{"id":7802,"date":"2017-07-20T10:30:36","date_gmt":"2017-07-20T03:30:36","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=7802"},"modified":"2017-07-20T09:23:45","modified_gmt":"2017-07-20T02:23:45","slug":"10-cerita-sengketa-nomor-punggung","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/20\/10-cerita-sengketa-nomor-punggung\/","title":{"rendered":"10 Cerita Sengketa Nomor Punggung di Dunia Sepak Bola"},"content":{"rendered":"<p>Di dunia olahraga, dalam hal ini sepak bola, nomor punggung bukan semata-mata angka yang tertera di bagian belakang kostum tim. Lebih dari itu, nomor punggung bisa mencerminkan status dalam tim, hingga pada identitas diri. Fakta tersebut membuat nomor punggung kerap jadi rebutan sesama penggawa tim. Sebagian besar berakhir dengan baik, tapi ada juga yang sampai melibatkan pihak klub.<\/p>\n<p>Biasanya sengketa atau rebutan nomor punggung terjadi saat atau usai berlangsungnya bursa transfer. Pemain anyar yang kadung identik dengan angka tertentu, terkadang punya permintaan khusus. Alhasil, tak sedikit pemain lama yang akhirnya mengalah demi mengakomodir hal tersebut. Teranyar, Roberto Firmino mesti merelakan nomor 11 yang dikenakannya sejak tiba di Liverpool, seiring kedatangan Mohamed Salah.<\/p>\n<p>Sementara di Genoa, perebutan nomor punggung sampai harus diselesaikan dengan lelang. Tak hanya di Eropa, fenomena ini juga terjadi di sepak bola Indonesia. Dua pemain Persepam Madura Utama sempat melakukan suten atau <em>suitan<\/em> jari agar bisa mendapat nomor punggung yang diinginkan.<\/p>\n<p>Simak daftar cerita selengkapnya di sini:<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/in-paris-06051998-inter-mailand-mannschaftsfoto-hintere-reihe-vlks-ze-picture-id52927054?k=6&amp;m=52927054&amp;s=594x594&amp;w=0&amp;h=G4YLyVDrtt9tke96272fr-VrGO0QdSWJC78GxVu_y6E=\" width=\"594\" height=\"388\" \/><\/p>\n<h3><strong>Roberto Baggio, Nazario Ronaldo dan Ivan Zamorano (Internazionale Milano)<\/strong><\/h3>\n<p>Sengketa bermula setelah nomor punggung 10 yang digunakan Ronaldo sejak awal kedatangannya di Internazionale Milano, hendak dipakai rekrutan anyar, Roberto Baggio dari Bologna. Pemain bernama lengkap Ronaldo Luiz Nazario de Lima itu kemudian pindah ke nomor 9 dan meminta izin pemilik sebelumnya, Ivan Zamorano.<\/p>\n<p>Ronaldo kala itu kabarnya beralasan memilih nomor 9 sesuai dengan yang dikenakannya di timnas Brasil. Zamorano akhirnya melepas nomor tersebut ke Ronaldo dan memakai nomor punggung baru, 18. Sekilas tak ada yang aneh dari nomor tersebut, tapi saat kostum bagian belakang Zamorano diamati lebih dekat, ada tanda plus atau 1+8 yang seakan membuatnya tetap mengenakan nomor 9.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/bola.rakyatku.com\/thumbs\/img_660_442_tak-ada-di_1487921523mo_5.jpg\" width=\"610\" height=\"442\" \/><\/p>\n<h3><strong>Raphael Maitimo dan Zulkifli Syukur (PSM Makassar)<\/strong><\/h3>\n<p>Jelang gelaran Piala Presiden 2017, PSM Makassar mendatangkan banyak pemain anyar yang dua di antaranya adalah Raphael Maitimo dan Zulkifli Syukur. Baik Maitimo dan Zulkifli, belakangan identik dengan nomor punggung 8 dan 3. Namun sayangnya, nomor tersebut sudah terisi di skuat Juku Eja. Tak main-main, nomor 8 dipakai kapten tim Syamsul Bachri Haeruddin, sementara 3 dimiliki Ferdinand Alfred Sinaga.<\/p>\n<p>Pada kasus Maitimo, selain 8 ada dua opsi yang sejak awal dikabarkan terpikirkan olehnya, yakni nomor 17 dan 23. Lagi-lagi, nomor punggung tersebut sudah dipakai Rasyid Bakri dan Hamka Hamzah. Pemain yang kini bermain untuk Persib Bandung itu akhirnya memilih nomor 10 seperti yang dikenakannya bersama Bali Devata. Sementara Zulkifli, mengakalinya dengan nomor punggung 33.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<figure style=\"width: 594px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/alexander-merkel-of-genoa-cfc-looks-on-during-the-serie-a-match-cfc-picture-id130687670?k=6&amp;m=130687670&amp;s=594x594&amp;w=0&amp;h=Is9DsPJ_6318W5OswfeKMNeHtvqxQoomEscpFOcXq7s=\" alt=\"Alexander Merkel\" width=\"594\" height=\"467\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Alexander Merkel.<\/figcaption><\/figure>\n<h3><strong>Alexander Merkel dan Cristobal Jorquera (Genoa)<\/strong><\/h3>\n<p>Salah satu kisah sengketa nomor punggung paling unik melibatkan dua pemain Genoa, Alexander Merkel dan Cristobal Jorquera, medio 2012 silam. Peristiwa berawal setelah Valter Birsa yang mengenakan nomor 10 di Il Grifoni, memutuskan hengkang. Warisan tersebut diminta oleh Merkel sepulangnya dari masa peminjaman di AC Milan.<\/p>\n<p>Sayangnya, Merkel bukan satu-satunya peminat. Jorquera yang musim sebelumnya memakai nomor 19, secara khusus meminta Genoa untuk memberikan peninggalan Birsa kepadanya. Pihak klub akhirnya memutuskanya lewat lelang amal di mana penawar tertinggi berhak mendapat nomor keramat tersebut. Merkel keluar sebagai pemenangnya meski tak lama kemudian ia pindah ke Udinese hanya dalam kurun setengah musim.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/zlatan-ibrahimovic-of-manchester-united-celebrates-after-scoring-to-picture-id645591132?k=6&amp;m=645591132&amp;s=594x594&amp;w=0&amp;h=1N64uIWiv6EeTUKQhHOAhnRPaCDfrRoguLAVzZ3Xv80=\" width=\"594\" height=\"391\" \/><\/p>\n<h3><strong>Anthony Martial dan Zlatan Ibrahimovic (Manchester United)<\/strong><\/h3>\n<p>Sengketa kali ini berhubungan dengan <em>brand <\/em>pribadi sang pemain. Bentuk protes unik dilakukan Anthony Martial saat harus merelakan nomor punggung 9 miliknya ke rekrutan baru Manchester United musim lalu, Zlatan Ibrahimovic. Martial yang sudah mengidentifikasikan <em>brand<\/em>-nya lewat AM9, melakukan \u2018protes\u2019 dengan tiba-tiba mengunggah fotonya dengan nomor punggung tersebut di media sosial.<\/p>\n<p>Sayangnya, aksi Martial tak berbuah apapun. Dia tetap harus mengubah nomor punggung dari 9 menjadi 11. Ironisnya, Ibrahimovic hanya bertahan semusim di Old Trafford dan membuat nomor 9 jadi lowong. Alih-alih kembali mengenakannya, Martial tetap setia dengan nomor barunya dan \u2018memberikan\u2019 pemain anyar, Romelu Lukaku, kesempatan mendapatkan warisan Ibrahimovic.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<figure style=\"width: 700px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium\" src=\"http:\/\/cdn2.tstatic.net\/sumsel\/foto\/bank\/images\/bayu-gatra_20160405_081026.jpg\" width=\"700\" height=\"393\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Bayu Gatra. Kredit: Tribun<\/figcaption><\/figure>\n<h3><strong>Ridwan, Teja Paku Alam dan Bayu Gatra (Sriwijaya FC)<\/strong><\/h3>\n<p>Hampir serupa dengan situasi di PSM Makassar, kedatangan gerbong pemain ke Sriwijaya FC pada 2016 lalu menyisakan polemik tersendiri. Beberapa penggawa baru yang sudah identik dengan nomor tertentu harus rela mengubahnya. Salah satu contoh kasusnya adalah ketika tiga pemain sekaligus, Muhammad Ridwan, Teja Paku Alam dan Bayu Gatra, menginginkan nomor 23.<\/p>\n<p>Dua nama terakhir akhirnya mengalah dari seniornya. Teja mengenakan nomor 94 merujuk pada tahun kelahirannya, sementara Bayu mengambil angka keramat 10, yang pernah dipakainya saat masih di level junior. Selain 23, nomor 15 juga akhirnya membuat Hapit Ibrahim mengalah untuk memberikan tempat bagi gelandang senior, Firman Utina.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/gabriel-batistuta-and-vincenzo-montella-of-as-roma-celebrate-during-picture-id679250120?k=6&amp;m=679250120&amp;s=594x594&amp;w=0&amp;h=FPQkuz7QgtFu8Uj4D8LSICng09Jz8MMQMijcUlRTTg0=\" width=\"594\" height=\"475\" \/><\/p>\n<h3><strong>Gabriel Batistuta dan Vincenzo Montella (AS Roma)<\/strong><\/h3>\n<p>Datang ke AS Roma dengan status juru gedor hebat Fiorentina pada tahun 2000 silam, Gabriel Batistuta <em>toh<\/em> tak bisa mendapatkan semua yang diinginkannya. Identik dengan nomor punggung khas penyerang tengah murni yakni nomor 9, pemain kelahiran Argentina itu tak bisa berbuat banyak saat permintaannya ditolak pemilik angka tersebut di I Giallorossi, Vincenzo Montella.<\/p>\n<p>Enggan jadi polemik, Batistuta akhirnya memilih nomor 18. Pada musim kedua, dia berganti nomor, tapi bukan ke nomor 9, melainkan nomor 20. Usut punya usut, nomor itu dipilih berdasarkan jumlah golnya di tahun perdana bersama Roma yang berbuah Scudetto di musim 2000\/2001.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/cdn0-a.production.images.static6.com\/2pvSKKMcsLr9DUw_ELHCVjJdeCA=\/673x373\/smart\/filters:quality(75):strip_icc():format(jpeg)\/liputan6-media-production\/medias\/1249526\/original\/080078200_1464624184-Vicky_Dwi_Herdian_dan_Fajar_Legian_Siswanto_pakai_kaos_terakhir_milik_Persepam_Madura_Utama_di_ISC_B.__Foto__ROBBY_FIRLY_.jpg\" width=\"673\" height=\"373\" \/><\/p>\n<h3><strong>Vicky Dwi dan Fajar Legian (Persepam Madura Utama)<\/strong><\/h3>\n<p>Selain punya beban tersendiri dan dianggap keramat, nomor punggung 10 tetap jadi primadona dan pilihan utama para pesepak bola, tak ketinggalan bagi mereka yang ada di Indonesia. Pada turnamen Torabika Soccer Championship (TSC) B 2016, dua pemain anyar Persepam Madura Utama, Vicky Dwi Herdian dan Fajar Legian Siswanto, berebut nomor punggung 10 yang memang masih tersisa.<\/p>\n<p>Fajar berhak mendapatkan nomor tersebut setelah menang suten atau <em>suitan<\/em> ala <em>hompimpah<\/em> dengan Vicky. Tak hanya nomor 10, Fajar kemudian didapuk sebagai kapten tim untuk beberapa kesempatan. Sementara Vicky sendiri akhirnya menggunakan nomor punggung 88. Bagi keduanya, nomor punggung salah satunya didefinisikan sebagai keberuntungan.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/football-uefa-champions-league-quarterfinal-1st-leg-4th-april-2000-picture-id78951534?k=6&amp;m=78951534&amp;s=594x594&amp;w=0&amp;h=i01VytNAqG-vPDB9yRzNVu2WQoJ7xgsu-wt8UJ5Pjk0=\" width=\"594\" height=\"517\" \/><\/p>\n<h3><strong>Ronaldo dan Fernando Morientes (Real Madrid)<\/strong><\/h3>\n<p>Nama Ronaldo Nazario kembali menghiasi daftar setelah megatransfernya ke Real Madrid menyisakan cerita menarik. Ronaldo bersikukuh mengenakan nomor punggung 9. Sayangnya nomor tersebut dimiliki penyerang lokal Los Blancos, Fernando Morientes. Sang pemain terus menolak permintaan tersebut hingga akhirnya Ronaldo menggunakan nomor 11.<\/p>\n<p>Pemain berjuluk O Fenomeno itu akhirnya mendapat nomor punggung 9 setelah Morientes hijrah ke AS Monaco, musim 2003\/2004. Tahun 2007, dia pindah ke Milan dan kembali mengalah, lewat nomor punggung unik: 99. Ronaldo kembali menggunakan nomor 9 saat kembali ke Brasil dengan memperkuat Corinthians, klub terakhirnya sebelum pensiun sebagai pesepak bola.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<figure style=\"width: 700px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"http:\/\/bolaindo.com\/wp-content\/uploads\/2016\/10\/Tri-Yudha-Handoko.jpg\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"393\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Tri Yudha Handoko (PSMS)<\/figcaption><\/figure>\n<h3><strong>Tri Yudha Handoko dan Dede Ariandi (PSMS Medan)<\/strong><\/h3>\n<p>Bukan nomor 9 atau 10, angka 24 berarti lebih bagi seorang Tri Yudha Handoko, mengingat itu adalah pertengahan dari tanggal kelahiran dia dan istri. Nomor itu juga yang hendak dipakai saat memperkuat PSMS Medan, 2013 lalu. Namun rencana Yudha sempat terhalang karena pemain lainnya, Dede Ariandi, juga menginginkannya.<\/p>\n<p>Keduanya lantas sampai harus mendatangi sekretaris tim, Fityan Hamdi, seperti dilansir <em>Sindonews. <\/em>Dede yang lebih senior akhirnya mengalah dan memilih nomor 38. Masih di tim yang sama dengan situasi berbalik, dialami Dodi Rahwana dan Andre Oki Sitepu yang berebut nomor 11. Kali ini yang mengalah adalah pemain junior, Andre Oki.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/cristiano-ronaldo-of-real-madrid-stands-flanked-by-raul-gonzalez-the-picture-id97655030?k=6&amp;m=97655030&amp;s=594x594&amp;w=0&amp;h=6A6xbN0KyC18AxSkStnGQMMeWrbFNofMY-VtVLjE8W4=\" width=\"594\" height=\"440\" \/><\/p>\n<h3><strong>Cristiano Ronaldo dan Raul Gonzales (Real Madrid)<\/strong><\/h3>\n<p>Cristiano Ronaldo boleh berstatus pemain dengan nilai transfer termahal di dunia kala didatangkan Real Madrid dari Manchester United, 2009 lalu. Namun, bukan berarti dirinya bisa menyingkirkan, dalam hal ini nomor punggung, ikon tim, Raul Gonzales. Ronaldo yang kadung dikenal dengan sebutan CR7, akhirnya memilih pakai nomor punggung 9.<\/p>\n<p>Ronaldo akhirnya kembali bereuni dengan nomor 7 setelah Raul pindah ke Schalke 04. Hingga saat ini, pemain berusia 32 tahun itu identik dengan angka 7 baik di Los Blancos maupun timnas Portugal di mana sudah banyak trofi yang dipersembahkannya dengan nomor punggung tersebut.<\/p>\n<p><strong>Author: <\/strong><em><strong>Perdana Nugroho<\/strong><br \/>\n<\/em><em>Penulis bisa ditemui di akun Twitter <a class=\"ProfileHeaderCard-screennameLink u-linkComplex js-nav\" href=\"https:\/\/twitter.com\/harnugroho\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span class=\"username u-dir\" dir=\"ltr\">@<b class=\"u-linkComplex-target\">harnugroho<\/b><\/span><\/a><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Di dunia olahraga, dalam hal ini sepak bola, nomor punggung bukan semata-mata angka yang tertera di bagian belakang kostum tim. Lebih dari itu, nomor punggung bisa mencerminkan status dalam tim, hingga pada identitas diri. Fakta tersebut membuat nomor punggung kerap jadi rebutan sesama penggawa tim. Sebagian besar berakhir dengan baik, tapi ada juga yang sampai melibatkan pihak klub. Biasanya sengketa atau rebutan nomor punggung terjadi saat atau usai berlangsungnya bursa transfer. Pemain anyar yang kadung identik dengan angka tertentu, terkadang punya permintaan khusus. Alhasil, tak sedikit pemain lama yang akhirnya mengalah demi mengakomodir hal tersebut. Teranyar, Roberto Firmino mesti merelakan nomor 11 yang dikenakannya sejak tiba di Liverpool, seiring kedatangan &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/20\/10-cerita-sengketa-nomor-punggung\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;10 Cerita Sengketa Nomor Punggung di Dunia Sepak Bola&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":7803,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[93,90],"tags":[129,1386],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>10 Cerita Sengketa Nomor Punggung di Dunia Sepak Bola | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Di dunia olahraga, dalam hal ini sepak bola, nomor punggung bukan semata-mata angka yang tertera di bagian belakang kostum tim.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/20\/10-cerita-sengketa-nomor-punggung\/\" \/>\n<link rel=\"next\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/20\/10-cerita-sengketa-nomor-punggung\/2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"10 Cerita Sengketa Nomor Punggung di Dunia Sepak Bola | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Di dunia olahraga, dalam hal ini sepak bola, nomor punggung bukan semata-mata angka yang tertera di bagian belakang kostum tim.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/20\/10-cerita-sengketa-nomor-punggung\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-07-20T03:30:36+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2017-07-20T02:23:45+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/523976630.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"594\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"412\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/20\/10-cerita-sengketa-nomor-punggung\/\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/20\/10-cerita-sengketa-nomor-punggung\/\",\"name\":\"10 Cerita Sengketa Nomor Punggung di Dunia Sepak Bola | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/20\/10-cerita-sengketa-nomor-punggung\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/20\/10-cerita-sengketa-nomor-punggung\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/523976630.jpg\",\"datePublished\":\"2017-07-20T03:30:36+00:00\",\"dateModified\":\"2017-07-20T02:23:45+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Di dunia olahraga, dalam hal ini sepak bola, nomor punggung bukan semata-mata angka yang tertera di bagian belakang kostum tim.\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/20\/10-cerita-sengketa-nomor-punggung\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/20\/10-cerita-sengketa-nomor-punggung\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/523976630.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/523976630.jpg\",\"width\":594,\"height\":412,\"caption\":\"Nomor Punggung\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"10 Cerita Sengketa Nomor Punggung di Dunia Sepak Bola | Football Tribe Indonesia","description":"Di dunia olahraga, dalam hal ini sepak bola, nomor punggung bukan semata-mata angka yang tertera di bagian belakang kostum tim.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/20\/10-cerita-sengketa-nomor-punggung\/","next":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/20\/10-cerita-sengketa-nomor-punggung\/2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"10 Cerita Sengketa Nomor Punggung di Dunia Sepak Bola | Football Tribe Indonesia","og_description":"Di dunia olahraga, dalam hal ini sepak bola, nomor punggung bukan semata-mata angka yang tertera di bagian belakang kostum tim.","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/20\/10-cerita-sengketa-nomor-punggung\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2017-07-20T03:30:36+00:00","article_modified_time":"2017-07-20T02:23:45+00:00","og_image":[{"width":594,"height":412,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/523976630.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/20\/10-cerita-sengketa-nomor-punggung\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/20\/10-cerita-sengketa-nomor-punggung\/","name":"10 Cerita Sengketa Nomor Punggung di Dunia Sepak Bola | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/20\/10-cerita-sengketa-nomor-punggung\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/20\/10-cerita-sengketa-nomor-punggung\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/523976630.jpg","datePublished":"2017-07-20T03:30:36+00:00","dateModified":"2017-07-20T02:23:45+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Di dunia olahraga, dalam hal ini sepak bola, nomor punggung bukan semata-mata angka yang tertera di bagian belakang kostum tim.","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/20\/10-cerita-sengketa-nomor-punggung\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/20\/10-cerita-sengketa-nomor-punggung\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/523976630.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/523976630.jpg","width":594,"height":412,"caption":"Nomor Punggung"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7802"}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7802"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7802\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7803"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7802"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7802"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7802"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}