{"id":7761,"date":"2017-07-19T11:20:51","date_gmt":"2017-07-19T04:20:51","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=7761"},"modified":"2017-07-19T12:51:53","modified_gmt":"2017-07-19T05:51:53","slug":"pesepak-bola-yang-bersinar-satu-musim","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/19\/pesepak-bola-yang-bersinar-satu-musim\/","title":{"rendered":"Para Pesepak Bola yang Hanya Bersinar Selama Satu Musim"},"content":{"rendered":"<p>Dunia sepak bola adalah dunia yang keras. Banyak bakat bertebaran, namun hanya sedikit yang bisa bertahan dan tampil stabil dalam jangka waktu lama. Tidak semua pemain bisa seperti Zlatan Ibrahimovic yang tiap memperkuat tim selalu membawa tim tersebut meraih trofi.<\/p>\n<p>Atau seperti karier istimewa Clarence Seedorf yang bisa meraih gelar Liga Champions Eropa untuk tiga klub berbeda (Ajax Amsterdam, Real Madrid dan AC Milan). Dan sulit juga mencari kiper selevel Gianluigi Buffon yang masih diandalkan Juventus dan tim nasional Italia menjelang usia kepala empat dan hebatnya, ia selalu konsisten.<\/p>\n<p>Namun, kita juga melihat banyak pemain berbakat yang karier sepak bolanya tidak bertahan lama. Sebut saja Marco van Basten. Di era akhir 1980-an dan 1990-an, van Basten menjadi idola berkat penampilannya saat membela Belanda yang jadi juara Eropa 1988 dan saat bermain bersama AC Milan.<\/p>\n<p>Sayangnya, cedera pergelangan kaki yang berkepanjangan memaksanya pensiun tahun 1995. Di era sekarang ada Fabrice Muamba yang lebih tragis lagi nasibnya. Terkena serangan jantung saat timnya Bolton Wanderers melawan Tottenham Hotspurs di Piala FA, Muamba harus pensiun di usia yang sangat muda: 24 tahun. Usia di mana harusnya pemain tengah menikmati peningkatan performa dan masa keemasannya.<\/p>\n<p>Namun selain itu, ada juga pemain yang hanya menjadi sensasi selama satu musim saja lalu nasibnya entah ke mana setelahnya. Siapa saja mereka yang masuk dalam pilihan kami?<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/emmanuel-adebayor-of-arsenal-celebrates-his-second-goal-during-the-picture-id523989744?k=6&amp;m=523989744&amp;s=594x594&amp;w=0&amp;h=PhJp3YwM7H_-MIGm6FL1nWRF6Qd1vZS1zaUwCBN-ahg=\" alt=\"Emmanuel Adebayor\" width=\"594\" height=\"425\" \/><\/p>\n<h3><strong>Emmanuel Adebayor <\/strong><\/h3>\n<p>Sedikit mengundang perdebatan memasukkan penyerang Togo ini ke dalam daftar <em>one season wonder<\/em><em>, <\/em>tetapi demi menyenangkan editor kami yang seorang suporter Arsenal, nama beliau harus dimasukkan. Masa keemasan penyerang jangkung ini adalah musim 2007\/2008 bersama Arsenal. Torehan golnya mencapai 30 gol saat itu!<\/p>\n<p>Setelah itu, Adebayor hijrah ke Manchester City, Real Madrid dan Tottenham Hotspurs. Memang, Adebayor masih mencetak gol, namun permainannya <a href=\"https:\/\/www.sundaypost.com\/sport\/football\/one-season-wonders-footballers-who-were-great-for-a-single-season\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">tidak secemerlang saat masih bersama The Gunners.<\/a><\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/michu-of-swansea-city-in-action-during-the-barclays-premier-league-picture-id181537194?k=6&amp;m=181537194&amp;s=594x594&amp;w=0&amp;h=xk3aBRzKJlPqoiPdu7xIdQfumWWInMTSNSGQMm86hJA=\" alt=\"Michu\" width=\"594\" height=\"442\" \/><\/p>\n<h3><strong>Michu<\/strong><\/h3>\n<p>Ada yang kenal Miguel Perez Cuesta? Pasti tidak. Tetapi Michu? Pasti kenal, bukan? Nah kedua nama tersebut adalah orang yang sama! Michu menjadi idola saat diboyong dari Rayo Vallecano ke Swansea City musim 2012\/2013 yang saat itu masih dilatih legenda Denmark. Michael Laudrup.<\/p>\n<p>Bersama The Swans, Michu mencetak 22 gol dan berhasil membawa klub barunya meraih gelar Piala Liga dengan mengalahkan Bradford 5-0. Sayangnya, setelah itu penampilannya merosot karena cedera. Dipinjamkan ke Napoli musim 2014\/2015 (yang saat itu masih dilatih Rafael Benitez), ia hanya tampil sebanyak enam kali.<\/p>\n<p>Lalu, Michu pulang kampung dan bergabung ke klub Divisi Empat, Langreo, sebelum pindah ke klub masa kecilnya, Real Oviedo. Sekalipun kontraknya masih tersisa setahun lagi, Michu akhirnya memutuskan tidak bermain di musim 2017\/2018 alias <a href=\"http:\/\/www.dailymail.co.uk\/sport\/football\/article-4703802\/Ex-Swansea-star-Michu-retires-football-injury.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">pensiun di usia 31 tahun akibat cedera berkepanjangan.<\/a> Di tim nasional Spanyol, Michu sempat menjadi pemain saat kualifikasi Piala Dunia 2014 melawan Belarus setahun sebelumnya. Sayang betul, ya?<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/world-cup-semi-final-naples-italy-3rd-july-italy-1-v-argentina-1-picture-id79035545?k=6&amp;m=79035545&amp;s=594x594&amp;w=0&amp;h=rjs4kEM5g-tTtL4KvkHTrhlqeut9mkrJYxoFEOBgAjI=\" alt=\"Salvatore Schillaci\" width=\"594\" height=\"418\" \/><\/p>\n<h3><strong>Salvatore Schillaci<\/strong><\/h3>\n<p>Pria berkepala plontos ini menjadi sensasi saat tampil kemilau membela tim nasional Italia saat Piala Dunia 1990 berlangsung di negerinya sendiri. Gol demi gol membuat rakyat Italia memujanya dan Toto (panggilan akrabnya), menjadi pencetak gol terbanyak di ajang bergengsi tersebut dengan torehan enam gol.<\/p>\n<p>Sayangnya, namanya meredup setelah itu. Dalam sebuah wawancara mengenai kenangan di Piala Dunia 1990, dia mengatakan bahwa dirinya bukan penendang penalti yang baik. Jadi dia memutuskan tidak mengambil kesempatan itu di semifinal, saat Italia kalah dari Argentina lewat adu penalti.<\/p>\n<p>Di level klub, kariernya tidak terlalu bersinar bersama Juventus dan Internazionale Milano. Sebelum pensiun, Toto sempat merumput di Liga Jepang bersama Jubilo Iwata dan membawa Jubilo meraih gelar Divisi Satu pada 1997. Dua tahun setelahnya, dia memutuskan gantung sepatu. Toto pengecualian di daftar ini karena ia tampil gemilang hanya saat pagelaran Piala Dunia, bukan di kompetisi liga.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/roque-santa-cruz-of-blackburn-rovers-leaves-the-pitch-having-been-picture-id108522924?k=6&amp;m=108522924&amp;s=594x594&amp;w=0&amp;h=u-y57_a3_A-YNaXf0sPS3Ykr9JTt5QR2qfPdowN0sIs=\" alt=\"Roque Santa Cruz\" width=\"594\" height=\"411\" \/><\/p>\n<h3><strong>Roque Santa Cruz<\/strong><\/h3>\n<p>Penyerang tinggi nan tampan asal Paraguay ini direkrut dari Bayern M\u00fcnchen ke Liga Primer Inggris bersama Blackburn Rovers. Musim 2007\/2008 bersama Blackburn, Santa Cruz mencetak 19 gol. Setelah itu? Kariernya mulai meredup. Sempat pindah ke Manchester City, namun langkah yang diambilnya saat itu adalah sia-sia belaka. Saat ini, dia merumput bersama klub lokal <a href=\"http:\/\/www.squawka.com\/news\/the-premier-leagues-10-best-one-season-wonders-2\/748984\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Olimpia Asuncion<\/a>.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/kevin-phillips-of-sunderland-celebrates-scoring-his-first-goal-city-picture-id3439857?k=6&amp;m=3439857&amp;s=594x594&amp;w=0&amp;h=DlZf44GwxOx1iX5VtMXYxIEUIBuoJUI4EVH1EYD1cRY=\" alt=\"Kevin Phillips\" width=\"594\" height=\"436\" \/><\/p>\n<h3><strong>Kevin Phillips<\/strong><\/h3>\n<p>Nama pemain ini bisa jadi kurang familiar. Tetapi di awal 2000-an (tepatnya di musim 1999\/2000), <a href=\"http:\/\/www.thesportster.com\/soccer\/the-top-20-one-hit-wonders-of-world-soccer\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Phillips menjadi pencetak gol terbanyak di Liga Primer<\/a> dengan torehan 30 gol bersama Sunderland. Setelah itu, dia bermain di Divisi Championships dan masih mencetak sekitar 20-an gol. Namun sulit baginya menyamai catatan prestasinya saat masih bersama Sunderland musim 1999\/2000.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/nov-1999-michael-bridges-of-leeds-united-celebrates-his-goal-against-picture-id1207064?k=6&amp;m=1207064&amp;s=594x594&amp;w=0&amp;h=qniQ3VSsI0vFiKw4YyaE0apEz2aAahQAFSUZV_QnaM0=\" alt=\"Michael Bridges\" width=\"594\" height=\"436\" \/><\/p>\n<h3><strong>Michael Bridges <\/strong><\/h3>\n<p>Leeds United bukan siapa-siapa di kancah Eropa. Namun saat dilatih mantan pemain Irlandia, David O\u2019Leary, Leeds United menjadi tim yang mengejutkan, tidak hanya di Liga Primer Inggris, namun juga di kompetisi Eropa. Sejumlah tim besar dikalahkan sebelum kalah dari Valencia di semifinal Liga Champions Eropa musim 2000\/2001.<\/p>\n<p>Nama Bridges muncul menjadi pemain muda berbakat Inggris yang direkrut dari tim promosi Sunderland ke Elland Road. Sayangnya, sensasi <a href=\"http:\/\/www.footballwhispers.com\/blog\/one-season-wonder-xi\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Bridges tak berlanjut karena dibekap cedera berkepanjangan. <\/a><\/p>\n<p><strong>Author: <em>Yasmeen Rasidi (<a class=\"ProfileHeaderCard-screennameLink u-linkComplex js-nav\" href=\"https:\/\/twitter.com\/melatee2512\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span class=\"username u-dir\" dir=\"ltr\">@<b class=\"u-linkComplex-target\">melatee2512<\/b><\/span><\/a>)<\/em><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dunia sepak bola adalah dunia yang keras. Banyak bakat bertebaran, namun hanya sedikit yang bisa bertahan dan tampil stabil dalam jangka waktu lama. Tidak semua pemain bisa seperti Zlatan Ibrahimovic yang tiap memperkuat tim selalu membawa tim tersebut meraih trofi. Atau seperti karier istimewa Clarence Seedorf yang bisa meraih gelar Liga Champions Eropa untuk tiga klub berbeda (Ajax Amsterdam, Real Madrid dan AC Milan). Dan sulit juga mencari kiper selevel Gianluigi Buffon yang masih diandalkan Juventus dan tim nasional Italia menjelang usia kepala empat dan hebatnya, ia selalu konsisten. Namun, kita juga melihat banyak pemain berbakat yang karier sepak bolanya tidak bertahan lama. Sebut saja Marco van Basten. Di era &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/19\/pesepak-bola-yang-bersinar-satu-musim\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Para Pesepak Bola yang Hanya Bersinar Selama Satu Musim&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":7763,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[79,95],"tags":[286,129,1427],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Para Pesepak Bola yang Hanya Bersinar Selama Satu Musim | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Ada beberapa pesepak bola yang hanya menjadi sensasi selama satu musim saja lalu nasibnya entah ke mana setelahnya. Hilang begitu saja.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/19\/pesepak-bola-yang-bersinar-satu-musim\/\" \/>\n<link rel=\"next\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/19\/pesepak-bola-yang-bersinar-satu-musim\/2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Para Pesepak Bola yang Hanya Bersinar Selama Satu Musim | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Ada beberapa pesepak bola yang hanya menjadi sensasi selama satu musim saja lalu nasibnya entah ke mana setelahnya. Hilang begitu saja.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/19\/pesepak-bola-yang-bersinar-satu-musim\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-07-19T04:20:51+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2017-07-19T05:51:53+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/108262254.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"594\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"404\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/19\/pesepak-bola-yang-bersinar-satu-musim\/\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/19\/pesepak-bola-yang-bersinar-satu-musim\/\",\"name\":\"Para Pesepak Bola yang Hanya Bersinar Selama Satu Musim | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/19\/pesepak-bola-yang-bersinar-satu-musim\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/19\/pesepak-bola-yang-bersinar-satu-musim\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/108262254.jpg\",\"datePublished\":\"2017-07-19T04:20:51+00:00\",\"dateModified\":\"2017-07-19T05:51:53+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Ada beberapa pesepak bola yang hanya menjadi sensasi selama satu musim saja lalu nasibnya entah ke mana setelahnya. Hilang begitu saja.\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/19\/pesepak-bola-yang-bersinar-satu-musim\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/19\/pesepak-bola-yang-bersinar-satu-musim\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/108262254.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/108262254.jpg\",\"width\":594,\"height\":404,\"caption\":\"Pesepak Bola\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Para Pesepak Bola yang Hanya Bersinar Selama Satu Musim | Football Tribe Indonesia","description":"Ada beberapa pesepak bola yang hanya menjadi sensasi selama satu musim saja lalu nasibnya entah ke mana setelahnya. Hilang begitu saja.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/19\/pesepak-bola-yang-bersinar-satu-musim\/","next":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/19\/pesepak-bola-yang-bersinar-satu-musim\/2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Para Pesepak Bola yang Hanya Bersinar Selama Satu Musim | Football Tribe Indonesia","og_description":"Ada beberapa pesepak bola yang hanya menjadi sensasi selama satu musim saja lalu nasibnya entah ke mana setelahnya. Hilang begitu saja.","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/19\/pesepak-bola-yang-bersinar-satu-musim\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2017-07-19T04:20:51+00:00","article_modified_time":"2017-07-19T05:51:53+00:00","og_image":[{"width":594,"height":404,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/108262254.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/19\/pesepak-bola-yang-bersinar-satu-musim\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/19\/pesepak-bola-yang-bersinar-satu-musim\/","name":"Para Pesepak Bola yang Hanya Bersinar Selama Satu Musim | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/19\/pesepak-bola-yang-bersinar-satu-musim\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/19\/pesepak-bola-yang-bersinar-satu-musim\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/108262254.jpg","datePublished":"2017-07-19T04:20:51+00:00","dateModified":"2017-07-19T05:51:53+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Ada beberapa pesepak bola yang hanya menjadi sensasi selama satu musim saja lalu nasibnya entah ke mana setelahnya. Hilang begitu saja.","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/19\/pesepak-bola-yang-bersinar-satu-musim\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/19\/pesepak-bola-yang-bersinar-satu-musim\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/108262254.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/108262254.jpg","width":594,"height":404,"caption":"Pesepak Bola"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7761"}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7761"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7761\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7763"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7761"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7761"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7761"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}