{"id":8014,"date":"2017-07-25T11:30:10","date_gmt":"2017-07-25T04:30:10","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=8014"},"modified":"2017-07-25T15:33:34","modified_gmt":"2017-07-25T08:33:34","slug":"hulk-kisah-sang-raksasa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/25\/hulk-kisah-sang-raksasa\/","title":{"rendered":"Hulk: Kisah Sang Raksasa yang Ditolak Eropa"},"content":{"rendered":"<p>Pagi itu menjadi salah satu momen terpenting dalam hidupnya. Seorang pemuda yang baru saja mengantongi izin kerja internasional, sedang mengemas barang-barangnya, bersiap untuk bertolak dari Brasil, terbang ke luar negeri demi melanjutkan karier di tim yang lebih kompetitif. Ke mana tujuannya? Jepang. Apa keperluannya? Tidak diketahui.<\/p>\n<p>Pemuda tersebut menyerahkan paspor beserta semua administrasi yang diperlukan pada petugas bandara. Di paspor laki-laki berusia 19 tahun itu, tertulis nama Givanildo Vieira de Souza. Siapakah dia? Tak ada yang tahu dan tak ada yang mau tahu saat itu. Ia berjalan memasuki pesawat dengan tenang, tak ada sorot kamera maupun puluhan pasang mata yang mengikuti gerak-geriknya.<\/p>\n<p>Dengan santai ia menaiki tangga pesawat, melirik sejenak ke tiket yang tertulis bulan Mei 2006, duduk di kursi yang sesuai dengan nomor di tiket dan menikmati perjalanan. Beberapa jam kemudian ia tiba di tempat tujuannya, disambut kehangatan Negeri Sakura yang sedang memasuki musim panas.<\/p>\n<p>Pemuda berambut agak keriting tadi kemudian menuju sebuah bangunan yang merupakan kantor dari klub sepak bola Kawasaki Frontale. Apa yang akan dia lakukan? Sekali lagi, tak ada yang tahu dan tak ada yang peduli. Ia memasuki bangunan tersebut, berbincang-bincang dengan beberapa orang dan singkat cerita ia menandatangani kontrak di klub yang berkompetisi di kasta tertinggi Liga Jepang tersebut.<\/p>\n<p>Beberapa hari kemudian ia memulai debutnya. Bermain di lapangan yang sangat jauh dari asalnya, ia tak dapat berbuat banyak. Hanya satu gol yang dicetaknya dari sebelas pertandingan, padahal ia berposisi penyerang. Namun karena pihak klub meyakini bahwa kemampuannya masih dapat berkembang, ia kemudian dipinjamkan ke klub kasta kedua Liga Jepang, Consadole Sapporo, pada Januari 2006.<\/p>\n<p>Di Sapporo, bakatnya mulai berkembang, kemampuannya semakin terasah dan uniknya, tubuhnya juga semakin mengembang. Bukan mengembang dalam artian obesitas, melainkan otot yang bertambah besar sehingga terlihat seperti raksasa di antara anak seumurannya.<\/p>\n<p>Kebetulan ia mengidolai Lou Ferrigno, aktor yang membintangi film serial <em>The Incredible Hulk<\/em>, sehingga ia mendapat julukan Hulk, sesuai dengan porsi tubuhnya.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/hulk-of-fc-porto-looks-on-during-the-liga-zon-sagres-match-between-fc-picture-id150743428?k=6&amp;m=150743428&amp;s=594x594&amp;w=0&amp;h=F25wupWK5zojoGGfI_YZcrbR9NF19eCydtmjroud7e8=\" alt=\"Hulk\" width=\"594\" height=\"396\" \/><\/p>\n<h3><strong>Penundaan yang berbuah manis<\/strong><\/h3>\n<p>Hulk muda merupakan anomali dari ratusan pemain muda Brasil. Bukan karena ukuran tubuhnya, tetapi karena setelah meninggalkan Brasil, ia melanjutkan kariernya di Jepang. Apa yang salah dari negaranya Sora Aoi dan Tsubasa Amami ini? Tidak ada yang salah dari negara itu, namun pilihan Hulk yang menetapkan Jepang sebagai pelabuhan kariernya adalah hal yang tak biasa bagi seorang pemain asal Brasil.<\/p>\n<p>Biasanya, bakat-bakat muda dari Negeri Samba menetapkan Portugal atau Spanyol sebagai batu loncatan untuk mengawali karier mereka di Eropa. Akan tetapi, Hulk tidak melakukannya, atau menunda lebih tepatnya.<\/p>\n<p>Setelah periode menyenangkan di Liga Jepang yang dilalui bersama Consadole Sapporo dan Tokyo Verdy, Hulk akhirnya berlabuh di Portugal, mengikuti jejak para rekan senegaranya yang sudah tidak terhitung lagi jumlahnya di sana. FC Porto adalah klub yang ia tuju.<\/p>\n<p>Musim pertama di Est\u00e1dio do Drag\u00e3o menorehkan kisah manis. Azuis e Brancos, julukan Porto, sukses mempertahankan titel liga domestik dengan trisula Latin maut di lini depan mereka. Hulk, Lisandro L\u00f3pez dan Cristian Rodr\u00edguez adalah jaminan gol di tim asuhan Jesualdo Ferreira kala itu.<\/p>\n<p>Musim berikutnya, Lisandro hengkang ke Lyon, namun Hulk kembali mendapat tandem yang tajam, bahkan lebih sempurna. Sang penyerang anyar tersebut bernama Radamel Falcao. Ditopang Raul Meireles dan Jo\u00e3o Moutinho di lini tengah, Porto bukanlah klub sembarangan saat itu.<\/p>\n<p>Meski bertubuh besar, Hulk adalah pemain yang lincah dan larinya kencang. Perpaduan pas dengan El Tigre yang memiliki naluri mencetak gol sangat tinggi. Di musim pertama mereka berduet, Falcao mencetak 34 gol di semua kompetisi. Di musim kedua, giliran Hulk yang unjuk gigi dengan 36 kali menjebol gawang lawan dari seluruh ajang.<\/p>\n<p>Namun kisah keduanya tak seawet asmara Edward Cullen dan Bella Swan. Porto, seperti klub-klub Liga Portugal lainnya laiknya Benfica atau Sporting Lisbon, harus menerima takdir mereka sebagai <em>recommended seller <\/em>bagi klub-klub papan atas Eropa.<\/p>\n<p>Agustus 2011, Falcao menerima tawaran besar dari Atl\u00e9tico Madrid dan pelatih yang meroketkan duet maut ini, Andr\u00e9 Villas-Boas, dipinang Chelsea sebulan sebelum Falcao hengkang. Namun nyatanya Hulk memang <em>incredible <\/em>alias luar biasa. Tanpa dua sosok kunci itu, Porto masih dapat ia bawa meraih titel Liga Portugal ketiganya dalam empat tahun terakhir.<\/p>\n<p>Di akhir musim, spekulasi pun merebak. Penyerang bongsor setinggi 180 sentimeter ini diisukan akan bereuni dengan Andr\u00e9 Villas-Boas di Chelsea. Beberapa klub di Liga Primer Inggris juga diberitakan menyatakan minat yang sama pada Hulk. Postur Hulk yang seperti binaragawan diyakini akan mempermudah masa adaptasinya di negeri penemu sepak bola itu.<\/p>\n<p>Namun terkadang rumor transfer hanyalah khayalan belaka\u2026<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/hulk-of-fc-zenit-st-petersburg-celebrates-his-goal-during-the-russian-picture-id518919982?k=6&amp;m=518919982&amp;s=594x594&amp;w=0&amp;h=92TsTwh_pOksTBl1ljdli9Y-EO8enodXEwuMJYEgvjg=\" alt=\"Hulk\" width=\"594\" height=\"396\" \/><\/p>\n<h3><strong>Tidak diminati Eropa<\/strong><\/h3>\n<p>Detik demi detik, hari demi hari dilalui Hulk tanpa ada satupun tawaran besar yang datang dari semenanjung Britania. Sudah sewajarnya Hulk mengharapkan nilai kontrak tinggi karena kualitas individu yang dimiliki dan rentetan gelar juara yang diraih.<\/p>\n<p>Lama sekali Hulk yang buas itu termenung, menunggu tawaran serius dari kontestas liga-liga top Eropa, namun yang dinanti tak kunjung datang. Bursa transfer Eropa sudah hampir ditutup dan Hulk masih berstatus pemain Porto. Akan tetapi, Tuhan selalu bersama mereka yang sabar.<\/p>\n<p>September 2012, tawaran besar itu datang. Bukan dari Inggris, Italia, Spanyol, apalagi Jerman, tapi dari Rusia! Sebuah negara di ujung utara Eropa yang sedang membangun kekuatan baru di sepak bola melalui tim kaya raya seperti Anzhi Makhachkala, CSKA Moscow dan Zenit Saint Petersburg. Nama terakhir adalah pelabuhan karier Hulk di negeri Vladimir Putin itu.<\/p>\n<p>Keputusan ini sangat mengecewakan banyak orang yang ingin melihat Hulk berkarier di liga-liga papan atas Eropa. Dengan kemampuan yang dimilikinya, Hulk lebih dari layak untuk melanjutkan kariernya di tiga besar liga domestik Eropa, menancapkan namanya di gim Fantasy Premier League (FPL) atau menjadi <em>headline <\/em>di media-media Italia atau Spanyol.<\/p>\n<p>Akan tetapi, tak ada satupun dari puluhan tim di sana yang berani mengajukan tawaran sebesar Zenit yang mencapai 37 juta euro plus bonus. Bersama Axel Witsel, Hulk menjadi rekrutan terbaru Zenit, sekaligus melahirkan konflik baru di kamar ganti Zenitchiki, julukan Zenit.<\/p>\n<p>Sang kapten, Igor Denisov, meminta kenaikan gaji yang setara dengan Hulk dan Witsel, namun manajemen menolaknya. Denisov kemudian dicadangkan dan dijual di akhir musim, padahal sejak kecil ia telah mengabdi di klub pemilik lima titel Liga Rusia itu.<\/p>\n<p>Suporter garis keras Zenit juga melancarkan protes pada manajemen perihal perekrutan Witsel dan Hulk. Mereka tidak ingin klub kesayangannya diperkuat oleh pemain berkulit gelap. Isu rasisme memang seringkali melanda Rusia dan ini bukan yang pertama kalinya.<\/p>\n<p>Akan tetapi, seperti tubuhnya yang sekuat baja, Hulk juga bermental baja. 76 gol dan 60 asis ia torehkan di Rusia, rataan golnya juga lebih tinggi dibandingkan ketika berseragam Porto. Dua titel domestik ia persembahkan untuk Zenit dan sekali meraih penghargaan pemain terbaik di tahun 2015.<\/p>\n<p>***<\/p>\n<p>Hulk adalah raksasa yang ditolak Eropa. Ia memang sempat bersinar di Porto dan Zenit, tetapi hingga detik ini dirinya sama sekali belum pernah mencicipi sepak bola Eropa sesungguhnya bersama tim-tim besar langganan juara Liga Champions.<\/p>\n<p>Juli tahun lalu, ia kembali membuat keputusan yang tidak populer. Di usia yang masih sangat produktif untuk berkiprah di Eropa, ia justru hijrah ke Liga Cina membela Shanghai SIPG. Meski lagi-lagi disayangkan banyak pihak, namun Hulk telah menemukan kenyamanan di sana.<\/p>\n<p>Dari 30 pertandingan, ia mengukir 20 gol dan 13 asis, jauh dari kata mengecewakan. Ia juga bermain reguler di tim utama dan tampil tajam di Liga Champions Asia.<\/p>\n<p>Hari ini, usianya menginjak angka 31 tahun. Usia yang terhitung masih kompetitif untuk bermain di liga-liga elite Eropa. Semoga suatu saat nanti dirimu dapat kembali ke Eropa, membabi-buta menghancurkan pertahanan lawan dan menenggelamkan mereka yang sempat meragukanmu.<\/p>\n<p><strong>Author: <\/strong><em><strong>Aditya Jaya Iswara (@joyoisworo)<\/strong><br \/>\n<\/em><em>Milanisti paruh waktu yang berharap Andriy Shevchenko kembali muda dan membawa AC Milan juara Liga Champions Eropa lagi.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pagi itu menjadi salah satu momen terpenting dalam hidupnya. Seorang pemuda yang baru saja mengantongi izin kerja internasional, sedang mengemas barang-barangnya, bersiap untuk bertolak dari Brasil, terbang ke luar negeri demi melanjutkan karier di tim yang lebih kompetitif. Ke mana tujuannya? Jepang. Apa keperluannya? Tidak diketahui. Pemuda tersebut menyerahkan paspor beserta semua administrasi yang diperlukan pada petugas bandara. Di paspor laki-laki berusia 19 tahun itu, tertulis nama Givanildo Vieira de Souza. Siapakah dia? Tak ada yang tahu dan tak ada yang mau tahu saat itu. Ia berjalan memasuki pesawat dengan tenang, tak ada sorot kamera maupun puluhan pasang mata yang mengikuti gerak-geriknya. Dengan santai ia menaiki tangga pesawat, melirik sejenak &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/25\/hulk-kisah-sang-raksasa\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Hulk: Kisah Sang Raksasa yang Ditolak Eropa&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":8054,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[89],"tags":[129,1464,122],"class_list":["post-8014","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kolom","tag-featured","tag-hulk","tag-slider"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Hulk: Kisah Sang Raksasa yang Ditolak Eropa | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Sempat bersinar di Porto dan Zenit, tetapi hingga detik Hulk belum pernah mencicipi sepak bola Eropa sesungguhnya bersama tim-tim besar Eropa.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/25\/hulk-kisah-sang-raksasa\/\" \/>\n<link rel=\"next\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/25\/hulk-kisah-sang-raksasa\/2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Hulk: Kisah Sang Raksasa yang Ditolak Eropa | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Sempat bersinar di Porto dan Zenit, tetapi hingga detik Hulk belum pernah mencicipi sepak bola Eropa sesungguhnya bersama tim-tim besar Eropa.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/25\/hulk-kisah-sang-raksasa\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-07-25T04:30:10+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2017-07-25T08:33:34+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/Hulk-1200x674px-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"674\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/07\\\/25\\\/hulk-kisah-sang-raksasa\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/07\\\/25\\\/hulk-kisah-sang-raksasa\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"tribeindonesia\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"headline\":\"Hulk: Kisah Sang Raksasa yang Ditolak Eropa\",\"datePublished\":\"2017-07-25T04:30:10+00:00\",\"dateModified\":\"2017-07-25T08:33:34+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/07\\\/25\\\/hulk-kisah-sang-raksasa\\\/\"},\"wordCount\":1223,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/07\\\/25\\\/hulk-kisah-sang-raksasa\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/07\\\/Hulk-1200x674px-1.jpg\",\"keywords\":[\"Featured\",\"Hulk\",\"Slider\"],\"articleSection\":[\"Kolom\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/07\\\/25\\\/hulk-kisah-sang-raksasa\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/07\\\/25\\\/hulk-kisah-sang-raksasa\\\/\",\"name\":\"Hulk: Kisah Sang Raksasa yang Ditolak Eropa | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/07\\\/25\\\/hulk-kisah-sang-raksasa\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/07\\\/25\\\/hulk-kisah-sang-raksasa\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/07\\\/Hulk-1200x674px-1.jpg\",\"datePublished\":\"2017-07-25T04:30:10+00:00\",\"dateModified\":\"2017-07-25T08:33:34+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Sempat bersinar di Porto dan Zenit, tetapi hingga detik Hulk belum pernah mencicipi sepak bola Eropa sesungguhnya bersama tim-tim besar Eropa.\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/07\\\/25\\\/hulk-kisah-sang-raksasa\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/07\\\/25\\\/hulk-kisah-sang-raksasa\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/07\\\/Hulk-1200x674px-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/07\\\/Hulk-1200x674px-1.jpg\",\"width\":1200,\"height\":674,\"caption\":\"Hulk\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/author\\\/tribeindonesia\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Hulk: Kisah Sang Raksasa yang Ditolak Eropa | Football Tribe Indonesia","description":"Sempat bersinar di Porto dan Zenit, tetapi hingga detik Hulk belum pernah mencicipi sepak bola Eropa sesungguhnya bersama tim-tim besar Eropa.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/25\/hulk-kisah-sang-raksasa\/","next":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/25\/hulk-kisah-sang-raksasa\/2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Hulk: Kisah Sang Raksasa yang Ditolak Eropa | Football Tribe Indonesia","og_description":"Sempat bersinar di Porto dan Zenit, tetapi hingga detik Hulk belum pernah mencicipi sepak bola Eropa sesungguhnya bersama tim-tim besar Eropa.","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/25\/hulk-kisah-sang-raksasa\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2017-07-25T04:30:10+00:00","article_modified_time":"2017-07-25T08:33:34+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":674,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/Hulk-1200x674px-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/25\/hulk-kisah-sang-raksasa\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/25\/hulk-kisah-sang-raksasa\/"},"author":{"name":"tribeindonesia","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"headline":"Hulk: Kisah Sang Raksasa yang Ditolak Eropa","datePublished":"2017-07-25T04:30:10+00:00","dateModified":"2017-07-25T08:33:34+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/25\/hulk-kisah-sang-raksasa\/"},"wordCount":1223,"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/25\/hulk-kisah-sang-raksasa\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/Hulk-1200x674px-1.jpg","keywords":["Featured","Hulk","Slider"],"articleSection":["Kolom"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/25\/hulk-kisah-sang-raksasa\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/25\/hulk-kisah-sang-raksasa\/","name":"Hulk: Kisah Sang Raksasa yang Ditolak Eropa | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/25\/hulk-kisah-sang-raksasa\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/25\/hulk-kisah-sang-raksasa\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/Hulk-1200x674px-1.jpg","datePublished":"2017-07-25T04:30:10+00:00","dateModified":"2017-07-25T08:33:34+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Sempat bersinar di Porto dan Zenit, tetapi hingga detik Hulk belum pernah mencicipi sepak bola Eropa sesungguhnya bersama tim-tim besar Eropa.","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/25\/hulk-kisah-sang-raksasa\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/25\/hulk-kisah-sang-raksasa\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/Hulk-1200x674px-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/Hulk-1200x674px-1.jpg","width":1200,"height":674,"caption":"Hulk"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8014","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8014"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8014\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8054"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8014"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8014"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8014"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}