:39+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/DE9NTm5VYAEh_g3.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1000\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"562\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/07\\\/26\\\/tentang-kurikulum-sepak-bola-indonesia\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/07\\\/26\\\/tentang-kurikulum-sepak-bola-indonesia\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"tribeindonesia\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"headline\":\"Dari Ratu Tisha hingga Danurwindo dan Pandangan Mereka tentang Kurikulum Sepak Bola Indonesia\",\"datePublished\":\"2017-07-26T01:15:18+00:00\",\"dateModified\":\"2017-07-26T06:12:39+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/07\\\/26\\\/tentang-kurikulum-sepak-bola-indonesia\\\/\"},\"wordCount\":850,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/07\\\/26\\\/tentang-kurikulum-sepak-bola-indonesia\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/07\\\/DE9NTm5VYAEh_g3.jpg\",\"keywords\":[\"Danurwindo\",\"Featured\",\"Indonesia\",\"Kurikulum Sepak Bola\",\"Ratu Tisha\",\"Sepak Bola\"],\"articleSection\":[\"Bola\",\"Nasional\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/07\\\/26\\\/tentang-kurikulum-sepak-bola-indonesia\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/07\\\/26\\\/tentang-kurikulum-sepak-bola-indonesia\\\/\",\"name\":\"Dari Ratu Tisha hingga Danurwindo dan Pandangan Mereka tentang Kurikulum Sepak Bola Indonesia | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/07\\\/26\\\/tentang-kurikulum-sepak-bola-indonesia\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/07\\\/26\\\/tentang-kurikulum-sepak-bola-indonesia\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/07\\\/DE9NTm5VYAEh_g3.jpg\",\"datePublished\":\"2017-07-26T01:15:18+00:00\",\"dateModified\":\"2017-07-26T06:12:39+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Sudah waktunya semua pihak, baik PSSI, maupun pemerintah , memikirkan bagaimana menampung para bakat muda sepak bola ini agar mereka bisa terus terasah.\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/07\\\/26\\\/tentang-kurikulum-sepak-bola-indonesia\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/07\\\/26\\\/tentang-kurikulum-sepak-bola-indonesia\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/07\\\/DE9NTm5VYAEh_g3.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/07\\\/DE9NTm5VYAEh_g3.jpg\",\"width\":1000,\"height\":562,\"caption\":\"Skuat timnas Indonesia U-16 di Piala AFF U-15 2017. Kredit: PSSI\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/author\\\/tribeindonesia\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Dari Ratu Tisha hingga Danurwindo dan Pandangan Mereka tentang Kurikulum Sepak Bola Indonesia | Football Tribe Indonesia","description":"Sudah waktunya semua pihak, baik PSSI, maupun pemerintah , memikirkan bagaimana menampung para bakat muda sepak bola ini agar mereka bisa terus terasah.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/26\/tentang-kurikulum-sepak-bola-indonesia\/","next":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/26\/tentang-kurikulum-sepak-bola-indonesia\/2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Dari Ratu Tisha hingga Danurwindo dan Pandangan Mereka tentang Kurikulum Sepak Bola Indonesia | Football Tribe Indonesia","og_description":"Sudah waktunya semua pihak, baik PSSI, maupun pemerintah , memikirkan bagaimana menampung para bakat muda sepak bola ini agar mereka bisa terus terasah.","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/26\/tentang-kurikulum-sepak-bola-indonesia\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2017-07-26T01:15:18+00:00","article_modified_time":"2017-07-26T06:12:39+00:00","og_image":[{"width":1000,"height":562,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/DE9NTm5VYAEh_g3.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/26\/tentang-kurikulum-sepak-bola-indonesia\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/26\/tentang-kurikulum-sepak-bola-indonesia\/"},"author":{"name":"tribeindonesia","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"headline":"Dari Ratu Tisha hingga Danurwindo dan Pandangan Mereka tentang Kurikulum Sepak Bola Indonesia","datePublished":"2017-07-26T01:15:18+00:00","dateModified":"2017-07-26T06:12:39+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/26\/tentang-kurikulum-sepak-bola-indonesia\/"},"wordCount":850,"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/26\/tentang-kurikulum-sepak-bola-indonesia\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/DE9NTm5VYAEh_g3.jpg","keywords":["Danurwindo","Featured","Indonesia","Kurikulum Sepak Bola","Ratu Tisha","Sepak Bola"],"articleSection":["Bola","Nasional"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/26\/tentang-kurikulum-sepak-bola-indonesia\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/26\/tentang-kurikulum-sepak-bola-indonesia\/","name":"Dari Ratu Tisha hingga Danurwindo dan Pandangan Mereka tentang Kurikulum Sepak Bola Indonesia | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/26\/tentang-kurikulum-sepak-bola-indonesia\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/26\/tentang-kurikulum-sepak-bola-indonesia\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/DE9NTm5VYAEh_g3.jpg","datePublished":"2017-07-26T01:15:18+00:00","dateModified":"2017-07-26T06:12:39+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Sudah waktunya semua pihak, baik PSSI, maupun pemerintah , memikirkan bagaimana menampung para bakat muda sepak bola ini agar mereka bisa terus terasah.","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/26\/tentang-kurikulum-sepak-bola-indonesia\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/26\/tentang-kurikulum-sepak-bola-indonesia\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/DE9NTm5VYAEh_g3.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/DE9NTm5VYAEh_g3.jpg","width":1000,"height":562,"caption":"Skuat timnas Indonesia U-16 di Piala AFF U-15 2017. Kredit: PSSI"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8062","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8062"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8062\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8063"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8062"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8062"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8062"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}